Kaskus

Story

saizerzAvatar border
TS
saizerz
Cinta,Sahabat,dan Kecewa (TRUE STORY)
Hallo agan2,sis2,momod,sesepuh,kuncen dan dedemit penunggu SFTH emoticon-Blue Guy Peacesalam kenal smua.emoticon-Malu (S)
ane nubi mohon ijin (kaya apa ja minta ijin sgala)emoticon-Cape d... (S) buat berbagi kisah hidup ane yg bisa dibilang biasa2 ja.emoticon-Ngakak (S)
tp sebelumnya ane mohon maaf klo tulisan ane berantakan,maklum ini thread pertama ane,slama ini ane cman jadi SR. emoticon-Hammer (S)
ane memberanikan diri buat nulis kisah hidup ane karena terinspirasi dari thread senior2 yg udah malang melintang di dunia SFTH (halah bahasanya)emoticon-Hammer (S)
mohon saran dan kritiknya klo thread ane kurang bagus. emoticon-Berduka (S)

Spoiler for Cerita 1:


hehe sgtu dlu gan crita ane,maaf ya klo jelek.
buat mastah2 mohon kritik dan sarannya klo tulisan ane kurang bagus,insyaallah kedepannya ane perbaiki,harap maklum baru prtama kali nulis.emoticon-Malu (S) emoticon-Blue Guy Peace

LANJUTAN CERITA ADA DI INDEX
Update cerita tergantung mood. bisa 4x sehari klo lagi mood,kalo malas paling 1x. emoticon-Hammer (S)

INDEX
Spoiler for INFO:

Spoiler for INDEX:

Polling
0 suara
Dari ke 3 cwe yang ada dalam cerita gw,siapakah yang akhirnya jadi PACAR gw???
Diubah oleh saizerz 14-10-2015 13:23
TriePRAvatar border
anasabilaAvatar border
moc.suksakAvatar border
moc.suksak dan 2 lainnya memberi reputasi
3
48.6K
436
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
saizerzAvatar border
TS
saizerz
#337
Camping 3

"tap...tap...dug...tap...tap...dug..."
gw benar-benar yakin suara itu tepat berada di belakang.
sebenarnya gw penasaran "siapa" yang berada di belakang gw,tapi rasa takut yang telah menjalar di semua tubuh,telah mengalahkan semua rasa penasaran.
akhirnya pandangan gw hanya terus tertuju ke kaki Ghaga yang disinari senter yang ada di tangan tanpa berani menoleh ke arah manapun. emoticon-Takut (S)

"Gha...Gha..." panggil gw pelan ke Ghaga sambil menarik bajunya dari belakang.
"apa?" jawab Ghaga tanpa menoleh ke arah gw sambil terus berjalan.
"tu...tukeran tempat lah" kata gw sedikit takut.
"lu kenapa pengen tukeran tempat segala?" tanya Ghaga.
"ga kenapa-kenapa,bosen ja jalan di belakang" jawab gw bohong.
"udah,lu di belakang ja" kata Ghaga cuek dan terus berjalan.

gw sedikit kesal dengan sikap Ghaga,tapi gw ga mungkin juga memberi tahu yang sebenarnya,bisa-bisa gw malah di cengin penakut ma mereka.
dengan terpaksa gw memberanikan diri berjalan di belakang. emoticon-Frown

Hampir setengah perjalanan telah kita berempat lewati,jalan setapak yang kita lalui menjadi semakin menanjak.
butuh bantuan kedua tangan untuk melewati tanjakan-tanjakan yang curam.

semakin malam,suasana di tengah hutan semakin menyeramkan,suara-suara aneh mulai terdengar dengan jelas.
entah hanya gw yang mendengar,atau mereka bertiga juga mendengarnya,yang jelas ga ada satupun dari kita berempat yang berani membicarakan keadaan malam itu,semua TERDIAM...

Semakin lama suara di belakang gw mulai menghilang.
gw bisa mulai tenang dengan keadaan itu,sampai tiba-tiba...
"whusssssss....."
terasa dengan jelas angin bertiup ke tengkuk gw.
tapi itu bukan angin seperti biasanya.
itu lebih seperti...
"HEMBUSAN NAFAS" emoticon-Takut (S)

karena panik,gw langsung berlari mendekati Ghaga,tapi...
"brakkkkk"
gw tersungkur jatuh kedepan karena ada sesuatu yang menjegal kaki gw.

mendengar gw terjatuh,Agi,Idris,dan Ghaga langsung berhenti dan menoleh ke arah gw.
"lu kenapa Yan?" tanya Agi yang berada paling depan.
"lu ga apa-apa Yan?" lanjut Idris.
"hahahaha" Ghaga hanya tertawa melihat gw tersungkur tepat di belakangnya.
"sialan lu Gha,bukannya bantuin malah ketawain gw" kata gw emosi.
"manja lu" Ghaga menjulurkan tangannya membantu gw berdiri.
"lu jatuh kenapa Yan?" tanya Agi sambil menghampiri gw.
"gw kesandung batu" jawab gw bohong.
"yu ah lanjut jalan lagi,gw ga kenapa-kenapa ko" lanjut gw sambil membersihkan tanah di celana.
kita berempat kembali melanjutkan perjalanan,dan gw masih tetap berjalan paling belakang. emoticon-Hammer (S)

