Kaskus

Story

galonze.b.c.n.bAvatar border
TS
galonze.b.c.n.b
1 Flat! 2 Wanita! 2 Cerita!
 1 Flat! 2 Wanita! 2 Cerita!

1 Flat2 Wanita 2 Cerita

 1 Flat! 2 Wanita! 2 Cerita!



Quote:


Spoiler for Rules:


Spoiler for F.A.Q:


Quote:
Diubah oleh galonze.b.c.n.b 11-06-2016 21:40
jabo218Avatar border
njek.lehAvatar border
sormin180Avatar border
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
1.1M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
galonze.b.c.n.bAvatar border
TS
galonze.b.c.n.b
#1003
Part 52 Trip to Sumedang (7) [ Confused ]
saat sedang mengobrol dengan mila di depan halaman, tiba tiba datang intan menghampiri dari dalem rumah.

“hey, udah makan belum?” tanya intan.

“belum, kenapa?” jawab gue.

“ya udah yuk makan dulu” ucap dia sambil menarik tangan gue.

“WOY SANTAI CUY! JANGAN MAIN NARIK GITU AJA! GAK LIAT GUE LAGI NGOBROL SAMA DIA?” ucap mila sambil menoyor kepala intan dari belakang.
“jangan main tarik tarik aja, gue masih pengen ngobrol..” ucap mila menghampiri intan.

“ya ngobrolnya didalem aja, Bego” jawab intan sambil menarik gue masuk kedalam rumah.

“HEH! lu jangan mentang mentang temenan ama dia udah lama bisa seenaknya atur atur dia yah” ucap mila memegang kerah baju intan.

“ini apa apaan nih maksudnya?” tanya intan.

“udah udah, miel” jawab gue berusaha melepaskan lengannya dari baju intan.

“gue gak suka ya lu bilang gue bego? Maksud lu apa?” ucap mila.

“lah? Dia mau makan! Lu gak denger dia ngomong apa tadi?” jawab intan dengan emosi.

“udah ayuk kedalem” ucap intan kembali menarik tangan gue.

“GUE MASIH PENGEN NGOBROL” ucap mila mendorong tubuh intan.

“GAK USAH DORONG DORONG DONG! BIASA AJA!” jawab intan mulai emosi.

“udah udah kok jadi ribut gini, gak enak tuh diliat sama anak anak lain” ucap gue.

“lu kok jadi ngotot gitu?” ucap mila.

“lah lu ngapain dorong dorong gue?” jawab intan.

“gak usah nunjuk nunjuk gue!” jawab mila sambil menoyor intan.

“udah miel, jangan gitu!” ucap gue sambil menarik dia keluar.

“eh lu gak usah nunjuk gue ya! Apa lo liat liat hah?” ucap mila kembali.

“MAU LU APA SETAN!” ucap intan memukul pundak mila dari samping.

“heh udah udah! Intan gak boleh gitu!”

“dia yang mulai duluan!” ucap intan.

“elu jangan sok ngatur ngatur dia ya! Gue udah gerah ama sikaplu yang kayak gitu” ucap mila.

“terus mau lu apa?” ucap intan sambil mendorong badan mila.

“Intan jangan gitu!” ucap gue mencoba menjauhkan dia dari mila.

“owh gitu? Kamu belain dia? Kenapa? Dia lebih baik dari aku?” tanya intan.

“kok jadi ngomongin yang lebih baik sih?” tanya gue.

“udah gak usah di denger! Dia emang cewe aneh, apa hubungannga sama gue yang lebih baik? Udah yukk” ucap mila menarik tangan gue keluar rumah.

secara tiba tiba dari belakang intan menarik badan mila dan mendorongnya sampe tersungkur, mila yang tidak terima dengan hal itu langsung berdiri dan menampar pipi intan,adu mulut pun keluar dari mulut mereka masing masing, kata kata kasar yang tidak pernah gue dengar dari mereka keluar dari mulut mereka masing masing. gue yang melihat mereka yang tidak pernah seperti itu sebelumnya mencoba memisahkan mereka berdua.

“Udah udah hey!” jawab gue melerai mereka berdua.

norman yang melihat kejadian itu mencoba melerai dengan menarik mila menjauh dari intan “ udah hey, ada apa ini?” ucap norman.

“man, suruh dia duduk man!” ucap gue.

