- Beranda
- Stories from the Heart
1 Flat! 2 Wanita! 2 Cerita!
...
TS
galonze.b.c.n.b
1 Flat! 2 Wanita! 2 Cerita!

1 Flat2 Wanita 2 Cerita

Quote:
Spoiler for Rules:
Spoiler for F.A.Q:
Quote:
Diubah oleh galonze.b.c.n.b 11-06-2016 21:40
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
1.1M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
galonze.b.c.n.b
#551
Part 38 What a Surprise!!!!
Hari ini tepat dimana Rencana yang sudah kita susun akan dimulai, hari dimana gue harus tau apa yang sebenernya intan lakuin selama ini, Dalam Shalat gue, selalu terselip Do’a apapun yang dia lakukan nanti ketika di dalem sana adalah bukan dorongan karena semata dia hanya ingin Hidup Mewah ato terdorong oleh pergaulan orang orang disekitar.
“ngga! Makan dong makanannya!” ucap rio menyadarkan lamunan gue.
“Ni sotonya enak banget loh...” ucap dia lagi.
“oh iya bro..” ucap gue yang sedari tadi ngelamun mikirin entah akan bagaimana nanti didalam sana.
“apapun yang terjadi malem ini, apapun yang lu lihat nanti di dalem sana dia ngapain aja, lu harus tetep tenang ya, jangan bikin ulah dan jangan mancing keributan disana” ucap norman.
“owh iya,eh si linggong mana? Kagak di ajak dia?” ucap gue menanyakan keberadaan anak itu.
“kagak, males gue sebenernya bawa dia ke tempat gituan, rempong banget dia kalo ke tempat gituan bro, apalagi kalo udah mabok” ucap norman sambil melahap sotonya.
“lah emang kenapa man?” ucap rio.
“Terakhir gue bawa dia mabok di Clab gitu, dia gak mau balik, dia mabok parah sampe harus gue jedot jedotin dulu kepalanye ke westafel biar dia sadar dan mau di ajak balik” ucap norman.
“hahaha ada ada aje tu anak” ucap gue yang mulai terhibur mendengar kelakuan minus anak itu.
“udah lah gak usah bahas dia, kita kan kesana bukan buat seneng seneng juga” ucap norman kembali.
Butuh waktu sekitar 40 Menit untuk sampai tujuan, walaupun jalanan sepi tapi norman mengemudikan mobilnya pelan pelan, mungkin dia berharap mobil yang kita tunggangi ini gak pernah sampai ke tempat tersebut. Kita semobil memang memilih untuk diam dan tak ada pembicaraan apapun yang keluar dari mulut masing masing, dan gue pun sudah mulai bisa ikhlas dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Entah setelah kejadian malem ini apakah dia akan menjauh untuk tidak mengenal gue ato hubungan kita akan seperti biasanya, yang jelas sejak tau dia kerja di tempat seperti itu! Perasaan gue ke dia sudah mulai hilang, Perasaan yang awalnya sudah mulai tumbuh dihati gue yang ingin memiliki dia seutuhnya sudah mulai hilang di telan rasa kekecewaan.
“Woy! Ayok kita masuk! Udah buka tuh tempatnya” ucap norman menyadarkan lamunan gue.
“iya iya” jawab gue singkat.
“inget ye ngga! Jangan buat onar di dalem, takutnya lu di gebukin entar sama Bodyguard yang jagain tempat ini” ucap norman kembali mengingatkan.
Ini adalah saat pertama kali gue melangkahkan kaki ke dalam sebuah Clab malam, suara gemuruh terdengar dari setiap penjuru ruangan, alunan musik DJ yang membuat suasana menjadi lebih riuh ditambah lagi dengan sexy dancer yang gerakannya meliuk liuk erotis di hadapan mata para lelaki.
“wuihhhhh
kapan ya terakhir kali gue ke tempat kek gini? Ahahah” ucap rio sambil melihat lihat ke arah sexy dancer yang sedang berjoget mengkuti alunan musik yang dimainkan oleh DJ.
“
” gue masih terdiam melihat ini semua, kata norman sih wajar karna ini yang pertama kalinya gue melangkahkan kaki ke tempat kayak gitu.
“Home.... Sweet... Home....
” ucap norman sambil menyolek tangan rio.
“yuk ke table di sana, table nya fikri di sebelah sono noh” ucap rio menunjuk ke arah tablenya.
“loh kok masih kosong yo?” tanya gue ke dia.
