Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1150
A Part 42
Jika aku boleh berkata jujur.. Tidak semua orang yang di sekolah ini aku gak kenal, minggu lalu ketika aku pergi ke kantin aku bertemu seseorang. Ya, seseorang yang aku kenal sejak kecil. Namanya Egi Kurniawan. Kak Egi biasa aku memanggilnya. Kak Egi adalah anaknya temen baik ayah. Ayah kak Egi merupakan sahabat ayah semasa kuliah. Dulu pas aku kecil aku suka main ke rumah kak Egi dan aku sering bermain dengannya.

“Ani….?”
“Ini Ani kan?” Begitu kata kak Egi menyapaku di kantin sekolah waktu itu

Aku sempat gak percaya bisa bertemu dengannya lagi, terakhir kali aku ketemu dia pas aku mau ke smp.

“Loh.. loh kamu sejak kapan sekolah disini? Aku baru lihat.” Kata dia.
“Aku baru pindah kok kak.” Jawabku.
“Kamu tinggal dimana sekarang?” Tanya dia.
“Aku tinggal di perumahan XXXXXXX… Ayah aku nikah lagi.”
“Oh… main lagi dong ke rumah kakak..”
“Hehehe.. insyaalloh.”
“Atau kakak main ke rumah kamu.”
“Eh.. jangan.!”
“Loh kenapa?”
“Gak boleh pokoknya.”
“Yaudah..”
“Kakak kelas apa?”
“Oh.. aku kelas XII IPA 3, kenapa emang?”
“Kirain IPA 2.”
“Kenapa emang dengan IPA 2?”
“Kakak aku di IPA 2.”
“Kakak kamu? Emang kamu punya kakak?” Tanya dia keheranan.
“Yup, kak Fe, kakakku.” Jawabku bangga.
“WEW serius?” Dia nampak kaget.
“Felisha si judes itu kakak kamu? Sejak kapan…?”
“Kan ayah aku nikah sama ibunya kak Fe.”
“Hahahaha… dia aselinya judes gak sih ?” Tanya dia.
“Sedikit sih..” Jawabku sambil ketawa kecil.
“Yaudah, kakak ke kelas dulu ya. Sampai ketemu lagi Ani. Bye.”
“Bye.”

***

Pas dijalan ke kantin aku ketemu kak Fe. Dia berjalan sendirian dan terburu-buru.

“Mau kemana kak?”Tanyaku kepada dia. Tapi, dia tidak menjawabnya dan seolah-olah dia tidak memperhatikanku dan mengacuhkanku. Aku rasa dia masih marah sama aku. Aduh, aku harus gimana biar kak Fe gak marah lagi sama aku.

Di kantin aku ketemu temen-temen kak Fe. Aku dipanggil ama mereka.

“Kemarin lo bolos ya ama si Fe?” Tanya kak Dania.
“Enggak kok. Cuman pulang aja.”
“Sama aja dodol!! Hahaha” Kata kak Rani.
“Hahahaha.” Semua ketawa.
“Eh… kak Fe kenapa ya kak?” Tanyaku kepada mereka.
“Iya tuh Ni, gue juga gak tau, tadi disini dia kerjaannya ngelamun terus, kayak mikirin sesuatu.” Kata kak Andrea.

Tadinya aku mau bilang kalau kak Fe marah kepadaku dan aku minta saran kepada mereka, tapi mereka sendiri kayaknya malah sedang kebingungan dengan sikap kak Fe.

“Eh kak, aku mau jajan dulu ya. Dah..” Kataku meninggalkan mereka.

***

Pulang sekolah aku langsung nonton tv seperti biasanya, aku masih mengenakan baju seragam, tasku ku taruh di sofa, aku langsung menekan tombol on di remot.

“Hey.. kak..” Kataku sekali lagi mencoba untuk menyapa kak Fe yang tiba-tiba saja berada di dekatku.
“Eh.. Hey..” Dia menjawabnya. Syukurlah.
“Film apa?” Tanya dia.
“Gak tau nih kak, lupa lagi. Tapi seru kok. Hehehe”
“Oh…”
“Kakak udah gak marah sama aku?” Entah kenapa pertanyaan itu keluar dari mulutku.
“nggggak..Hehehe..”
“Makasih kakkk….”

Dia namapk ramah sekali kali ini. Aku heran. Dia kesambet apa jadi bisa baik dan murah senyum begitu. Aku jadi lega dan makin suka ama kak Fe. Dibalik sisi jahatnya terdapat sisi baik nya juga. Kak Fe memang aneh.

