- Beranda
- Stories from the Heart
Between you and me [REAL]
...
TS
fruitcoco
Between you and me [REAL]
Between You And Me
selama ini gue cuman jadi silent reader, jadi udah saatnya kali ya gue nulis pengalaman pribadi gue sendiri yang rentang waktunya belum
terlalu lama. kenapa gue tulis cerita ini? karena gue emang demen nulis trus ini salah satu memori yang ga gue bisa lupain tentunya.
cerita ini bakalan bersambung banyak banget, sampe dimana merasa ts udah cape lanjutin baru deh stop, tergantung dari respon aja sih sebenernya

Ini gue tulis gapake saringan bahasa, jadi maaf2 kalo ada banyak kata2 kasar timbul,

Spoiler for Between You And Me Part 1:
Spoiler for Between You and Me Part 2:
Gue berharap ini bisa salah jadi salah satu bacaan kecil para kaskuser haha.
Maaf banget kalo berantakan nulisnya, ini tiba2 aja pingin bikin cerita
oh iya demi kenyamanan kita semua, nama dicerita ini udah gue samarin, jadi tenang aja hehe
cerita ini benar terjadi dengan beberapa perubahan tempat, waktu dan nama aja kok.
Diubah oleh fruitcoco 22-02-2024 13:22
linoleum1998 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
80.1K
443
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
fruitcoco
#122
Chapter 13
“thank god finally” kata nadya
ya akhirnya kita sampe di pelabuhan yang berada di banyuwangi ini, selangkah lagi untuk sampai bali. Kapal kami beragkat sekitar 15 menit lagi dan kami langsung berisiap untuk menaiki kapal.
Pak joko mencarikan kami rute ter enak yang akan kami tempuh untuk menuju pulau bali, dan akhirnya semua sudah beres.
Kami akhirnya menggunakan bis yang langsung menuju ke Denpasar, jadi udah paket sama sekalian nyebrang ke pulau bali
“panas banget ya gila” kata gue mengeluh
karena cuaca dipelabuhan seperti ini memang cukup panas mengingat dipelabuhan ga ada pohon2 rindang yang menutupi
“ya menurut lo aja, kepinggir kapal yuk liat laut” kata putra
“boleh sekalian sebat enak kali ya” balas gue
akhirnya gue berenam ke pinggir kapal dan diperkirakan perjalanan menyebrangi laut ini akan menempuh sekitar 45 menit, kami pun sudah bersiap untuk melewati lamanya perjalanan ini
“panas juga ya udaranya” kata clara
“yah clar di laut ini, liat tuh langit biru bener ga ada awan” celetuk aldi
“huh iya di panas” kata nadya
akhirnya para perempuan ribet ini mencari tempat lain untuk berteduh
sedangkan gue putra sama aldi masih mengobrol ditengah teriknya panas matahari ini
“gimana penginapan?” tanya gue
“aman kok, di ubud masih ada yang bisa kita tempatin, tenang” balas putra kalem
kami diberitahukan bahwa dalam beberapa menit kapal akan tiba dibali dan kami semua dipersilahkan untuk kembali kedalam bus yang kami tumpangi
“wih asik bentar lagi sampe” kata gue
“jangan seneng dulu lo, sampe denpasarnya emang deket?” ledek putra
“oh jauh ya” jawab gue
“sekitar 3 jam kali ya?” kata putra
aldi cuman cengengesan melihat kebegoan gue yang kayaknya gatau apa2 tentang perjalanan dibali ini
“iyee, abis itu langsung sewa mobil ketempatnya nadya” kata putra
“ya deh” kata gue
sekembalinya kami ke bus, memang masih panas karena mesin kendaraan belum dihidupkan, tetapi hanya beberapa saat kemudian mesin dinyalakan dan kembali melanjutkan perjalanan
“masih lama ya perjalanannya?” tanya vania kepada gue
“katanya putra sih gitu, sekitar 3 jam sih” jawab gue pelan
“eh gila…..” balas vania shock
“haha kenapa van?” tanya gue
“gapapa pegel aja gue dari kemarin duduk doang kan ini lama banget, lebih lama daripada pas waktu naik kereta” balasnya
“haha iya sih, yaudah sih lebih lama kan duduk sebelahan kita hehe” kata gue gombal
“duh icaal diajarin siapa sih ini kok jadi gombal terus” kata vania genit
“heheh biarin dong” goda gue
kami kembali mendengarkan lagu bersama, diselingi candaan2 yang sepertinya agak mengganggu orang lain tapi bodo amat deh hahah
gue liat putra sama nadya juga lagi ngobrol banyak dan yang paling ngeselin sih ini 2 biang gossip lagi gosipin orang yang sama, biasa lingkungan mereka berdua luas banget bisa kenal itu dan keliatannya bahagia banget mereka ngomongin orang
sedangkan gue sama vania, hanya sekali2 ngobrol
vania memutarkan lagu no strings yang dibawakan oleh mayer hawthorne sambil mengedipkan mata ke gue
“genit lo! haha” kata gue kepada vania
“biarin, gantian lagian tadi lo gombalin gue mulu” goda vania
ditengah perjalanan panjang seperti ini emang paling enak kalo ada temen ngobrolnya, walopun vania bukan siapa2 gue. Dengan kehadiran dia bisa membawa suasana hati gue seneng banget.
Gue mengobrol dengan vania tentang apa yang akan dilakukan dibali, tempat apa aja yang harus kita datengin.
