- Beranda
- The KASKUS Bar
SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)
...
TS
dman
SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)
Daftar Isi untuk coffee gathering & jalan ngupi, Café/Coffee review dan Artikel kopi:
Coffee Gathering & jalan ngupi:
- Coffee Gathering - Malang, 17 - 18 May 2008 by: dman
- perjalanan orang kebanyakan ngopi by: littlehope
- crema art by: littlehope
- SCAK Gathering, Jakarta - Senin, 23 Juni 2008 by: dman
- lanjutan jalan ngupi di PasPles by: dman
- Jalan ngupi SCAK, Bandung 25 Juni 2008 by: dman
Café/Coffee review:
- Kunjungan ke Ritual Coffee To Go by: Gambarello
- Kunjungan Singkat ke La Tazza by Gambarello
- kunjungan ke Break Coffee n Book, Jogja by: wallflowers
- Kunjungan ke Grand Indonesia by: Gambarello
- Liputan Kopi di Bilangan Senopati by: Gambarello
- Kunjungan ke Blümchen Coffee by: Gambarello
- Kunjungan ke Grand Indonesia (Lagi) by: Gambarello
- SCAK Gathering, Jakarta - Senin, 23 Juni 2008 (Day 1) by: Gambarello
- Kunjungan ke STC Senayan & Ratu Plaza by: Gambarello
- Kunjungan ke Schibello Caffé & Showroom, STC Senayan by: Gambarello
- Kunjungan ke Miko Coffee, Sarinah Building by: Gambarello
- Kunjungan ke Les Classique & Cafe Amor, Kemang Raya by: Gambarello
- Kunjungan ke Petro Cafe by: Gambarello
- Kunjungan ke Huize van Wely (camus coffee), Plaza Indonesia by Gambarello
Artikel kopi:
- Espresso machine & grinder by: mobius
- Tamping by: mobius
- Extraction by: mobius
- tune up cheats by: FreshRoasted
- Coffee Drinks Illustrated by: dman
- Coffee roaster bermutu bikinan Indonesia by: FreshRoasted
- tips menyeduh kopi by: Nikho
- Humor: Obrolan Kopi by:Gambarello
Coffee Gathering & jalan ngupi:
- Coffee Gathering - Malang, 17 - 18 May 2008 by: dman
- perjalanan orang kebanyakan ngopi by: littlehope
- crema art by: littlehope
- SCAK Gathering, Jakarta - Senin, 23 Juni 2008 by: dman
- lanjutan jalan ngupi di PasPles by: dman
- Jalan ngupi SCAK, Bandung 25 Juni 2008 by: dman
Café/Coffee review:
- Kunjungan ke Ritual Coffee To Go by: Gambarello
- Kunjungan Singkat ke La Tazza by Gambarello
- kunjungan ke Break Coffee n Book, Jogja by: wallflowers
- Kunjungan ke Grand Indonesia by: Gambarello
- Liputan Kopi di Bilangan Senopati by: Gambarello
- Kunjungan ke Blümchen Coffee by: Gambarello
- Kunjungan ke Grand Indonesia (Lagi) by: Gambarello
- SCAK Gathering, Jakarta - Senin, 23 Juni 2008 (Day 1) by: Gambarello
- Kunjungan ke STC Senayan & Ratu Plaza by: Gambarello
- Kunjungan ke Schibello Caffé & Showroom, STC Senayan by: Gambarello
- Kunjungan ke Miko Coffee, Sarinah Building by: Gambarello
- Kunjungan ke Les Classique & Cafe Amor, Kemang Raya by: Gambarello
- Kunjungan ke Petro Cafe by: Gambarello
- Kunjungan ke Huize van Wely (camus coffee), Plaza Indonesia by Gambarello
Artikel kopi:
- Espresso machine & grinder by: mobius
- Tamping by: mobius
- Extraction by: mobius
- tune up cheats by: FreshRoasted
- Coffee Drinks Illustrated by: dman
- Coffee roaster bermutu bikinan Indonesia by: FreshRoasted
- tips menyeduh kopi by: Nikho
- Humor: Obrolan Kopi by:Gambarello
zharki dan 5 lainnya memberi reputasi
6
887.2K
10K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The KASKUS Bar
1.3KThread•3.7KAnggota
Tampilkan semua post
andrefarnandes
#8980
Bezzera BZ10 Review
Setelah bermain-main selama kurang lebih tiga minggu dengan "si kecil", akhirnya saya cukup pede untuk menulis review dari mesin ini.
