Kesalahan Berbahasa dalam Bahasa Indonesia yang Sering Kita Lakukan
TS
gilbertagung
Kesalahan Berbahasa dalam Bahasa Indonesia yang Sering Kita Lakukan
Bahasa persatuan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia, adalah bahasa Indonesia. Lebih tepatnya adalah bahasa Indonesia yang baku dan sesuai dengan pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) tahun 1972. Namun dewasa ini, hampir semua orang Indonesia tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan sesuai EYD baik di Jakarta maupun daerah. Di Jakarta, orang cenderung menggunakan bahasa gaul sementara di daerah orang lebih sering menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur bahasa daerah masing-masing. Bahkan kita mungkin akan tertawa dan merasa aneh mendengar orang berbicara dengan bahasa Indonesia yang baku dan sesuai EYD. Beberapa kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia telah menjadi sesuatu yang lazim dan akan dibahas dalam threadsaya yang ke-100 kali ini. Apa sajakah itu?
1. Penggunaan "di"
Kesalahan ini sangat sering terjadi baik di tempat umum, media, maupun internet. Banyak orang melakukan kesalahan dalam menempatkan "di" sebagai kata depan dan sebagai imbuhan. Kata "di" yang seharusnya ditulis sebagai imbuhan malah ditulis sebagai kata depan dan sebaliknya. Berikut contohnya :
Permasalahan itu di selesaikan dengan melakukan musyawarah dikantor kepala desa.
Kalimat di atas mengandung dua kesalahan sekaligus. Pertama, kata "di" pada "di selesaikan" dipisahkan, sementara pada "dikantor" malah digabung. Penulisan yang benar adalah sebagai berikut :
Permasalahan itu diselesaikan dengan melakukan musyawarah di kantor kepala desa.
Agar tak bingung, ini penggunaan "di" yang benar :
Patokan penulisan "di" sebenarnya sederhana saja. Bila "di" diikuti oleh kata kerja, maka gabungkanlah, misalnya "dikerjakan". Akan tetapi, bila diikuti oleh nama tempat, maka pisahkanlah, misalnya "di kantor".
Meskipun tidak sebanyak "di", "ke" juga sering dibalik penggunaannya sebagai kata depan dan imbuhan.
2. Penyebutan Tahun sebelum 2000
Kita cenderung menyebut tahun sebelum 2000 mengikuti cara orang berbahasa Inggris. Misalnya, tahun 1980 disebut "Sembilan Belas Delapan Puluh" ketimbang "Seribu Sembilan Ratus Delapan Puluh". Cara ini terjadi karena pengaruh bahasa Inggris yang menyebut angka tahun per 2 angka ketimbang menyebutnya seperti angka biasa dengan alasan kemudahan. Misalnya tahun 1959 dalam bahasa Inggris adalah Nineteen Fifty Nine. Jika menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka penyebutan angka tahun sama dengan penyebutan angka biasa.
3. Penulisan Nilai Mata Uang
Kalau kita menulis harga 55 ribu rupiah misalnya, kita akan menulis "Rp 55.000", "Rp. 55.000", atau "Rp 55.000-,". Dalam bahasa Indonesia, penulisan harga yang benar mengikuti pola ini : (Lambang mata uang)(angka)". Jadi, tidak ada spasi maupun titik di antara lambang mata uang dan angka. Penulisan harga di atas yang benar adalah "Rp55.000,00". Meski secara baku sen juga harus ditulis, namun jika tidak terlalu formal tidak masalah juga kalau sen tidak ditulis karena sen tidak ada nilainya akibat begitu rendahnya nilai rupiah. Sen hanya harus ditulis pada laporan keuangan perusahaan dan pembukuan bank seperti pada buku tabungan.
4. Penulisan Waktu
Kalau kita disuruh menulis pukul 8 malam, kita pasti akan menulis "20:00". Padahal cara ini salah. Pada penulisan waktu, tanda baca yang digunakan adalah titik bukan titik dua. Jadi, penulisan yang benar adalah "20.00". Kemudian, sebaiknya padankan waktu dengan kata "pukul" bukan "jam" karena jam merujuk pada durasi waktu (60 menit = 3.600 detik).
