Kaskus

Story

whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh whiteshark21 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
whiteshark21Avatar border
TS
whiteshark21
#51
[ Chapter 23 ] - Regret is Useless
kaskus-image


Quote:


"..."
"baiklah pak tua,terima kasih atas ceritanya! kupikir kami berdua merasa bosan dengan ocehanmu" balas Akbar masih dengan gayanya yang mengintimidasi dan seenaknya.
"bagaimanapun kau sudah menepati janjimu.. aku senang kau pernah menjadi rekan kerjaku dulu. dan ada satu hal lagi.. jika kau menghalangi jalanku saat ini,aku tidak akan segan melukaimu" balas Henri.
"apa kalimat barusan termasuk bagian dari ceritamu yang sebelumnya? terdengar seperti anti-klimaks di telingaku"
"kau masih saja berani membuatku marah,Akbar"

"maaf mengganggu.. sebenarnya orang ini belum menyelesaikan janjinya.. karena teknik yang kau cari belum pernah selesai aku pelajari" tambah Ari yang memotong percakapan keduanya.
"tidak apa-apa jika dengan teknik barumu barusan.. selebihnya aku bisa mengembangkannya sendiri"
"oh yah? kalau begitu coba saja ambil langsung dari kepalaku!"
"serahkan saja dan aku janji kau akan selamat"
"dia ada di kepalaku!"

Spoiler for Dimensi Program:


"suara apa itu!?" ujar Ari bertanya.
"suara ledakan" jawab Akbar singkat.
"Ledakan Apa!?" tanya Ari ketakutan.

"itu wujud akhir dari teknik barumu.."
"wujud akhir apanya! aku tidak menggunakannya sama sekali barusan!"
"...."

"Hei !!" bentak Ari.
"sudah saatnya aku memberitahumu" balas Akbar membuat kesan misterius di balik semuanya.




"maaf,sudah cukup permainannya.. aku perlu mengistirahatkan mataku" kata Linda masih melanjutkan pertarungannya.
"lama sekali sih" balas Lisa.
"iyah,tadinya aku ingin mengajaknya ngobrol tapi dia sangat pendiam rupanya" jawab Linda mengomentari lawannya yang tidak terdengar merespon perkataannya sedari tadi.

Spoiler for Dimensi Program:

"Yu-huu.. aku menang,aku menang.." ujar Linda senang sendiri.
"lihat,dia kegirangan.." komentar Lisa.
"wajar saja,lagipula dia hanya menang sekali saja sebelumnya" balas Egi.
"kau juga sama kan? ini kemenangan keduamu" komentar Linda.
"aku sudah menang 5 kali kalau dijumlahkan dengan saat lomba dengan Angga dan Ilham" balas Egi yang tidak mau kalah.



sementara keadaan di bawah nampak sudah tenang,kini justru Ari dan Akbar yang sedang memperdebatkan sesuatu dengan serius di lantai dua.

Quote:


"dua nyawa melayang di hari yang sama,semuanya terjadi tepat di depanku.. kau tau siapa pria kedua yang ia tembak di hari itu?"
"...."
"dia adalah ayah kandung Riki dan Doni.."
Ari hanya diam tak merespon perkataan teman di hadapannya. Wajahnya masih menggambarkan kesan kesedihan dan kemarahan atas apa yang baru saja terjadi.

"aku tidak memintamu untuk memahamiku,tapi kebencianku terhadap Henri sangatlah besar karena hari itu"
"lalu tak lama setelah hari itu,aku mulai menjadi bagian yang lebih dekat lagi dengan Henri.. aku menjadi tangan kanannya langsung,mungkin juga lebih dari itu.. sebuah posisi yang tadinya
ditempati oleh pria yang mati sia-sia karena kegilan Henri"

"...."

"hari demi hari aku mulai muak terhadap Henri.. hingga tiba saat aku tau apa rencana sebenarnya dari Henri,aku memutuskan untuk keluar"
"kau mungkin bertanya bagaimana aku bisa hidup sekarang,walau sudah menghianati orang gila itu?"
"jawabannya sama seperti yang ia ceritakan langsung tadi kepadamu tadi"

"...."

"kau menjadi satu-satunya kunci untukku keluar dari Henri.. namun jauh dari hal itu,kau satu-satunya harapanku untuk melenyapkannya dari dunia ini"

"Apa katamu!?" balas Ari terbawa emosi.
"di saat terakhir tadi,aku memanfaatkanmu untuk membunuh Henri.. kau boleh percaya atau tidak,tapi kemungkinan dia masih hidup saat ini sangat kecil" jelas Akbar.
"apa yang kau lakukan! kenapa semua itu bisa terjadi.." tanya Ari masih sulit mengendalikan emosinya.
"kau ingat saat kau bilang bahwa teknikmu ini belum sempurna?"
"...."

"sebenarnya teknik itu adalah teknikmu yang paling sempurna,karena bahkan Henri pun tidak akan bisa mengambilnya darimu.."




"semuanya sudah aku rencanakan.. sebuah kebohongan"

#balasan yang mengecewakan dari seorang teman
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.