Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
Sometimes Love Just Ain't Enough
Halo, gue kembali lagi di Forum Stories From The Heart di Kaskus ini emoticon-Smilie
Semoga masih ada yang inget sama gue ya emoticon-Malu
Kali ini gue kembali lagi dengan sebuah cerita yang bukan gue sendiri yang mengalami, melainkan sahabat gue.
Semoga cerita gue ini bisa berkenan di hati para pembaca sekalian emoticon-Smilie

Sometimes Love Just Ain't Enough



*note : cerita ini sudah seizin yang bersangkutan.


Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 24-04-2016 00:40
pulaukapokAvatar border
afrizal7209787Avatar border
DhekazamaAvatar border
Dhekazama dan 8 lainnya memberi reputasi
9
421.9K
1.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#175
PART 8

Gue menyendok makanan di hadapan gue, dan terasa hambar di dalam mulut. Entah karena makanannya emang beneran gak enak, atau efek dari omongan Bas dan Anin barusan. Mendadak gue merasa sangat bersalah terhadap Fira dan almarhumah Sari. Gue merasa bersalah terhadap Fira karena gue seperti mempermainkannya, sementara gue merasa bersalah terhadap almarhumah Sari, karena di hati gue, seperti gue harus memungkiri bahwa gue masih merindukannya.

Gue menarik napas panjang, dan mengunyah makanan pelan-pelan. Bas dan Anin memperhatikan gue lekat-lekat, dan tampaknya mereka paham apa yang gue rasakan waktu itu. Bas bertanya ke gue perlahan.

Quote:


Di kosan, gue tiduran sambil memikirkan lagi apa yang dikatakan oleh Bas dan Anin tadi. Tiba-tiba gue ingat bahwa hari ini belum sekalipun gue berkomunikasi dengan Fira. Gue mengambil handphone dan mengetikkan chat ke Fira.

Quote:


Gak lama kemudian datanglah balasan dari Fira.

Quote:


Gue membaca chat Fira itu dengan hati mencelos. Dengan kecewa gue membalas chat Fira.

Quote:


Gue menutupi wajah dengan bantal karena jengkel dan kecewa, kemudian melamun. Entah berapa lama kemudian, gue jatuh tertidur.

Gue terbangun karena ada suara berisik di kamar gue. Dengan keadaan setengah sadar, gue melihat ada dua sosok sedang duduk di salah satu sudut kamar gue, sambil memandangi laptop yang menyala. Gue mengerjap-kerjapkan mata, dan dongkol begitu sadar siapa yang ada di kamar gue.

Quote:


Gue baru sadar bahwa hari itu udah malam, dan mendadak perut gue keroncongan. Gue bangkit dari kasur, dan duduk di tepian kasur sambil meluruskan kaki dan menggaruk-garuk rambut.

Quote:


Begitulah. Setengah jam kemudian kami bertiga udah di dalam mobil, mencari warung makan yang enak di sekitaran kosan dan kampus kami. Bayu ngotot pengen makan ayam penyet. Jadilah kami berhenti di sebuah warung kaki lima yang berjualan segala macam penyetan dan pecel lele. Warung itu cukup panjang, dan ramai. Sepertinya ini juga jadi favorit mahasiswa dan warga sekitar. Lampu-lampu neon yang terang menggantung di sepanjang warung.

Setelah memesan makanan dan minuman, gak lama kemudian disajikan. Gue karena lapar setengah mati, langsung makan dengan lahap dan gak mempedulikan apapun di sekeliling. Gue cuek aja pesen tambah nasi putih seporsi lagi. Sewaktu gue pesen nasi itulah, Bas berkata ke gue perlahan sambil tetap menggigiti daging ayamnya.

Quote:


Bas ngomong dengan volume pelan tapi intonasinya samasekali gak santai. Gue tadi udah kelepasan nengok dikit ke arah yang dimaksud, dan itu udah cukup membuat gue paham apa yang terjadi.

Di ujung sana, gue melihat Fira sedang makan di warung yang sama. Mungkin kalo Fira makan bareng Nia atau siapa lah temennya yang gue tau, gue gak bakal berpikiran macem-macem. Tapi malam itu gue liat Fira makan bareng cowok, duduk bersebelahan, dan sedang ngobrol sambil makan. Gue membuang muka dan kembali memandangi makanan di hadapan gue, sambil berusaha mencerna apa yang gue liat barusan. Bas menyenggol lengan gue dengan siku.

Quote:


Gue terdiam. Bayu karena gak tau cerita gue dengan Fira, makanya dia diem aja, gak sadar apa yang terjadi. Gue mulai melanjutkan lagi makan gue dengan perlahan dan tanpa selera. Beberapa waktu kemudian ketika kami udah selesai makan tapi masih duduk disitu, Bas nyeletuk lagi pelan.

Quote:


Bas menepuk punggung gue pelan, dan kamipun balik ke kosan gue. Selama perjalanan itu gue diem aja, dan perasaan gue gak karuan. Gue tau banyak yang harus gue bicarakan dengan kedua sahabat gue ini.
itkgid
oktavp
pulaukapok
pulaukapok dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.