“iya, belom dateng anaknya, biasanya kalo dia udah dateng terus nunggu sebentar baru dah LC nya dateng buat nemenin dia” ucap rio menjelaskan.
“owh... oke” jawab gue.
“nyantai aja jangan kaku gitu, kita pesen minum dulu deh biar plong” ucap norman memanggil seorang wanita untuk mendatangi table kita.
Selang beberapa lama datang lah seorang wanita dengan rokmini yang ketat dan pendek ,dia juga hanya memakai baju yang berbahan pendek, model pakaian tersebut memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sexy dan kulitnya yang putih mulus, di tambah lagi sepatu hak tinggi yang dia kenakan menambah daya tarik para lelaki untuk lihat lekuk tubuhnya.
“halloo, aa mau aku bawain Minum?” tanya dia dengan suara lembut.
“Boleh, Bawain Wine ya” ucap norman.
“aa yang satu lagi?” ucap dia sambil menatap genit ke arah Rio.
“Aku Whiskey ya” ucap rio sambil tersenyum ke dia.
"
" gue hanya diam membisu melihat tampilannya yang menantang dengan pakaian yang mini mini.
“aa yang ini? Hayoo ngeliatin apa aa?” ucap dia yang sadar dari tadi gue liatin terus dia, dia pun mulai menggoda gue dengan menyondong kan badannya ke arah gue.
“Anjriiittt! Mancing mancing ni anak!” ucap gue dalem hati.
“Gak usah ditawarin, dia sering muntah kalo minum minuman di tempat ginian, maklum biasa minum susu dirumah” ucap norman yang memberi tahu ke wanita tersebut bahwa gue gak minum minum tapi dengan kalimat yang menyindir dan bikin gue malu.
“hihihi makanya di temenin aja sama aku aa, entar aku ajarin cara minumnya biar gak muntah” ucap dia sambil mencolek tangan gue.
“
” gue hanya membalas dia dengan senyuman.
“Tar di temenin kamu ya, akunya lagi ada urusan dulu sama temen
” ucap rio sambil menempuk pantat dia.
“iya... ihh aa bandel” ucap dia sambil ngeloyor pergi.
“Gak sopan lu tepuk tepuk pantat orang!” ucap gue noyor kepala rio.
“Lah! emang gitu kerjaan dia ngga! Iya kan man?” ucap rio pada norman.
“hahahaha” norman mengangguk tertawa.
“Bro, pakean intan tuh kayak gitu!” ucap rio memberitahu gue.
“....” gue melirik ke rio.
“Tar aja kalo lu gak percaya lu bisa liat aja sendiri!” ucap dia lagi.
Selang berapa lama Datang Fikry seorang diri dan langsung menuju tabl nya, dia melihat ke arah kita dengan melemparkan senyum yang khas di wajahnya, selang berapa lamapun datang wanita yang sudah dia pesan sebelumnya, wanita yang sudah gue kenal sedari kecil ini berpenampilan berbeda sama sekali seperti kesehariannya yang sering gue lihat, penampilannya sangat mirip dengan yang dipakai oleh wanita yang menghampiri kami tadi.
Dengan membawa Sebotol minuman yang telah di pesan sebelumnya, dia menghampiri Fikry dan langsung mendaratkan ciuman di pipi sebelah kirinya, mereka saling merangkul dan berbagi segelas minuman untuk berdua, gue yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata apapun.
“noh liat! Begitu kerjaan dia di tempat ini!” ucap rio membuka pembicaraan.
“...” gue masih belum bisa berkata apa apa.
“Samperin yuk?” ucap norman sambil menarik tangan gue.
“bentar...” gue menahan norman untuk berdiri.
“lu mau liat dia bisa di apain aja?” ucap rio pada gue.
“....” gue hanya mengangukan kepala sambil terus melihati apa yang sedang mereka lakukan.
“udah gue sms si Fikry, lu liat aja” ucap dia sambil meneguk minuman yang di pesen.
Selang berapa lama mereka berdua mendekakan badan lebih intim lagi, mereka berciuman dengan liarnya,lidah mereka saling bermain di rongga mulut masing masing. tangan intan di lingkarkan dia kedua pundak fikry, tangan fikry ngelayap pengelusi paha dan dada intan.
Mungkin karena sadar yang di ciumnya itu adalah temen gue, Fikry tidak melakukannya cukup lama, hingga dia menarik tubuh intan untuk duduk di pangkuannya, dan intan menyenderkan kepala di dada teman gue itu. Hingga kina intan yang mulai lebih agresif, dia mulai menarik kepala fikry dan melakukan ciuman yang lebih liar dari yang sebelmnya.