5. Penggunaan Akhiran yang Tidak Baku
Kita seringkali mengucapkan kata "menetralisir", "mengkoordinir", dan sebagainya. Dalam bahasa Indonesia, tidak ada akhiran "-ir" seperti itu. Yang adalah hanyalah akhiran "-isasi" yang merupakan serapan dari bahasa Inggris. Jadi, penulisan kedua kata di atas yang benar adalah "menetralisasi" dan "mengoordinasikan".
6. Tanda Koma Sebelum "dan"
Jika kita menuliskan minimal 3 hal yang tergolong sama misalnya dalam kalimat ini :
Perundingan tersebut diikuti oleh perwakilan dari Amerika Serikat,Jerman dan Cina.
Kita seringkali langsung memberi spasi sebelum kata "dan", padahal seharusnya kita menuliskan tanda koma terlebih dahulu dan setiap kali memberi tanda baca berilah jeda 1 spasi terlebih dahulu sehingga kalimat di atas seharusnya menjadi seperti ini :
Perundingan tersebut diikuti oleh perwakilan dari Amerika Serikat, Jerman, dan Cina.
Kalimat pertama dapat bermakna bahwa Amerika Serikat diwakilkan oleh 2 orang dalam perundingan tersebut yaitu Jerman dan Cina. Sementara, kalimat kedua bermakna bahwa ada tiga negara yang diwakilkan dalam perundingan tersebut, Amerika Serikat, Jerman, dan Cina.
Hal ini juga berlaku untuk kata "atau" dan "serta".
7. Penulisan Miring Istilah Asing
Jika kita menulis istilah asing, kata itu harus dimiringkan. Misalnya :
Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan atau current account deficit yang cukup besar karena ekspor yang menurun dan impor yang meningkat.
Selain untuk istilah asing, kata-kata yang tidak baku juga sebaiknya dimiringkan.
8. Peluruhan Kata Saat Diberi Imbuhan
Pada kondisi tertentu, kadang huruf pertama sebuah kata harus diluruhkan jika akan diberi imbuhan tertentu. Banyak orang sering melakukan kesalahan dalam melakukan hal ini seperti berikut :
Mensapu
Mensukseskan
Mencontek
Merubah
Penulisan yang benar untuk kata-kata di atas adalah :
Menyapu
Menyukseskan
Menyontek
Mengubah
Kata-kata yang diawali dengan huruf K, T, S, dan P mengalami peluruhan saat diberi imbuhan.
Bila kita akan memadankan imbuhan dengan istilah asing, pisahkan dengan tanda garis(-). Misalnya di-charge dan di-smash
9. Pengunaan Kata yang Mubazir
Kita seringkali menggunakan kata yang sebenarnya tidak perlu dituliskan lagi karena sebelumnya sudah dituliskan kata yang bermakna sama atau mengandung makna dari kata tersebut pula. Contohnya :
Maju ke Depan
Mundur ke Belakang
Bola yang Bundar
Pada Zaman Dahulu Kala
Dengan Mata Kepala Saya Sendiri
Dalam istilah bahasa, penggunaan kata mubazir seperti di atas disebut pleonasme. Pembetulan kata-kata di atas adalah:
Maju
Mundur
Bola
Pada Zaman Dahulu
Dengan Mata Kepala Saya
10. Penggunaan Kata-kata yang Tidak Baku
Kita hampir setiap saat melakukan hal ini. Memakai kata yang tidak baku ketimbang baku dalam menulis. Berikut contoh kata-kata yang tidak baku :
praktek, mie, apotik, ijin, belom, antar negara, antri, Pebruari, Nopember, Jum'at, anda, anti korupsi, analisa, silahkan, masup, resiko, bis
Penulisan yang benar untuk kata-kata di atas berturut-turut adalah :
Praktik, mi, apotek, izin, belum, antarnegara, antre, Februari, November, Jumat, Anda, antikorupsi, analisis, silakan, masuk, risiko, bus
11. Penggunaan Angka Arab dan Angka Romawi dalam Bilangan Ordinal
Ada 2 cara menuliskan bilangan ordinal (urutan) dalam bahasa Indonesia. Angka Arab (0, 1, 2, dan seterusnya) dapat digunakan untuk menuliskan jumlah maupun urutan. Namun angka Romawi (I, V, X, L, dan seterusnya) hanya dapat digunakan untuk menuliskan urutan. Jadi, penggunaan yang benar untuk dua jenis angka di atas adalah sebagai berikut :
Jerman berada di peringkat ke-1 pada tabel peringkat FIFA saat ini.