3 minggu? Ya, benar. Apakah susah? Tidak. Sebagai gambaran, saya biasa menggunakan mesin jenis Vibiemme Domobar Super (punya teman), namun mesin ini adalah mesin yang berbeda dari mesin-mesin lainnya.
Setelah berbincang-bincang banyak dengan pihak Rotaryana yang cukup sabar untuk "meladeni" saya, akhirnya saya memutuskan untuk membeli mesin ini.
Setelah menunggu beberapa saat dikarenakan stoknya yang sedang kosong, akhirnya datang juga si kecil ke rumah
Simple, Easy, Ready to Rock and Roll.
Untuk masalah ukuran, kebetulan ukuran dari mesin ini sangat pas dengan kebutuhan saya.
Kebetulan, saya tidak menaruh mesin kopi saya di dapur, melainkan di tempat saya sehari-hari melakukan pekerjaan rumah dan aktivitas di rumah.
Dilengkapi dengan body Stainless Steel yang katanya lebih kuat dari adiknya (BZ07), mesin ini cukup menjadi perhatian saat teman-teman saya berkunjung.'
Tombolnya dua, Lampunya dua, Beres.
Tombol yang berada di kiri adalah untuk menyalakan mesin, mulai dari memanaskan boiler, juga memompa air ke boiler. Sedangkan tombol yang dikanan berfungsi untuk memulai brewing. Tombol-tombol ini tentunya bukanlah stainless steel melainkan plastik yang diwarnai serupa dengan stainless steel. Namun saya tidak mempunyai keluhan akan tombol ini dikarenakan warnanya yang sangat persis dengan tubuhnya.
Dua Lampu lain adalah lampu yang akan berkedip jika stok air habis di dalam tanki.
Hal lain yang menjadi favorit saya adalah Multidirectional Joystick dimana untuk melakukan steaming dan mengeluarkan air panas, penggunaan joystick ini lebih nyaman jika saya bandingkan dengan memutar knob seperti mesin-mesin lain yang ada di pasaran.
Walaupun dengan fitur Dual Gauge yang merupakan sebuah Upgrade dari adiknya, jika bisa memilih, saya lebih memilih fitur manometer ini dapat ditaruh di bagian atas agar tidak harus menunduk untuk melihat Brewing Pressure untuk Espresso Troubleshooting.
Harus ditekankan bahwa BZ10 tidak menggunakan Brew Head E61 yang legendaris, melainkan menggunakan Electric Heated Brew Head buatan Bezzera, dimana hal ini adalah sebuah hal yang menjadi pilihan utama saya mengapa saya mengambil mesin ini. Lho, kok? Iya, benar. Saya sebagai konsumen rumahan, enggak tahan bayar listriknya E61, karena secara tertulis, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk Brew Head siap untuk digunakan. Walaupun, mesin jenis E61 bisa siap dalam waktu 10 menit, pabrikasi sendiri menyarankan penggunaan maksimal setelah 45 menit. Bagaimana dengan Bezzera? Untuk memanaskan sampai siap, biasanya saya butuh sekitar 10 menit sampai mesin ini siap, dan menunggu sekitar 5-10 menit lagi untuk menstabilkan suhu dari brewing. Untuk rutinitas, hal ini sangat cocok untuk rutinitas saya dimana saya akan bangun jam 6 pagi, dan mesin akan menyala otomatis (dengan menggunakan timer), ditinggal mandi, setelah siap-siap saya sudah bisa menarik espresso pertama saya. 6.30-6.40, saya sudah bisa mulai aktivitas harian saya lagi.
Mesin HX ini menggunakan listrik sekitar 1000-1250W pada saat memanaskan boiler, dimana di dunia mesin espresso, Listrik yang digunakan cukup kecil. Jika dilihat, selama 3 minggu pemakaian saya menghabiskan sekitar 4,73 yakni sekitar Rp 4.700,- (Jika saya tidak salah, karena hitungannya kan 1.100/kWh) yakni dengan pemakaian sekitar 2-4 shot sehari, dengan atau tanpa steaming. Spesifikasi lain juga tanki air yang berukuran 3L, dengan ukuran boiler 1.5L. Sangat cukup untuk pemakaian harian, dimana saya biasanya melakukan pengecekan air setiap 3-5 hari sekali untuk mengisi air. Mesin ini datang dengan 1 Portafilter Double Spout, 1 Blind Basket, 1 Single shot ~8gr basket (yang saya tidak pernah pakai), dan 1 Double Shot ~16gr Basket (yang nempel melulu).
It's a Beast.
