- Beranda
- Stories from the Heart
Tiga Keranda di Jembatan Belakang Sengkaling Malang (Horror Complete Story)
...
TS
vigovampiro
Tiga Keranda di Jembatan Belakang Sengkaling Malang (Horror Complete Story)
ini cerita bukan sembarang cerita tetapi benar benar telah terjadi pada sekitar awal tahun 2008 ketika eike masih kuliah semester 2 , 100 % true story tanpa rekayasa ,tanpa formalin dan tidak mengandung minyak babi , selain daripada itu cerita ini memang dirancang dengan alur yang dinamiz sesuai kronologiz dan tata bahasa yang dramatiz sehingga cocix buat dibaca sebelum agan agan bobox cantix
Quote:

Quote:

Quote:
2 jam yang lalu kami berempat masih garang membakar panggung dengan lagu lagu Rolling Stones yang kami mainkan , sementara di hadapan kami berjubel para crowd yang saling berjingkrakan dan riuh bernyanyi , ditambah dengan kilau lighting warna warni yang membuat suasana kian semarak….. kini 2 jam kemudian kami berempat berada di tempat yang suasananya berbeda jauh , kami semua pada berjongkok di semak semak sekitar parkiran klub malam Losta Masta tempat dimana kami manggung…. apa yang kami lakukan di sini pada tengah malam begini ?!?.. kami berempat sedang melakukan ritual muntah berjamaah ” hooeeekk !!!… hoeekkkk !!!…. hoeekkk !!!... ” untungnya parkiran ini cukup gelap jadi ngga ada orang yang tau apa yang sedang kami lakukan , gengsi donk kalau tadi gaya gayaan bak rockstar sekarang malah muntah muntah begini… wibawa kami bisa jatuh dan hancur berkeping keping.
Sinyo : ” aduuuh !!... gw gak kuat bro.. hooeek !! ”
Tony : ” elu gak kuat apalagi gw , udah mau tepar aja nih ”
Danang : ” hoeek !!.. ahh sial juga ya kita malam ini ”
Me : ” kitanya aja yg katro , biasa minum topi miring dikasih chivas malah muntah “
Dengan sempoyongan satu persatu dari kami mulai berdiri dan mengambil motor , bahkan tak satupun dari kami yang merasa sanggup mengemudikan motor dengan keadaan seperti ini… efek alkohol sudah terlalu parah dan semua ini gara gara boss kami yang kebanyakan ngasih Chivas saat aftershow party tadi , maklum kita kita ini emang kubamer kelas bawah sekalinya dikasih minuman kelas atas eh malah pada muntah.
Sinyo : ” aduuuh !!... gw gak kuat bro.. hooeek !! ”
Tony : ” elu gak kuat apalagi gw , udah mau tepar aja nih ”
Danang : ” hoeek !!.. ahh sial juga ya kita malam ini ”
Me : ” kitanya aja yg katro , biasa minum topi miring dikasih chivas malah muntah “
Dengan sempoyongan satu persatu dari kami mulai berdiri dan mengambil motor , bahkan tak satupun dari kami yang merasa sanggup mengemudikan motor dengan keadaan seperti ini… efek alkohol sudah terlalu parah dan semua ini gara gara boss kami yang kebanyakan ngasih Chivas saat aftershow party tadi , maklum kita kita ini emang kubamer kelas bawah sekalinya dikasih minuman kelas atas eh malah pada muntah.
Quote:
Kini kami berempat telah berada di luar klub malam Losta Masta , si Danang memboncengku sementara si Tony membonceng Sinyo…. ketiga teman bandku ini indekos di kampung Tegalgondo yang terletak tepat di belakang kampus UMM dan sialnya tak ada jalan tembus menuju ke sana , jalur terdekat adalah melewati sebuah jembatan kecil yang berada di belakang tempat wisata Sengkaling yang letaknya bersebelahan dengan klub malam ini…. mau tak mau kami harus lewat situ saat tengah malam begini dan dengan keadaan teler berat seperti ini , benar benar situasi dan kondisi yang super buruk tapi mau bagaimana lagi ?!?!… mereka ngga mau aku suruh nginep di kosanku di daerah Tirto Utomo , katanya sih takut kalo pas teler naik motor di jalan raya bisa berujung tabrakan lalu mampus dan masuk neraka karena banyak dosa… ho.. ho.. but it's okay !!.. yang penting besok pagi mereka harus anterin aku balik.
Quote:
Dengan pelan motor kami melaju melintasi gang di sebelah Sengkaling yang suasananya remang remang sekaligus sepi sekali , di ujung gang sana terdapat jembatan kecil yang saking sempitnya hanya muat dilewati 1 motor saja…. jangan tanya suasana di sana seperti apa , saking horrornya seperti sedang berada di alam lain saja.
