Kaskus

Story

aqiaqiAvatar border
TS
aqiaqi
CINTA NGUMPET - NGUMPET
ASSALAMUALAIKUM WR. WB


Sebagai anak baru, ijinin ane memperkenalkan diri, ane aqiaqi, ane baru di SF ini awalnya ane maen ke SF ini sebagai SR tapi akhirnya ane memutuskan untuk bergabung dengan SFTH , buat agan - aganwati yang budiman, jangan segan segan memberi kritik, saran dan masukan buat ane, karena ane masih dalam tahap belajar


Spoiler for CHAPTER 1:



Spoiler for index update:


Quote:
Diubah oleh aqiaqi 20-12-2015 23:04
anasabilaAvatar border
elianasidik914Avatar border
elianasidik914 dan anasabila memberi reputasi
0
28.4K
239
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
aqiaqiAvatar border
TS
aqiaqi
#233
Cinta Ngumpet - Ngumpet : Chapter 38 - Bunga di Tnah Tandus
Hanya dalam seminggu, dipisahkan jarak ratusan kilometer, perasaan gue udah engga lagi ditempat yang seharusnya, ia melayang entah kemana. Gue yang sehari hari mikirin Sari terus sekarang berubah menjadi seorang workaholic alias gila kerja, siang malem gue jabanin tuh kerjaan, jangankan suntikan perhatian yang jadi bahan bakar semangat yang sari berikan, seucap kata “hai” pun tak kunjung datang. Handphone yang biasanya jadi sahabat sekarang gue campakkan, tergeletak dimana aja, sesekali bergetar, sesekali kutengok, tak satupun yang membawa kebahagiaan.

Lelah juga rasanya menunggu, gengsi juga rasanya untuk memulai, marah rasanya memahami kenyataan, bidadari yang seminggu terakhir menyebar bubuk kasih sayang dan kehangatan telah terbang ke tempat lain, hati yang semula berbunga kian lama kian tandus. Di tengah kegelapan gue berjalan tanpa cahaya penerang, 2 minggu sudah gue rasakan demikian, gak peduli lagi kesandung kakinya atau kejedot ini jidat, gue tetep berjalan meski gatau arah yang gue tuju.

Terdengar suara seorang insan memanggil dari kegelapan membawa secercah cahaya pelarian, ya.. Halisa datang membawa ramuan penyembuhan yang mungkin gue butuhkan, perlahan dia membangkitkan gue yang terpuruk, gue yang buruk rupa perlahan mulai merawat diri menyambut bunga baru yang tumbuh. Hari demi hari halisa mencoba berkomunikasi, menaruh perhatian yang gue butuhin, tapi yang gue lakuin malah kayak orang linglung yang setiap hari Cuma mikirin Sari, Sari dan Sari… damn.

Halisa sedikit dikit mencairkan suasana, duh, sepertinya gue udah mulai tertarik sama bocah cantik ini. Sebulan sudah gue lewatin dengan canda tawa meski terpisah jarak dengan perempuan yang diawal gue sebut bocah ini. Ternyata dia punya juga sifat dewasa yang bikin hati ini mulai kepincut, tapi point utama yang berhasil nusuk ke hati gue adalah kepolosan dan tingkah manja kekanak – kanakan yang belum pernah gue temui di dalam diri Sari. Halisa perlahan mengukir namanya di hidup gue, dan seperti hati gue gak keberatan dengan itu.

Waktu itu, menjelang hari raya gue dapet kesempatan cuti 10 hari dan gue gak sia siain kesempatan ini buat pulang. Pulang ke rumahlah gue, gue kabarinlah Sari gak lupa juga Halisa. Keajaiban yang gue harap rupanya enggak datang, Cuma halisa aja yang menjadi tempat curahan perasaan ini. Gue coba telepon sari, nomornya gak pernah aktif, padahal gue mau ngajak BukBer (buka bersama) yaudah karena gak ada pilihan lain, akhirnya gue ngajak Halisa, dan doi senengnya setengah mati, walau gue ngajaknya setengah hati,

“Assalamualaikum, dek”,

“Waailaikumsalam, iya kak?” jawab dia,

“malam besok ada acara?” Tanya gue,

“ENGGA KOK ENGGA hehehe, knp?” jawab dia semangat,

“jalan yuk?” bales gue gak sadar,

“hah? Jalan? Gak salah? Ayooook? Ber2 kan? Hihihi” jawabnya semangat, mampus gue salah ngomong, bisa bisa dia salah sangka nih, piker gue waktu itu.

“maksudnya, bukber yuk” jawab gue ngeles,

“ooo, ayo aja, dimana?” jawab dia mendadak dingin,

“kamu tau tempat yang enak gak makanannya?” jawab gue,

“ada sih, gapapa nih aku yang milih tempat? Buat berapa orang?” Tanya dia,

“buat 2 orang aja lah, aku sama kamu aja” jawab gue, lama dia gak bales sms, sampe tiba tiba,

“kalo berdua kita ngegembel aja yuk kak” jawab dia,

“ngegembel? Yakin?” ini cewek oke juga piker gue,

“iya, makanan pinggir jalan banyak yang enak kok, kita jajan sedapetnya hehe” bales dia,

“oke deh, tenang aku yang traktir ini, jadi besok pastiin kamu siap nampung banyak makanan yah” jawab gue,

“ahahaha siap dooong, kakaku lagi baek nih, ada angin apa yah? Hihihi”,

“angin cintaku padamu hahahah (canda)”, jawab gue spontan.

“aiiih beneran juga gapapa kok” jawab dia,

“ahaha kenal belum lama, biarin ngalir aja” jawab gue tambah ngaco,

“aiiih bahasanya suwit suwiiit ahahaha”,

“kenapa? Keberatan?”,

“ya engga dong, malah ngarep ahihihi”, jawab dia, and suddenly deg! Aduh ini jantung gue kenapa ini aduh bahaya, jangan kepincut beneran doong, kenal aja lewat socmed, ketemuan berdua aja baru mau, belom kelakon.
Diubah oleh aqiaqi 31-08-2015 22:50
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.