Saya yang terbiasa dengan mesin Vibiemme pun cukup kaget karena mesin yang tergolong lebih kecil ini, hampir dapat menyamai steaming power seperti Vibiemme. Dengan 2 lubang steamingnya, awalnya saya mendapatkan sedikit masalah, namun lama-lama terbiasa. Namun dengan beberapa kali latihan, saya dapat menghasilkan Microfoam setelah menghabiskan sekitar 1-2 kotak susu. Latte Art? Sepertinya masalah yang menggunakan saja, saya baru-baru saja belajar latte art, jadi belum mahir benar. Untuk steaming ukuran 1 cup cappucinno (dengan menggunakan jug 350ml), dibutuhkan sekitar 25-30 detik untuk mencapai tempratur yang diinginkan (~20C - ~65C).Jangan lupa untuk selalu membersihkan Steaming Wand karena Steaming Wand ini bukan jenis Anti-Burn. Jika ada susu yang menempel, basahi sedikit lap dengan air dan bersihkan steaming wand seperti biasa.
Setiap mesin tentu mempunyai karakternya masing-masing. Layaknya Grinder yang saya pasangkan dengan mesin ini (Baratza Forte AP), mesin ini mempunyai karateristiknya sendiri. Dengan kemampuannya, si kecil sangat cukup untuk memuaskan lidah saya di pagi hari, juga lidah teman-teman yang kerap berkunjung. Dengan kapasitas boilernya dan kecepatan brewing saya, mesin ini masih mumpuni untuk membuat 2-4 espresso per menit, dan karena ini adalah mesin HX, saya dapat melakukan steaming secara bersamaan.
Dengan Brewing Pressure ~11.5 bar dan boiler pressure ~1.1 bar, saya memutuskan untuk tidak menurunkan tekanan boiler yang biasanya dianjurkan pada situs-situs seperti Home-Barista dan sebagainya. Saya tetap menggunakan Brewing Pressure ~11.5 bar karena menyukai karakteristik mesin ini dimana espresso yang dihasilkan adalah Bright. Saya pun masih belum benar-benar bisa untuk menghasilkan espresso yang saya inginkan, namun untuk sekedar piccolo atau cappucinno, atau bahkan latte, mesin ini sangat mumpuni. Saya sendiri masih berusaha untuk belajar Dosing-Grinding-Tamping-Dosing-Repeat. Namun, saya cukup menyukai espresso yang saya buat setiap pagi. Minimal, dengan Fresh Beans, persentase keberhasilan sudah naik beberapa puluh persen.
Hal-hal yang dapat menjadi masukan dari saya adalah dimulai dari tamper, dimana ternyata terdapat gap pada tamper 58mm dan Portafilter (basket)-nya. Saya sendiri belum mencoba untuk tamper 58.3, apakah cukup. Lain lagi adalah shower screen dari mesin ini cukup pendek, dimana basket 16gr bisa saya overflow sampai sekitar ~19gr sebelum menyentuh shower screen. Pada penggunaan 20gr, puck masih belum menyentuh shower screen, namun waktu kontak dengan puck sangatlah cepat, terkadang menghasilkan OverBrightness. Saya sendiri masih nyaman dengan penggunaan 18gr, namun kedepannya saya akan mengganti basket dengan basket ~18gr VST dengan penggunaan kopi 20gr.
Jangan lupa juga selalu mengosongkan Drip Tray dan membersihkan si kecil, karena bodynya yang stainless steel, mesin ini cukup mudah untuk "dikotori" oleh debu-debu dan partikel kopi. Selain itu, jika rumah anda tidak mempunyai grounding listrik yang baik, disarankan untuk menggunakan suatu grounding seperti stabilizer atau central grounding kerap saya "disetrum" kecil layaknya menyentuh casing CPU Komputer kita.
Puas atau tidak?
Sangat, sangat puas, sangat memenuhi kebutuhan saya.
Kebutuhan saya yakni kafein pagi, dimana saya sudah menyerah dengan starbucks dan kedai-kedai kopi yang belum buka pada jam 6 pagi.
Saya meminang mesin ini karena kebutuhan kafein pagi untuk melakukan aktivitas. Memang, setengah nyandu ngopi.
Apakah tujuan saya untuk membuat sebuah Coffee Bar setara dengan Coffee Shop? Tidak. Saya terkadang masih ngider buat espresso, karena harga tidak berbohong, namun Setup saya, sudah sangat mumpuni untuk kepuasan lidah saya.
Saya terjebaak di dunia espresso tidaaak
Instagram: @xin__
3 minggu? Ya, benar. Apakah susah? Tidak. Sebagai gambaran, saya biasa menggunakan mesin jenis Vibiemme Domobar Super (punya teman), namun mesin ini adalah mesin yang berbeda dari mesin-mesin lainnya.
