Kaskus

Story

User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh User telah dihapus 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.6K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
#67
[ Chapter 29 ] - Punch! I can't go Back!

kaskus-image


"nah,sudah sampai mana sekarang?"
"masih di kereta,perjalanannya masih jauh.. awas saja kalau keadaan rumah berantakan nanti"
"ahaha.. itu bisa dibereskan kok"


di teras depan Angga terlihat sedang menelfon kakaknya,sementara Ari sendiri sedang bingung memikirkan urusannya begitu pula dengan 2 tamunya yang kalah dalam tantangan tadi.
"oke,kami kalah.. kayaknya kami harus mulai membuat resources kami lagi dari awal" kata Egi.
"masih ada Ari kan,ku pikir Andre akan tetap mengincarnya lagi kalau kau mencoba membuat koneksi jaringan yang baru" kata Linda.
"memanfaatkan kalian berdua untuk taruhan mereka,tidak ada cara selain serius melawannya" komentar Ilham sedikit.
"kau juga yang salah karena tadi tidak bermain dengan serius" cibir Egi.

"kami memang menyarankanmu agar tidak memakai teknik andalanmu,tapi ku pikir sekarang sudah tidak ada cara lain lagi" kata Angga yang sudah selesai menelfon kakaknya.
"bukan begitu,di akhir tadi aku menangkis serangannya menggunakan [Flame Edge Crop] juga.. tapi rupanya aku kalah" balas Ari.
"heh? serius!?" tanya Egi sedikit terkejut.
"itu artinya.. walaupun teknik kalian sama tapi miliknya sudah lebih bagus darimu,begitu?" tanya Linda.
"hoh,3 teknik seranganku semuanya sudah dipatahkan.. di samping itu pula,Advanced Mode miliknya sangat efektif untuk melawan milikku" jawab Ari kehilangan semangatnya.

"jadi di pertarungan tadi sebenarnya kau sudah sangat serius? gawat!" kata Egi.
"kalau begitu kau barusan kalah telak,kan.." kata Angga.
"lalu rencana ke depannya bagaimana? berikutnya 3 teknik itu tidak mungkin mempan terhadapnya kan?" tambah Linda.
"3 hari lagi yah.. harus buat apa dalam waktu sesingkat itu?" jawab Ari yang mengela nafas panjang di akhir kalimatnya.

.
.
.

"sampai ketemu lagi.."
"kalau ada masalah telfon saja yaa~"
"yah,hati-hati di jalan"
jam menunjukkan pukul 1 siang,Linda dan Egi nampak baru saja pulang ke rumahnya, begitu pula dengan Angga yang punya urusan mendadak pesanan kakaknya.

"sudah ada rencana tentang senjatamu?" tanya Ilham yang mengambil stik console game miliknya.
"sudah.. kita minta bantuan 'mereka' saja" jawab Ari sambil sibuk mencari nomor kontak sesorang di Handphonenya.

.
.

============================================


Doni = "maaf,aku sedang ada kerjaan.. kau bilang ingin belajar mengasah teknik analisamu kan? minta saja pada Ilham"
Ari = "tapi.. kau kan lebih ba-"
-- tuut,tuuutt..

============================================


Riki = "hah? mau belajar lagi? jangan bilang kalau kau sudah lupa semua yang kuajarkan dulu.."
Ari = "bukan begitu.. tapi kira-kira ada lagi tidak seni berfikir cepat yang melebihi punyaku saat ini?"
Riki = "tidak ada,punyamu sudah sampai batasnya"
Ari = "kalau gitu ajarkan aku cara menganalis"
Riki = "itu bukan keahlianku.."