Tahun 2014 termasuk dalam abad XXI.
Penduduk Indonesia pada tahun 2014 telah melampaui 250 juta jiwa.
12. Penulisan Kalimat yang Tidak Lengkap
Terkadang kita tidak menuliskan sebuah kalimat secara lengkap sehingga kalimat tersebut menjadi terdengar tidak masuk akal. Contohnya seperti pada ilustrasi di atas tertulis kalimat "JELANG KENAIKAN BBM". Kalimat ini menjadi terdengar tidak masuk akal karena bukan BBM yang dinaikkan, tetapi harga jualnya. Kemudian sebagai tambahan, kata "jelang" sebaiknya ditambahkan imbuhan "men-". Kalimat tersebut seharusnya menjadi "MENJELANG KENAIKAN HARGA BBM". Namun karena kita sudah terbiasa dengan kesalahan ini, kita tidak lagi merasa ada yang janggal saat mendengar atau melihatnya.
Demikian thread ane kali ini. Berbahasa Indonesia yang baik dan benar memang tidak mudah tetapi bila ada keinginan pasti ada jalan. Tetaplah menjunjung tinggi bahasa persatuan kita. Terima kasih telah membaca dan semoga hari Anda menyenangkan.
jangankan hal2 yg kek gitu gan, bahasa indonesia sekarang aja udah dirusak ama anak2 4l4y _______
Quote:
Original Posted By nguraaah►Nomor 9 sering aku lakukan gan. Soalnya aku nulis di blog dengan konten komedi. Jadi kata-kata mubazir emang diperlukan kalo mau nulis soal komedi.
Nomor 1 sering dilakukan banyak orang, gan. Entah apa yang mereka pikirkan. -_- Mungkin thread agan bisa menyadarkan mereka semua.
Quote:
Original Posted By imran5►wahhhh mantafff gan analisisnya
Quote:
Original Posted By dana02►jir waktu nulis waktu salah ternyata ane selama inii
thx gan dah di ingetin
Quote:
Original Posted By sasanx►Kalo kesalahan2 dlm brbahasa emg udh membudaya, gan..
kbnykn krn mrk itu kepengaruh ama bahasa daerahnya, ditambah lg asal main kotak-katik kata2 dr bhs asing atau yang ia anggap tdk pas..
Quote:
Original Posted By ikhtiar19►ternyata ane salah selama ini
ane bantu rate ye gan
Quote:
Original Posted By exosphere►"in" masih banyak yang lupa atau tidak tahu bahwa sebenarnya tidak tepat dan tidak ada akhiran tersebut dalam Bahasa indonesia, contoh : "maafin"
Quote:
Original Posted By shion7►wah ane sering salah gan
Quote:
Original Posted By kotaro.oshio►Beberapa ane udah tau, tapi lebih banyak yang salah
Quote:
Original Posted By ryn11►Penulisan yg nilai uang baru tau ane klo tanpa spas, makasih gan
Original Posted By linggglinggg►hmmmm
mulai saata ini ane benahin deh
Quote:
Original Posted By to2whaat►kata "pertama kali" seharusnya "kali pertama"
banyak yang sering salah pakai kata diatas
Quote:
Original Posted By donatdoni►ane jadi lebih paham gan tentang yang nomer 1
makasibanyak om sharenyaa
Quote:
Original Posted By the1stbmc►wah gitu ya gan berarti selama ini ane salah baca bhs indo yg bener ,thank infonya gan
Quote:
Original Posted By nonnina12►nais gan
ogut ninggal jejak
Quote:
Original Posted By airi321►Bahasa Indonesia yang baku riweuh ya gan. Ane kalo ngerjain soal bahasa indonesia yang disuruh perbaikin tanda baca ama EYD mah suka lieur
Quote:
Original Posted By samsulfikri►ane brasa ikut pelajaran bahasa indo gan....
