Kaskus

Story

whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh whiteshark21 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
#53
[ Chapter 25 ] - The Little Sweet Cherry
kaskus-image


Quote:


kembali ke masa saat ini,terlihat kamar milik Ari sangat hancur terutama bagian dinding kaca yang menghadap ke arah halaman depan.
potongan kaca berserakan di halaman rumput depan,mulai dari yang berukuran kecil hingga besar.
sang wanita di halaman depannya nampak hanya tersenyum seakan tak peduli jika sebuah serpihan bintang ataupun meteor jatuh menghancurkan rumah yang berada di depannya.

"kau lihat itu?" tanya Angga pada Ilham yang berdiri di samping kanannya.
sementara Ari dengan luka cukup serius di bagian telapak tangan kirinya masih diam saja tanpa membalas satupun sapaan maupun senyuman dari wanita yang baru berkunjungnya tersebut.
wajahnya sudah mulai terisi kegembiraan dibandingkan beberapa saat yang lalu saat dia mengalami stres yang berlebihan.

"sudah lama sekali tidak bertemu" sapa Ari dari lantai atas.
"hmm.." balas wanita itu tetap konsisten dengan senyum ramahnya.
"masuklah,rumahku sedikit berantakan pagi ini.. kau boleh membantuku membersihkannya kalau kau mau" ujar Ari masih dari balik dinding kaca yang rontok oleh ledakan sebelumnya.
"aku bukan petugas kebersihan kaka" jawab wanita itu masih kerap tersenyum tanpa henti.
"baiklah,kalau begitu tunggu di situ sampai kereta kudaku menjemputmu yah" balas Ari yang kemudian pergi dari kamarnya meninggalkan kedua teman yang bediri di samping kanan dan kirinya sedari tadi.
kalimat barusan rupanya membuat si wanita itu tertawa seakan ia baru saja menonton adegan komedi di sebuah film.

"kurasa dia sedang senang hari ini" komentar Angga setelah kepergian Ari.
"mungkin karena gadis itu.. tapi dari pada itu,sebenarnya apa yang terjadi di sini," komentar Ilham sambil mengamati ruangan yang setengahnya hancur oleh ledakkan besar.
"aku rasa sumber ledakannyan berasal dari komputer" ujar Angga sambil menunjukkan jarinya ke sebuah CPU yang hangus dan berantakan.
"pertanyaannya adalah.. Bagaimana bisa?"

"kau benar.. sebagian besar komponennya adalah buatan Guntur,masalah itu aku tidak mungkin ragu dengan kualitasnya.. pantas saja ledakannya lebih besar jika dibandingkan dengan ledakan dari CPU normal"
"lalu kau mau bilang CPU ini meledak dengan sendirinya?"
"tentu tidak,tapi aku lebih tidak tahu dibandingkan denganmu"



"Lho? apa yang terjadi? kenapa rumah mereka berantakan seperti itu" ujar Linda yang melihat kondisi bagian depan rumah Ari hancur dan hangus terbakar.
Linda nampaknya sangat panik dan langsung bergegas menuju rumah yang dimaksudnya,sampai akhirnya ia sampai dan melihat seorang wanita berbadan lebih pendek dan ramping dibandingkan dengannya sedang berdiri di halaman depan rumah Ari.
ia pun dengan cepat meraih tangan wanita itu dari belakang dan menariknya masuk ke dalam rumah.

"hmm? siapa kau?" tanya wanita tersebut sesampainya di dalam rumah.
"aku yang harusnya bertanya... siap- pa.. kau?" ujar Linda sempat terpotong saat melihat bola mata perempuan itu.
sesuatu yang pernah ia lihat sebelumnya,dua buah bola mata yang saling berbeda antara yang kiri dan yang kanan.
mata kanannya memiliki pupil berwarna biru sedangkan mata kirinya memiliki pupil berwarna hitam,pemandangan yang terbalik dengan apa yang ia lihat saat bertemu Ari untuk pertama kalinya.
"matamu.. sama?" tanya Linda.

"oh,kau sudah sampai,Linda.." sapa Ari yang baru tiba ke ruang tamu setelah sedikit lama memperban telapak tangan kirinya yang terluka.
"jadi ini yang kau bilang kereta kuda sebelumnya?" ujar si wanita yang belum memperkenalkan namanya tersebut.
"tanganmu kenapa? dan apa yang terjadi dengan rumahmu? dan.. siapa dia?" tanya Linda bertubi-tubi.
"duduklah,akan kuceritakan kejadiannya.." suruh Ari.

