- Beranda
- Stories from the Heart
Kisah Tak Sempurna
...
TS
aldiansyahdzs
Kisah Tak Sempurna
Quote:

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.
Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.
Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.
NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
Diubah oleh aldiansyahdzs 17-06-2019 18:30
JabLai cOY dan 31 lainnya memberi reputasi
32
132.3K
879
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
aldiansyahdzs
#67
Sebuah Kenyataan – Part 3
Aku mengganggukan kepalaku.
“Harus aku ceritain dari mana dulu ya . Sorry sebelumnya ya, aku gatau kamu ngeuh atau engga aku ngejauhin kamu. Hmmmmmm, Duh gaenak nyeritainnya ini.” Wajahnya terlihat seperti orang bersalah.
“Ceritain aja deh Ci jangan bikin makin penasaran.” Ujarku dengan wajah skeptis.
“Maaf, aku tau kamu punya perasaan lebih. Aku ngerasain kok saat kita dulu deket. Saat kita dulu sering bareng ngerjain tugas. Terus tiap hari minggu kita lari atau sepedaan bareng. Makasih ya segala perhatian kamu dulu ke aku tapi aku gapernah tau kenapa aku ga peka sama kamu yang selalu bela – belain ini itu buat aku. Maaf aku ngejauhin kamu dan maaf tiap kamu minta aku buat ngejelasin aku aku gapernah ngasih penjelasan.” Ujarnya sambil menghela nafas
“Kamu ingin tau kan kenapa aku ngejauhin kamu. Aku ingin jujur sama kamu. Aku ngejauhin kamu karena aku udah jadi pacar Ridwan.” Ia menutup wajah dengan kedua tangannya.
Bak tersambar petir di siang hari. Pandanganku terasa kosong, aku tak pernah menyangka teman seperjuanganku sendiri adalah kekasih Fani. Padahal dulu saat aku dan Fani dekat, Ridwan selalu mendukung agar aku menembak dia. Badanku lemas.
“Dah berapa lama pacaran?” Tanyaku.
“4 bulan jalan.” Jawabnya.
Kami hening dalam keramaian. Fani lebih sering menundukan kepalanya, raut wajahnya memberikan isyarat jika ia merasa bersalah. Dan aku, aku masih tak percaya semua ini terjadi. Aku mencoba menenangkan diri dengan meminum air yang ku bawa dari rumah.
“Angga? Are you okay?” Tanyanya.
I’m not okay Rifanina. I’m really not okay, ujarku dalam hati.
“Gapapa, langgeng ya sama Ridwan. Kalo kamu mau curhat apapun jangan sungkan sungkan ya Ci. Sorry aku gabisa lama – lama, aku pulang duluan ya Ci.” Ujarku dengan memberikan senyuman.
“Loh mau kemana? “ Tanyanya keheranan.
“Ada acara. Bye.” Aku pergi meninggalkan Cici dengan perasaan yang tak karuan. Hatiku tak menentu. Entah apa yang aku harus lakukan, aku harus sedih atau senang? Disisi lain aku senang, sahabatku kini telah melepas masa jomblonya setelah di cap dengan predikat “Gagal Move On Akut”. Di sisi lain pula aku sedih. Manusia mana yang tidak akan sedih jika seseorang yang menjadi mimpinya kini menjadi kekasih sahabatku sendiri.
Aku mencoba menerima semua kenyataan ini. Mengikhlaskan apa yang bukan menjadi hak bagiku mungkin akan lebih baik dari pada harus memaksakan kehendak yang bukan menjadi hak yang diberi Tuhan untukku. Aku bukannya tak ingin memperjuangkanmu Fani. Bagiku perasaan ini cukup sampai disini. Terimakasih Rifanina, aku menghargai kejujuranmu.
Tegarlah Angga. Allah selalu memberikan rencana terbaik, ujarku sendiri dalam hati.
High Hopes by Kodaline.
Senandung yang Steve Garringan nyanyikan mengisi lamunaku ditengah keramaian. Lagu ini mempunyai lirik yang mudah dimengerti selain itu arransement musiknyapun terdengar easy listening. Mendayu – dayu namun suara khas Steve Garringan membuat lagu ini terdengar tidak cengeng.