Quote:
Original Posted By talasken►kalo dipikir-pikir susah juga pelajaraan bahasa Indonesia pas sekolah dulu
Quote:
Original Posted By phelomason►penulisan kalimat tu gan paling sering dan psling gampang ditemuin
Quote:
Original Posted By matsui.jurina.►sbagian besar gua dah tau
btw tambahin gan.
kata "Merubah" yang bener "Mengubah"
masih banyak kaskuser yang salah kalo gua perhatiin bikin tret ato ngepost
Quote:
Original Posted By dragonsan►jadi inget guru ane dulu Gan..
Quote:
Original Posted By brokoshot►makasih sedekahnye gan
untuk pembacaan angka di belakang koma,
27,79 dibaca :
"dua tujuh koma tujuh sembilan" --> SALAH
"dua puluh tujuh koma tujuh puluh sembilan" --> SALAH
"dua puluh tujuh koma tujuh sembilan" --> BENAR
kemudian untuk pembacaan angka "0" disebutnya adalah "nol" bukan "kosong"
Quote:
Original Posted By yaasssin►Kata guru SMA ane dulu, huruf yg awalanya melebur adalah yg huruf pertamanya K-T-S-P, kaya sapu jadi menyapu
Quote:
Original Posted By Hubaibz►Gan ane nemu contoh Apple salah dalam berbahasa indonesia yang baik dan benar gan, nih liat aja foto di spoiler berikut:
Spoiler for 1. iPhone dengan tampilan iOS lama:
Bisa diliat yang ane kotak merahkan, kalo di situ tertulis "00:34" padahal seperti yang telah kita tau, penulisan waktu yang bener tuh "00.34"
Spoiler for 2. iPhone dengan tampilan iOS terbaru:
Namun sepertinya Apple berbenah dengan menambah wawasan berbahasa indonesia yang baik dan benar, terbukti pada iOS terbarunya, doi udah gak salah tulis (yang sebenarnya gak salah ngetik) Di situ juga kita bisa liat, penulisan nilai mata uang yang TS jabarin ternyata bener, apple pun menggunakan penulisan seperti yang TS jabarin (tidak ada tanda titik dan spasi setelah huruf Rp, dan juga memakai tanda koma untuk sen).
FYI ane bukan mau promosiin atau menjelekkan apple dengan produknya
Quote:
Original Posted By farlyx►Ada lagi gan, untuk angka 0 sebagian besar orang Indonesia pasti mengucapkannya dengan kata "kosong", bukan nol.
Secara filosofi, kosong berarti tidak ada isinya.
Quote:
Original Posted By Misael524288►KBBI sekarang sudah diperbarui, jadi ada bahasa percakapannya.
Tetapi ini tidak boleh digunakan di keadaan baku.
Quote:
Original Posted By denniaplle►bagus nih trit biar orng indo sadar akan bahasanya sendiri dan agar tidak trlalu giat membelajari bahasa inggris,jepang dll . kan banyak tuh skrng yang sok sok-an ngmng bahasa asing tp bahasanya sndiri blm paham sepenuhnya
. btw buat agan nice share
Quote:
Original Posted By Juuliandika►trit ini benar sekali. ane lihat di forum2 luar negeri mereka menulis dengan tata bahasa yang cukup baik. berbeda dengan forum di indonesia. rata2 di forum2 internet di indonesia mereka bodo amat sama tata bahasa. termasuk ane juga kadang2
Quote:
Original Posted By mistpagi►Informasi yang bagus,untuk kalangan akademisi harusnya benar2 bisa mempraktikkan Bahasa Indonesia baku,media yang memiliki pengaruh besar dalam (mungkin) mencerdaskan bangsa adalah wajib hukumnya merekrut lulusan ahli Bahasa Indonesia
Quote:
Original Posted By ninoarnod►buat nomer 6 semoga gambar ini bisa membantu gans..
