- Beranda
- Stories from the Heart
Aku pergi sebentar, boleh?
...
TS
201192
Aku pergi sebentar, boleh?

Quote:
INDEX:
SATU : Ve !!!
DUA : Kak Tama
TIGA : Diam
EMPAT : Coklat
LIMA : Break Up Lexa !
ENAM : Boleh Aku Bertanya Sesuatu?
TUJUH : Tadaima
DELAPAN : Gadis Coklat
SEMBILAN : Api Cemburu
SEPULUH : Bad Day
SEBELAS : Terbongkar !!!
DUA BELAS : Revenge
TIGA BELAS : Flashback
EMPAT BELAS : Nyaman
LIMA BELAS : PUTUS
ENAM BELAS : Perkenalan
TUJUH BELAS : Akhirnya
DELAPAN BELAS : Jarak
SEMBILAN BELAS : Mayumi Baskara
DUA PULUH : Suci atau Shinta ?
DUA PULUH SATU : It's Final Choise
DUA PULUH DUA : Itu Nyata
DUA PULUH TIGA : Kecerobohan Mayu
DUA PULUH EMPAT : Terlalu berharap
Quote:
Polling
0 suara
LANJUT ??
Diubah oleh 201192 25-10-2017 22:54
anasabila memberi reputasi
1
89.6K
500
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
201192
#93
DELAPAN : Gadis Coklat
BRUUUMMM....
Wanita setengah baya itu keluar menuju arah pintu mendengar suara motor Ryu yang datang.
"Selamat datang Ryu-kun" sambut wanita yang biasa Ryu panggil sebagai Oba-san itu sambil membungkukkan badannya ke depan.
Oba-san memang sudah lama ikut menjadi asisten rumah tangga keluarga Ryu.
"Ryu-kun, hari ini...."
"Sebentar Oba-san, aku hendak mengompres kakiku dulu, mungkin aku akan telat makan siang" potong Ryu seembari meringis dan bergerak menuju kamarnya.
"Ini gila" Ryu tersenyum mengingat kejadian tadi di kantin sekolah.
"Bagaimana gue bisa melakukan hal bodoh tersebut", sambil mengompres kakinya yang diinjak Venus ia meneruskan lamunannya.
***
"Ve.......Ve.....VENUS!" teriak mama di balik pintu kamar Venus.
"Eh iya maaa, Venus nanti nyusul makan siang"
......
"Apa ini? belum lama ini aku merasakan kehangatan sikap Kak Tama, tapi kenapa setiap aku berada di dekat si jahil itu justru aku merasa tersengat listrik" Venus duduk termenung di meja rias sambil merasakan getaran aneh di seluruh tubuhnya ketika ia membayangkan kejadian bersama Ryu.
***
"Oba-san, kenapa ada susu coklat dingin di menu makan siang kita hari ini?"
Ryu menatap aneh segelas susu coklat dingin di hadapannya, karena ia tau setiap kali makan oba-san pasti menyiapkan peppermint tea untuknya. Aneh rasanya, apalagi Ryu terbiasa hanya meminum susu di pagi hari sebelum berangkat sekolah, itupun jika sempat, jika ia tidak terlambat bangun untuk pergi sekolah, biasanya sarapannya hanya dilihat dan berlari ke pintu depan yang dilanjutkan memacu motornya kencang ke sekolah.
"Tunggu, wangi parfum coklat ini.........."
Sebuah pelukan hangat dari belakang tempat Ryu duduk menjelaskan kenapa ada segelas susu coklat untuk makan siang kali ini.
"Aku pulang adik kecilku" sambil melepas pelukannya, Mayu duduk bersama untuk menyantap makan siangnya.
"Kak Mayu kenapa ga bilang kalo mau ke Indonesia?kan bisa dijemput di Bandara" sambil menghabiskan makan siangnya Ryu melihat gadis berambut perak yang kini duduk di hadapannya ini.