“udah duduk disitu! Intan! Udah hey!” ucap gue memisahkan mereka berdua yang sedari tadi adu mulut.

“DUDUK!” ucap gue dengan nada sedikit keras.

setelah mereka sedikit bisa tenang dan mengendalikan diri, gue yang malu dengan anak anak yang lain ingin meminta penjelasan ke mereka berdua apa yang sebenarnya terjadi.

“man sorry, boleh tolong minta bawa anak anak lain keluar sebentar? Gue mau ngomong ama mereka berdua” ucap gue berbisik kepada norman.

tanpa menjawab permintaan dari gue, norman langsung melangkahkan kaki keluar disusul oleh anak anak yang lain. Dan saat keadaan di dalem mulai hening, dengan menyisakan tatapan tajam dimata mereka masing masing, gue mulai bertanya kepada mereka.

“kalian kenapa? Berantem kayak orang tolol! Gue malu tau gak sama anak anak yang lain!” ucap gue mulai memarahi mereka berdua.
“ayo kenapa? jelasin sekarang ada apa ini? Kalian gak pernah ribut kayak gini sebelumnya!”
“Intan?”
“Mila?”
“ini gak ada yang mau jelasin nih?” ucap gue kemereka berdua yang tidak menjawab dan hanya diam tertunduk.
“ya udah gue pergi duluan” ucap gue sambil melangkah keluar rumah.

“aku cemburu ama mila” ucap intan mulai berbicara.

“lu pikir gue juga gak cemburu? Jelas gue cemburu juga!” ucap mila.

“kalian tuh ya! Kenapa coba harus kayak gini??” ucap gue.

“ya emang harus kayak gini” ucap mila.

“kenapa? Kita akur loh dulu, Gak bisa kayak dulu lagi?” ucap gue.

“gak bisa lah!” ucap intan.

“kenapa?” tanya gue.

“udah sekarang kamu mending ngomong, pilih aku atau dia?” ucap intan sambil berdiri.

“itu gak adil pertanyaannya!” jawab gue.

“kenapa gak adil? Kamu ting...”
“muka lu lebih jelek!” ucap mila memotong ucapan intan.

“karena lu lebih kaya gitu?” tanya intan.
“siapa yang ngomong kayak gitu?” ucap mila.
“lu bilang gitu tadi!”
“Heh! Siapa yang bilang gitu?”
"alah! lu pikir gue budek apa!"

“udah udah! jangan ribut lagi” ucap gue.
“kita tuh sahabat! Sebelum kalian berdua waras! Jangan harap gue ngomong lagi ama lu berdua” ucap gue menggalkan mereka berdua.

“Rangga! Hey Rangga!” ucap intan mengejar dari belakang.

“mau kemana lu?” tanya mila.

“diem lo” jawab intan.

“hey mau kemana? Kamu belum makan kan, ayok kita makan aja diluar” ucap intan memegang tangan gue.

“gak usah paksa paksa lah” mila mendorong badan intan.

“diem lo B*NGSAT!” jawab intan membalas mendorong badan mila.

“hey hey udah!” ucap gue melerai mereka.

“sini lo! Lu gak suka kan gue deket deket sama dia?” ucap mila.

“apa? Lu yang mulai duluan!” ucap intan sambil melempar sepatu yang ada di rak sebelah ke wajah mila.

“INTAN!” ucap gue membentak dia.
“HEH DENGER! SAMPE KALIAN BERDUA MASIH KAYAK ANAK KECIL! HEH LIAT INTAN! MILA!” ucap gue menepuk badan mereka berdua.
“JANGAN HARAP KITA BISA KAYAK DULU LAGI” ucap gue.

“Udah sana lakuin sendiri sendiri! Kalo kamu mau makan sana makan sendiri! Kamu mau ngobrol diluar sana bareng anak anak yang lain!” ucap gue sambil melangkah pergi keluar rumah.

Setelah pergi meninggalkan rumah dengan jarak yang cukup jauh, gue sebenarnya merasa takut mereka didalem masih ribut, tapi karna dirumah ada anak anak lain, maka gue putuskan untuk sementara menjauh dari mereka. mendengar berita akan di adakan acara tarawangsa, maka gue putuskan untuk melihat acara tersebut.

Tarawangsa atau Jentreng merupakan seni tari yang diiringi petikan dawai mirip rebab dan kecapi. Tarawangsa merupakan ritual kuno yang erat dengan Nyai Pohaci Sanghyang Asri atau Desi Sri, dewi kesuburan yang diyakini sebagian masyarakat jawa dan bali.

