- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
...
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb
Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok
saya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah. Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)
Lets Roll.....
Spoiler for Indeks:
Antara kacamata, Lontong dan Dokter Kepo
Vusing Vala Barbie
Gajah Lucu, Soto Ayam dan Terasi
Kentut, Dokter Cantik, Kisah Lalu
Es cendol, tikar dan lantai
Kasur, Dapur dan Tante Ani
Cinesse food,Semut sariawan dan Senyum kemenangan
Semangka, Kopi Susu dan Rossy
Trio KwekKwek, Rampok dan Kado Amalia
Emisi, Pantai Remen dan Sesuatu
Change, Rossy Hell Yeah
Garuk, Garuk dan Garuk
Ariel Noah, Apel dan Strawberry
Iya, Accept sama Enter itu Sepupu
Answered
Tai Ayam, Bulan dan Yah..Kaca Mata
Dota, Bejo dan Walrus Punch
Bekal dan Papa Dua
Twinroses
Fckin Balsem, Telur Alien dan .....
Encounter
Jones Oh Jones
Codet
Pretty Woman and the Trouble Under Her Butt
Kembang Kuning.....Pfffttt....
Ganteng Maksimal
Main Tusuk
Cerita Romantis?
Nayla
Ayah, Ibu dan Perkedel
Antara Oma, Saya dan Sapu Lidi
Piknik Atm dan Nayla
Dejavu
Kami Lagi Liburan
Love Is
LOST IN SURABAYA
Masih Hujan
Pengamen Sialan, Asongan dan Pak Haji???
Tali Surga Si Widya
Sinetron Gemes
Si Junior Ketangkep Batsah
Fool?
Nama Baru?
Skenario Menyebalkan
Kangen Rumah
Shocking Mini Dress
Something Not Right Sensor
Jhonny and The Gank
Tupainya kepleset pas lagi lompat
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123K
Kutip
480
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
twinroses
#376
Nama Baru?
Quote:
Gak ada yang lebih bisa menenangkan diri selain berbaring sendirian di atas atap, kebiasaan lama yang rasa2nya gak akan pernah bisa saya tinggalkan, apalagi ketika saya berada di tempat baru di mana saya belum banyak mengenal orang di sekitar saya.
Di temani beberapa bungkus rokok, dua botol bir bintang yang saya beli dari toko depan depot, saya menghabiskan waktu senggang setelah bekerja. Merenungi semua hal yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, yap sudah hampir lima bulan sejak terakhir kali saya melihat Widya, setelah kejadian malam itu dia tidak pernah kembali ke depot sekalipun. Dia seketika…. Menghilang
Meninggalkan saya yang galau maksimal, dengan tumpukan pertanyaan yang tidak punya kesempatan untuk terjawab, kenapa dia masih membela Benyong? Kenapa dia menampar saya? Kenapa…. Kenapa dia pergi tanpa memberikan saya sedikitpun penjelasan dengan apa yang terjadi?
Sehari setelah kepergianya saya masih bisa bekerja seperti biasa, saya berfikir mungkin dia cuman ingin menenangkan diri , dua hari, tiga hari dan seterusnya akhirnya saya mulai berfikiran buruk, dia benar2 marah kepada saya? Kenapa dia bisa marah atas sesuatu yang sebenarnya dia harapkan (pisah dari benyong)? Atau mungkin dia di ancam oleh benyong? Mungkin saja…
Jadi gini, saya merasa bahwa Widya ini di ancam oleh benyong, saya yakin. Widya dan Benyong mungkin punya rahasia yang saya tidak tahu. Mungkin saja mereka pernah berhubungan intim kemudian Benyong merekam nya tanpa sepengetahuan Widya, mungkin saja, arrrgghh… memikirkanya saja sudah membuat saya kembali nak darah.
Hanya ada satu cara untuk membuktikanya
Sekitar jam 4 sore saya menunggu Benyong di Pasar Keputran, mengikuti dia belanja sayur di sana, kemudian membuntutinya saat dia pulang. Saat melewati area yang lumayan sepi (emm area HQ marinir kalo gak salah, itu loh sebelah taman yang ada pesawat bekasnya) saya langsung menghadangnya dan kembali menjadikanya samsak hidup
.