"kami juga akan mendengarnya yah" ujar Angga yang datang bersama Ilham,nampak Ilham tengah membawa sebuah cangkir berisi air teh wangi untuk disugukan pada tamunya.
"terima kasih" kata wanita itu menerima cangkirnya.

formasi pun kini sudah lengkap,Ilham,Angga dan Ari duduk bersebelahan di bagian sofa yang panjang sedangkan Linda dan tamu wanitanya masing-masing duduk di sofa untuk satu orang.
"ini pertama kalinya kita semua bertemu,kurasa aku yang harus memperkenalkan diriku terlebih dahulu" ujar sang tamu masih terlihat tenang dan sopan.
"Namaku Kiki,aku adalah putri tunggal dari ayahku,yaitu Hasan.. aku yakin kalian sudah mengenal ayahku" tambahnya.

"profesiku adalah guru pengajar di asrama.. dan maksud kedatanganku kesini juga tidak terlalu formal karena kepentingan apapun.. aku hanya ingin menyapa teman lamaku" lanjut wanita bernama Kiki tersebut membuat Ari sedikit bergerak dari tempat duduknya.
"atau sebenarnya dia bukan siapa-siapaku.. kami belum pernah bertemu dan aku pun belum pernah melihatnya secara langsung selain hari ini saja"
"dan.. aku bahkan tidak mengetahui siapa namanya"

"itu aku.. aku yang datang ke asramamu dan mendonorkan mataku lewat dokter spesialismu.. maaf karena aku pergi begitu saja" balas Ari.
"namamu?"
"...Ari,kau boleh memanggilku seperti itu"

"jadi tentang gadis kecil yang buta itu,kau? aku tidak mengeti,kenapa harus ada donor mata dari orang yang masih hidup? bukankah banyak sekali organ-organ yang siap didonorkan di setiap rumah sakit?" tanya Angga langsung.
"aku tidak tau.. aku hanya melihat semuanya gelap dan seuatu hari saat sadar aku sudah bisa melihat dengan sebelah mataku.. hal itu kau tanyakan saja padanya" jawab Kiki melimpahkan
pertanyaa Angga kepada Ari.
"Ari..?" ujar Linda.

"baiklah,banyak hal aneh yang terjadi satu pekan terakhir ini.. itu membuatku tertekan"
"...."
"..pertama soal ledakan di atas,aku baru saja diretas oleh seseorang dan saat aku mencoba melawannya dia justru menyerangku dengan
teknik milikku dan Booom.. tangan kiriku terluka.. " jelas Ari belum sampai selesai.
" 'teknikmu'? maksudmu [Flame Edge Crop] yang kau kembangkan untuk melawan Henri? kenapa ada orang lain yang memakainya? " tanya Angga.
"aku tidak tau,awalnya aku sempat pusing memikirkannya sampai saat aku menengok ke arah luar dan gadis cantik ini ada di sana menatapku"
"maaf,gadis apa?"

"gadis.. ini.. maksudku 'kau' "
"2 kejadian dalam 1 tahapan yang rapih" komentar Ilham singkat.
"orang yang menyerangmu pagi tadi adalah putra dari Henri" ujar Kiki.
"Henri?" tanya Linda spotan keluar dari mulutnya.

"sudah kuduga.."
"aku punya beberapa hubungan dengannya jadi ada sesuatu yang ingin ku sampaikan juga padamu terkait kejadian di lantai atas rumahmu,tapi sebelumnya kau harus memberitahuku sesuatu terlebih dahulu.."
"aku tau,3 pertanyaan kan?"
"apa hubunganmu dengan ayahku dulu,dan apa yang sebenarnya terjadi pada ayahku,lalu.."
"lalu kenapa aku mendonorkan mataku untukmu?" ujar Ari meneruskan perkataan lawan bicaranya.

"ayolah kita bawa santai saja,jangan terlalu serius" ujar Angga.
"ini sudah bertahun-tahun setelah kematian ayahku.. aku hanya ingin mengetahuinya langsung darimu" kata Kiki.
"singkatnya,Henri adalah atasan ayahmu,lalu dia menghianati ayahmu,kemudian ayahmu menghianati Henri juga,lalu Henri berniat mengancam ayahmu,ayahmu lalu pergi ke suatu tempat dan..
akhirnya dia ada di penjara salama 1 tahun,bukan untuk meninggalkanmu selamanya.. dia ada di sana untuk menghindari Henri"
"lalu? bagaimana pertemuan pertama kalian? saat itu ayahku bilang dia akan ditugaskan bekerja di luar negeri selama setahun.. kenyataannya tidak begitu.
lalu kau sendiri pria baik,tidak mungkin menjadi salah satu tahanan di penjara bukan?"
"sebenarnya iya,tapi tidak.. aku bertemu dengan ayahmu saat aku masuk penjara"
"itu masuk akal sekali" komentar Kiki masih mengupayakan tersenyum.