Lazimnya, jentreng dimainkan pada saat panen raya sebagai media untuk mengundang Nyai Pohaci atau Dewi Sri. Tarian ini tak memiliki pakem. Gerakan khusus hanya dilakukan Saehu dan Penari perempuan yang menjadi simbol penghormatan dewi padi.

Menurut masyarakat desa sekitar sini, Panen raya selalu membuat suasana desa meriah. Tua muda, bahkan anak anak berdatangan ke pematang mencoba terlibat dalam tarian sakral yang dipersembahkan kepada dewi padi. Posesi Tarawangsa selalu dipimpin oleh Saehu atau Sesepuh adat. Dua patung lelaki dan perempuan perwujudan Aki Bala Gantrang dan Nini Pohaci, wajib hukumnya untuk dihadirkan.

Beragam sesaji mulai dari telur sampai ayam kampung dan buah buahan juga tak ketinggalan. Tarian ini menurut masyarakat sekitar adalah wujud syukur karenan panen melimpah. Wujud penghormatan terhadap Kersa Nyai atau Dewi Sri, agar kerasan menaburkan karunia kesuburan tanah di desa ini.

Kelestariannya turun-temurun lewat cara sederhana, diwariskan oleh Saehu kepada keturunannya. Tak jarang, begitu ritmisnya irama tarawangsa dan kecapi dipadukan, membuat sejumlah penari tak sadarkan diri. Mereka kesurupan karena prosesi ini memang unsur mistiknya begitu kuat. Jiwa penari yang terbang bersama gerak tubuh mengubah diri si penari begitu jauh melayang. Warga Desa terus bersyukur dan menari. Tak sadarkan diri bukanlah penghalang, karena kesenian dan padi menyatu menjadi abadi.

Melihat ini semua, gue merasa takjub, ya sesuatu yang biasanya hanya bisa gue baca atau hanya ditonton lewat televisi, sekarang bisa gue saksikan dengan mata kepala sendiri dan sejenak melupakan kejadian tadi pagi dirumah. Setelah puas menyaksikan acara tarawangsa, gue memutuskan untuk pergi ke jembatan naga untuk istirahat disana.

Hari telah mulai gelap, mentari sudah di ufuk barat, cahaya merah keemasan telah menghiasi langit senja itu yang mulai menggelap. Gue yang berdiri di atas jembatan hanya memandangi kepulangan sang mentari tersebut. Entah kenapa gue jadi males untuk pulang ke rumah, setelah gue putuskan untuk tidak pulang malam ini dan memilih berdiam diri tanpa tahu akan melakukan apa lagi di tempat ini.

“ahh jadi males pulang ke rumah! Suasana udah berubah! Udah gak bersahabat lagi” gumam gue sendiri.
“Ah, mendingan malam ini tidur di danagau ini aja” pikir gue.

Tanpa berfikir panjang gue langsung melangkah kembali ke rumah da menuju ke dalam dengan perlahan, setelah masuk kedalam keadaan rumah masih sepi, gue hanya berfikir mereka lagi jalan jalan keluar mencari makan. maka gue putuskan untuk membawa lampu senter yang biasa dipakai berkemah, sebungkus Roti, sebotol air putih, dan mengambil jaket di dalam kamar. Setelah semua siap, gue kembali melangkah menuju tempat tadi.

Waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari, setelah gue aktifkan kembali handphone yang sedari tadi gue matikan dan disimpan didalam jaket, ternyata banyak sms yang masuk ke handphone dari anak anak yang ada dirumah.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Setelah membaca semua sms dari mereka, gue hanya membalas sms ke norman.

Quote:


Setelah sms tersebut gue kirimkan kepada norman, handphone pun kembali gue masukan kembali kedalam jacket. Di dangau yang sepi ini, yang terdengar hanya suara gemercik air yang mengalir dan cahaya redup dari kunang kunang. Gue sejenak dapat berfikir tenang, entah kenapa keadaannya jadi kayak gini, keadaan kita yang awalnya harmonis tanpa ada perselisihan kembali gue rindukan. Saat sedang melamun di atas dangau tiba tiba masuk beberapa sms dari mila.

Quote:

JabLai cOY
sormin180
oktavp
oktavp dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.