“Widya lu ancem apa hah?”
“….”
“Woy jawab!!!”
“…..”
Yah dia pingsan
Saya meminggirkan belanjaanya dan memapah benyong ke dalam taman (bukan buat berduaan seperti yang kalian pikirkan, catet) kemudian menunggunya siuman. Sekitar sepuluh menitan dia sadar
“Widya lu apain?”
“…..”
“woy jawab”
“bukanya gw yang harusnya tanya sama elu?” dia jawabnya lemes banget, mukanya melas, saya mengenal betul expresinya, yap sama seperti saya.
Dia galau
******
Setelah mendapatkan jawaban dari Benyong bukanya makin jelas malah makin ruwet ini masalah, well rupanya malam itu juga menjadi malam terakhir buat Benyong. Jadi apa gerangan yang terjadi? Widya lu di culik alien?
Yah tapi paling tidak saya sudah mendapatkan satu jawaban yang “sedikit” mengobati rasa penasaran, Widya memang sengaja menghilang. Kenapa dia menghindari kami berdua? Entahlah…..
“LAURAAAA?”
“apaan?”
“lu di mana?”
“atap”
Alex naik ke atap sambil membawa setengah cangkir kopi tanpa gula kemudian menaruhnya di samping saya, “Ke Dolly yuk”
“Mampus ajah lu”
Emm kalian tidak salah baca dan saya juga tidak salah ketik, LAURA; LAnang ura wedok uRA (cowok bukan cewek bukan
) memang nama panggilan saya, nama panggilan terkutuk yang di ciptakan oleh Alex.
“Ra”
“hemm,,,, lu bisa gak berhenti panggil gw Laura, risih kuping gw”
“wuakakkaka,, gak bakalan berhenti gw, udah pas banget tuh nama buat elu”
“pas dari hongkong!”
“jadi gini, lu tuh ya, badan lu keker, sixpack jago brantem…”
“trus
”
“tapi kulit lu putih pucet kayak cewek, trus yang paling parah nih hati lu men, hati lu,,,”
“hati gw bijimane???”
“hati lu lembek mamen, lembek ….. cowok kok mewek di kamar mandi
”
“eh bentar… kok lu bisa tau kalo gw mewek di kamar mandi???”
“heh?”
“lu ngintip gw mandi Cuk?”
“heheheh
“
“najis”
“wuakakkaka, salah lu juga ngapain mandi lama buanget , gw yang tiap hari ngantri jadi penasaran sama yang lu lakuin di dalam sana, jadi kemaren gw sama Dimas ngintip lu mandi
” setelah berhenti ngakak guling2 dia lanjut “gw kira lu mencret atau baik disono, yah seperti cowok2 ‘sebenarnya’ lah
, eh taunya lu nangis bombay …. Najis”
“Dimas ikutan?”
“wekekek, mbak as, mbak wiwik, mbak nana sama pak to juga ikut ngintip
”
Saya harus jawab apa lagi? Duh tubuh indah saya jadi tontonan
#ehh…
“Lex, ntar malem gw anter lu ke Dolly”

Sekitar jam delapan malam saya, Eddi dan Alex berangkat ke Dolly… dan kalian sudah tau apa yang terjadi di sana, yap saya bertemu dengan Rossy.
“Eh ciye yang baru tabrakan sama dedek gemes (Rossy)” sambil menyenggol pundak saya, saya lagi asik memandangi sapu tangan kusam dengan bercak darah, milik Rossy
“udeh diem lu, sana lanjut telvon”
“Nang Dolly ki jan koyo surgone Baulan, kwe ngerti ra, mbak yu mbak yu ne kuwi di jejer nang ruang koco koyo aquarium, lha awak ndewe kari nduding2 milih mbake si arep di kenthu, soyo kemaki to” (Di Dolly tuh emang kayak surganya pramuria, lu tau gak, mbak2 nya tuh di jejer di ruangan kaca dan kita2 ini cuman tinggal tunjuk mau ngent*od sama yang mana) nih si Alex critanya lagi sharing pengalaman pertamanya di Dolly ke temenya yang di Solo sana.