Me : ” nang , brani gak lu lewat jembatan ? ”
Danang : ” gw braniin aja vig pokoknya ”
Tak lama kemudian kami telah sampai di jembatan tersebut , Tony yang berboncengan dengan Sinyo melaju mendahului aku dan Danang melewati jembatan itu ” grujuk !... grujuk !... grujuk !... ”terdengar derasnya suara arus sungai Brantas yang membuat keadaan terasa kian mencekam saat kami melintas , apalagi tak ada penerangan apapun di sini karena satu satunya lampu neon di pos dekat jembatan telah mati sejak lama dan tak pernah diganti…. kini yang bisa kulakukan hanyalah mengucap Bismillah sambil memejamkan mata , kuharap saat melek nanti aku sudah berada di perkampungan belakang kampus UMM.
Me : ” nang , brani gak lu lewat jembatan ? ”
Danang : ” gw braniin aja vig pokoknya ”
Tak lama kemudian kami telah sampai di jembatan tersebut , Tony yang berboncengan dengan Sinyo melaju mendahului aku dan Danang melewati jembatan itu ” grujuk !... grujuk !... grujuk !... ”terdengar derasnya suara arus sungai Brantas yang membuat keadaan terasa kian mencekam saat kami melintas , apalagi tak ada penerangan apapun di sini karena satu satunya lampu neon di pos dekat jembatan telah mati sejak lama dan tak pernah diganti…. kini yang bisa kulakukan hanyalah mengucap Bismillah sambil memejamkan mata , kuharap saat melek nanti aku sudah berada di perkampungan belakang kampus UMM.
Quote:
” Fuuhhh !! ”tak terjadi apa apa saat kami melintasi jembatan kecil ini tapi perjalanan horor masih belum selesai , kami masih harus melintasi jalan setapak yang dirabat beton dengan kontur tanah yang menanjak , sementara di kiri kanan kami hanya ada tegalan yang penuh pepohonan lebat dan tentu saja sangat gelap gulita.
Danang : ” vig , pegangan kenceng gw mau ngebut ”
Me : ” ya udah cepetan nang ”
Seketika si Danang menambah kecepatan motornya , sementara Tony yang berboncengan dengan Sinyo melaju beberapa meter di depan kami , namun tiba tiba saja terjadi hal yang mengejutkan ” brakkkk !!!! ” motor yang dikemudikan Tony tau tau terjatuh ” oh shit man ?! ” sepertinya dia terlalu mabuk dan hilang kendali..... spontan aku dan si Danang segera turun dari motor lalu melihat kondisi Tony dan Sinyo , mereka terkapar di tanah dengan motor yang jatuh menimpa kaki , langsung saja kami berdua menolong mereka.
Danang : ” bro gak pa pa lu ?! ”
Me : ” gw bilang juga apa ton , nginep di kosan gw aja beres ”
Tony : ” aduhh , gw tadi nabrak…. ”
Danang : ” nabrak apa ?!.. kucing ?! ”
Tony : ” ttadi gw nabrak keranda mayat di depan gw ”
Me : ” hah ?!.. keranda mayat ?!.. lu ngomong yang bener dong ?!.. udah mabuk lu itu ton ”
Tony : ” sumpah vig !!.. gw bener bener nabrak tadi ”
Danang : ” gila lu ngelantur aja ton "
Sinyo : ” yang bener lu ton ?!.. trus mana kerandanya ?! ”
Tony : ” ttadi di situ , di depan gw pas di jalan itu… ada kainnya ijo , ada tulisan arabnya ”
Ketika aku , Danang dan Sinyo masih meragukan kesaksian Tony mendadak terasa angin kencang berhembus , bulu kuduk kami mulai merinding dan merasa aneh dengan keadaan ini… kami saling pandang penuh keheranan lalu tiba tiba saja si Tony berteriak histeris sambil tangannya menunjuk nunjuk ke arah langit ” iiiitu !!… ituuu !!… itu kerandanya !!... ” spontan kami bertiga menoleh ke arah yang ditunjuknya dan selanjutnya kami hanya bisa terpana melihat sesuatu yang melayang atas sana.
Danang : ” vig , pegangan kenceng gw mau ngebut ”
Me : ” ya udah cepetan nang ”
Seketika si Danang menambah kecepatan motornya , sementara Tony yang berboncengan dengan Sinyo melaju beberapa meter di depan kami , namun tiba tiba saja terjadi hal yang mengejutkan ” brakkkk !!!! ” motor yang dikemudikan Tony tau tau terjatuh ” oh shit man ?! ” sepertinya dia terlalu mabuk dan hilang kendali..... spontan aku dan si Danang segera turun dari motor lalu melihat kondisi Tony dan Sinyo , mereka terkapar di tanah dengan motor yang jatuh menimpa kaki , langsung saja kami berdua menolong mereka.