Spoiler for Unboxing:
Setelah berbincang-bincang banyak dengan pihak Rotaryana yang cukup sabar untuk "meladeni" saya, akhirnya saya memutuskan untuk membeli mesin ini.
Setelah menunggu beberapa saat dikarenakan stoknya yang sedang kosong, akhirnya datang juga si kecil ke rumah

Spoiler for Design and Interface:
Simple, Easy, Ready to Rock and Roll.
Untuk masalah ukuran, kebetulan ukuran dari mesin ini sangat pas dengan kebutuhan saya.
Kebetulan, saya tidak menaruh mesin kopi saya di dapur, melainkan di tempat saya sehari-hari melakukan pekerjaan rumah dan aktivitas di rumah.
Dilengkapi dengan body Stainless Steel yang katanya lebih kuat dari adiknya (BZ07), mesin ini cukup menjadi perhatian saat teman-teman saya berkunjung.'
Tombolnya dua, Lampunya dua, Beres.
Tombol yang berada di kiri adalah untuk menyalakan mesin, mulai dari memanaskan boiler, juga memompa air ke boiler. Sedangkan tombol yang dikanan berfungsi untuk memulai brewing. Tombol-tombol ini tentunya bukanlah stainless steel melainkan plastik yang diwarnai serupa dengan stainless steel. Namun saya tidak mempunyai keluhan akan tombol ini dikarenakan warnanya yang sangat persis dengan tubuhnya.
Dua Lampu lain adalah lampu yang akan berkedip jika stok air habis di dalam tanki.
Hal lain yang menjadi favorit saya adalah Multidirectional Joystick dimana untuk melakukan steaming dan mengeluarkan air panas, penggunaan joystick ini lebih nyaman jika saya bandingkan dengan memutar knob seperti mesin-mesin lain yang ada di pasaran.
Walaupun dengan fitur Dual Gauge yang merupakan sebuah Upgrade dari adiknya, jika bisa memilih, saya lebih memilih fitur manometer ini dapat ditaruh di bagian atas agar tidak harus menunduk untuk melihat Brewing Pressure untuk Espresso Troubleshooting.
Harus ditekankan bahwa BZ10 tidak menggunakan Brew Head E61 yang legendaris, melainkan menggunakan Electric Heated Brew Head buatan Bezzera, dimana hal ini adalah sebuah hal yang menjadi pilihan utama saya mengapa saya mengambil mesin ini. Lho, kok? Iya, benar. Saya sebagai konsumen rumahan, enggak tahan bayar listriknya E61, karena secara tertulis, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk Brew Head siap untuk digunakan. Walaupun, mesin jenis E61 bisa siap dalam waktu 10 menit, pabrikasi sendiri menyarankan penggunaan maksimal setelah 45 menit. Bagaimana dengan Bezzera? Untuk memanaskan sampai siap, biasanya saya butuh sekitar 10 menit sampai mesin ini siap, dan menunggu sekitar 5-10 menit lagi untuk menstabilkan suhu dari brewing. Untuk rutinitas, hal ini sangat cocok untuk rutinitas saya dimana saya akan bangun jam 6 pagi, dan mesin akan menyala otomatis (dengan menggunakan timer), ditinggal mandi, setelah siap-siap saya sudah bisa menarik espresso pertama saya. 6.30-6.40, saya sudah bisa mulai aktivitas harian saya lagi.
Spoiler for Spesifikasi:
Mesin HX ini menggunakan listrik sekitar 1000-1250W pada saat memanaskan boiler, dimana di dunia mesin espresso, Listrik yang digunakan cukup kecil. Jika dilihat, selama 3 minggu pemakaian saya menghabiskan sekitar 4,73 yakni sekitar Rp 4.700,- (Jika saya tidak salah, karena hitungannya kan 1.100/kWh) yakni dengan pemakaian sekitar 2-4 shot sehari, dengan atau tanpa steaming. Spesifikasi lain juga tanki air yang berukuran 3L, dengan ukuran boiler 1.5L. Sangat cukup untuk pemakaian harian, dimana saya biasanya melakukan pengecekan air setiap 3-5 hari sekali untuk mengisi air. Mesin ini datang dengan 1 Portafilter Double Spout, 1 Blind Basket, 1 Single shot ~8gr basket (yang saya tidak pernah pakai), dan 1 Double Shot ~16gr Basket (yang nempel melulu).
Spoiler for Steaming Power:
It's a Beast.