“trus sing ngeri maneh, nang kene ki enek kasire, dadi maeng pas mari kelon arepe bayar eh di kongkon bayar nang kasir, keren ra?” (trus yang lebih keren, di sini tuh ada kasirnya, jadui tadi pas habis ngent*od trus mau bayar eh di suruh ke kasir, keren gak?) keren dari mana coba
Dan saya tidak akan menuliskan percakapan mereka lebih lanjut, bahasanya ngeri beud.
******
Widya tidak bersama benyong juga tidak dengan saya, lalu dia kemana?
Memikirkanya benar2 membuat saya terpuruk dan akhirnya mendorong saya untuk membeli sesuatu yang benar2 tabu untuk saya, miras. Dan sejak hari itu selalu ada dua botol bir bintang yang menemani saya melamun di atap.
Melihat keadaan saya yang tak kinjung membaik, Alex dan Dimas ternyata mencari info tentang Widya tanpa sepengetahuan saya. Dan tau gak apa yang mereka dapat? Mereka melihat Widya sedang jalan bergandengan mesra di Mall. Dan tololnya mereka malah memotret kejadian itu dan memberikanya kepada saya. Kenapa saya bilang mereka tolol? Karena setelah melihat foto itu saya langsung berjalan ke pinggiran atap kemudian melompat.
Singkat cerita kepala saya bocor dan kaki kesleo, saya bangun kemudian mnghantam tembok belakang depot, tulang telapak tangan saya patah. Lalu dengan sisa tenaga yang ada saya jalan menuju ke jembatan sebelah timur tempat saya bekerja, lompat ke kali.
“woy lu kalo mau mampus, mampus ajah , gw gak peduli! Tapi liat sekitar donk kalo mau lompat! Ganggu ajah” ucap seseorang yang sedang memakai celana. Bukan2 dia bukan sedang berbuat mesum kok, dia lagi beol pas saya lompat (kalo yang di surabaya pasti sering melihat prosesi ini di pinggiran sungai
Dengan baju basah kuyup saya kembali ke depot, Alex dan Dimas barengan memeluk saya.
“lain kali lompat dari atas tugu pahlawan sana yah” ucap Dimas sambil cengengesan
Besoknya Ibuk memutuskan saya untuk pidah ke cabang, ke Daerah Kertajaya. Jauh dari semua hal tentang Widya, berharap saya bisa cepat move on dari pantat eh .. Widya
Dan di sinilah saya sekarang lima bulan kemudian, masih tetap galau meskipun sudah agak berkurang, tetap gak bisa move on dan tetap di temani oleh dua botol bir bintang yang gak akan saya minum…. Oh dan satu lagi… di temani sapu tangan kusam dengan bekas noda darah yang sudah mengering…
Satu lagi deh … Nayla setiap malam menelvon saya loh
Di temani beberapa bungkus rokok, dua botol bir bintang yang saya beli dari toko depan depot, saya menghabiskan waktu senggang setelah bekerja. Merenungi semua hal yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, yap sudah hampir lima bulan sejak terakhir kali saya melihat Widya, setelah kejadian malam itu dia tidak pernah kembali ke depot sekalipun. Dia seketika…. Menghilang
Meninggalkan saya yang galau maksimal, dengan tumpukan pertanyaan yang tidak punya kesempatan untuk terjawab, kenapa dia masih membela Benyong? Kenapa dia menampar saya? Kenapa…. Kenapa dia pergi tanpa memberikan saya sedikitpun penjelasan dengan apa yang terjadi?