Danang : ” bro gak pa pa lu ?! ”
Me : ” gw bilang juga apa ton , nginep di kosan gw aja beres ”
Tony : ” aduhh , gw tadi nabrak…. ”
Danang : ” nabrak apa ?!.. kucing ?! ”
Tony : ” ttadi gw nabrak keranda mayat di depan gw ”
Me : ” hah ?!.. keranda mayat ?!.. lu ngomong yang bener dong ?!.. udah mabuk lu itu ton ”
Tony : ” sumpah vig !!.. gw bener bener nabrak tadi ”
Danang : ” gila lu ngelantur aja ton "
Sinyo : ” yang bener lu ton ?!.. trus mana kerandanya ?! ”
Tony : ” ttadi di situ , di depan gw pas di jalan itu… ada kainnya ijo , ada tulisan arabnya ”
Ketika aku , Danang dan Sinyo masih meragukan kesaksian Tony mendadak terasa angin kencang berhembus , bulu kuduk kami mulai merinding dan merasa aneh dengan keadaan ini… kami saling pandang penuh keheranan lalu tiba tiba saja si Tony berteriak histeris sambil tangannya menunjuk nunjuk ke arah langit ” iiiitu !!… ituuu !!… itu kerandanya !!... ” spontan kami bertiga menoleh ke arah yang ditunjuknya dan selanjutnya kami hanya bisa terpana melihat sesuatu yang melayang atas sana.
Quote:
Dengan muka yang basah oleh keringat kami terperanjat menyaksikan sesuatu yang melayang layang di atas tegalan sisi barat jalan setapak ini , tampak keranda yang dimaksud si Tony tadi tengah melayang mungkin sekitar 5 - 7 meteran dari permukaan tanah…. tak ada kain ijo bertuliskan huruf Arab , yang ada kami melihat sosok pocong terbaring di dalam keranda itu " astagfirullah ?!?.. "jantung kami berdegup lebih kencang lagi manakala dari arah berbeda kami melihat 1 lagi keranda yang juga melayang dan tak lama kemudian disusul keranda berikutnya muncul dari tegalan sisi timur jalan setapak ini…. kami benar benar shock , gemetar dan hanya membisu saja melihat 3 keranda mayat itu melayang layang lalu bergerak perlahan dan mengumpul tepat di atas sungai Brantas yang kami lewati tadi…. hingga tiba tiba ” byuuaarr !!!…. byuuaarr !!!!… byuuaarr !!!! ” 3 keranda itu berjatuhan ke dalam sungai tak jauh dari jembatan kecil tadi , suaranya nyaring memecah kesunyian malam dan membuat jantung kami nyaris copot... seketika dengan rasa panik aku langsung menstarter motornya Danang dan menyuruh teman temanku bergegas kabur dari tempat ini " weer !!.. werr !!... " kutarik tuas gas dengan kencang sampai motor ini meraung raung melewati jalan beton yang menanjak , kini Tony membonceng bersamaku dan tangannya mencengkeram jaketku erat erat , sementara di belakangku si Danang memboncengkan Sinyo dan ia juga menarik tuas gas kencang kencang " weer !!.. werr !!... " dengan laju motor yang oleng tak beraturan kami berusaha meninggalkan tempat ini , pokoknya kami harus segera sampai kosan secepat yang kami bisa.
Quote:
Sudah nyaris jam 2 dini hari , kini kami berempat tengah rebahan di lantai kamarnya si Tony " hah !!.. hah !!.. hah !!... "nafas kami terengah engah dan tubuh kami basah oleh keringat , tak ada sepatah kata terucap diantara kami… rasanya kami sudah terlalu shock dan terlalu lelah , lamban laun satu persatu dari kami mulai tertidur “ zzzz….. zzzz….. zzzz... ” esoknya aku terbangun dengan lemas dan mendapati si Danang sedang menangis sesenggukan di pojok kamar ini.
Me : ” heh napa lu nangis ?!.. udah kita lupain aja yang semalem ”
Danang : ” lu ke depan aja vig , liat sendiri ada apaan.. hikz !.. hikz !..”
Perlahan aku bangkit lalu meninggalkan Tony dan Sinyo yang masih tertidur di sebelahku , dengan langkah gontai aku berjalan ke teras dan seketika aku terperanjat ketika mendapati motornya Danang dan Tony yang semalam diparkir di luar kini telah tertutupi oleh sesuatu…. tampak 3 helai kain hijau yang sepertinya menjadi penutup 3 keranda yang semalam kami lihat , entah bagaimana ceritanya kain kain itu bisa menutupi motornya Danang dan Sinyo ” oh my god ?!.. what the hell ?! ” aku tak sanggup untuk menalar kejadian ini , sungguh aku benar benar tak sanggup.