"Mobil?"
"Motorlah kak, pake mobil ribet, belum nanti kalo kena macet"
Mayu beranjak dari tempat duduknya dan seraya mendekati Ryu.
PLETAKKK
Sebuah sentilan mendarat tepat di kening Ryu
"Itu sebabnya Kakak milih ga kamu jemput, kakak masih muda, ga mau resiko kena penyakit jantung kamu boncengin". Lalu Mayu kembali ke tempat duduknya untuk meminum susu coklat favoritnya.
Sambil mengelus keningnya Ryu hanya bisa meringis.
"Terus, Kakak bakal lama di Indonesia?" Tanya Ryu.
"Ga untuk sekarang Ryu-kun, Kakak mungkin hanya seminggu disini, ada jadwal pemotretan untuk majalah disini yang kakak ambil".
Mayumi Baskara, yang memang sudah sedari SMP sudah beberapa kali wajahnya menghiasi cover majalah itu sekarang menjadi model profesional, padahal kurang dari setahun ia baru lulus dari SMA, bidang kuliah yang kini ditekuninya adalah designer, sejalan dengan ibunya yang terlebih dahulu menjadi designer internasional.
"Tapi kan kakak bisa foto di studio di Jepang?"
"Kau keberatan kalau kakak mengunjungimu? Lagipula kakak ingin melihat sejauh mana kesiapanmu untuk masuk Todai" sambil meneguk habis susu coklat ditangannya.
"Oba-san, tambah ya, tolong kali ini buat coklatnya saja, tak usah pakai susu" lalu Mayu menyerahkan gelas kosongnya ke oba-san.
"Aku justru senang kakak datang, jika sempat kakak akan ku kenalkan dengan seseorang yang sangat cocok dengan kakak"
"Kau sudah tahu jika aku masih fokus pada karir, aku belum membutuhkan pria untuk saat ini"
"Siapa bilang aku akan mengenalkan kakak pada seorang pria?"
Tangan Mayu yang baru meraih coklat dari tangan Oba-san berhenti.
"Lalu kau akan mengenalkanku pada seorang wanita?Kau pikir kakakmu ini tidak normal?"
PLETAKKK
Kali ini Ryu yang menghampiri Mayu dan menyentil keningnya.
"Siapa bilang aku akan mencarikan kakak pasangan?"
"Lalu siapa dia?" kini Mayu yang sibuk mengusap keningnya yang baru disentil Ryu.
".........."
"Mukamu memerah, dia pacarmu?!" potong Mayu kini antusias.
"Bukan kak, ia bukan pacarku, justru aku rasa ia meyukai Tama"
Ryu hanya menundukkan kepalanya.
Wanita setengah baya itu keluar menuju arah pintu mendengar suara motor Ryu yang datang.
"Selamat datang Ryu-kun" sambut wanita yang biasa Ryu panggil sebagai Oba-san itu sambil membungkukkan badannya ke depan.
Oba-san memang sudah lama ikut menjadi asisten rumah tangga keluarga Ryu.
"Ryu-kun, hari ini...."
"Sebentar Oba-san, aku hendak mengompres kakiku dulu, mungkin aku akan telat makan siang" potong Ryu seembari meringis dan bergerak menuju kamarnya.
"Ini gila" Ryu tersenyum mengingat kejadian tadi di kantin sekolah.
"Bagaimana gue bisa melakukan hal bodoh tersebut", sambil mengompres kakinya yang diinjak Venus ia meneruskan lamunannya.
***
"Ve.......Ve.....VENUS!" teriak mama di balik pintu kamar Venus.
"Eh iya maaa, Venus nanti nyusul makan siang"
......
"Apa ini? belum lama ini aku merasakan kehangatan sikap Kak Tama, tapi kenapa setiap aku berada di dekat si jahil itu justru aku merasa tersengat listrik" Venus duduk termenung di meja rias sambil merasakan getaran aneh di seluruh tubuhnya ketika ia membayangkan kejadian bersama Ryu.
