- Beranda
- Stories from the Heart
The Unlucky Man
...
TS
Luciole
The Unlucky Man
Misi agan2, ane mau nybang cerita pengalaman hidup ane.
Udah lama sih pengen dibuat cerita, cuman belum bisa ngumpul di otak hahha.
Ini cerita 90% asli dengan sedikit drama agar lebih menarik.
Kisahnya taun 2007-2012
Kalo banyak tanggapan nanti ane update.
Rules :
~nama disini cuman diambil panggilannya aja, jadi bukan nama lengkap, kecuali nama ts.
~boleh nanya2 tentang pribadi ts, tentang karakter lain tapi sebatas cerita, ga boleh oot. Kalo oot di pm aja.
~ silahkan kalau mau kasih kritik dan saran, mau ketawa, mau nangis, bebaaas yang penting jangan berantem
~ ts ga minta cendol atau bata, tapi kalo ada yang ngelempar makasih banyak loooh.
~ ini thread khusus buat reader sfth, nuangin pengalaman ane, dan akan terus di update sampai kelar.
Index
Unluck
Kuncinya
Nanda
Cari kerja
Kerjaan oh kerjaan
Uchi oh uchi
Kerjaan finally
Semalem berdua??!
Kabar darinya
Nanda*
Srigalakah? Pudelkah?
Ketika mereka bertemu
Malam minggu double date??
Hari yang biasa
Dilema
Bakar bakaar bakar hati??
Malam berkawan sunyi
Mati listrik cuuuy
Bingung, cemas, kangen = galau
Ibu dan rumah bude
Jodoh di tangan emak
Groups study
26.04.08
Oh kebahagiaan
Hari yang kunyuk
Secepat ini kah?
Merah itu darah!
Tuan Putri Astrid
A Chef !
Maaf??
Passion
Peka dong!
Kesiapan hati
Home?
Perantara Tuhan
Sesal?Ter-Baru
Side story ~setelah sekian lama~Ter-Baru
Jalan jalan!!Ter-Baru
Still pudel? Or...Ter-Baru
WulandariTer-Baru
My salad days
When I was green in judgement
When lives halt
When we look back
When we smile
When we cry
When we are uncertain
When we are confused
Slowly but surely
Realizing the important things in life
This youthfull season is our...
Salad Days...
Shakespeare's "Anthony and Cleopatra"
Udah lama sih pengen dibuat cerita, cuman belum bisa ngumpul di otak hahha.
Ini cerita 90% asli dengan sedikit drama agar lebih menarik.
Kisahnya taun 2007-2012
Kalo banyak tanggapan nanti ane update.
Quote:
Rules :
~nama disini cuman diambil panggilannya aja, jadi bukan nama lengkap, kecuali nama ts.
~boleh nanya2 tentang pribadi ts, tentang karakter lain tapi sebatas cerita, ga boleh oot. Kalo oot di pm aja.
~ silahkan kalau mau kasih kritik dan saran, mau ketawa, mau nangis, bebaaas yang penting jangan berantem

