Kaskus

Story

cRot.ExAvatar border
TS
cRot.Ex
Aku Masih Setia di Yogya
Selamat Malam, Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Petang... Hehehe.. Aku Masih Setia di Yogya

Setelah sekian lama, akhirnya tangan ini berani untuk membuat thread baru..ah, ternyata di SFTH inilah aku berani membuat thread..Yoi gan, ini thread pertama ku sejak join disini.

Sudah berapa lama perang bathin, dan akhirnya "menceritakan" kembali kisahku yang keluar sebagai pemenang.
Sempat agak sedikit sungkan sih untuk menceritakan sedikit kisahku ini, karena aku baca2 thread lain, TSnya seperti sangat hebat dalam penyampaian ceritanya.

Sebenarnya sih rencana awal nulis buat ndongkrak jumlah postku aja, kasian ID ku postnya baru seiprit...heheheh

Semoga storyku gk ada yang sama dengan story2 lainnya, ah kyknya gk bakalan deh soalnya story ku kalo dibandingkan dengan story lainnya belum ada apa2nya.

Kalo masalah true story ato gaknya, bisa dibilang sih true story. Mungkin adalah sedikit dramatisir biar greget (kata TS lainnya diforum ini..hehehhe).

Eh koq jadi banyak bacot gini yak?? Maaf maaf.

Bismillah...Inilah kisahku. Selamat membaca. Aku Masih Setia di Yogya

Spoiler for Index:


Spoiler for PDF Version:


Spoiler for FAQ:
Diubah oleh cRot.Ex 16-01-2016 14:25
anasabilaAvatar border
imamarbaiAvatar border
boby008Avatar border
boby008 dan 5 lainnya memberi reputasi
2
478.8K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
cRot.ExAvatar border
TS
cRot.Ex
#51
26. Sejenak Melepasnya Pergi
Yogya, Agustus 2003

Pagi2 jam 7an aku sudah didepan gerbang kostan Marisa, dan gk berapa lama dia udah keluar. Yoi, semalam pas abis dpt tiket dan tau kalo hari ini dia berangkat, sempat semlam dia minta tolong buat nemenin dia nyari Bakpia sama beberapa batik buat orangtuanya.

Akupun gk akan menolak, dengan senang hati akan kulakukan permintaanya, akupun berusaha ceria pagi itu. Tapi aku sedikit bingung, semua lelucon serta cengan ku mendadak hilang.

Gak ada lagi aku yang bisa membuat Marisa tertawa lepas dengan kebodohan serta guyon yang sering terlontar dari mulutku.

Jadilah kami cuman diem selama perjalanan menuju malioboro, seperti biasa lagi kami naek becak. Becak itu melaju melewati Stasiun Lempuyangan menuju kearah pertigaan jalan Mataram.

Kamipun turun di gang arah ke Malioboro Mall. Marisapun skrg seperti sudah terbiasa merangkul tangan ane. Melihat dia ceria seperti biasa, aku cuman memberikannya senyum termanis.

Saat sampai malioboro masih sekitar jam stengah delapan, belum ada toko yang buka. jadi kami sempat sarapan soto di depan malioboro mall. Iya soto itu sering tiap pagi memang mangkal persis didepan malioboro mall.

Ah marisa..gk pernah sekalipun dirimu gengsi utk makan di mana saja, kau selalu menikmati makananmu dengan lahap.

Quote:

Lah, biasanya juga aku yang cengin dia, ini kenapa kebalik pikirku. Biasalah orang lagi galau suka kyk gitu...hehehhee

Quote:


Mungkin ekspresiku kelihatan banget waktu itu. Sehingga marisa sangat intens melontarkan kata2 lucu buat ngehibur, akupun sempat tertawa kecil beberapa kali.

Quote:


Ah marisa, kenapa baru sekarang sifat manja-mu keluar. Satu lagi sifatmu yang membuat hatiku gk bisa sedetikpun memudarkan namamu.

Akupun cuman mengikuti langkah cerianya. Dia sesekali seperti anak2 yang melompati papan permainan yang di buat diatas tanah pekarangan. Dia meloncati beberapa conblock sepanjang jalan malioboro.

Benar2 ceria anak ini gumamku.

Kamipun mengambil posisi duduk dibawah pohon beringin gede dan menghadap ke banguna Istana, yang katanya dulu jadi tempat presiden sukarno.

Gak banyak yang kami obrolin waktu kami menghabiskan waktu menunggu toko2 dimalioboro buka. Marisa sesekali duduk di samping dan merangkul tangan ane.

Sesekali dia bangun dan memperhatikan pohon beringin yang jadi tempat kami berteduh.
Akupun cuman senang bisa melihatnya seceria itu, entah kenapa tidak terlihat sedikitpun rasa sedih di wajahnya.

Skitar jam 10an kami berjalan kearah psr Beringharjo di jalan malioboro.

Marisa sangat asik memilih daster serta kemeja batik utk orang tuanya. Sesekali dia melihat ane dan menanyakan bagus gak pilihannya. Saat sudah cukup dia membeli oleh2.

Quote:


Setelah membayar taksi, kamipun sudah berada di depan gerbang kostannya. Diapun menggandeng tanganku mengajak keatas kekamarnya. Dia mengepak semua oleh2nya tadi kedalam tas koper miliknya.