Quote:
Original Posted By actrosslt►Kendalanya klo ada istilah asing yg dialihaksarakan tulisannya ke bhs Indonesia jd keliatan aneh tulisan tsb. Ditambah kata'' tsb blum dibakukan oleh Pusat Bahasa.
Quote:
Original Posted By criticalizm►akhiran ir dibuat karena kesulitan bangsa indonesia menyebutkan kata2 yg sulit dikarenakan itu sangatlah sulit diucapkan oleh lidah mulut saya sendiri
di atas adalah salah satu kalimat yg bertele-tele
Quote:
Original Posted By sigitsluna01►klo menurut ane menggunakan bahasa baku ga aneh lah gan, didengarnya malah terkesan indah.
kyak drama" korea di rcti itu kan didubbing kebahasa indonesia, pakeknya b. indonesia baku, menurut ane terdengan keren,
dari pada senetron" lokal pake b. indonesia ga betul, ada yg pake bahasa gaul, alay, logat betawi, sunda, jawa, batak, terdengarnya malah norak gan, ngga keren.
coba tontonan"nya pake bahasa baku, pasti masyarakat cepat atau lambat jg akan mengikuti bahasa seperti tontonan yg ia tonton.
klo yg sekarang ini malah tontonannya mengikuti bahasa yg lg ngetren, padahal bahasa tersebut nyleneh.
tontonan jaman sekarang tdk bisa dijadikan tuntunan gan. nyleneh semua.
Quote:
Original Posted By rzky10►Untuk yang no. 9 ane masih ngelakuinnya, gan..
Soalnya bisa jadi bumbu untuk bikin cerita hehe..
Tapi utk kesalahan yg lain ane selalu hindarkan karena kerjaan ane juga nulis gan
Quote:
Original Posted By tbiosbroosther►Penulisan koma sebelum "DAN"
Waktu ane bikin makalah, ane udah bener gan penulisannya. Tapi diprotes ama tukang warnet. "dan" itu kata sambung penggati "," (koma), kalo udah ada kata "dan" jangan dikasih "," (koma). Dengan wajah dan nada bicara yang meyakinkan, anepun mengikutin sarannya gan (ya bisa dibilang lebih mengacu ke "nyolot").
Eh taunya salah..
Quote:
Original Posted By Zheett►ane aja kuliah ambil bahasa Indonesia, kata orang "ngapain ambil jurusan bahasa Indonesia? mending bahasa asing sekalian" gak tau aja semakin diperdalam bahasa Indonesia itu bikin semakin pusing.
dan buktinya masih banyak yg belum khatam bener bahasa Indonesia walaupun dia orang Indonesia asli.
Quote:
Original Posted By eghigou►Jadi inget kata Hitler “1000 kesalahan = 1 kebenaran”
Jd kalo kesalahan tersebut dilakukan berulang-ulang, lama2 menjadi rutinitas dan dinilai sebagai sesuatu yg benar
Quote:
Original Posted By iqbalkharis►untuk penulisan tahun dibawah tahun 2000, memang selain bahasa indonesia, bahasa lainpun menggunakan pola tidak baku gan, bahasa jerman juga menyebut tahun 1959 dengan dua cara, yg pertama disebutkan sesuai tata bahasa "eintausendneunhundertneunundfunfzig" (seribu sembilan ratus lima puluh sembilan) dan yg kedua dengan bahasa tidak baku "neunzehnhundertneunundfunfzig" (sembilan belas ratus lima puluh sembilan)
*dalam bahasa jerman penulisan angka tanpa spasi
CMIIW
Quote:
Original Posted By adhityogi►ada lagi gan sering orang2 (paling sering media) memakai kata hubung "yang mana" atau "di mana" .