***
"Oba-san, kenapa ada susu coklat dingin di menu makan siang kita hari ini?"
Ryu menatap aneh segelas susu coklat dingin di hadapannya, karena ia tau setiap kali makan oba-san pasti menyiapkan peppermint tea untuknya. Aneh rasanya, apalagi Ryu terbiasa hanya meminum susu di pagi hari sebelum berangkat sekolah, itupun jika sempat, jika ia tidak terlambat bangun untuk pergi sekolah, biasanya sarapannya hanya dilihat dan berlari ke pintu depan yang dilanjutkan memacu motornya kencang ke sekolah.
"Tunggu, wangi parfum coklat ini.........."
Sebuah pelukan hangat dari belakang tempat Ryu duduk menjelaskan kenapa ada segelas susu coklat untuk makan siang kali ini.
"Aku pulang adik kecilku" sambil melepas pelukannya, Mayu duduk bersama untuk menyantap makan siangnya.
"Kak Mayu kenapa ga bilang kalo mau ke Indonesia?kan bisa dijemput di Bandara" sambil menghabiskan makan siangnya Ryu melihat gadis berambut perak yang kini duduk di hadapannya ini.
"Mobil?"
"Motorlah kak, pake mobil ribet, belum nanti kalo kena macet"
Mayu beranjak dari tempat duduknya dan seraya mendekati Ryu.
PLETAKKK
Sebuah sentilan mendarat tepat di kening Ryu
"Itu sebabnya Kakak milih ga kamu jemput, kakak masih muda, ga mau resiko kena penyakit jantung kamu boncengin". Lalu Mayu kembali ke tempat duduknya untuk meminum susu coklat favoritnya.
Sambil mengelus keningnya Ryu hanya bisa meringis.
"Terus, Kakak bakal lama di Indonesia?" Tanya Ryu.
"Ga untuk sekarang Ryu-kun, Kakak mungkin hanya seminggu disini, ada jadwal pemotretan untuk majalah disini yang kakak ambil".
Mayumi Baskara, yang memang sudah sedari SMP sudah beberapa kali wajahnya menghiasi cover majalah itu sekarang menjadi model profesional, padahal kurang dari setahun ia baru lulus dari SMA, bidang kuliah yang kini ditekuninya adalah designer, sejalan dengan ibunya yang terlebih dahulu menjadi designer internasional.
"Tapi kan kakak bisa foto di studio di Jepang?"
"Kau keberatan kalau kakak mengunjungimu? Lagipula kakak ingin melihat sejauh mana kesiapanmu untuk masuk Todai" sambil meneguk habis susu coklat ditangannya.
"Oba-san, tambah ya, tolong kali ini buat coklatnya saja, tak usah pakai susu" lalu Mayu menyerahkan gelas kosongnya ke oba-san.
"Aku justru senang kakak datang, jika sempat kakak akan ku kenalkan dengan seseorang yang sangat cocok dengan kakak"
"Kau sudah tahu jika aku masih fokus pada karir, aku belum membutuhkan pria untuk saat ini"
"Siapa bilang aku akan mengenalkan kakak pada seorang pria?"
Tangan Mayu yang baru meraih coklat dari tangan Oba-san berhenti.
"Lalu kau akan mengenalkanku pada seorang wanita?Kau pikir kakakmu ini tidak normal?"
PLETAKKK
Kali ini Ryu yang menghampiri Mayu dan menyentil keningnya.
"Siapa bilang aku akan mencarikan kakak pasangan?"
"Lalu siapa dia?" kini Mayu yang sibuk mengusap keningnya yang baru disentil Ryu.
".........."
"Mukamu memerah, dia pacarmu?!" potong Mayu kini antusias.
"Bukan kak, ia bukan pacarku, justru aku rasa ia meyukai Tama"
Ryu hanya menundukkan kepalanya.
0
