Kaskus

Story

aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
Kisah Tak Sempurna
Quote:

Kisah Tak Sempurna


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.


Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.

Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.

Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.

NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
Diubah oleh aldiansyahdzs 17-06-2019 18:30
yusuffajar123Avatar border
junti27Avatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 31 lainnya memberi reputasi
32
132.6K
879
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
#264
Sepotong Kebahagiaan dari Bagian Kesedihan – Part 3

Ku rebahkan badanku diatas kasur, menatap langit – langit kamar dengan tatapan kosong. Aku tak pernah tahu semua ini akan terjadi. Fitnah Fani dan pertengkaran kedua orang tuaku membuat perasaanku terjatuh. Dimana letak kebahagiaanku saat ini? Sampai kapan aku harus bersembunyi dibalik senyuman palsu. Adakah simpul senyum tanpa goresan luka? Aku cukup lelah harus menyimpan semua ini sendirian.

Malam semakin larut, mataku tak kunjung terpejam. Resah masih tetap menjaga. Semilir angin berhembus melewati celah ventilasi kamar. Ragaku telah meminta untuk istirahat namun jiwaku masih berkeliaran diantara tanya. Mampukah ku lewati semua ini sendirian? Semoga semangatku tak pernah padam untuk melawan semua keganjilan ini.

Handphoneku berdering, ya dering sebuah pesan Line. Aku langsung menyambar handphoneku.
Quote:


Udara dingin mengetuk mataku ku lirik jam, pukul 11:00. Baru kali ini aku bangun se siang ini. Diluar gerimis, aku memilih untuk tidak membuka jendela kamarku kali ini. Ku cek handphoneku, 4 telpon tak terjawab dan 3 pesan LINE dari Octa

Quote:


Kesadaranku masih belum terkumpul sepenuhnya. Sudah belasan kali aku menguap namun mataku kembali terpejam dalam keadaan tersadar. Aku mengucek – ngucek mataku, lalu merapihkan rambutku dengan bantuan tangan. Setelah itu aku beranjak dari kasurku menuju kamar mandi.

Aku tak lama – lama di kamar mandi, 5 menit bagiku sudah cukup untuk mandi apalagi dengan cuaca dingin seperti ini. Hujan mulai deras, aku khawatir bila Octa kehujanan. Aku langsung mengambil telponku lalu menelpon Octa.

Quote:


Aku langsung berjalan setengah berlari kedepan pintu rumahku. Octa sudah menungguku. Aku langsung membuka pintu rumahku dan mempersilahkannya masuk. Namun ada hal yang membuatku salah tingkah saat menatapnya. Ia mengenakan flannel lengan panjang bergaris biru dan putih, kepalanya dibalut hijab dengan warna biru, dan memakai rok hitam. Ia nyaris sempurna, entah memang sempurna. Aku memang kagum melihat perempuan yang memakai hijab. Terlihat teduh saat memandangnya. Ingin rasanya aku memujinya, namun ucapan itu hanya tertahan di tenggorokanku.

Aku meninggalkan Octa sendiri di ruang tengah, aku beranjak menuju dapur. Ku seduh 2 cangkir teh dengan gula terpisah, barangkali bila Octa ingin menambahkan teh tersebut dengan gula. Setelah itu aku kembali ke ruang tengah.

Quote:


Aku tak bisa menyembunyikan kepedihan. Rasanya topeng senyuman ini tak mampu menahan kepalsuanku saat ini. Entah indra macam apa yang dimiliki Octa hingga ia mempunyai perasaan yang tidak baik kepadaku. Aku jujur dengan apa yang sedang ku alami sekarang. Ku ceritakan semuanya mulai dari fitnah Fani sampai masalah yang menghampiri keluargaku. Octa menatap mataku sendu. Aku hanya menundukan kepalaku.

Quote:


Aku tak pernah membayangkan semua akan terjadi seperti ini, sebelumnya aku hanya berfikir kepedihan ini harus ku lewati seorang diri. Namun semuanya itu salah Octa datang disaat waktu yang tepat. Saat kehidupanku nyaris hancur karena pertengkaran kedua orang tuaku. Kesederhanaan, ketulusan, dan kegigihannya membuat aku kini yakin jika ia adalah jawaban dari do’a – do’aku. Aku kini mulai berani untuk membuka hatiku kepadanya.
jimmi2008
delet3
junti27
junti27 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.