“samperin yukk?” ucap gue mengajak rio dan norman.
“jangan bikin masalah ye!” ucap rio setengah mabok.
“iyee tenang aja” ucap gue menjawab.
Saat gue menghampiri mereka berdua, mereka sedang asyik bermesraan, Fikry mengusap usap rambut intan sementara dia menempelkan badannya ke tubuh fikry dengan wajah yang sudah meumerah.
“eyy bro” ucap gue.
“hey baru dateng, lama banget si” jawab fikry basa basi dan intan masih belum mau memalingkan wajahnya kebelakang.
“hey, kenalin yank dibelakang tuh temen temenku” ucap fikry pada intan.
dia mulai memalingkan wajahnya kebelakang, dan dengan mimik wajah terkejut melihat kita bertiga orang orang yang sudah dia kenal berada tepat di belakangnya.
“kenalin nih bro, namanya Angel. gimana cakep kan dia?” ucap fikry memulai basa basi.
“....” gue yang saat itu mulai kecewa tidak menjawab pertanyaan dari fikry tersebut.
sadar suasana sedang gak beres, norman mulai membuka pembicaraan “Hallo Angel, cantik banget! Boleh kenalan?” ucap norman sambil menjulurkan tangannya.
intan saat itu hanya menunduk tidak menjawab, dia kemudian pindah duduk di samping fikry dengan kepala tertunduk tanpa ingin melihat wajah ketiga orang yang ada dihadapannya.
“kok malah diem sih yank? Di ajak kenalan tuh” ucap fikry sambil mendekatkan wajahnya kembali untuk mencium intan.
kali ini reaksi dia sedikit berbeda, dia dengan halus menolak tawaran Fikry untuk menciumnya “malu aa ih..” ucap dia dengan wajah yang masih tertunduk.
“kenapa malu? sama temen temenku ini! Ayo dong say.. kok jadi malu malu gitu sih, tenang aja temen temenku gak bakal gigit kok!” ucap Fikry sambil mengusap usap rambut intan.
“aa aku izin ke belakang sebentar boleh?” ucap dia.
“ngapain? Tapi jangan lama lama yah! masih pengen sama kamu soalnya?” ucap fikry sambil mengecup pipi intan.
“iya sebentar aja..” ucap intan sambil berdiri.
Intan mulai berdiri dan menghadapkan badannya ke wajah gue, gue lihat di pelupuk matanya membendung air mata yang sedang ia tahan “ayoo ikut aku!!” ucap dia sambil menarik tangan gue.
“ngga! Makan dong makanannya!” ucap rio menyadarkan lamunan gue.
“Ni sotonya enak banget loh...” ucap dia lagi.
“oh iya bro..” ucap gue yang sedari tadi ngelamun mikirin entah akan bagaimana nanti didalam sana.
“apapun yang terjadi malem ini, apapun yang lu lihat nanti di dalem sana dia ngapain aja, lu harus tetep tenang ya, jangan bikin ulah dan jangan mancing keributan disana” ucap norman.
“owh iya,eh si linggong mana? Kagak di ajak dia?” ucap gue menanyakan keberadaan anak itu.
“kagak, males gue sebenernya bawa dia ke tempat gituan, rempong banget dia kalo ke tempat gituan bro, apalagi kalo udah mabok” ucap norman sambil melahap sotonya.
“lah emang kenapa man?” ucap rio.
“Terakhir gue bawa dia mabok di Clab gitu, dia gak mau balik, dia mabok parah sampe harus gue jedot jedotin dulu kepalanye ke westafel biar dia sadar dan mau di ajak balik” ucap norman.
“hahaha ada ada aje tu anak” ucap gue yang mulai terhibur mendengar kelakuan minus anak itu.
“udah lah gak usah bahas dia, kita kan kesana bukan buat seneng seneng juga” ucap norman kembali.
Butuh waktu sekitar 40 Menit untuk sampai tujuan, walaupun jalanan sepi tapi norman mengemudikan mobilnya pelan pelan, mungkin dia berharap mobil yang kita tunggangi ini gak pernah sampai ke tempat tersebut. Kita semobil memang memilih untuk diam dan tak ada pembicaraan apapun yang keluar dari mulut masing masing, dan gue pun sudah mulai bisa ikhlas dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Entah setelah kejadian malem ini apakah dia akan menjauh untuk tidak mengenal gue ato hubungan kita akan seperti biasanya, yang jelas sejak tau dia kerja di tempat seperti itu! Perasaan gue ke dia sudah mulai hilang, Perasaan yang awalnya sudah mulai tumbuh dihati gue yang ingin memiliki dia seutuhnya sudah mulai hilang di telan rasa kekecewaan.