Me : ” heh napa lu nangis ?!.. udah kita lupain aja yang semalem ”
Danang : ” lu ke depan aja vig , liat sendiri ada apaan.. hikz !.. hikz !..”
Perlahan aku bangkit lalu meninggalkan Tony dan Sinyo yang masih tertidur di sebelahku , dengan langkah gontai aku berjalan ke teras dan seketika aku terperanjat ketika mendapati motornya Danang dan Tony yang semalam diparkir di luar kini telah tertutupi oleh sesuatu…. tampak 3 helai kain hijau yang sepertinya menjadi penutup 3 keranda yang semalam kami lihat , entah bagaimana ceritanya kain kain itu bisa menutupi motornya Danang dan Sinyo ” oh my god ?!.. what the hell ?! ” aku tak sanggup untuk menalar kejadian ini , sungguh aku benar benar tak sanggup.
Quote:
Quote:
Malang Mysterio(Trit Utama)
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda
Diubah oleh vigovampiro 10-04-2022 06:34
anasabila memberi reputasi
1
72.1K
Kutip
109
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vigovampiro
#49
Part II Rekk
Quote:

Quote:
” Takkk !!! “kusodok bola putih dengan cepat yang kemudian lekas menggelinding mengenai bola hitam bernomor 8 , sayangnya bola hitam itu meleset tak masuk lobang yang kutargetkan ” ah jancuk !! “ gerutuku sambil membanting stik ke meja.
Danang : ” giliran gw nih bro ”
Me : ” okay !!.. cepetan sodok ! ”
Lekas saja si Danang menyodok bola putih itu dengan tangan gemetaran memegangi stik , bisa ditebak laju bola lagi lagi meleset ” ahh anjritt !! “ umpatnya kesal sambil memukul tepian meja bilyard , sekejap kemudian ia langsung menaruh stik ke tempat dudukan….. sepertinya si Danang sudah frustasi karena permainannya kali ini terlalu buruk , ia kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi , bahkan untuk memegang stik saja tangannya gemetaran….. senasib juga denganku yang sedari tadi baru berhasil memasukkan 2 bola saja , padahal sudah hampir sejam kami bermain bilyard menggunakan 15 bola.
Me : ” break dulu bro , let's we drink a bottle of beer ! “
Danang : ” oke vig , gw juga udah males “
Kini kami berdua duduk di sofa dekat meja bilyard , lekas saja kupanggil waiter buat ngambilin sebotol bir dingin... semenit kemudian waiter itu kembali membawakan botol bir berikut 2 gelas besar dan juga pembuka botol , segera saja kubuka dan kutuang ke dalam gelas sampai penuh , bahkan busanya sampai tumpah karena aku menuangnya dengan buru buru.
Me : ” nih , minum dulu bro ! “
Danang : ” oke !! “
Dengan perlahan kureguk birku ” ahhhh !!…. “ sungguh terasa segar saat mengalir melewati tenggorokanku…. sambil minum kulihat Tony dan Sinyo masih asik bermain di meja yang agak jauhan dengan kami , kurasa permainan mereka juga sama buruknya dengan permainan kami… intinya kondisi kami hari ini benar benar sangat buruk , kejadian mistis semalam benar benar mengguncangkan psikis kami , 3 keranda mayat yang menghantui kami di jembatan Sengkaling itu bagaikan mimpi buruk namun ini jelas bukan mimpi , ini benar benar nyata terjadi dan membuat kondisi kami jadi begini…. karena itulah kuajak ketiga temanku main bilyard di O2 Suhat ini , dengan harapan agar kami semua jadi terhibur dan lekas lupa dengan kejadian semalam... namun nyatanya tak semudah itu mengembalikan kewarasan kami.
Me : ” eh nang , ntar gimana nasib kain kain itu ? “
Danang : ” gw juga gak tau vig , gw pusing “
Tak lama kemudian Tony dan Sinyo terlihat memungkasi permainannya lalu ikutan duduk bersama kami berdua , kupanggil waiter untuk membawakan sebotol bir lagi buat mereka.
Me : ” lu ngga pa pa ton ? “
Tony : ” gw masih gemeteran inget yang semalem vig “
Me : ” kalo lu nyo ?!... dari tadi lu keliatan loyo terus ? “
Sinyo : ” aduh vig , gw kayak ngga punya energi… tadi nyodok bola aja ngga bisa kenceng “
Waiter datang menyodorkan sebotol bir sama Sinyo , dengan lemas ia membuka botol dan menuang ke dalam gelas.