Selesai mengepak dia berdiri melihat ane yang sedari tadi cuman duduk didepan pintu. Dia berdiri bertolak pinggang dengan tangan kirinya, serta tangan kananya menghapus keringat didahinya. Akupun tetap kagum dengannya.

Quote:


Marisapun mengambil handuk dan peralatan mandinya, dan melangkah menuju keluar disudut lorong kostan. Dan bersiap mandi dikamar mandi kostan itu. Kostan itu kamar mandinya di luar, disudut tiap lorong kamar.

Sktr 30menitan marisa selesai mandi dan menyuruh ku keluar kamar soalnya dia mw ganti baju.
Aku pun mengikuti instruksi dari dia dan menunggu didepan pintu seperti security. Takut ada yang ngintip gitulah.

Quote:


Sekitar 15menit, marisapun membuka pintu kamarnya. Dia memakai stelan kesukaannya rok jeans selutut dan kaos warna putih dengan motif lumba/dolphin. Dan lagi2 aku cuman bisa melongo melihatnya. Dia tetap cantik seperti biasanya.

Jam 1 kurang 10menit, terdengar suara klakson dari mobil travel. Artinya sbentar lagi doi akan meninggalkanku. Marisapun bersiap dengan tas kecilnya,dan menarik tas koper berisi oleh2 dan baju2nya selama di rumah.

Ku ambil alih tas kopernya. Dan membawa ke gerbang kostan. Dsitu mobil travel sudah membuka bagasi belakang utk barang bawaan Marisa. Ku naekan tas koper ke dalam bagasi. Tapi Marisa belum kelihatan keluar dari gerbang kostan.

Quote:


Akupun masuk ke dlam kostan. Dan kuliat marisa duduk di ruang tamu yang gk terlalu jauh dari gerbang kostan.

Quote:

Marisa cuman diam terduduk disitu. Saat aku narik2 tangannya, dia langsung melukku lagi. Sekitar 2menit pelukan gk dilepasin, malah tambah erat. Ah, mewek lagi ini anak pikirku.

Pelan2 pelukannya mulai agak longgar, akupun memegang pipinya dengan kedua tangan ini. Lagi2, bulir2 air mata menetes dari pipinya. Kuhapus dengan lembut. Kukecup keningnya. Dia cuman terdiam membisu. Gak ada kata2 dari mulutnya.

Tint tint..(sfx : suara klakson travel) menyadarkan kami.

Quote:


Karena gk enak dengan penumpang laen, marisa pun bergegas naek ketravel. Dan perlahan mobil travel itu menghilang dari pandangan. Entah kenapa, mata ini kyk berair.

Ah, mungkin tadi gara2 asep travel aja..makanya mata ini jadi sepet. Ku hapus air mata gara2 asep knalpot travel tadi. Yoi gan, ane kan orangnya kuat, gk cengeng segitunya sampe nangis...heuheuheu

Quote:

Mungkin benar katanya, didada ada rasa sedikit sakit, mungkin ada yang hancur didalam. Trus mata ane juga ternyata berusaha mengeluarkan sisa2 banjir..makanya jadi seperti orang nangis.

Bukan, mata ini cuman jadi tunnel untuk mengeluarkan sisa2 banjir didalam tadi. Hehehehe...

Btw anyway bussway, aku sekarang sisa sendirian dkostan orang, daripada ntr dikirain mw maling sendal mending ane cepat2 kabur dah, gk enk tiba ntr kena gebuuk gara2 ditriakin maling sandal.

Dalam udah hancur dan banjir, ditambah luka lebam diluar gara2 gebukan orang. Ahhhh..gak kuat ngebayanginnya.

Dengan langkah gontai lagi, akupun meningglkan kostan itu. Aku sempat mampir disalah satu angkringan di dekat perlintasan kereta daerah bangunan BRIMOB, aku pesen es jeruk waktu itu...ah segernya..

Sejenak dinginya es yang mengalir ditenggorokan bisa menekan perasaan sedih.

Itu baru beberapa menit aku ditinggalkan, masih jauh untuk bertemu dengannya, cewek yang selalu tersenyum manis di depanku.

Quote:


--------
Aku tak lah mengharap lebih..
Hanya beberapa harapan konyol
Semakin konyol ketika aku mulai mengingatnya
Beberapa waktu lalu
Aku masih tertatih menyusurinya
Langkah gontai tak berarah
Tujuanpun tak nyata
Aku seorang asing
Tiada rumah untuk kutuju
Tiada harapan untuk kuwujudkan

Perlahan aku menyadari
Semua kebodohan itu
Mulai hilang
Sedikit ragu tapi aku yakin
Perlahan pula
Kabut yang menaungiku terkikis
Lembut sinar itu merasukiku
Aku mulai menikmati candunya
Candu sinar merekah
Menghanyutkan angan lamunku

---------


Thats all for now...i guess...
Sedikit puisi gak jelas di dalam draft kyknya bisa jadi penutup..walaupun gk terlalu bagus sih..
Skalian nandain di draft aja..jadi ntr2 gampang nyari batas post sebelumnya..hehehhe
Cya later..
kaskus-image
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.