Aku menghela nafas panjang, memejamkan mata. Aku masih tidak percaya Ridwan adalah kekasih Rifanina. Bagaimana semua ini bisa terjadi? Apa Ridwan lupa tentang apa yang tentang siapa yang sering ku ceritakan? Entahlah.
Aku mengganggukan kepalaku.
“Harus aku ceritain dari mana dulu ya . Sorry sebelumnya ya, aku gatau kamu ngeuh atau engga aku ngejauhin kamu. Hmmmmmm, Duh gaenak nyeritainnya ini.” Wajahnya terlihat seperti orang bersalah.
“Ceritain aja deh Ci jangan bikin makin penasaran.” Ujarku dengan wajah skeptis.
“Maaf, aku tau kamu punya perasaan lebih. Aku ngerasain kok saat kita dulu deket. Saat kita dulu sering bareng ngerjain tugas. Terus tiap hari minggu kita lari atau sepedaan bareng. Makasih ya segala perhatian kamu dulu ke aku tapi aku gapernah tau kenapa aku ga peka sama kamu yang selalu bela – belain ini itu buat aku. Maaf aku ngejauhin kamu dan maaf tiap kamu minta aku buat ngejelasin aku aku gapernah ngasih penjelasan.” Ujarnya sambil menghela nafas
“Kamu ingin tau kan kenapa aku ngejauhin kamu. Aku ingin jujur sama kamu. Aku ngejauhin kamu karena aku udah jadi pacar Ridwan.” Ia menutup wajah dengan kedua tangannya.
Bak tersambar petir di siang hari. Pandanganku terasa kosong, aku tak pernah menyangka teman seperjuanganku sendiri adalah kekasih Fani. Padahal dulu saat aku dan Fani dekat, Ridwan selalu mendukung agar aku menembak dia. Badanku lemas.
“Dah berapa lama pacaran?” Tanyaku.
“4 bulan jalan.” Jawabnya.
Kami hening dalam keramaian. Fani lebih sering menundukan kepalanya, raut wajahnya memberikan isyarat jika ia merasa bersalah. Dan aku, aku masih tak percaya semua ini terjadi. Aku mencoba menenangkan diri dengan meminum air yang ku bawa dari rumah.
“Angga? Are you okay?” Tanyanya.
I’m not okay Rifanina. I’m really not okay, ujarku dalam hati.
“Gapapa, langgeng ya sama Ridwan. Kalo kamu mau curhat apapun jangan sungkan sungkan ya Ci. Sorry aku gabisa lama – lama, aku pulang duluan ya Ci.” Ujarku dengan memberikan senyuman.
“Loh mau kemana? “ Tanyanya keheranan.
“Ada acara. Bye.” Aku pergi meninggalkan Cici dengan perasaan yang tak karuan. Hatiku tak menentu. Entah apa yang aku harus lakukan, aku harus sedih atau senang? Disisi lain aku senang, sahabatku kini telah melepas masa jomblonya setelah di cap dengan predikat “Gagal Move On Akut”. Di sisi lain pula aku sedih. Manusia mana yang tidak akan sedih jika seseorang yang menjadi mimpinya kini menjadi kekasih sahabatku sendiri.
Aku mencoba menerima semua kenyataan ini. Mengikhlaskan apa yang bukan menjadi hak bagiku mungkin akan lebih baik dari pada harus memaksakan kehendak yang bukan menjadi hak yang diberi Tuhan untukku. Aku bukannya tak ingin memperjuangkanmu Fani. Bagiku perasaan ini cukup sampai disini. Terimakasih Rifanina, aku menghargai kejujuranmu.
Tegarlah Angga. Allah selalu memberikan rencana terbaik, ujarku sendiri dalam hati.
High Hopes by Kodaline.
Quote:
Senandung yang Steve Garringan nyanyikan mengisi lamunaku ditengah keramaian. Lagu ini mempunyai lirik yang mudah dimengerti selain itu arransement musiknyapun terdengar easy listening. Mendayu – dayu namun suara khas Steve Garringan membuat lagu ini terdengar tidak cengeng.
Aku menghela nafas panjang, memejamkan mata. Aku masih tidak percaya Ridwan adalah kekasih Rifanina. Bagaimana semua ini bisa terjadi? Apa Ridwan lupa tentang apa yang tentang siapa yang sering ku ceritakan? Entahlah.
JabLai cOY dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Tutup