Me : ” ntar malem kita ada jadwal manggung ngga nang ? “
Danang : ” kita ntar manggungnya di bali barong , tapi ya lu tau sendiri kita lagi kayak gini “
Sinyo : ” gw ngga sanggup nang manggung ntar malem “
Tony : ” udah cancel aja dulu , biar kita pulih kayak biasanya nang “
Danang : ” ya udah deh , sekarang gw telpon si bos “
Dengan malas si Danang menelpon boss kami untuk membatalkan jadwal manggung nanti malam , sementara aku terdiam dan kembali berpikir tentang 3 kain penutup keranda mayat itu….. tadi pagi ketika terbangun kudapati 3 helai kain itu menutupi motornya Tony dan Danang , setelah kusingkirkan dari motor ketiga kain itu kutaruh di dekat pot bunga di teras kosan , akupun masih bingung harus diapakan kain kain itu.
Me : ” eh ton , kain kain tadi enaknya diapain ? “
Tony : ” udah dibakar aja deh “
Sinyo : ” gila lu ton , kan ada tulisan arabnya , bisa kualat ntar “
Tony : ” ah gw gak peduli , gw gak mau tau “
Kureguk birku lagi dan kunyalakan sebatang rokok , kini aku mulai berpikir mencari cari solusi ” fuuhhhh !! “ berkali kali kuhembuskan asap rokokku hingga akhirnya aku merasa telah menemukan solusi paling bijak.
Me : ” eh dengerin gini nih ! “
Danang : ” apaan vig ? “
Me : ” kita kan liat 3 keranda mayat itu di jembatan sengkaling trus itu keranda kan pada jatuh di sungai brantas kan ? “
Danang : ” iya , trus kita mesti buang kainnya ke sungai itu juga ? “
Tony : ” aduuh gw ngga mau ke situ lagi , gw gak mau lewat jembatan itu lagi deh ”
Sinyo : ” iya , gw juga parno vig “
Me : ” ngga gitu bro , itu sungai kan ngalir sampe di kampus kita… ya kita hanyutin aja di kampus , it’s so easy man !! “
Danang : ” wah bisa juga tu vig , kita hanyutin aja pas di jembatan gantung ”
Me : ” gimana ?!.. oke ?! “
Sinyo : ” ya udah vig , terserah lu aja deh “
Tony : ” kalo gitu kita cepetan aja deh vig , sekarang udah mau jam 5 , gw takut juga kalo kemaleman “
Me : ” abisin dulu deh birnya ! “
Dengan terburu kami berempat mereguk bir sampai tersisa sedikit dan kemudian lekas patungan buat bayar , kami harus secepat mungkin balik ke kosan sebelum matahari terbenam dan hari beranjak petang.
Danang : ” giliran gw nih bro ”
Me : ” okay !!.. cepetan sodok ! ”
Lekas saja si Danang menyodok bola putih itu dengan tangan gemetaran memegangi stik , bisa ditebak laju bola lagi lagi meleset ” ahh anjritt !! “ umpatnya kesal sambil memukul tepian meja bilyard , sekejap kemudian ia langsung menaruh stik ke tempat dudukan….. sepertinya si Danang sudah frustasi karena permainannya kali ini terlalu buruk , ia kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi , bahkan untuk memegang stik saja tangannya gemetaran….. senasib juga denganku yang sedari tadi baru berhasil memasukkan 2 bola saja , padahal sudah hampir sejam kami bermain bilyard menggunakan 15 bola.
Me : ” break dulu bro , let's we drink a bottle of beer ! “
Danang : ” oke vig , gw juga udah males “
Kini kami berdua duduk di sofa dekat meja bilyard , lekas saja kupanggil waiter buat ngambilin sebotol bir dingin... semenit kemudian waiter itu kembali membawakan botol bir berikut 2 gelas besar dan juga pembuka botol , segera saja kubuka dan kutuang ke dalam gelas sampai penuh , bahkan busanya sampai tumpah karena aku menuangnya dengan buru buru.
Me : ” nih , minum dulu bro ! “
Danang : ” oke !! “
Dengan perlahan kureguk birku ” ahhhh !!…. “ sungguh terasa segar saat mengalir melewati tenggorokanku…. sambil minum kulihat Tony dan Sinyo masih asik bermain di meja yang agak jauhan dengan kami , kurasa permainan mereka juga sama buruknya dengan permainan kami… intinya kondisi kami hari ini benar benar sangat buruk , kejadian mistis semalam benar benar mengguncangkan psikis kami , 3 keranda mayat yang menghantui kami di jembatan Sengkaling itu bagaikan mimpi buruk namun ini jelas bukan mimpi , ini benar benar nyata terjadi dan membuat kondisi kami jadi begini…. karena itulah kuajak ketiga temanku main bilyard di O2 Suhat ini , dengan harapan agar kami semua jadi terhibur dan lekas lupa dengan kejadian semalam... namun nyatanya tak semudah itu mengembalikan kewarasan kami.