“Woy! Ayok kita masuk! Udah buka tuh tempatnya” ucap norman menyadarkan lamunan gue.
“iya iya” jawab gue singkat.
“inget ye ngga! Jangan buat onar di dalem, takutnya lu di gebukin entar sama Bodyguard yang jagain tempat ini” ucap norman kembali mengingatkan.
Ini adalah saat pertama kali gue melangkahkan kaki ke dalam sebuah Clab malam, suara gemuruh terdengar dari setiap penjuru ruangan, alunan musik DJ yang membuat suasana menjadi lebih riuh ditambah lagi dengan sexy dancer yang gerakannya meliuk liuk erotis di hadapan mata para lelaki.
“wuihhhhh
kapan ya terakhir kali gue ke tempat kek gini? Ahahah” ucap rio sambil melihat lihat ke arah sexy dancer yang sedang berjoget mengkuti alunan musik yang dimainkan oleh DJ.“
” gue masih terdiam melihat ini semua, kata norman sih wajar karna ini yang pertama kalinya gue melangkahkan kaki ke tempat kayak gitu.“Home.... Sweet... Home....
” ucap norman sambil menyolek tangan rio.“yuk ke table di sana, table nya fikri di sebelah sono noh” ucap rio menunjuk ke arah tablenya.
“loh kok masih kosong yo?” tanya gue ke dia.
“iya, belom dateng anaknya, biasanya kalo dia udah dateng terus nunggu sebentar baru dah LC nya dateng buat nemenin dia” ucap rio menjelaskan.
“owh... oke” jawab gue.
“nyantai aja jangan kaku gitu, kita pesen minum dulu deh biar plong” ucap norman memanggil seorang wanita untuk mendatangi table kita.
Selang beberapa lama datang lah seorang wanita dengan rokmini yang ketat dan pendek ,dia juga hanya memakai baju yang berbahan pendek, model pakaian tersebut memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sexy dan kulitnya yang putih mulus, di tambah lagi sepatu hak tinggi yang dia kenakan menambah daya tarik para lelaki untuk lihat lekuk tubuhnya.
“halloo, aa mau aku bawain Minum?” tanya dia dengan suara lembut.
“Boleh, Bawain Wine ya” ucap norman.
“aa yang satu lagi?” ucap dia sambil menatap genit ke arah Rio.
“Aku Whiskey ya” ucap rio sambil tersenyum ke dia.
"
" gue hanya diam membisu melihat tampilannya yang menantang dengan pakaian yang mini mini.“aa yang ini? Hayoo ngeliatin apa aa?” ucap dia yang sadar dari tadi gue liatin terus dia, dia pun mulai menggoda gue dengan menyondong kan badannya ke arah gue.
“Anjriiittt! Mancing mancing ni anak!” ucap gue dalem hati.
“Gak usah ditawarin, dia sering muntah kalo minum minuman di tempat ginian, maklum biasa minum susu dirumah” ucap norman yang memberi tahu ke wanita tersebut bahwa gue gak minum minum tapi dengan kalimat yang menyindir dan bikin gue malu.
“hihihi makanya di temenin aja sama aku aa, entar aku ajarin cara minumnya biar gak muntah” ucap dia sambil mencolek tangan gue.
“
” gue hanya membalas dia dengan senyuman.“Tar di temenin kamu ya, akunya lagi ada urusan dulu sama temen
” ucap rio sambil menempuk pantat dia.“iya... ihh aa bandel” ucap dia sambil ngeloyor pergi.
“Gak sopan lu tepuk tepuk pantat orang!” ucap gue noyor kepala rio.
“Lah! emang gitu kerjaan dia ngga! Iya kan man?” ucap rio pada norman.
“hahahaha” norman mengangguk tertawa.
“Bro, pakean intan tuh kayak gitu!” ucap rio memberitahu gue.
“....” gue melirik ke rio.
“Tar aja kalo lu gak percaya lu bisa liat aja sendiri!” ucap dia lagi.