Contoh: El Real memetik kemenangan meyakinkan dengan skor 5-1, di mana tiga gol di antaranya dibuat Cristiano Ronaldo. => SALAH
Dalam bahasa Indonesia tidak mengenal kata hubung "yang mana" dan "di mana"
Seperti ini yang benar :
El Real memetik kemenangan meyakinkan dengan skor 5-1, tiga gol di antaranya dibuat Cristiano Ronaldo. => BENAR
Quote:
Original Posted By homeofficial►gan, tolong ditambahkan, kata yang berawalan KTSP itu lebur jika bertemu imbuhan me-. sebagai contoh:
Me + Koordinir = mengoordinir bukan mengkoordinir
Me + Tulis = menulis bukan mentulis
Me + Sapu = menyapu bukan mensapu
Me + Pengaruh = memengaruhi bukan mempengaruhi
dengan syarat, lebih dari satu suku kata, dan setelah konsonan harus huruf vokal.
misal :
Me+Kremasi = mengkremasi bukan mengeremasi
CMIIW
Quote:
Original Posted By 4thIsQuatro►Parahnya sekarang media2 kaya koran dan tv sering pake kata2 yang gak baku gan...
Gak kebayang deh 20th lg mungkin bahasa indonesia udah makin tercemar bahasa alay
Quote:
Original Posted By xscope►tak ada yg separah selain Alayers.. asli pusing gw liat bahasa mreka
Quote:
Original Posted By sarjojo►sepertinya kita sudah melupakan sumpah pemuda 1928 miris...
Quote:
Original Posted By norak.lu►yang nomer 12 itu bukan kesalahan berbahasa gan, itu gaya bahasa jurnalistik yang tujuannya emang buat menarik minat pembaca (kadang agak lebay), contohnya di jurnalisme bahasa inggris agan ga bakalan nemuin to be verb (is, am are, dll) di judul berita
Quote:
Original Posted By vesca09►thread yg sgt bermnfaat.. sy sbg author kecil2an & penikmat karya fiksi, kdng merasa greget jg kl tulisan/bahasa bnyk yg tdk sesuai EYD.. -_-'
Quote:
Original Posted By stanXX►Ada jg nih yg bikin ni trit, nice gan
Orang2 banyak yg ga ngerti, sekolah jurusan editor jg kaga ada (paling Sastra Indonesia ya).
Gw udah hafal luar kepala hampir semua teori EYD, 9 tahun lebih kerja di penerbitan buku, 3 tahun di antaranya udah level manajer editor.
Skrg malah banting setir jadi pengusaha bidang lain
Quote:
Original Posted By subkutan40►Bener gan kata guru BI gw dulu..Sebenernya kalian ke kantor bila mau minta Legalisir itu salah! yg benar Legalisasi..tapi kebanyakan orang memang legalisir
Bahkan Beliau jg pernah cerita ngerjain Muridnya yg udah jadi polisi..karena ada pemeriksaan..
biasanya kan Ada waktu pemeriksaan ada papan tulisanya "Pemeriksaan Polisi" ya kan?
M:Selamat pagi Pak,mohon maaf menggu ada pemeriksaan sebentar..boleh lihat surat2nya?
G:lho lo kenapa ini kok saya di berhentikan?
M:Ada pemeriksaan Pak?
G:Maaf saya tidak tau..
M:Itu ada tulisanya Pak?
G:mana?oh itu..itu tulisanya apa?
M:Pemeriksaan Polisi..
