Kaskus

Story

aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
Kisah Tak Sempurna
Quote:

Kisah Tak Sempurna


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.


Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.

Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.

Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.

NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
Diubah oleh aldiansyahdzs 17-06-2019 18:30
yusuffajar123Avatar border
junti27Avatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 31 lainnya memberi reputasi
32
132.3K
879
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
#257
Sepotong Kebahagian dari Bagian Kesedihan – Part 1

Entah sudah berapa hari bumi Parahyangan di guyur hujan. Pagi ke siang , siang ke sore, sore kemalam hujan tak henti – hentinya usai. Belum lagi dengan angin serta petir. Bagiku tak masalah hujan akan turun terus menerus, justru hujan selalu bisa menenangkan kegundahan hati. Seperti sebuah therapy alami.
Matahari masih bersembunyi dibalik awan hitam. Mungkin hari ini bumi memang terpaksa untuk tak merasakan hangatnya mentari. Aku duduk di kursi balkon memperhatikan bulir- bulir air hujan. Begitu ikhlas menjadi air hujan ia tak pernah menolak jatuh dari atas langit untuk membasahi kemarau yang berkepanjangan. Lalu ia pasrah saat tertiup oleh angin.

Secangkir teh menjaga kehangatan kala dingin mulai masuk kedalam tubuhku. Aku tak ingin konyol saja menantang dinginnya angin dan hujan kali. Aku bisa – bisa masuk angin bila tidak meminum teh hangat. Seperti biasa, aku tak menambahkan gula pada secangkir teh ini. Memang sengaja, aku ingin meredakan kepahitan jalan hidupku. Ada rahasia dibalik minuman sederhana ini. Teh memang tercipta untuk sebagai penawar rasa sakit entah itu fisik atau psikis. Hal lain dari penawar rasa sakit, teh mampu menenangkan setiap raga yang jiwanya lelah bersembunyi dibalik senyuman palsu.

Haruskah kemana aku sembunyi dari rapuhnya diri? Bertahan dengan raut kekonyolan dibalik kesedihan.
Detik demi detik berlalu, hujan telah usai. Aku mengambil handphoneku yang telah ku tinggal saat menikmati hujan. Ada pesan Line dari Octa.
Quote:

Ada senyuman saat aku membaca pesan Octa yang mengingatkanku agar menjaga diri dari dingin. Setidaknya ada yang memperhatikanku di saat – saat seperti ini. Ia datang di saat yang tepat, di kala aku telah hilang harap kebingungan. Aku memang tahu maksud dari sikapnya terhadapku. Hanya saja aku tak ingin terlalu cepat dalam mengambil keputusan. Bila cinta memang tak akan terlalu cepat ataupun terlalu lama. Biarlah aku terbelenggu dalam perasaan abu ini yang belum bisa ku pastikan apakah ini sekedar rasa suka atau perasaan cinta? Biar waktu yang menjawab.

Lama tak kudengar kabar dari Fani. Kami meskipun bertemu hanya berpapasan saling pandang lalu membuangnya seperti tak pernah ada perkenalan. Pernah aku menyapanya, namun ia hanya tertunduk. Bahasa tubuhnya menerjemahkan jika ia tak ingin berbicara sepatah katapun dengaku.

Apakah ia membenciku? Apa yang membuatnya membenciku? Sehina itukah aku dimatanya karena aku tak bisa bersama dirinya (lagi)? Betapa serba salahnya menjadi diriku, terjebak diantara ketidak terimaan masalalu dan seseorang yang akan membawaku ke masa depan. Naif memang jika aku hanya memikirkan perasaanku sendiri. Tapi aku hanya seorang manusia tak bisa berlaku adil seperti sang Illahi. Aku hanya mampu menyayangi satu perempuan, tak bisa membaginya menjadi dua.

Fani, sudah cukup. Kamu gila, menyakiti perasaanku lalu datang seenaknya. Memaksa ingin kembali bersamamu. Apa kau fikir aku sebodoh itu? Tidak, perkiraanmu salah aku masih bisa menggunakan logika untuk menangkal semua omong kosongmu itu. Logikaku masih berfungsi dengan baik. Aku masih bisa membedakan mana yang tulus mana yang modus. Ini hati, bukan kost - kostan yang seenaknya kamu bisa sewa setelah itu kamu pergi dan kamu bisa menyewanya kembali.

Angin berhembus semakin kencang, aku berdo’a semoga angin mampu membawa pergi perasaannya, Fani. Aku yakin diluar sana ada yang lebih baik dari diriku. Apa yang istimewanya dari seorang laki – laki pecandu teh? Aku biasa – biasa saja, tak punya paras rupawan atau harta yang melimpah. Tak lebih dari seorang laki – laki yang sibuk mencari arti dari kehidupan, ingin membalas kasih sayang dari kedua orang tuanya yang telah membesarkan hingga saat ini.

Hukuman yang paling pedih setelah menyia – nyiakan adalah penyesalan. Aku hanya berharap Fani akan lebih
baik setelah ia belajar dari kealahannya. Aku selalu berdo’a agar ia cepat dipertemukan dengan seseorang yang akan membuatnya bahagia.

Suara panggilan masuk menyadarkanku dari lamunanku. Ku lirik handphoneku, nomernya asing di hanphoneku. Aku mengangkat telpon tersebut.
Quote:
jimmi2008
delet3
junti27
junti27 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.