Me : ” eh nang , ntar gimana nasib kain kain itu ? “
Danang : ” gw juga gak tau vig , gw pusing “
Tak lama kemudian Tony dan Sinyo terlihat memungkasi permainannya lalu ikutan duduk bersama kami berdua , kupanggil waiter untuk membawakan sebotol bir lagi buat mereka.
Me : ” lu ngga pa pa ton ? “
Tony : ” gw masih gemeteran inget yang semalem vig “
Me : ” kalo lu nyo ?!... dari tadi lu keliatan loyo terus ? “
Sinyo : ” aduh vig , gw kayak ngga punya energi… tadi nyodok bola aja ngga bisa kenceng “
Waiter datang menyodorkan sebotol bir sama Sinyo , dengan lemas ia membuka botol dan menuang ke dalam gelas.
Me : ” ntar malem kita ada jadwal manggung ngga nang ? “
Danang : ” kita ntar manggungnya di bali barong , tapi ya lu tau sendiri kita lagi kayak gini “
Sinyo : ” gw ngga sanggup nang manggung ntar malem “
Tony : ” udah cancel aja dulu , biar kita pulih kayak biasanya nang “
Danang : ” ya udah deh , sekarang gw telpon si bos “
Dengan malas si Danang menelpon boss kami untuk membatalkan jadwal manggung nanti malam , sementara aku terdiam dan kembali berpikir tentang 3 kain penutup keranda mayat itu….. tadi pagi ketika terbangun kudapati 3 helai kain itu menutupi motornya Tony dan Danang , setelah kusingkirkan dari motor ketiga kain itu kutaruh di dekat pot bunga di teras kosan , akupun masih bingung harus diapakan kain kain itu.
Me : ” eh ton , kain kain tadi enaknya diapain ? “
Tony : ” udah dibakar aja deh “
Sinyo : ” gila lu ton , kan ada tulisan arabnya , bisa kualat ntar “
Tony : ” ah gw gak peduli , gw gak mau tau “
Kureguk birku lagi dan kunyalakan sebatang rokok , kini aku mulai berpikir mencari cari solusi ” fuuhhhh !! “ berkali kali kuhembuskan asap rokokku hingga akhirnya aku merasa telah menemukan solusi paling bijak.
Me : ” eh dengerin gini nih ! “
Danang : ” apaan vig ? “
Me : ” kita kan liat 3 keranda mayat itu di jembatan sengkaling trus itu keranda kan pada jatuh di sungai brantas kan ? “
Danang : ” iya , trus kita mesti buang kainnya ke sungai itu juga ? “
Tony : ” aduuh gw ngga mau ke situ lagi , gw gak mau lewat jembatan itu lagi deh ”
Sinyo : ” iya , gw juga parno vig “
Me : ” ngga gitu bro , itu sungai kan ngalir sampe di kampus kita… ya kita hanyutin aja di kampus , it’s so easy man !! “
Danang : ” wah bisa juga tu vig , kita hanyutin aja pas di jembatan gantung ”
Me : ” gimana ?!.. oke ?! “
Sinyo : ” ya udah vig , terserah lu aja deh “
Tony : ” kalo gitu kita cepetan aja deh vig , sekarang udah mau jam 5 , gw takut juga kalo kemaleman “
Me : ” abisin dulu deh birnya ! “
Dengan terburu kami berempat mereguk bir sampai tersisa sedikit dan kemudian lekas patungan buat bayar , kami harus secepat mungkin balik ke kosan sebelum matahari terbenam dan hari beranjak petang.
Quote:
Padatnya lalu lintas jl Sukarno Hatta sore ini tak membuat laju motor kami melambat , dengan gesit kulewati berbagai kendaraan yang ada di depanku , begitu juga si Danang yang membonceng Sinyo di belakangku…. ketika sampai di jl Candi Panggung langsung saja kami berbelok , tak butuh waktu lama tibalah kami berempat di perkampungan Tegalgondo belakang kampus UMM... begitu tiba di kosan langsung kuparkir motornya si Tony dan kemudian lekas kuambili 3 kain berwarna hijau yang kutaruh dekat pot bunga , aku tidak mengambilnya dengan tangan telanjang tapi terlebih dahulu kubungkus telapak tanganku dengan kresek kecil yang kutemukan di teras , hal yang sama juga kulakukan pagi tadi , takutnya ntar aku bisa sial kalo asal megang barang mistis beginian.