Sehari setelah kepergianya saya masih bisa bekerja seperti biasa, saya berfikir mungkin dia cuman ingin menenangkan diri , dua hari, tiga hari dan seterusnya akhirnya saya mulai berfikiran buruk, dia benar2 marah kepada saya? Kenapa dia bisa marah atas sesuatu yang sebenarnya dia harapkan (pisah dari benyong)? Atau mungkin dia di ancam oleh benyong? Mungkin saja…
Jadi gini, saya merasa bahwa Widya ini di ancam oleh benyong, saya yakin. Widya dan Benyong mungkin punya rahasia yang saya tidak tahu. Mungkin saja mereka pernah berhubungan intim kemudian Benyong merekam nya tanpa sepengetahuan Widya, mungkin saja, arrrgghh… memikirkanya saja sudah membuat saya kembali nak darah.
Hanya ada satu cara untuk membuktikanya
Sekitar jam 4 sore saya menunggu Benyong di Pasar Keputran, mengikuti dia belanja sayur di sana, kemudian membuntutinya saat dia pulang. Saat melewati area yang lumayan sepi (emm area HQ marinir kalo gak salah, itu loh sebelah taman yang ada pesawat bekasnya) saya langsung menghadangnya dan kembali menjadikanya samsak hidup
.
“Widya lu ancem apa hah?”
“….”
“Woy jawab!!!”
“…..”
Yah dia pingsan

Saya meminggirkan belanjaanya dan memapah benyong ke dalam taman (bukan buat berduaan seperti yang kalian pikirkan, catet) kemudian menunggunya siuman. Sekitar sepuluh menitan dia sadar
“Widya lu apain?”
“…..”
“woy jawab”
“bukanya gw yang harusnya tanya sama elu?” dia jawabnya lemes banget, mukanya melas, saya mengenal betul expresinya, yap sama seperti saya.
Dia galau
******
Setelah mendapatkan jawaban dari Benyong bukanya makin jelas malah makin ruwet ini masalah, well rupanya malam itu juga menjadi malam terakhir buat Benyong. Jadi apa gerangan yang terjadi? Widya lu di culik alien?
Yah tapi paling tidak saya sudah mendapatkan satu jawaban yang “sedikit” mengobati rasa penasaran, Widya memang sengaja menghilang. Kenapa dia menghindari kami berdua? Entahlah…..
“LAURAAAA?”
“apaan?”
“lu di mana?”
“atap”
Alex naik ke atap sambil membawa setengah cangkir kopi tanpa gula kemudian menaruhnya di samping saya, “Ke Dolly yuk”
“Mampus ajah lu”
Emm kalian tidak salah baca dan saya juga tidak salah ketik, LAURA; LAnang ura wedok uRA (cowok bukan cewek bukan
) memang nama panggilan saya, nama panggilan terkutuk yang di ciptakan oleh Alex.“Ra”
“hemm,,,, lu bisa gak berhenti panggil gw Laura, risih kuping gw”
“wuakakkaka,, gak bakalan berhenti gw, udah pas banget tuh nama buat elu”
“pas dari hongkong!”
“jadi gini, lu tuh ya, badan lu keker, sixpack jago brantem…”
“trus
”“tapi kulit lu putih pucet kayak cewek, trus yang paling parah nih hati lu men, hati lu,,,”
“hati gw bijimane???”
“hati lu lembek mamen, lembek ….. cowok kok mewek di kamar mandi
”“eh bentar… kok lu bisa tau kalo gw mewek di kamar mandi???”
“heh?”

“lu ngintip gw mandi Cuk?”
“heheheh
““najis”
“wuakakkaka, salah lu juga ngapain mandi lama buanget , gw yang tiap hari ngantri jadi penasaran sama yang lu lakuin di dalam sana, jadi kemaren gw sama Dimas ngintip lu mandi
” setelah berhenti ngakak guling2 dia lanjut “gw kira lu mencret atau baik disono, yah seperti cowok2 ‘sebenarnya’ lah
, eh taunya lu nangis bombay …. Najis”“Dimas ikutan?”