"ayahmu adalah orang baik,karena dia juga aku dibebaskan atas tuduhan pembunuhan yang sengaja aku buat untuk beberapa alasan.. dia sangat menyayangimu"

Quote:


"30 juni?"
"itu hari ulang tahunmu.. ayahmu menitipkanku sesuatu untuk diberikan sebagai hadiah ulang tahunmu"

Quote:


" 'ayah bahagia memilikimu' " lanjut Ari.
"lalu kau datang pada sore itu?" tanya Kiki langsung keluar dari topik tentang ayahnya.
"yah,aku datang dan menunggu agar bisa menyerahkannya langsung kepadamu.. dan sore itu tiba"

"kau menemuiku di sana,namun dalam kondisi tidak melihat.." tambah Ari.

Quote:


"aku berbohong soal aku adalah rekan kerja ayahmu.. tapi kau pasti bisa memahaminya saat ini"
"aku tidak keberatan jika itu bisa menghidupkan kembali ayahku"
"kau tau itu tidak mungkin.."
"...."

"lalu tentang ayahmu.. kau juga ada di sana saat pemakamannya,jadi ku pikir kau sudah tau apa yang terjadi padanya"
"ayahku meninggal karena tertembak oleh perampok liar saat ingin pergi menemuiku.. itu yang dikatakan semua orang"
"aku mungkin akan menceritakan sesuatu yang berbeda.. bahwa ayahmu meninggal karena dibunuh oleh seseorang"

Quote:


"ayahmu meninggal di minggu pertama bulan Juli,sedangkan ia seharusnya baru bebas di akhir bulan Agustus"
"kenapa bisa begitu?"
"Akbar menceritakan semuanya saat kami bertengkar beberapa bulan lalu,ia bilang aku harus mengetahui hal ini karena mungkin suatu saat seseorang akan menanyaiku tentang ini"
"lalu apa yang terjadi?"
"Anak buah Henri membawa pengacara dan membebaskan Hasan dari penjara,sebulan sebelum masanya habis.."

"semuanya begitu cepat,dan ayahmu mati tertembak oleh Henri tepat setelah mendengar kabar bahwa kau sudah bisa melihat.. kejadiannya bukan oleh perampok manapun maupun pencuri manapun"
"...."
"kejadian itu terjadi 3 hari setelah operasi matamu berhasil.. itu murni pembunuhan yang dilakukan langsung oleh Henri"

"...."
"lalu tentang matamu.."

Quote:


"dokter memberitahukan bahwa jenis mataku cocok dengan punyamu,walaupun dia juga memberi saran untuk memikirkannya lagi tentang niatku mendonorkan salah satu mataku untuk mu"
"tapi kau melakukannya.."
"yah,aku melewati malam yang panjang untuk mempertimbangkannya"

Quote:


"dan di hari itu,kau dan aku menjalani operasi di tempat yang terpisah.. aku sengaja melakukannya di awal sehingga aku bisa pindah ke rumah sakit lain untuk perawatan lanjutannya selagi kau masih dalam
proses operasi... itu aku lakukan karena aku belum siap untuk langsung menemuimu"
"kau pergi begitu saja.. aku bahkan tidak tau nama orang yang menolongku,"

"selang beberapa hari setelah itu,aku berencana mendatangi ayahmu di penjara untuk menceritakan semuanya.. tapi yang ku dapati di sana hanyalah setumpuk buku tanpa ada pemiliknya..
dan berita pembunuhan ayahmu pun mulai terdengar di telinga semua orang.. termasuk aku"

"setelah peninggalan ayahku,hanya ada buku dongeng yang pernah aku lempar karena kekesalanku sebelumnya.. aku pikir kenapa seseorang memberiku buku untuk dibaca saat aku tidak bisa melihat.. tapi orang itu ternyata berbagi penglihatannya juga padaku.. aku ingin menemui orang itu.. sangat ingin menemuinya.. orang kedua yang ingin sekali ku temui"
"buku itu sangat berarti bagi temanku.. lagipula sekarang kau sudah menemukan seseorang yang ingin kau temui itu kan?"


"hmm,kau jauh melebihi perkiraanku.. hehe" balas Kiki diikuti dengan tawa senang.
"aku tidak sejauh itu" balas Ari seraya melempar senyum sementara ketiga temannya yang duduk menyimak hanya bisa berdiam diri saja.
"hidup itu memang menyenangkan.. aku yakin terkadang di balik senyum seseorang,ada juga penderitaan yang dialaminya terlebih dahulu" ujar Kiki yang sekaligus menyudahi obrolan panjangnya.
"aku setuju dengan itu" balas Ari.


#kegembiraan di balik kesedihan,sebuah momen yang ditunggu-tunggu semua orang.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.