~ ts ga minta cendol atau bata, tapi kalo ada yang ngelempar makasih banyak loooh.
~ ini thread khusus buat reader sfth, nuangin pengalaman ane, dan akan terus di update sampai kelar.
Quote:
Index
Unluck
Kuncinya
Nanda
Cari kerja
Kerjaan oh kerjaan
Uchi oh uchi
Kerjaan finally
Semalem berdua??!
Kabar darinya
Nanda*
Srigalakah? Pudelkah?
Ketika mereka bertemu
Malam minggu double date??
Hari yang biasa
Dilema
Bakar bakaar bakar hati??
Malam berkawan sunyi
Mati listrik cuuuy
Bingung, cemas, kangen = galau
Ibu dan rumah bude
Jodoh di tangan emak
Groups study
26.04.08
Oh kebahagiaan
Hari yang kunyuk
Secepat ini kah?
Merah itu darah!
Tuan Putri Astrid
A Chef !
Maaf??
Passion
Peka dong!
Kesiapan hati
Home?
Perantara Tuhan
Sesal?Ter-Baru
Side story ~setelah sekian lama~Ter-Baru
Jalan jalan!!Ter-Baru
Still pudel? Or...Ter-Baru
WulandariTer-Baru
Quote:
My salad days
When I was green in judgement
When lives halt
When we look back
When we smile
When we cry
When we are uncertain
When we are confused
Slowly but surely
Realizing the important things in life
This youthfull season is our...
Salad Days...
Shakespeare's "Anthony and Cleopatra"
Polling
0 suara
Lebih cocok mana dewangga menurut agan?
Diubah oleh Luciole 05-09-2015 01:06
anasabila memberi reputasi
1
82.7K
Kutip
664
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Luciole
#429
Spoiler for home?:
Malam ini suasana sepi menusuk relung hati, dingin menerobos masuk dari sela sela kaca jendela yang gw biarkan sedikit terbuka. Gerbong yang gw tumpangi bergoyang perlahan, mengikuti kemana sang masinis membawa. Untuk pertama kali setelah gw kabur, akhirnya gw pulang...
Dinar: lay! Uchi lay!
Gw: kenapa uchi?
Dinar: uchi kecelakaan lay!!
Gw: lah kok bisa?
Dinar: jadi pas dia jalan sama rengga, mobil yang dia tumpangin nabrak dinding pembatas jalan.
Gw: ya ampun, terus gimana keadaan uchi? Dia gak kenapa kenapa?
Dinar: yang gw denger dia sekarang di rumah sakit Azra.
Tak lama gw langsung pergi, meninggalkan kelas, meninggalkan kuliah. Ya, gw khawatir, gw takut uchi kenapa kenapa.
Gw: mbak, kamar pasien suci dimana ya?
Resepsionis: di kamar *** mas
Gw: makasih mbak.
Dari kejauhan gw liat mamah uchi sedang duduk termenung, terlihat sedih raut wajahnya, butiran air mata menetes membasahi lantai.
Gw: bu, gimana keadaan uchi?
Ibu uchi: nak angga, kapan dateng?
Gw: baru saja bu, angga denger uchi kecelakaan?
Ibu uchi: iya nak angga... Uchi sampai sekarang masih belum sadar

Gw: boleh angga masuk ke dalem bu?
Ibu uchi: iya masuk saja nak angga...

Gw yakin, di dalam hati ibu nya uchi, dia teramat khawatir sama anak semata wayang nya. Gw merasa bersalah, gw gak ada saat dia butuh perlindungan. Gw buka perlahan pintu yang menghalangi, terlihat sesosok wanita yang sedang lemah tergulai di atas tempat tidur dengan bermacam alat menempel di tubuhnya. Iya... Uchi kenapa? Kenapa lu bisa sampe kecelakaan? Maafkan gw... Maafin gw chi, kalau dulu gw gak tempramen dan melepas lu sama si kunyuk... Lu pasti gak akan begini... Mafin gw chi. Air mata gw tak terasa perlahan mulai menetes. Gw genggam erat tangan mungilnya, gw usap pelan rambutnya yang terbungkus perban.
Ibu uchi: uchi mengalami gegar otak ringan nak angga...
Gw: maafin angga bu. angga gak bisa menjaga uchi...
Ibu uchi: bukan salah nak angga, pacar nya uchi yang waktu mengemudi tidak fokus..
Gw: sekarang dia kemana bu?
Ibu uchi: ibu kurang tau nak, ibu hanya di beri tahu pihak informasi kalau anak ibu kecelakaan dan dirawat disini.
Tiba tiba mengalir kembali air mata yang tadi sudah mulai berhenti dari matanya.
Ibu uchi: ibu bingung nak angga
biaya disini mahal sekali, ibu gak sanggup membayarnya
ibu rasa uchi akan ibu pindahkan ke rumah sakit dengan biaya yang mebih murah...Gw: loh? Jangan bu, uchi harus dirawat penuh.
Ibu uchi: tapi biaya dari mana nak angga? Penghasilan ibu gak cukup.
Gw: om kemana bu?
Ibu uchi: papah nya gak bisa dihubungi, mungkin dia gak tau anak nya kecelakaan