============================================


Lisa = ah,yang benar saja? kau sampai memohon-mohon seperti itu..
Ari = uh,ya.. aku minta tolong.. kau kan sangat mengerti bagian dalam komputer.
Lisa = iya sih,kalau sekedar teori dan sebagainya coba saja buka Blog milik Guntur,pasti lengkap aku jamin deh~
Ari = itu.. membantu juga sih,tapi kau benar sedang tidak ada waktu kosong minggu ini?
Lisa = aku lagi sibuk,maaf yaa.. kalau malam sabtu depan sih aku kosong,gimana?
Ari = { deadline nya besok lusa.. besok lusa.. besok lusa.. }

============================================


Ari = "bagaimana? bisa kah?"
Guntur = "tidak bisa,aku sedang ada proyek pengerjaan besar-besaran"
Ari = "cuma sekedar memberi penjelasan saja kok"
Guntur = "CPU mu kemarin rusak terbakar kan? cari saja komponen buatanku terus analisa sendiri strukturnya.. tapi hati-hati dengan bagian tertentu,bisa melukai kalau tidak hati-hati"
Ari = "itu.. benar juga sih,tapi aku tetap butuh seorang ahli di sini"
Guntur = "dah.."

============================================



"gimana hasilnya?" tanya Ilham yang serius dengan game di layar televeisinya.
"nggak ada yang mau,sial!" jawab Ari lesu.
"kau harus lebih akrab lagi dengan mereka.."
"Linda,Egi,Angga.. siapa lagi yang bisa dimintai tolong?"
"sudah coba minta tolong 'orang itu' ?"

.
.

"oh,halo? da apa?"
"jangan sok akrab begitu"
"haha.. baiklah! ada keperluan apa? aku masih di kereta,Handphone ku juga sudah mau ngedrop" kata pemuda yang di telfon oleh Ari.
"nah,apa kau punya ilmu atau semacamnya yang bisa dibagi?" tanya Ari dari telfon.
"buat ngelawan dia yah? aku rasa nggak ada.. lagipula kali ini kau harus melawannya sendiri,aku nggak mau jadi pengacau kayak waktu dulu" jawab pemuda itu yang ternyata adalah Akbar.
"...."
"jangan diingat-ingat lagi,hadapi saja!"
"ngomong-ngomong tentang waktu itu.. aku minta maaf"
"yah,jangan risaukan yang waktu it-"
-- tuut,tuuutt..
"Dasar!!"

============================================


"gimana hasilnya?" tanya Ilham lagi masih tetap serius dengan gamenya.
"nihil" jawab Ari singkat.
"trus?"
"bawa tidur saja lah.. kita pikirkan nanti lagi" kata Ari beranjak dari sofanya hendak pergi ke lantai dua.
namun sebuah pesan singkat tiba-tiba masuk ke Handphonenya.

|Doni|= "jangan tidur! memikirkan teknik baru itu perlu waktu yang banyak,jadi jangan buang waktu lagi"
{ orang macam apa dia!? akurasi prediksinya seberapa tepat sih sebenarnya!? } pikir Ari jengkel.

lalu setelah pesan singkat tadi pun,beberapa pesan lain mulai masuk lagi secara bergantian.

|Riki| = "kalau pusing bawa tidur saja! yang penting Kopi! ingat Kopi!"
{ mereka berdua benar-benar berlawanan terkadang } pikir Ari sambil membuka pesan lainnya.

|Lisa| = "semangaat~ !!"
{ yang satu ini girang sekali gara-gara aku mintai tolong.. }

|Guntur| = "hati-hati listrik statis! sisa reaksi pembakaran dari komponenku kemarin juga bisa berbahaya,pakai pelindung tangan! elektron juga hal yang paling sensitif kalau kau bersentuhan dengan komponen elektronik,lakukan dengan benar!"
{ dia sendiri bilang lagi sibuk tapi sempat menulis sebanyak ini..? ejaannya bahkan tidak disingkat }

|Akbar| = "jangan risaukan yang waktu itu"
{ apaan lagi!? aku sudah dengar tadi di telfon }

|Lisa| = "semangaat~ !!"
{ terkirim dua kali? nggak mungkin,jangan-jangan dia sengaja saking senangnya.. }