Selang berapa lama Datang Fikry seorang diri dan langsung menuju tabl nya, dia melihat ke arah kita dengan melemparkan senyum yang khas di wajahnya, selang berapa lamapun datang wanita yang sudah dia pesan sebelumnya, wanita yang sudah gue kenal sedari kecil ini berpenampilan berbeda sama sekali seperti kesehariannya yang sering gue lihat, penampilannya sangat mirip dengan yang dipakai oleh wanita yang menghampiri kami tadi.
Dengan membawa Sebotol minuman yang telah di pesan sebelumnya, dia menghampiri Fikry dan langsung mendaratkan ciuman di pipi sebelah kirinya, mereka saling merangkul dan berbagi segelas minuman untuk berdua, gue yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata apapun.
“noh liat! Begitu kerjaan dia di tempat ini!” ucap rio membuka pembicaraan.
“...” gue masih belum bisa berkata apa apa.
“Samperin yuk?” ucap norman sambil menarik tangan gue.
“bentar...” gue menahan norman untuk berdiri.
“lu mau liat dia bisa di apain aja?” ucap rio pada gue.
“....” gue hanya mengangukan kepala sambil terus melihati apa yang sedang mereka lakukan.
“udah gue sms si Fikry, lu liat aja” ucap dia sambil meneguk minuman yang di pesen.
Selang berapa lama mereka berdua mendekakan badan lebih intim lagi, mereka berciuman dengan liarnya,lidah mereka saling bermain di rongga mulut masing masing. tangan intan di lingkarkan dia kedua pundak fikry, tangan fikry ngelayap pengelusi paha dan dada intan.
Mungkin karena sadar yang di ciumnya itu adalah temen gue, Fikry tidak melakukannya cukup lama, hingga dia menarik tubuh intan untuk duduk di pangkuannya, dan intan menyenderkan kepala di dada teman gue itu. Hingga kina intan yang mulai lebih agresif, dia mulai menarik kepala fikry dan melakukan ciuman yang lebih liar dari yang sebelmnya.
“samperin yukk?” ucap gue mengajak rio dan norman.
“jangan bikin masalah ye!” ucap rio setengah mabok.
“iyee tenang aja” ucap gue menjawab.
Saat gue menghampiri mereka berdua, mereka sedang asyik bermesraan, Fikry mengusap usap rambut intan sementara dia menempelkan badannya ke tubuh fikry dengan wajah yang sudah meumerah.
“eyy bro” ucap gue.
“hey baru dateng, lama banget si” jawab fikry basa basi dan intan masih belum mau memalingkan wajahnya kebelakang.
“hey, kenalin yank dibelakang tuh temen temenku” ucap fikry pada intan.
dia mulai memalingkan wajahnya kebelakang, dan dengan mimik wajah terkejut melihat kita bertiga orang orang yang sudah dia kenal berada tepat di belakangnya.
“kenalin nih bro, namanya Angel. gimana cakep kan dia?” ucap fikry memulai basa basi.
“....” gue yang saat itu mulai kecewa tidak menjawab pertanyaan dari fikry tersebut.
sadar suasana sedang gak beres, norman mulai membuka pembicaraan “Hallo Angel, cantik banget! Boleh kenalan?” ucap norman sambil menjulurkan tangannya.
intan saat itu hanya menunduk tidak menjawab, dia kemudian pindah duduk di samping fikry dengan kepala tertunduk tanpa ingin melihat wajah ketiga orang yang ada dihadapannya.
“kok malah diem sih yank? Di ajak kenalan tuh” ucap fikry sambil mendekatkan wajahnya kembali untuk mencium intan.
kali ini reaksi dia sedikit berbeda, dia dengan halus menolak tawaran Fikry untuk menciumnya “malu aa ih..” ucap dia dengan wajah yang masih tertunduk.
“kenapa malu? sama temen temenku ini! Ayo dong say.. kok jadi malu malu gitu sih, tenang aja temen temenku gak bakal gigit kok!” ucap Fikry sambil mengusap usap rambut intan.
“aa aku izin ke belakang sebentar boleh?” ucap dia.
“ngapain? Tapi jangan lama lama yah! masih pengen sama kamu soalnya?” ucap fikry sambil mengecup pipi intan.
“iya sebentar aja..” ucap intan sambil berdiri.
Intan mulai berdiri dan menghadapkan badannya ke wajah gue, gue lihat di pelupuk matanya membendung air mata yang sedang ia tahan “ayoo ikut aku!!” ucap dia sambil menarik tangan gue.
oktavp dan 4 lainnya memberi reputasi
5