Sore itu pun aku habiskan menonton film bersama kak Fe. Aku pura-pura cari-cari perhatian dengan ngomentari apa yang aku tonton, tapi kak Fe menjawabnya dengan datar-datar saja, tapi itu mending daripada dia diam dan marah kepadaku.

***

Esok harinya sehabis pulang sekolah aku langsung pulang ke rumah. Tadinya mau nonton tv tapi males. Aku pun tiduran di kamar sambil ngelamun.

“Ani.. buka.” Kata kak Fe dari luar.
“Bentar kak.” Aku buru-buru membuka pintu.
“Kata ibu ikut ke rumah Bu Rahma. Ada syukuran katanya.”
“Bu Rahma orang gegerkalong bukan?”
“Nya meureun, lo tau dia?”
“Tau…tau…”
“Yauda cepet ganti baju.”
“Gue ke kamar dulu, nanti duluan aja ke bawah.” Kata dia.
“Baik kak.”

***
Siapa yang gak kenal bu Rahma? Bu Rahma itu istrinya Pak Aji. Bu Rahma itu orangnya baik juga sama kayak ibu. Dulu kalau aku main ke rumahnya, Bu Rahma suka masakin makanan yang enak-enak buat aku. Terus suka ngasih hadiah ke aku juga. Terus Bu Rahma itu adalah ibunya kak Egi.

Sudah lama sekali aku gak ke rumahnya, tapi rumahnya masih tetep saja bagus, masih terawat. Yang beda, cuman warna cat rumahnya aja yang berganti jadi bewarna putih. Awalnya kak Fe enggan masuk, tapi setelah dipaksa ibu, akhirnya dia masuk juga. Pas masuk ke rumah Bu Rahma tampak sudah rame sekali. Kak Fe menunggu di teras depan. Aku belum pernah melihat kak Fe memakai kerudung, baru kali aku melihatnya, walau cuman memaki syal atau diselendang, dia tetap saja cantik.

“Hey.. kak Egi.” Sapaku kepada kak Egi.
“Ani lo kenal dia?” Tanya kak Fe heran.
“Iya kak, ini kak Egi, anaknya bu Rahma. Bu Rahma temen ibu dan ayah juga.”
“Bener kan ketemu lagi?” Kata kak Egi tersenyum kepada kak Fe.
“Ih…”

Kak Fe tiba-tiba pergi meninggalkan aku dan kak Egi. Aduh, kenapa lagi, bisa-bisanya kelakuan kak Fe kumat diacara seperti ini. Apa ada yang salah ya?

“Ani... gimana rasanya punya kakak kayak dia?” Tanya kak Egi. Aku dan kak Egi memperhatikan kak Fe yang sedang berjalan menuju mobil, lalu kak Fe masuk ke dalam mobil.

“Ya gitu deh kak. Hehehe…”
“Oyah.. Ani, aku minta no Felisha dong. Hehehe..”
“No kamu juga sekalian..”

Aku lalu menyebutkan nomor hpku sendiri kepada kak Egi, tapi nomor kak Fe aku gak tau.

“Nomor kak Fe, nanti ya aku tanya ibu dulu. Hehe aku gak tau soalnya.”

Setelah itu aku dan kak Egi masuk ke dalam untuk memulai acaranya.

“Bu.. ibu aku pinjem hp. Hpku pulsanya abis..” Pintaku kepada ibu di sela-sela acara. Ibu sedang mengobrol dengan teman-temannya.
“Ani.. Felisha mana?” Bisik ibu sambil menyerahkan hp nya.
“Mobil Bu.” Bisiku pelan juga.

Selanjutnya aku melihat-lihat isi hp ibu, aku nyari kontak kak Fe. Ibu menamai kontak kak Fe dengan nama “Felishaku” sedangkan pas aku lihat nama kontaku di hp ibu, cuman “Ani.” -_-.

“Eh.. kak ini nomor kak Fe. Kakak jangan bilang-bilang dari aku ya.” Kataku kepada kak Egi setelah acaranya selesai.
“Makasih banyak Ani.. kamu makin cantik deh dan kurusan.”
“Ih apaan sih kak.”

***

Setelah acaranya selesai, aku dan ibu pun segera kembali ke mobil untuk pulang. Di dalam mobil jelas sudah ada kak Fe yang sedang enak tiduran sambil dengerin lagu. Sore jam 5 lebih kita pun pulang ke rumah, tapi kita mampir dulu untuk membeli makan untuk makan malam. Maklum saja baik ibu dan aku lagi males masak. Hehe.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.