Saya yang terbiasa dengan mesin Vibiemme pun cukup kaget karena mesin yang tergolong lebih kecil ini, hampir dapat menyamai steaming power seperti Vibiemme. Dengan 2 lubang steamingnya, awalnya saya mendapatkan sedikit masalah, namun lama-lama terbiasa. Namun dengan beberapa kali latihan, saya dapat menghasilkan Microfoam setelah menghabiskan sekitar 1-2 kotak susu. Latte Art? Sepertinya masalah yang menggunakan saja, saya baru-baru saja belajar latte art, jadi belum mahir benar. Untuk steaming ukuran 1 cup cappucinno (dengan menggunakan jug 350ml), dibutuhkan sekitar 25-30 detik untuk mencapai tempratur yang diinginkan (~20C - ~65C).Jangan lupa untuk selalu membersihkan Steaming Wand karena Steaming Wand ini bukan jenis Anti-Burn. Jika ada susu yang menempel, basahi sedikit lap dengan air dan bersihkan steaming wand seperti biasa.
Spoiler for Personal Opinion?:
Setiap mesin tentu mempunyai karakternya masing-masing. Layaknya Grinder yang saya pasangkan dengan mesin ini (Baratza Forte AP), mesin ini mempunyai karateristiknya sendiri. Dengan kemampuannya, si kecil sangat cukup untuk memuaskan lidah saya di pagi hari, juga lidah teman-teman yang kerap berkunjung. Dengan kapasitas boilernya dan kecepatan brewing saya, mesin ini masih mumpuni untuk membuat 2-4 espresso per menit, dan karena ini adalah mesin HX, saya dapat melakukan steaming secara bersamaan.
Dengan Brewing Pressure ~11.5 bar dan boiler pressure ~1.1 bar, saya memutuskan untuk tidak menurunkan tekanan boiler yang biasanya dianjurkan pada situs-situs seperti Home-Barista dan sebagainya. Saya tetap menggunakan Brewing Pressure ~11.5 bar karena menyukai karakteristik mesin ini dimana espresso yang dihasilkan adalah Bright. Saya pun masih belum benar-benar bisa untuk menghasilkan espresso yang saya inginkan, namun untuk sekedar piccolo atau cappucinno, atau bahkan latte, mesin ini sangat mumpuni. Saya sendiri masih berusaha untuk belajar Dosing-Grinding-Tamping-Dosing-Repeat. Namun, saya cukup menyukai espresso yang saya buat setiap pagi. Minimal, dengan Fresh Beans, persentase keberhasilan sudah naik beberapa puluh persen.
Hal-hal yang dapat menjadi masukan dari saya adalah dimulai dari tamper, dimana ternyata terdapat gap pada tamper 58mm dan Portafilter (basket)-nya. Saya sendiri belum mencoba untuk tamper 58.3, apakah cukup. Lain lagi adalah shower screen dari mesin ini cukup pendek, dimana basket 16gr bisa saya overflow sampai sekitar ~19gr sebelum menyentuh shower screen. Pada penggunaan 20gr, puck masih belum menyentuh shower screen, namun waktu kontak dengan puck sangatlah cepat, terkadang menghasilkan OverBrightness. Saya sendiri masih nyaman dengan penggunaan 18gr, namun kedepannya saya akan mengganti basket dengan basket ~18gr VST dengan penggunaan kopi 20gr.
Jangan lupa juga selalu mengosongkan Drip Tray dan membersihkan si kecil, karena bodynya yang stainless steel, mesin ini cukup mudah untuk "dikotori" oleh debu-debu dan partikel kopi. Selain itu, jika rumah anda tidak mempunyai grounding listrik yang baik, disarankan untuk menggunakan suatu grounding seperti stabilizer atau central grounding kerap saya "disetrum" kecil layaknya menyentuh casing CPU Komputer kita.
Puas atau tidak?
Sangat, sangat puas, sangat memenuhi kebutuhan saya.
Kebutuhan saya yakni kafein pagi, dimana saya sudah menyerah dengan starbucks dan kedai-kedai kopi yang belum buka pada jam 6 pagi.
Saya meminang mesin ini karena kebutuhan kafein pagi untuk melakukan aktivitas. Memang, setengah nyandu ngopi.
Apakah tujuan saya untuk membuat sebuah Coffee Bar setara dengan Coffee Shop? Tidak. Saya terkadang masih ngider buat espresso, karena harga tidak berbohong, namun Setup saya, sudah sangat mumpuni untuk kepuasan lidah saya.
Saya terjebaak di dunia espresso tidaaak

Instagram: @xin__
Diubah oleh andrefarnandes 19-10-2015 19:41
gonicodp96 dan dewa.maldini memberi reputasi
3