Danang : " ayo buruan vig ! “
Me : " ini dibungkus pake apa kainnya ? “
Kini aku bingung mau membungkus kain kain ini pake apa , si Danang bergegas masuk ke dalam kosan lalu ia keluar dengan membawa kresek besar yang biasa dipake buat laundry , langsung saja kumasukkan ketiga kain ini dalam kresek besar itu dan kemudian kuikat ujungnya dengan kencang , beres sudah sekarang tinggal dibuang ke sungai.... tanpa buang waktu lagi kami berempat lekas beranjak meninggalkan kosan.
Me : ” oke bro , ayo ke jembatan gantung sekarang ! ”
Danang : ” ayo cepetan ! ”
Langkah kami begitu tergesa gesa saat berjalan menuju gerbang belakang kampus UMM , saking tergesanya kami tak menghiraukan sekumpulan cewe yang memanggil manggil nama kami dengan nada menggoda saat kami lewat depan kosan mereka , beberapa dari cewe cewe itu bahkan sempat mencegat kami sambil membawa ponsel.… sepertinya mereka pengen foto bareng kami , maklum saja mereka ngefans sama kami karena popularitas kami sebagai anak band yang sering unjuk gigi di kampus , tetapi bagi kami urusan yang satu ini jauh lebih penting daripada meladeni cewe cewe genit itu , apalagi hari sudah semakin gelap sehingga kami semakin mempercepat langkah kaki agar segera sampai di kampus.
Danang : " ayo buruan vig ! “
Me : " ini dibungkus pake apa kainnya ? “
Kini aku bingung mau membungkus kain kain ini pake apa , si Danang bergegas masuk ke dalam kosan lalu ia keluar dengan membawa kresek besar yang biasa dipake buat laundry , langsung saja kumasukkan ketiga kain ini dalam kresek besar itu dan kemudian kuikat ujungnya dengan kencang , beres sudah sekarang tinggal dibuang ke sungai.... tanpa buang waktu lagi kami berempat lekas beranjak meninggalkan kosan.
Me : ” oke bro , ayo ke jembatan gantung sekarang ! ”
Danang : ” ayo cepetan ! ”
Langkah kami begitu tergesa gesa saat berjalan menuju gerbang belakang kampus UMM , saking tergesanya kami tak menghiraukan sekumpulan cewe yang memanggil manggil nama kami dengan nada menggoda saat kami lewat depan kosan mereka , beberapa dari cewe cewe itu bahkan sempat mencegat kami sambil membawa ponsel.… sepertinya mereka pengen foto bareng kami , maklum saja mereka ngefans sama kami karena popularitas kami sebagai anak band yang sering unjuk gigi di kampus , tetapi bagi kami urusan yang satu ini jauh lebih penting daripada meladeni cewe cewe genit itu , apalagi hari sudah semakin gelap sehingga kami semakin mempercepat langkah kaki agar segera sampai di kampus.
Quote:
Baru saja kami melintasi gerbang belakang kampus UMM mendadak kami berpapasan dengan Niken yang merupakan teman sekelasku dan juga Danang , sepertinya dia baru saja kelar jam kuliah terakhir yang tak kami ikuti karena memang hari ini kami telah sepakat buat bolos.
Niken : ” eh guys !!… tadi pada kemana kok ngga pada kuliah sih ? ”
Danang :” lagi capek nik , abis manggung semalem ”
Niken : ” trus lu pada mau kemana sih kok buru buru amat guys ? ”
Me : ” kita mau… ini… ”
Niken : ” mau ngapain sih vig ?!… oh mau laundry baju ya ? ”
Danang : ” iya nik , kita mau laundry kostum buat manggung ”
Niken : ” kostum manggungnya pasti keren kayak band koil ya ?!.. eh gw lihat bentar dong kostum manggungnya kayak apaan ? ”
Me : ” eh jangan ini udah gw iket nik ”
Danang : ” iya nih kita buru buru , besok mau dipake soalnya ”
Niken : ” gitu ya ?!.. ya udah deh kalo gitu bro... eh gw ke belakang dulu ya , mau beli lalapan belut nih ”
Me : ” eh iya nik ”
Ada ada saja si Niken kepengen lihat isi bungkusan kresek besar ini , dipikirnya ini kostum buat manggung padahal ?!?!.… bisa bisa dia pingsan kalo tau apa isinya.