“wekekek, mbak as, mbak wiwik, mbak nana sama pak to juga ikut ngintip
”Saya harus jawab apa lagi? Duh tubuh indah saya jadi tontonan
#ehh…“Lex, ntar malem gw anter lu ke Dolly”

Sekitar jam delapan malam saya, Eddi dan Alex berangkat ke Dolly… dan kalian sudah tau apa yang terjadi di sana, yap saya bertemu dengan Rossy.
“Eh ciye yang baru tabrakan sama dedek gemes (Rossy)” sambil menyenggol pundak saya, saya lagi asik memandangi sapu tangan kusam dengan bercak darah, milik Rossy
“udeh diem lu, sana lanjut telvon”
“Nang Dolly ki jan koyo surgone Baulan, kwe ngerti ra, mbak yu mbak yu ne kuwi di jejer nang ruang koco koyo aquarium, lha awak ndewe kari nduding2 milih mbake si arep di kenthu, soyo kemaki to” (Di Dolly tuh emang kayak surganya pramuria, lu tau gak, mbak2 nya tuh di jejer di ruangan kaca dan kita2 ini cuman tinggal tunjuk mau ngent*od sama yang mana) nih si Alex critanya lagi sharing pengalaman pertamanya di Dolly ke temenya yang di Solo sana.
“trus sing ngeri maneh, nang kene ki enek kasire, dadi maeng pas mari kelon arepe bayar eh di kongkon bayar nang kasir, keren ra?” (trus yang lebih keren, di sini tuh ada kasirnya, jadui tadi pas habis ngent*od trus mau bayar eh di suruh ke kasir, keren gak?) keren dari mana coba

Dan saya tidak akan menuliskan percakapan mereka lebih lanjut, bahasanya ngeri beud.
******
Widya tidak bersama benyong juga tidak dengan saya, lalu dia kemana?
Memikirkanya benar2 membuat saya terpuruk dan akhirnya mendorong saya untuk membeli sesuatu yang benar2 tabu untuk saya, miras. Dan sejak hari itu selalu ada dua botol bir bintang yang menemani saya melamun di atap.
Melihat keadaan saya yang tak kinjung membaik, Alex dan Dimas ternyata mencari info tentang Widya tanpa sepengetahuan saya. Dan tau gak apa yang mereka dapat? Mereka melihat Widya sedang jalan bergandengan mesra di Mall. Dan tololnya mereka malah memotret kejadian itu dan memberikanya kepada saya. Kenapa saya bilang mereka tolol? Karena setelah melihat foto itu saya langsung berjalan ke pinggiran atap kemudian melompat.
Singkat cerita kepala saya bocor dan kaki kesleo, saya bangun kemudian mnghantam tembok belakang depot, tulang telapak tangan saya patah. Lalu dengan sisa tenaga yang ada saya jalan menuju ke jembatan sebelah timur tempat saya bekerja, lompat ke kali.
“woy lu kalo mau mampus, mampus ajah , gw gak peduli! Tapi liat sekitar donk kalo mau lompat! Ganggu ajah” ucap seseorang yang sedang memakai celana. Bukan2 dia bukan sedang berbuat mesum kok, dia lagi beol pas saya lompat (kalo yang di surabaya pasti sering melihat prosesi ini di pinggiran sungai

Dengan baju basah kuyup saya kembali ke depot, Alex dan Dimas barengan memeluk saya.
“lain kali lompat dari atas tugu pahlawan sana yah” ucap Dimas sambil cengengesan
Besoknya Ibuk memutuskan saya untuk pidah ke cabang, ke Daerah Kertajaya. Jauh dari semua hal tentang Widya, berharap saya bisa cepat move on dari pantat eh .. Widya
Dan di sinilah saya sekarang lima bulan kemudian, masih tetap galau meskipun sudah agak berkurang, tetap gak bisa move on dan tetap di temani oleh dua botol bir bintang yang gak akan saya minum…. Oh dan satu lagi… di temani sapu tangan kusam dengan bekas noda darah yang sudah mengering…
Satu lagi deh … Nayla setiap malam menelvon saya loh

Diubah oleh twinroses 03-09-2015 12:59
0
Kutip
Balas