Gw:... Angga akan bantu bu. ibu tenang aja, yangenting sekarang uchi harus mendapat penanganan medis, untuk biayanya ibu gak usah mikirin.
Gw berlalu pergi meninggalkan ruangan yang berbau khas rumah sakit. Gampang gw bilang gitu, tapi gw punya uang darimana? Setelah gw tanya bagian administrasi, biaya yang dibutuhkan gak sedikit. Gw bisa dapet uang darimana?? Gaji gw gak akan nutupin biaya itu. Setelah lama gw berpikir keras, cuman ada satu jalan di otak gw, bapak. Iya, gw akan coba menghubungi bapak, walaupun mungkin beliau gak akan setuju dengan tindakan gw, tapi ini satu satu nya jalan.
Dengan berbekal uang seadanya, malam itu segera gw beli tiket pulang ke kampung halaman, yang setelah hampir setaun gw tingalkan.
Mentari telah bersinar cukup tinggi ketika gw sampai di stasiun pasarturi, segera gw pulang ke arah rumah.
Hati mulai berdegup kencang ketika gw sampai di sebuah gerbang yang cukup besar. Gw pencet bel dan menunggu pintu dibuka.
Ibu: ya sebentar. . . Loh le? Kok kamu bisa disini? Kapan sampai?
Gw: baru aja angga sampe bu. gimana kabar ibu?
Tak lupa gw cium tangan tanda anak yang berbakti, apanya berbakti orang kabur hahaha.
Ibu: ibu baik le, ayuk masuk, bapak ada di ruang tv.
Gw: iya bu.
Perlahan gw memasuki ruangan yang sangat menempel di otak gw, seluk beluk nya tak ada yang berubah, dinding yang sewaktu gw kecil telah tergores tinta merah dari pelipis gw pun masih berdiri kokoh disana. Gw lihat sosok yang sangat gw segani dalam hidup, beliau sedang asik menonton berita di tv.
Gw: assalamualaikum pak.
Bapak:...
Gw ambil tangannya, gw cium dan gw pun sungkem di kedua kakinya, memohon ampunan atas dosa dosa gw kepada beliau selama ini. Tak terasa air mata gw menetes, gw inget dulu betapa keras kepalanya gw, betapa sombong nya gw, dan betapa gw menganggap enteng hidup ini.
Gw: maafin angga pak, angga udah banyak salah sama bapak.

Bapak: sudah le? Kamu sudah puas mencari arti dari hidup?
Gw: angga masih belum menemukan pak, tapi angga sadar satu hal, hidup ini gak segampang yang angga kira.
Tiba tiba bapak merangkul gw, rangkulan hangat seorang bapak kepada anaknya. Larut gw dalam pelukan, pelukan yang sangat gw rindukan, setelah sekian lama gw hidup sendirian akhirnya hari ini gw pulang ke pangkuan mereka.
Bapak: kamu hebat nak, bapak salah menilai kamu, kamu bisa berjuang untuk apa yang kamu impikan.
Gw: iya pak, walaupun jalan yang angga tempuh sangatlah sulit, tapi angga akan terus berusaha, maafin angga pak.
Bapak: bapak sudah memaafkan kamu nak, bapak juga salah waktu itu bapak terbawa emosi.
Setelah lama kami berpelukan, bapak melepaskannya, gw liat mata beliau berlinang airmata. Terenyuh gw sama keadaan ini, gw gak bisa berkata apa apa lagi, gw bangga memiliki bapak seperti dia.
Bapak: kamu berapa lama disini nak? Gimana kuliah kamu disana? Bapak dengar dari ibu katanya tempat kos kamu gak layak yah?
Gw: angga mungkin gak lama disini pak, kuliah angga lancar alhamdulillah, hehe begitu juga hasil dari kerja keras angga pak.
Bangga gw dengan apa yang telah gw hasilkan. Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya gw beranikan diri buat membicarakan maksud gw datang kesini.
Gw: pak, angga boleh minta sesuatu? Mungkin ini permintaan berat, tapi angga mohon sama bapak, angga akan melakukan apa saja asal bapak mengabulkannya.
Bapak: apa itu le?
Gw: jadi gini pak, angga disana punya temen, dan temen angga itu kecelakaan, dia sekarang lagi di rawat dan butuh dana yang menurut angga, angga gak sanggup kalau hanya dengan gaji angga aja.
Bapak: loh orang tua dia kemana le?
Gw pun menceritakan awal mula kejadian gw bertemu uchi sampai dia bisa kecelakaan, bapak hanya manggut manggut sambil memperhatikan. Gw ceritakan gimana keadaan keluarga dia, segala tentang dia.
Gw: tolongin angga kali ini aja pak, angga mohon.
Bapak: .... Gak bisa nak...
0
Kutip
Balas