Chapter 38
nb : maaf kalo update-an dikit banget baru ga ngeh nih, galau berat soalnya recovery hdd failed
Quote:
Quote:
“Jek2, itu bukannya si nisa . . .?”, kata gw 
“Mana . . .?”, kata jeki 
“Itu yg lagi dibonceng cowok jaket kulit itu . . .”, kata gw 
“Lhaa,,, iya juga ya . . .?”, kata jeki 
“Tadi lu udah sms si nisa . . .?”, kata gw 
“Udah, katanya sekarang dia lagi dirumah, gw juga udah ngomong kok kalo gw mau main ke rumahnya . . .”, kata jeki 
“Terus gimana nih jek ?, apa kita ikuti aja mereka dari belakang . . .?”, kata gw 
“Ngikuti mereka ?, kemana ? . . .”, kata jeki 
“Ya mana gw tahu jek, namanya aja kita ngikuti,,, dasar oon . . .”, kata gw 
“Udah ikuti mereka aja lah, daripada lu ke rumah nisa juga percuma, orang si nisa lagi di depan kita . . .
”, kata gw
“Iya2 . . .”, kata jeki
, gw denger dari suaranya mood anak ini udah jelek,,, ya gw bisa ngerti sih cewek yg mau dia tembak sekarang malah lagi jalan sama cowok lain gimana ga sakit hati si jeki 
Setelah beberapa lama gw dan jeki ngikuti motor mereka dari belakang (udah kayak serasa detective cuyy

) sampailah mereka ke tempat yg gw rasa agak aneh

, gw bilang aneh karena suasana rumah dan sekitarnya bener2 sepi

:
Quote:
“Jek, tempatnya sepi amat ya . . .?”, kata gw 
“Lhaa, mana gw tahu . . .”, kata jeki
, dengan nada suara jutek sepertinya memang dia masih dongkol soal nisa 
Gw lihat si nisa dan cowok yg ga gw kenal itu masuk ke dalam rumah yg tampak sepi itu, hanya terlihat beberapa motor yg terpakir di halaman rumah itu. Cukup lama juga ge dan jeki mengunggu sampai lumutan didepan rumah itu, sampai tiba-tiba terdengar suara minta tolong dari dalam rumah, sontak gw dan jeki kaget
Quote:
“Jek, jek itu kayak suara si nisa kan yg teriak2 . . .?”, kata gw 
“Iya gus, ayo masuk . . .?!!!”, kata jeki sambil langsung lompat dari motor 
Gw dan jeki langsung masuk kerumah tadi yang ternyata sama sekali ga dikunci (padahal tadinya udah siap buat ndobrak pintunya

) saat gw dan jeki masuk ke rumah, dan menuju ke sumber suara itu, gw lihat nisa dengan pakaian yg acak2an (IYKWIM) sambil sedang menangis, dan didepannya tampak 4 orang cowok dan salah satu dari mereka ada sosok cowok yg gw dan jeki udah sangat kenal, dia adalah bowo dia adalah kakak kelas gw (seangkatan dengan jeki) sekaligus mantan pacar nisa. Saat itu gw lihat bowo sedang membawa sebuah handycam,
Quote:
“B******* lu apain nisa hahhhh . . .?!!!”, kata jeki dengan suara lantangnya 
Tanpa basa-basi gw dan jeki maju, kami sama2 langsung menendang 2 orang yang sedang ada didepan nisa, dan ketika 2 orang yg didepan nisa udah tersungkur jeki langsung menuju ke arah bowo, dia merebut handycam lalu membantingnya dan BUGGG. . . tidak lupa bogem maut jeki melayang ke wajah bowo. Melihat bowo yg tersungkur temen bowo yg lain juga menyerbu kearah jeki, sedangkan gw masih sibuk bergulat ria dengan 2 orang yg kita tendang tadi

. Beberapa saat gw sibuk bergulat ria dengan dengan dua orang temen bowo

, sampai akhirnya 2 orang itu roboh dan minta ampun juga

. Saat gw lihat kearah samping temen bowo yg berniat membantu bowo tadi juga sudah tersungkur sambil memegang perutnya

, tapi gw lihat si jeki ternyata ikut roboh sambil memegang dada bagian atas yg kelihatan berdarah sedangkan bowo gw lihat berdiri didepannya dengan membawa pisau yg terlihat berlumuran darah juga