Vania juga memberi tahu beberapa tempat yang seru untuk dikunjungi, ia mengatakan tentang ada sebuah tempat dibali dimana kita bisa melukis keramik sesuai dengan yang kita inginkan.
“van jangan tidur dong” kata gue melihat vania yang sedang tertidur
sebenernya gue iseng aja sih godain dia, gue tau dia cape banget keliatan dari mukanya
“ngantuk caaal” katanya pelan
“haha bercanda gue, yaudah sana” kata gue
vania menggenggam tangan gue dan akhirnya benar2 tertidur
lagu yang lagi gue dengerin pas banget sih dengan keadaan gue sekarang, gue berinteraksi dengan vania udah kayak orang pacaran, and still
No strings attached between us
“thank god finally” kata nadya
ya akhirnya kita sampe di pelabuhan yang berada di banyuwangi ini, selangkah lagi untuk sampai bali. Kapal kami beragkat sekitar 15 menit lagi dan kami langsung berisiap untuk menaiki kapal.
Pak joko mencarikan kami rute ter enak yang akan kami tempuh untuk menuju pulau bali, dan akhirnya semua sudah beres.
Kami akhirnya menggunakan bis yang langsung menuju ke Denpasar, jadi udah paket sama sekalian nyebrang ke pulau bali
“panas banget ya gila” kata gue mengeluh
karena cuaca dipelabuhan seperti ini memang cukup panas mengingat dipelabuhan ga ada pohon2 rindang yang menutupi
“ya menurut lo aja, kepinggir kapal yuk liat laut” kata putra
“boleh sekalian sebat enak kali ya” balas gue
akhirnya gue berenam ke pinggir kapal dan diperkirakan perjalanan menyebrangi laut ini akan menempuh sekitar 45 menit, kami pun sudah bersiap untuk melewati lamanya perjalanan ini
“panas juga ya udaranya” kata clara
“yah clar di laut ini, liat tuh langit biru bener ga ada awan” celetuk aldi
“huh iya di panas” kata nadya
akhirnya para perempuan ribet ini mencari tempat lain untuk berteduh
sedangkan gue putra sama aldi masih mengobrol ditengah teriknya panas matahari ini
“gimana penginapan?” tanya gue
“aman kok, di ubud masih ada yang bisa kita tempatin, tenang” balas putra kalem
kami diberitahukan bahwa dalam beberapa menit kapal akan tiba dibali dan kami semua dipersilahkan untuk kembali kedalam bus yang kami tumpangi
“wih asik bentar lagi sampe” kata gue
“jangan seneng dulu lo, sampe denpasarnya emang deket?” ledek putra
“oh jauh ya” jawab gue
“sekitar 3 jam kali ya?” kata putra
aldi cuman cengengesan melihat kebegoan gue yang kayaknya gatau apa2 tentang perjalanan dibali ini
“iyee, abis itu langsung sewa mobil ketempatnya nadya” kata putra
“ya deh” kata gue
sekembalinya kami ke bus, memang masih panas karena mesin kendaraan belum dihidupkan, tetapi hanya beberapa saat kemudian mesin dinyalakan dan kembali melanjutkan perjalanan
“masih lama ya perjalanannya?” tanya vania kepada gue
“katanya putra sih gitu, sekitar 3 jam sih” jawab gue pelan
“eh gila…..” balas vania shock
“haha kenapa van?” tanya gue
“gapapa pegel aja gue dari kemarin duduk doang kan ini lama banget, lebih lama daripada pas waktu naik kereta” balasnya
“haha iya sih, yaudah sih lebih lama kan duduk sebelahan kita hehe” kata gue gombal
“duh icaal diajarin siapa sih ini kok jadi gombal terus” kata vania genit
“heheh biarin dong” goda gue
kami kembali mendengarkan lagu bersama, diselingi candaan2 yang sepertinya agak mengganggu orang lain tapi bodo amat deh hahah
gue liat putra sama nadya juga lagi ngobrol banyak dan yang paling ngeselin sih ini 2 biang gossip lagi gosipin orang yang sama, biasa lingkungan mereka berdua luas banget bisa kenal itu dan keliatannya bahagia banget mereka ngomongin orang
sedangkan gue sama vania, hanya sekali2 ngobrol
vania memutarkan lagu no strings yang dibawakan oleh mayer hawthorne sambil mengedipkan mata ke gue
“genit lo! haha” kata gue kepada vania
“biarin, gantian lagian tadi lo gombalin gue mulu” goda vania
ditengah perjalanan panjang seperti ini emang paling enak kalo ada temen ngobrolnya, walopun vania bukan siapa2 gue. Dengan kehadiran dia bisa membawa suasana hati gue seneng banget.
Gue mengobrol dengan vania tentang apa yang akan dilakukan dibali, tempat apa aja yang harus kita datengin.
Vania juga memberi tahu beberapa tempat yang seru untuk dikunjungi, ia mengatakan tentang ada sebuah tempat dibali dimana kita bisa melukis keramik sesuai dengan yang kita inginkan.
“van jangan tidur dong” kata gue melihat vania yang sedang tertidur
sebenernya gue iseng aja sih godain dia, gue tau dia cape banget keliatan dari mukanya
“ngantuk caaal” katanya pelan
“haha bercanda gue, yaudah sana” kata gue
vania menggenggam tangan gue dan akhirnya benar2 tertidur
lagu yang lagi gue dengerin pas banget sih dengan keadaan gue sekarang, gue berinteraksi dengan vania udah kayak orang pacaran, and still
No strings attached between us
regmekujo dan oktavp memberi reputasi
2