- Beranda
- B-Log Personal
Addicted To Addiction
...
TS
jouest
Addicted To Addiction
Vice [noun] : immoral or wicked behavior

TABLE OF CONTENTS :
Tinkering With Ashes
Revenge by Proxy, Kindness by Proxy
Bodoh, Lapar, atau Bodoh Karena Lapar?
Darah di belakang Industri Flavoring, Part 3 : Pembantaian di Madura (dan Gresik)
Darah di belakang Industri Flavoring, Part 2 : Pembantaian di Banten
Darah di belakang Industri Flavoring, Part 1 : Pala
Punguk Vs. Goliath
The Pleasure Algorithm
Diubah oleh jouest 04-10-2015 15:06
someshitness dan tata604 memberi reputasi
2
17.3K
171
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
B-Log Personal 
6.7KThread•14.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jouest
#97
Quote:
salah sapa gak mau pake ludah...
eh.. barusan dapet ide ngeblog... bikin seri...

Darah di belakang Industri Flavoring
Part 1 : Pala

Di awal abad ke-15, bangsa Eropa menemukan bahwa pala memiliki aroma yang mampu menutupi bau daging yang kurang sedap. Bahkan pala (biji buah pala yah... buka palalu, alias ndasmu) dipercaya mampu menghalau berbagai penyakit. Sehingga pala juga dipakai sebagai bandul kalung.
Pada masa itu, satu-satunya penghasil pala yang dikenal dunia barat adalah Pulau Banda yang dikuasai oleh Portugis. Maka pada tahun 1612, Belanda melancarkan serangan dan mengambil alih Pulau Banda.
Saking takutnya Belanda, untuk memastikan biji pala tidak bisa tumbuh, semua biji pala hasil panenan direndam dalam air kapur untuk mensterilkan benihnya, dan melarang penanaman, penjualan diluar jaringan distribusi Belanda.
Kebijakan yang mencekik dapur masyarakat lokal ini, tentu saja akhirnya menimbulkan protes baik dari kalangan panasbung maupun panastak.
Ketika panasbung dan panastak ini menandatangani petisi online dan melakukan demonstrasi, bapak ketua VOC (yang oleh para pribumi disebut sebagai "kumpeni") Jan Pieterszoon Coen mengirim pasukan terminator T 600 untuk menghentikan kerusuhan ini.
Hasilnya... setelah memenggal kepala raja pulau Banda, seluruh lelaki berusia 15 tahun keatas tidak bisa selfie lagi... karena udah ga punya muka...
... dan kepala ....
(karena dipenggal maksudnya)
Tumpukan mayat dan bongkahan kepala adalah pemandangan yang wajar dimasa itu...

Operasi yang dilakukan para terminator ini sangat efektif mengurangi populasi rakyat Banda, jauh lebih efektif daripada kondom maupun metode kontrasepsi lainnya. Dalam 15 tahun, penduduk pulau Banda yang tadinya 15.000 an, berhasil menyusut menjadi 600 an.
Monopoli biji pala inilah yang membuat Belanda menjadi salah satu negara terkaya di Eropa pada masa itu.
Iya nak.. ini biji pala yang biasa ada di dapur kita... disini kita beli sebiji ga sampe seratus perak, di London itu mbuh berapa ponsterling, profit marginnya sampe 50.000 kali itu!
Dominasi Belanda terhadap biji pala, nyaris berakhir saat terjadi tsunami pada tahun 1778 yang menyapu habis separuh perkebunan pala.
On a side note... seorang hortikulturis, itu loh.. orang yang belajar soal tumbuh-tumbuhan... bernama Pierre Poivre (baca po-a-fre) sukses menyelundupkan biji pala ke Mauritus.
Penyelundupan, tsunami, dan serangan Inggris pada 1809 mengakhiri dominasi Belanda di dunia perdagangan pala... (yang digantikan oleh Inggris dengan cara yang berdarah pula).
dan ini baru ngomong biji pala, belum tumbar, jahe, cengkeh, mbako, merica, tomat (serius, tomat juga sempat menimbulkan pertumpahan darah, bahkan membidani lahirnya undang-undang khusus tomat di amrik)
... sekian ribu liter darah tertumpah dan kepala menggelinding...
demi bau sedap dan rasa gurih.
Diubah oleh jouest 02-09-2015 23:21
0

