Kaskus

Story

ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
[Action, Special Ability] Erik the Vampire Hunter
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ane mau share novel buatan ane sendiri gan

Novel ane bergenre action, horror, romance, school-life dan supranatural

Inspirasi dapat dari alur game, film, anime, kehidupan, komik, mitologi, legenda dan novel yang pernah ane amati


Part 62: Erik dan Vela Versus Pengendali Tulang

Spoiler for Begini gan ceritanya::



Gan, setelah baca mohon komennya, ya

Ane sangat menerima kritik dan saran

Pertanyaan juga sangat dianjurkan, supaya agan2 dapat lebih memahami cerita yang rumit ini

emoticon-Malu (S)Kalau terjadi kesalahan seperti tanda baca, kurang jelas, ketidak konsistenan cerita mohon diingatkan ya ganemoticon-Malu (S)

emoticon-Blue Guy PeaceTerima kasih ganemoticon-Blue Guy Peace
Diubah oleh Shadowroad 26-11-2017 06:31
2
87K
544
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
ShadowroadAvatar border
TS
Shadowroad
#194
Part 28: Mantra Deprehensio
Elena dan anak buahnya sudah melanjutkan perjalanannya sejak dua jam yang lalu. Sudah dua hari dia dan anak buahnya beristirahat di ‘rumah hantu’ di tengah hutan. Kenyamanan di rumah hantu yang sebenarnya merupakan rumah vampire dari Seven Diamond cukup membuatnya terlena akan tujuannya untuk mengantar Black Orb ke Kota Bintulu, Provinsi Malaysia Timur. Sekarang mereka berada di perbatasan Provinsi Kalimantan dan Provinsi Malaysia Timur.

Seorang anggota baru masuk ke tim Elena. Seorang vampire penyihir yang mampu mengendalikan api. Dia memakai jubah berwarna hitam dan selalu menyembunyikan mata di balik tudung jubahnya. Teman-teman Elena hanya bisa melihat bibir dan taringnya ketika sedang berbicara. Matanya tertutupi oleh bayang-bayang jubahnya. Tangannya menggenggam erat tongkat sihir yang terbuat dari pohon ek. Nama lengkapnya tak jelas. Hanya saja para vampire dari Seven Diamond memanggilnya Angelica.

Quote:


Sekarang, Elena dan empat anak buahnya beristirahat di akar pohon beringin. Sudah dua jam mereka berjalan dan berlari menuju Kota Bintulu. Masuk hutan keluar hutan dan masuk desa keluar desa. Mereka berlima beristirahat sambil mengobrol untuk mengenal Angelica lebih jauh. Di saat itulah pertama kalinya Angelica membuka tudung jubahnya pada kelompok Elena.

Quote:


Angelica memegang erat tongkatnya dengan kedua tangannya. Dia lalu memejamkan matanya. Kemudian, Angelica mengetukkan pangkal tongkatnya yang runcing ke tanah.

Quote:


Inilah mantra Deprehensio yang berfungsi sebagai mantra pendeteksi. Meskipun mata Angelica terpejam, dia mampu merasakan aura kehidupan di hutan ini dalam radius lima ratus meter. Semakin dekat dengan Angelica maka semakin jelas pula aura itu. Sebaliknya, semakin jauh dengan Angelica maka semakin samar pula auranya. Aura hidup tumbuhan tidak bergerak sedangkan hewan bergerak. Angelica bisa merasakan tupai-tupai yang berlarian di ranting pepohonan, jangkrik yang bernyanyi di rerumputan dan kelelawar yang berterbangan di udara. Lalu, ada hewan besar yang bergerak di radius empat ratus meter. Awalnya Angelica mengira itu hewan biasa. Tapi ternyata bukan. Aura milik hewan itu tak biasa.

Quote:


Vampire-vampire itu sangat panik. Bukannya istirahat sesuai perintah Elena, mereka malah bingung dan ketakutan sendiri. Mereka mulai meminta Elena untuk melanjutkan perjalanan. Elena tahu itu tidak mungkin. Kelompok ini harus mengistirahatkan tubuhnya. Hanya Elena dan Angelica yang terlihat tenang.

Quote:


Angelica sekali lagi melakukan hal yang hampir sama seperti sebelumnya. Bersiap untuk mengaktifkan mantra deteksi, Angelica memegang erat tongkatnya dengan kedua tangannya. Dia lalu memejamkan matanya. Kemudian, Angelica mengetukkan pangkal tongkatnya yang runcing ke tanah. Pikirannya menyiapkan kalimat mantra yang tepat untuk hasil yang berbeda dari sebelumnya. Angelica meningkatkan level sihir deteksinya dari level sepuluh ke lima belas dan mengarahkan tubuhnya ke utara.

Quote:


Sekarang, semuanya menjadi lebih jelas begitu Angelica memodifikasi sihirnya. Memodifikasi dengan cara meningkatkan level sihirnya dan memfokuskan deteksinya ke utara. Angelica bisa merasakan dua hewan. Yang satunya adalah rusa, kambing liar atau sejenisnya. Sedangkan, untuk hewan mitologi, Angelica bisa merasakan bentuk dan ukuran tubuhnya, hentakan kakinya, kepakan sayapnya, kibasan ekornya dan geramannya. Makhluk itu juga mengaum pelan. Sekarang jaraknya lebih dekat. Sekitar 350 meter. Hingga akhirnya Angelica membuka matanya.

Quote:


Elena tersenyum begitu empat anak buahnya bisa beristirahat dengan tenang. Lia dan Lina bersandar di pohon dan saling bercerita impian mereka untuk menjadi lebih kuat. Lina ingin menjadi Transylvanian, sementara Lina ingin menjadi penyihir seperti Angelica. Mendengar hal itu, Angelica memotivasinya dan menceritakan informasi mengenai tempat belajar ilmu sihir untuk para vampire. Elena hanya membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata. Pemimpin vampire itu tidak tidur. Dia masih bisa mendengar pembicaraan antara Lina, Lia dan Angelica.

Quote:


Elena melirik Rita dan mengamatinya. Rita hanya diam dan menunduk. Vampire itu mengerutkan keningnya. Terlihat berpikir keras. Entah apa yang ingin diingatnya. Selain itu, mukanya tampak pucat dan seperti ketakutan. Elena tetap saja diam. Dia terus mengamati tingkah Rita.

Quote:


Perasaan tenang berubah menjadi takut. Tentu saja yang ketakutan sekarang adalah Rita, Lia dan Lina. Hanya Elena dan Angelica yang terlihat lebih tenang karena seberbahaya apa pun makhluk itu, jaraknya masih jauh. Lina mendesak kakaknya untuk segera melanjutkan perjalanan. Rasa lelahnya hilang tertutupi oleh rasa takut dimangsa oleh makhluk tak jelas ini.

Quote:


Angelica terkejut karena jarak makhluk itu sekarang sudah lebih dekat. Sekitar 350 meter dari tempat peristirahatan sekarang. Angelica tidak langsung melepas konsentrasinya karena dia masih menganalisis keadaan. Hewan mitologi itu ternyata memburu rusa atau hewan herbivora yang sepertinya menjadi makan malamnya. Dua hewan itu terus berlari ke arah selatan. Ke arah dimana sekarang Angelica dan teman-temannya sedang beristirahat. Dalam waktu singkat, sekarang jaraknya menjadi 320 meter. Dua makhluk itu sangat cepat. Yang satunya kelaparan, yang satunya lagi berusaha mempertahankan hidup.

Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.