G:Oh...Pemeriksaan Polisi ya?Berarti yg di periksa siapa Polisi kan?!!Lha aku opo Polisi!(Lha saya apa polisi)
langsung sekelas ngakak semua wanjerr...hahaah
jg kangen gw gan..
pejone kalo berkenan
Quote:
Original Posted By Sebi►saya paling gemes orang Indonesia main singkat Indonesia dengan indo. So stupid = bodoh sekali
Quote:
Original Posted By ramdansing►Tred MANTAP!!
gua kalo mau nulis pesan juga suka MIKIR dulu gan.
misalkan "di mana"
"di hatimu"
(dikamar = Salah)
(di kamar = benar)
kalo ane kurang jelas, ane suka pake google sbg bantuannya
Quote:
Original Posted By jokerfather►bukan gak mau pake bahasa Indonesia. saya berbahasa Indonesia walaupun gak baku juga atau banyak slang kalau ada orang yang tidak bisa bahasa daerah (read: Sunda). karena saya juga miris di daerah saya Bandung banyak yang gak mau bicara bahasa Sunda ane liat
Quote:
Original Posted By djanzee►bener banget gan
gak salah memang kita harus belajar bahasa indonesia
orang amrik aja mereka ada kelas english juga
karena dimana2 bahasa jika ditranskripkan menjadi tulisan
banyak sekali aturannya
ane jadi inget temen ane yg umroh kemarin cerita
anak2 arab sana aja juga belajar alqur'an kayak kita
dan mereka takjub sama bacaan qur'an kita
(kan kalo kita ngaji kayak ada nada gitu kan gan ?)
nah mereka pun juga gitu.
Jadi belajar bahasa itu memang sangat penting gan
boleh dipindahin ke pekiwan kalo berkenan
Quote:
Original Posted By estidi►Kalo taun sih biasanya pake yg belas2an itu untuk hal informal, misalnya ngobrol dgn teman, soalnya kepanjangan kan kalo harus nyebut seribu sembilan ratus sembilan... dst.
Dalam nuansa formal sih harus disebutin dgn benar...
Kalo yg nomor 12 sih gak bisa saklek dibilang salah juga sih, karena kalimat2 yg gak lengkap gitu tapi masuk akal dalam konteks, biasanya disebut majas (ane lupa majas yg mana )
Misalnya kalimat 'jelang kenaikan BBM' itu, kalo ditulis/diomongkan tanpa konteks, ya emang gak masuk akal artinya...
Tapi kalo dalam konteks harga BBM, meskipun kalimatnya gak lengkap, orang langsung ngerti...
Seringkali untuk judul berita di koran atau di TV emang suka disingkat2 gitu, karena space yg terbatas, dan supaya orang bisa baca dengan mudah...
Seinget ane dulu pelajaran bhs indonesia jaman SMP pernah dikasih tau batas jumlah kata di judul berita koran, kalo terlalu panjang ntar orang puyeng bacanya
Quote:
Original Posted By alvetamra►Ada yg udh nambahin belum ya...
Kalo ada yg ulang tahun atau hari jadi pasti sering banget nulisnya kayak gini (misal pas peringatan hari jadi negara kita tercinta):
HUT RI ke-70
Nah itu ambigu gan. Itu maksudnya ngerayain hari ulang tahun yg ke-70 atau ngerayain hari jadi buat RI nomor 70 (yg berarti ada lebih 70 RI di dunia ini)? Lah trus RI yg kita tempati ini RI yg ke berapa dong?
Nah yg paling tepat itu "HUT ke-70 RI"
Juga dg penggunaan "Dirgahayu".
Mungkin banyak yg ngira kalo "dirgahayu" itu artinya "selamat ulang tahun" padahal aslinya berarti "panjang umur".
Makanya kalo ada yg nulis "Dirgahayu RI ke-70" ya malah tambah berantakan artinya. Sederhana aja kok penulisannya yg tepat --> Dirgahayu Republik Indonesia
Koreksi kalo ada yg salah ya
Quote:
Original Posted By anita.sutanty►Rapi
umumnya orang terutama di Jakarta menuliskan atau membacanya:
rapih
Quote:
Original Posted By Heocheo►masalah sepele
tapi kalo lagi dalam mata pelajaran bahasa Indonesia
salah dikit = nilai berkurang
ane jadi inget dulu
gak pake titik aja nilainya jadi 0 .
jaman SD dulu.
