Kaskus

Story

gladys14Avatar border
TS
gladys14
Memori (cerita cinta yang sempat membuatku datang ke psikolog)
Cinta. Selalu ada aja ceritanya kan? Gimana cerita cinta yang paling ekstrim buat kamu? Dulu aku pernah ditigain sama cowo (dan dia cerita ke aku tiap dia mau nembak cewe), dulu aku pernah deket sama anak band yang tiba-tiba ngilang dan tau-tau dia muncul udah gendong anak. Dan yang ini, yang akan aku ceritakan, jauh lebih dahsyat dari itu. Gimana kalo orang yang kamu suka dan bilang suka sama kamu adalah... bisexual? Ini kisah nyata, untukku. Gak tau kalo untuk kamu apalagi dia. Lagipula kisah ini mulainya udah dari 2 taun lalu. Tapi, dia kok masih betah ya... di hatiku?


November 2013
November 2013 (2)
Desember 2013
Desember 2013 (2)
Desember 2013 (3)
Januari 2014
Februari 2014
Februari 2014(2)
Februari 2014(3)
Maret 2014
Maret 2014 (2)
April 2014
Mei 2014
Mei 2014 (2)
Mei 2014 (3)
Juni 2014
Juni 2014 (2)
Juni 2014 (3)
Juni 2014 (4)
Juli 2014
Juli 2014 (2)
Agustus 2014
Agustus 2014 (2)
Agustus 2014 (3)- September 2014
September 2014(2)


P.S.: Niat terbesar membuat thread ini adalah membantu aku untuk inget-inget beberapa momen yang pernah terjadi. Karena momen-momen tersebut terlalu huwow untuk dilupain. Jadi, kalo cerita ini gak asik buat yang baca, kalo terlalu cetek, terlalu mainstream, maafin da ini ceritaku. Mana ceritamu? :')
Diubah oleh gladys14 07-09-2015 07:02
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
20.1K
150
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
gladys14Avatar border
TS
gladys14
#53
Mei 2014 (3)
Pada bulan Mei itu Sam angin-anginan, kadang dia baiiik sekali dan super sweet padaku tapi kadang juga dia dingin dan tidak chat aku sama sekali.
Aku lupa di akhir Mei itu ada libur apa, pokoknya kuliah libur sampai awal Juni nanti.
Hari itu hari Jumat. Sebenarnya tidak ada perkuliahan, tapi aku di basecamp nonton dvd dengan Arti dan Tika. Sebelum Jumatan Sam mengirim line
S: Lagi dimana?
G: Di basecamp nonton sama Arti Tika
S: Good. Maksi bareng ya?
G: Okee. Jumatan jangan lupa.
S: Sip. Nanti aku kabarin
(Btw aku lupa cerita, kalo Aldi pernah bertemu Sam yang jumatan berdua dengan Fedi. Dan Sam hanya menyapa Aldi sekilas padahal kan biasanya mereka jumatan bareng)
Setelah Jumatan Sam meneleponku.
G: Haloo
S: Hai. Dys, ntar kita maksi di luar aja yu. I mean jangan di sekitar kampus. Temenin aku beli baju di Riau. Mau?
G: Hayu. Jam berapa?
S: Ini aku udah otw basecamp. Sok cepet siap-siap.
G: okee.
S: Ntar aku tunggu di luar aja tapi ya? Ga akan masuk dulu
G: iyeee
Aku langsung bangun dari kasur.
"Mau kemana atuuh?" tanya Tika
"Mau nganter Sam ke jl. Riau" jawabku sambil memakai kerudung.
"Sam terooos" ucap Arti sambil memainkan hpnya.
Aku cuma diam. Gak enak ya rasanya disepet-sepet gitu.
"Udah jadian can?" tanya Tika lagi.
"Apa sih ih Tiiik" ucapku bete.
Mereka hanya tersenyum penuh Arti.
"Udah yaa aku pergi dulu" kataku awkward.
"Loh si Samnya mana?" tanya Tika.
"Di depan"
"Widiih gak pake masuk dulu sekarang mah" ucap Arti.
"Udah aah byee" ucapku sambil keluar kamar.
***
Sam dan aku menyusuri jalan Riau lama sekali, memilih baju untuk Sam. Awkward, karena itu pengalaman pertamaku nemenin crush beli baju.
Kita banyak bercanda selama di sana. Bahagia sekali. Setelah beli baju, kami duduk sebentar di mini market di jl. Riau. Saat sedang asik bercanda, Sam mendapat telepon. Tidak banyak yang dia ucapkan hanya "iya" "nanti" "lagi sama Gladys ini di Riau". Saat aku tanya siapa kata Sam itu Indra yang mengajaknya datang ke pameran karya seninya. Entah kenapa aku merasa Sam bohong padaku.
***
Malamnya aku tidak bisa tidur lagi. Selama di bulan Mei ini entah kenapa badanku selalu sakit setiap malam, rasanya banyak jarum yang menusuki. Aku iseng membuka akun twitter @yyyy. Ternyata di sudah metweet banyak.
Dia metweet "Kita sama-sama memiliki background agama tapi kita terjebak di dunia queer ini" "Kita mengerti apa yang boleh dan tidak tapi kita tidak bisa membohongi perasaan kita" "Apapun yang akan terjadi nanti, I should say that I'm happy with you'
Nangis lah aku disitu. Aku tau yang dia maksud "kita" adalah dia dan Fedi. Sam pernah bilang kalau Fedi pernah menjadi santri di pesantren terkenal di Bandung. Terus aku ini apa Sam?
Akhirnya tengah malam aku mengirim chat pada kaka kelasku di SMA, Teh Nina, yang merupakan lulusan psikologi. Aku menceritakan tentang aku, Sam, dan dunianya itu. Malu sih sebenernya cerita begitu. Tapi rasanya aku benar-benar bakal gila kalau terus menyimpan semuanya sendirian. Kira-kira inti yang Teh Nina jelasin tuh kaya gini "Gay itu penyakit dan dia bisa sembuh asal dia mau untuk sembuh. Kamu gak bisa maksa dia sembuh, tapi kamu bisa jadi pemicu dia untuk sembuh. Tapi kaya yang kamu bilang, kalau dia basicnya pesantren pas SMP, agama dia kuat dong? Dia harusnya bisa mikir dari sisi agama. Intinya dua dis, niat dan jauhi lingkungan. Karena kalo kamu terus-terusan diem di lingkungan pemakan coklat, ya mau ga mau kamu ikut nyicipin itu coklat kan?"
Aku pun semakin yakin untuk membantu Sam sembuh. Tapi apa aku bisa?
Btw sebentar lagi 1 Juni, Sam.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.