.
Quote:
“Woyyyy,, lu apain temen gw . . .”, kata gw 
Entah setan apa yg nyambet gw waktu itu gw langsung berlari kearah bowo yg waktu itu sedang berniat menginjak jeki yg cuma bisa terduduk lemas sambil memegangi dadanya yg berdarah, dan gw langsung menendang kakinya sekuat tenaga gw hingga gw mendengar bunyi “KREKKK” dari kakinya. Setelah terkena tendangan gw bowo langsung roboh sambil merintih kesakitan, sedang gw langsung menuju jeki yg masih duduk lemas memegangi dadanya
Quote:
“Jek, lu ga pa2 kan . . .”, kata gw
sambil gw masih lihat keadaan temen2 bowo siapa tahu ada dari mereka masih mau bergulat ria lagi 
“Iya, gw ga pa2 cuma ketusuk doank,,, tolong urus si nisa dulu aja, gw masih bisa berdiri sendiri kok . . .”, kata jeki 
“Astagfirullah, gw bener2 lupa kalo kesini tadi niatnya buat nolong nisa malah gw sibuk asyik bergulat ria
. . .”, batin gw
“Ya, udah gw bantuin nisa dulu . . .kita langsung ke rs aja jek . . .”, kata gw sambil langsung menuju ke arah nisa yg ternyata dari tadi cuma melihat kita bergulat sambil menangis 
“Lu ga pa2 nis ? Nih pake jaket gw dulu aja . . .”, kata gw sambil memberikan jaket gw buat nisa karena memang pakaiannya udah ga berbentuk 
“Woyyyy, apa2an ini,,, apa yg terjadi disini . . .?
”, kata seseorang dari pintu, ternyata dari pintu gw lihat beberapa warga sedang berkumpul 
“Waduhhh, bisa berabe nih masalah . . .”, batin gw 
“...........................................”, gw cuma bisa diem disitu, cuma terdengar suara rintihan bowo sambil memegang kakinya dan tangisan si nisa 
Akhirnya kita semua digiring ke salah satu rumah warga, sambil menuntun nisa keluar rumah dan diikuti sama si jeki, gw perhatikan bowo cs cuma bisa meringis kesakitan sambil memegangi bagian badan mereka yg sakit masing2, terutama si bowo yg sedari tadi memegangi kakinya sambil menangis (dia bener2 menangis lohhh waktu itu

), tapi waktu itu kemarahan yg memuncak udah menghalangi rasa kasihan gw. Sesampainya disalah satu rumah warga kita di interogasi soal kejadian ini sedangkan jeki sama bowo diantar ke rs waktu itu, setelah gw jelaskan duduk perkaranya akhirnya dipanggilah orang tua kita masing2. Sempat terjadi keributan besar antara keluarga nisa dan keluarga bowo cs, namun gw ga tau gimana akhirnya semua bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan meskipun gw bisa lihat kalo keluarga nisa bener2 belum ikhlas soal hasil akhir ini. Keesokan harinya gw bangun dengan sejuta rasa yg ada dibadan gw

, setelah semaleman di nasehati oleh wejangan2 bapak ibu gw. Rencana gw hari ini adalah menjenguk si jeki, karena kemarin ga sempet ke rs karena sudah harus disuruh pulang oleh bapak ibu

. Si jeki sendiri belum boleh pulang dari rs karena kemarin saat sampai di rs ternyata di pingsan karena kehilangan cukup banyak darah. Sesampai di rs gw langsung menuju ke ruangan dimana jeki dirawat, saat sampai dikamar jeki ternyata dia lagi ngobrol berduaan dengan nisa
Quote:
“Wahhh,,, enak banget nih yg lagi berduaan . . .”, kata gw 
“....................................”, nisa cuma diem 
“Woyyy, gus,, sini2 . . .
”, kata jeki nyuruh gw duduk diranjang karena emang cuma ada 1 kursi disitu
“Masih hidup lu jek . . .hehe
”, kata gw sambil duduk di sudut ranjang jeki
“Parah lu, lu doain gw koid hahhh. . .
“, kata jeki
“Hehe,,, rencana kita kemarin gagal donk . . .”, kata gw 
“Iya nih, terpaksa ditunda dulu . . .hehe
”, kata jeki
“Rencana apa nih . . .”, kata nisa 
“Ada dehhh . . .”, kata jeki 
“O,, iya gus,, lu udah dapet kabar dari bowo ? Kabarnya tendangan maut lu membuahkan hasil . . .hehe
”, kata jeki
“Maksudnya . . .?”, kata gw 
“Kakinya yg lu patahin kemarin memang bisa sembuh tapi katanya dia bakalan ga normal lagi . . .”, kata jeki 
“Ga normal ? Cacat maksud lu . . .?!”, kata gw 
“Iya kayaknya . . .”, kata jeki dengan santainya 
DEGGGG. . . perasaan gw bener2 campur aduk bingung, takut, bersalah semua jadi satu.
Quote:
“Ini adalah pertama kalinya gw berantem dan gw udah membuat orang cacat . . .?”, batin gw 
“Udah gus, ga usah pasang muka kayak gitu, kalo waktu itu gw ga roboh duluan gw patahin juga tangannya bukan cuma kakinya . . .
”, kata jeki, gw tahu di cuma mau menghibur gw yg sepertinya shock setelah mendengar bowo cacat gara2 tendangan gw 
Beberapa minggu setelah kejadian itu gw udah ga mendengar kabar dari bowo lagi, gw denger dia udah pindah keluar kota sambil menjalani rehabilitasi, lalu untuk hubungan si jeki dan nisa tentu saja tambah mesra banget