Quote:
Original Posted By prasetia13►Sampek sekarang masih menulis "Jum'at" bukan "Jumat" .. Sering lupa pakek koma (,) sebelum dan.. Serta masih menyebutkan "Jam" bukan "Pukul" untuk waktu.. Dan masih banyak hal-hal salah tulis dan ucap dari ane
Thanks for share gan
Quote:
Original Posted By bona1707►satu lagi, terimakasih itu kayaknya harus dipisah ya gan menjadi > terima kasih
Quote:
Original Posted By frontalbaby►bahasa menunjukkan bangsa. kalo dalam berbahasa aja masih amburadul, ya wajar kalo aspek kehidupan lain bangsa tersebut amburadul juga.
bolehlah ga ikut aturan baku, asal dalam kondisi yg tepat, misalnya saat ngobrol santai. lah ini mah suka banyak juga yg nulis di makalah atau skripsi bahasanya kayak hati orang galau yg baru diputusin; amburadul, hancur berantakan, remuk, hahaaa..
Quote:
Original Posted By ndasbulous►Kalo nulis harga, dikasih spasi di antara mata uang sama nominal, bahaya Gan..
Contoh: Rp 90.000,00, bisa disisipin angka di tengah2nya, misal jadi Rp190.000,00
Quote:
Original Posted By Lawfer►No. 6 disebut serial comma atau oxford comma. Dlm bhs inggris US/ UK scr sastra tdk ada aturan baku ttg hal ini, meski kl dlm inggris hukum/ perintah militer ada. Bahasa indo setau gw gak menerapkan aturan ttg ini juga.
No. 12 berasal dari kebiasaan koran, terutama koran berbahasa cina (lupa gw mandarin ato apa), yg tdk menuliskan awalan kata kerja. Ini memang diperbolehkan dalam penulisan judul berita. Sayang gw juga lupa nama aturannya.
Quote:
Original Posted By mandjilah►ane kuliah jurusan Ekonomi dan masih ada pelajaran Bahasa Indonesia..soal-soal ujiannya kliatannya mudah, benerin kalimat, SPOK, EYD, cuma gitu-gitu lah bahkan gak ada soal cerita macem soal SMA..tapi menurut ane sih susah,
Quote:
Original Posted By monsterbatu►
ane ikut belajar gan, biar tidak seperti orang yang foto ini gan
Quote:
Original Posted By qoeniep►ane mau nimbrung nomer 3 aja deh
itu selain sesuai EYD juga. untuk menjaga tangan2 jahil dalam merubah angka
bgtu kata dosen akuntansi ane
Quote:
Original Posted By ufoterbang►iya bener banget tuh, ane ngerasa bahasa indonesia ane gak beres tu pas ngerjain skripsi, ada beberapa kata dan kalimat yang tidak sesuai EYD, alhasil skripsi ane di coret2 dosen pembimbing ane gara2 itu ...
saran sih tetep gunain EYD karena itu bakal dipakai di kegiatan2 resmi, dan kita akan kelihatan bodoh kalo gak sesuai EYD di acara2 resmi dam formal ..,
Quote:
Original Posted By moetzeckhovia►itulah gan, di negara kita ini. Salah kaprah udah jadi hal yg lumrah. Dari hal yg kecil aja udah disepelekan apalagi hal yg besar. Nice thread gan buat ane yg nilai bahasa Indonesia ane jelek,ini bisa jadi pengetahuan buat mengajari anak ane yg bentar lagi masuk SD.
Quote:
Original Posted By socialanxiety►yang paling parah sekarang penggunaan kata "kita" yang sepertinya sudah dianggap wajar dipakai sebagai pengganti "kami". Sering banget ane lihat di koran, tv, bahkan kaskus.
kalau tanda baca sih bisa dimaklumi, lah sekelas "di" atau membedakan "kami" dengan "kita" yg paling dasar masa masih bingung juga.
Quote:
Original Posted By mbahlol►Kalo lingkungan ane orangnya sering pake bahasa bukan bahasa indonesia di tempat umum. Trus pas ngomong dengan orang lain logatnya amburadul akhirnya susah komunikasi dan salahin yang denger.
Padahal lidah yang kaku siapa tapi telinga siapa yang disalahkan