|Linda| = "kalau ada keperluan lain,bilang saja pada kami.. Egi juga bilang kalau kau pasti bisa,karena kau hebat!"
{ Egi nggak mungkin bilang seperti itu.. }

|Egi| = "hoi,kau harus bisa menang supaya resources kami balik lagi.. jangan payah kayak tadi!"
{ nah,itu dia.. mana yang harus kupercaya sekarang? }

|Angga| = "Akbar titip pesan padaku,katanya jangan berfikir dia mau membantumu,kalahkan dengan caramu sendiri!"
{ provokasinya bahkan sampai lewat SMS juga.. }

============================================


"haha.. kayaknya harus begadang sampai pagi nih" kata Ari berbalik arah dan berjalan menuju dapur setelah membaca pesan singkat dari para temannya.
"kurang lengkap kalau aku nggak ikut kirim pesan begitu" balas Ilham.
"lah,aku sudah tau kau mau kirim pesan macam apa.. nggak perlu"
"kopi satu!"
"sip"

si penikmat kopi ini pun mulai memanaskan air di atas kompornya.
-- Klek!!
suara kompor gas menyala.
sesaat Ari nampak serius mengamati benda yang ada di hadapannya itu.
{ api? } pikirnya terdiam saat mengamati nyala api di kompornya.



* tiga hari berlalu semenjak hari itu.
malam hari yang telah dijanjikan itu pun datang,terlihat hanya ada 2 penghuni rumah dan satu teman tetangganya juga 2 orang kakak beradik yang selalu bersama ini di rumah Ari,tepatnya di lantai dua rumahnya.
"huaawmm.." suara Ari yang menguap dengan keras.
"padahal kau yang punya urusan malam ini,kenapa malah kami yang masih segar bugar?" kata Egi.
"maaf.. sampai membuat kalian harus menginap di rumahku" balas Ari.
"enak saja,aku dan Linda akan pulang begitu urusanmu selesai" kata Egi sewot.

"aku kira mau menginap di sini,lagipula ini sudah jam 9 malam" kata Ari.
nampaknya mereka berlima sepakat untuk memenuhi tantangan dari Andre dan sengaja tinggal di rumah Ari sampai malam.
hampir 10 menit selepas percakapan mereka tadi,kini laptop Ari sudah tersambung dengan Andre,kali ini dirinya menggunakan kamera depan dan microphonenya untuk berkomunikasi.
tanpa basa-basi,Ari pun memulai duluan.

"kali ini aku yang akan menang" kata Ari memberi salam pada lawannya.
"baguslah,dengan begitu teman-temanmu juga ikut merasakan hasilnya" balas Andre yang terdengar berbeda dari saat bertemu Ari 4 hari yang lalu.
{ dia seperti orang lain saja.. apa cuma mengintimidasi? } pikir Ari terheran sambil menyiapkan servernya.
"kalaupun kau kalah kali ini,aku akan terus menantangmu sampai kau berhasil.. tentunya dengan taruhan nyawa di setiap pertarungannya " kata Andre lagi.
"hoi,bicara apa kau!?" sambar Egi.

"dia.. berbeda dari sebelumnya" kata Ilham merasa penilaiannya tentang Andre justru salah.
"intinya ini terakhir kalinya kau mengganggu kami,kau harus tepati janjimu nanti" kata Ari masih dengan nada santai walaupun perasaannya entah kenapa merasa gelisah.
"bagus kalau kau tidak ingin kehilangan siapa-siapa " balas Andre tersenyum liar.
"apa yang dia maksudkan?" tanya Linda ikut merasa khawatir.


"hanya untuk memastikan kau serius kali ini.. malam ini kita pakai dia sebagai taruhannya! " balas Andre menampilkan frame baru di layar laptop milik Ari.
sontak gambar tersebut membuatnya terkejut.

#Taruhan yang sangat berharga telah diperlihatkan.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.