, meski hubungan mereka belum resmi pacaran

. Sedangkan gw,,, masih berkutat dengan kehidupan flat gw sambil berusaha mengubur kenangan dan penyesalan terbesar gw tersebut.
----------------------------------------- .: End of Flashback :. -----------------------------------------
Quote:
“Jek, udah jek,,,, cukup . . .”, kata gw menenangkan jeki 
“Nggak gus, dia ini harus tahu orang macam apa pacarnya itu . . .?!”, kata jeki 
“Jek, udahlah ga perlu kita bahas soal itu lagi,,, lu ga kasihan sama nisa . . .?”, kata gw 
“.......................................”, jeki tiba2 diem saat gw ngomong itu
“Jek, gw ngerti lu emosi dan gw ngerti soal itu, tapi ga perlu lah kita ungkit2 hal itu lagi . . .”, kata gw 
“Wi, soal bowo memang gw yg membuat dia cacat seperti itu, dan untuk itu gw bener2 minta maaf dulu gw sebenernya ingin minta maaf tp dia udah keburu pindah keluar kota . . .”, kata gw 
“Hehhh,,, lu minta maaf pun ga bakalan bisa buat cacatnya hilang . . .”, kata dewi semakin sinis 
“....................................”, gw terdiem dengan omongan dewi itu 
“Memang bener meski gw minta maaf tetep ga akan bisa mengembalikan kondisi bowo . . .”, batin gw 
“Lu tuh kebangetan ya . . .”, kata jeki
sambil menatap kearah dewi
Saat gw lihat ke arah jeki, memang jeki sepertinya bener2 menahan amarahnya,,, dia bahkan terlihat mengepalkan kedua tangannya agar tidak meluapkan emosinya dihadapan nisa

, namun tiba-tiba si nisa angkat bicara
Quote:
“Wi, gw ngerti perasaan lu tapi lu juga harus tahu alesan kenapa bagus melakukan hal itu kepada cowok lu bowo . . .”, kata nisa 
“Nis . . .?!”, kata jeki ke nisa 
“Ga pa2 kok yang, aku juga ga tega ngelihat bagus terus disalahin kayak gini . . .”, kata nisa 
“Wi, gw ga bisa memberitahu lu secara detail tentang ini tapi bagus melakukan hal itu karena dia semata2 ingin melindungi kehormatan gw, kalo seandainya lu pengen penjelasan lebih detail lu bisa tanya orang tua bowo secara langsung . . .”, kata nisa 
“Kita sesama cewek wi, lu pasti udah tau apa yg gw maksud kan . . .?”, kata nisa 
“......................................”, kini giliran dewi yg terdiem mendengar kata2 si nisa
“Ehemm,,,ehemmm,,, jadi cuma bagus nih . . .?”, kata jeki 
“Iya2 sayang, kamu juga kok . . .
”, kata nisa
Setelah perkataan nisa itu, kita semua tidak ada yg berbicara baik dari pihak dewi dan kedua temen cowoknya ataupun dari pihak gw dan jeki, kondisi diruang tamu udah kayak kuburan, sepi, sampai tiba2 si dewi ngomong
Quote:
“Dit, gw pamit duluan ya udah kesorean nih, lu istirahat aja. . .”, kata dewi 
“Iya, dit,,, kita juga pamit duluan ya . . .?”, kata andre dan aji 
“Ohhh,, ya udah ati2 ya . . .”, kata dita 
“Gw pamit duluan jeki, nisa, gus . . .”, kata dewi
kali ini dengan nada suara biasa
“Kita juga pamit ya temen2 . . .”, kata andre dan aji 
“Ok, ati2 ya . . .”, kata gw 
Gw pun bersalaman dengan mereka, tapi kali ini jabat tangan gw dengan si dewi berjalan normal bukan jabatan tangan “kilat” yg biasanya

gw dapatkan, dan yg lebih aneh lagi saat gw berjabat tangan dengan si andre dan si aji, mereka terkesan sopan banget malah gw lihat mereka agak menundukan badan mereka dan tidak ada lagi jabatan tangan “kriuk” seperti tadi, tapi mereka masing2 saat menjabat tangan kanan gw mereka menggunakan kedua tangan mereka

, layaknya kalo anak muda menerima jabat tangan dari orang yg lebih tua, sontak gw dan si jeki tersenyum geli

melihat tingkah mereka.
Next Chapter : "Are you Jealous ?"