Hampir satu jam kita melewati gelapnya hutan,akhirnya kita sampai di pos 1.
"kita ngecamp disini,besok subuh lanjut ke puncak" jelas Idris sambil menaruh ranselnya.
"kenapa ga lanjut ke puncak langsung?" tanya Agi semangat.
"udah Gi besok ja" kata gw setuju dengan idris (padahal gw takut) emoticon-Ngakak (S)
"ke puncak jalannya ekstrim,bahaya kalo kesana sekarang" jawab idris.
kita berempat pun sepakat untuk ngecamp di pos 1.

Setelah mendirikan tenda dan memasukan semua ransel ke dalam tenda,kita berempat membuat api unggun dan memasak untuk makan malam.

sepanjang malam kita semua ngobrol ngalor-ngidul ga jelas,tapi ga ada satupun dari kita yang membahas kejadian apa saja yang kita alami masing-masing sepanjang perjalanan tadi.
jam 1 malam lita memutuskan untuk tidur.

keesokan harinya,kita melanjutkan perjalanan ke puncak.
sampai di puncak kita hanya duduk memandangi indahnya alam.
jam 2 sore kita memutuskan untuk pulang.
(karena di puncak dan diperjalanan turun ga ada yang menarik jadi ga gw ceritain)
-skip-

Perjalanan turun lebih cepat di bandingkan perjalanan ketika naik,hanya butuh 45 menit untuk kita sampai di depan tempat masuk.
kita mampir dulu ke warung yang ketika berangkat dipake buat mengisi persediaan air minum.
"nembe uih jang (baru pulang nak?)" tanya bapak pemilik warung melihat kita berempat duduk di depan warungnya.
"muhun pak (ia pak)" jawab Agi sambil tersenyum.
"syukur atuh ari teu kunanaon mah (syukur lah kalo tidak kenapa-kenapa)" kata bapak itu dan kemudian masuk ke dalam rumahnya.

di warung kita kembali pesen kopi dan ngobrol-ngobrol,tapi kali ini kita semua menceritakan semua yang terjadi selama perjalanan.
Agi: seru kan? (Agi tersenyum ke arah kita)
Ghaga: asli seru,baru pertama kali gw ngalamin kaya gitu.
Idris: macam-macam kan bentuknya? (idris tersenyum penuh arti ke Agi dan Ghaga)
mereka bertiga pun lanjut ngobrol yang gw sama sekali ga ngerti.

gw yang ga mengerti maksud dari omongan mereka hanya diam sambil menghisap roko dan sesekali meminum kopi yang masih panas.
tiba-tiba Agi,Ghaga,dan Idris serentak melihat ke arah gw.

gw: ngapain kalian ngeliatin gw?
Agi: lu berani juga Yan.
Ghaga: kirain lu bakalan ketakutan.
Idris: kalo lu bisa lihat pasti seru.
gw: kalian ngomongin apaan?gw kaga ngerti.

mereka bertiga tiba-tiba diam,gw ngelihat ke arah mereka satu-persatu secara bergiliran.
"lu yang ngomong Gha" kata Agi ke Ghaga.
"jadi gini Yan,sebenarnya kita bertiga bisa lihat yang ga bisa lu lihat" jelas Ghaga.
"maksud lu?" tanya gw bingung.
"kita bisa lihat hantu" sambung Idris.
"becanda lu" kata gw ga percaya.
"kemarin di perjalanan naik lu ngerasa ada yang ngikutin ga?" tanya Agi.
"ia" jawab gw singkat.
"lu tau yang ngikutin lu apaan?" tanya Agi.
"..." gw menggelengkan kepala.
"copong" kata Agi.
"serius ah" kata gw ga percaya.
"tanyain ja Ghaga dan Idris" Agi mencoba meyakinkan gw.

gw langsung melihat ke arah Ghaga dan Idris,ternyata mereka menganggukan kepalanya.
"jadi kalian benar-benar bisa..." tanya gw tanpa melanjutkan kata-kata.
mereka bertiga kembali mengangguk.
"ko bisa?" tanya gw penasaran.
"kapan-kapan ja gw ceritain,yu balik ah" kata Agi sambil memakai ranselnya dan kemudian berdiri.

Perjalanan itu membuat gw lebih tau sisi lain dari sahabat gw,meskipun rasa penasaran tentang "kelebihan" mereka belum terjawab.
Diubah oleh saizerz 18-09-2015 15:24
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.