Me : ” lu sih pake bilang mau laundry kostum manggung ”
Danang : ” ah gw ngasal aja tadi , udah ayo cepetan ! ”
Bergegas kami memasuki komplek kampus yang terlihat begitu sepi pada jam segini , kini kami terburu buru berjalan melewati kantin 3.5 , gedung ICT dan tak lama kemudian tibalah kami di kantin kopma belakang gedung rektorat... jembatan gantung tujuan kami terletak tepat di sebelahnya kantin ini , segera saja kami melangkahkan kaki di jembatan yang terbuat dari papan kayu ini ” grujuk !... grujuk !... grujuk !... ” di bawah kaki kami mengalir sungai Brantas yang berarus deras dan dipenuhi bebatuan besar , sungai ini adalah sungai yang sama dengan jatuhnya 3 keranda mayat itu dan kini kami berempat telah siap untuk menghanyutkan 3 kain hijau yang menjadi penutup 3 keranda itu ” gimana ?!… udah siap ?! ” tanyaku agak ragu ragu... tak ada kata terucap dari ketiga rekanku ini , anggukan kepala mereka sudah cukup menjadi jawabannya… kulihat jam tanganku sudah jam 6 kurang seperempat dan adzan maghrib telah berkumandang dari masjid kampus " allahuakbar !!... allahuakbar !!... “ sesaat kupandangi kawanan burung yang terbang melintas di langit yang mulai gelap , sekejap kemudian tangan kananku yang memegangi bungkusan kresek besar ini terulur ke arah sungai.
Me : ” mulai sekarang semua berakhir bro ”
Danang : ” amin ”
Tony : ” amin ”
Sinyo : ” amin ”
Sekejap kemudian kujatuhkan bungkusan kresek besar ini yang kemudian segera hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras , dengan tatapan nanar kami memandangi bungkusan itu sampai menghilang dari pandangan mata kami.
Niken : ” eh guys !!… tadi pada kemana kok ngga pada kuliah sih ? ”
Danang :” lagi capek nik , abis manggung semalem ”
Niken : ” trus lu pada mau kemana sih kok buru buru amat guys ? ”
Me : ” kita mau… ini… ”
Niken : ” mau ngapain sih vig ?!… oh mau laundry baju ya ? ”
Danang : ” iya nik , kita mau laundry kostum buat manggung ”
Niken : ” kostum manggungnya pasti keren kayak band koil ya ?!.. eh gw lihat bentar dong kostum manggungnya kayak apaan ? ”
Me : ” eh jangan ini udah gw iket nik ”
Danang : ” iya nih kita buru buru , besok mau dipake soalnya ”
Niken : ” gitu ya ?!.. ya udah deh kalo gitu bro... eh gw ke belakang dulu ya , mau beli lalapan belut nih ”
Me : ” eh iya nik ”
Ada ada saja si Niken kepengen lihat isi bungkusan kresek besar ini , dipikirnya ini kostum buat manggung padahal ?!?!.… bisa bisa dia pingsan kalo tau apa isinya.
Me : ” lu sih pake bilang mau laundry kostum manggung ”
Danang : ” ah gw ngasal aja tadi , udah ayo cepetan ! ”
Bergegas kami memasuki komplek kampus yang terlihat begitu sepi pada jam segini , kini kami terburu buru berjalan melewati kantin 3.5 , gedung ICT dan tak lama kemudian tibalah kami di kantin kopma belakang gedung rektorat... jembatan gantung tujuan kami terletak tepat di sebelahnya kantin ini , segera saja kami melangkahkan kaki di jembatan yang terbuat dari papan kayu ini ” grujuk !... grujuk !... grujuk !... ” di bawah kaki kami mengalir sungai Brantas yang berarus deras dan dipenuhi bebatuan besar , sungai ini adalah sungai yang sama dengan jatuhnya 3 keranda mayat itu dan kini kami berempat telah siap untuk menghanyutkan 3 kain hijau yang menjadi penutup 3 keranda itu ” gimana ?!… udah siap ?! ” tanyaku agak ragu ragu... tak ada kata terucap dari ketiga rekanku ini , anggukan kepala mereka sudah cukup menjadi jawabannya… kulihat jam tanganku sudah jam 6 kurang seperempat dan adzan maghrib telah berkumandang dari masjid kampus " allahuakbar !!... allahuakbar !!... “ sesaat kupandangi kawanan burung yang terbang melintas di langit yang mulai gelap , sekejap kemudian tangan kananku yang memegangi bungkusan kresek besar ini terulur ke arah sungai.
Me : ” mulai sekarang semua berakhir bro ”
Danang : ” amin ”
Tony : ” amin ”
Sinyo : ” amin ”
Sekejap kemudian kujatuhkan bungkusan kresek besar ini yang kemudian segera hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras , dengan tatapan nanar kami memandangi bungkusan itu sampai menghilang dari pandangan mata kami.
Apabila anda puas bilang sama teman , saudara atau tetangga anda ….. bila timbul gejala gejala aneh segera berobat ke mantri hewan terdekat di kota anda
Diubah oleh vigovampiro 22-09-2017 18:50
aan1984 memberi reputasi
1
Kutip
Balas