Kaskus

Story

aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
Kisah Tak Sempurna
Quote:

Kisah Tak Sempurna


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.


Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.

Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.

Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.

NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
Diubah oleh aldiansyahdzs 17-06-2019 18:30
yusuffajar123Avatar border
junti27Avatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 31 lainnya memberi reputasi
32
132.6K
879
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
#28
Perkenalan Aneh - Part 7

Aku terbangun masih dengan kepala pusing, pandanganku sedikit buram. Namun aku tidak asing dengan ruangan ini, UKS. Di ruangan ini hanya ada 3 orang. Ya aku dan dua orang anggota PMR.

“Kang, teh nya di minum dulu ya.” Ujar Rizal seorang anggota PMR.

“Makasih zal, seru kali ya jadi anak PMR bisa nolongin banyak orang. Hehe” Balasku.

“Si akang ada ada aja baru bangun pingsan bukannya ngumpulin nyawa. Ini malah becanda. “ Ujar Izal dengan sedikit tawa.

“Zal yang bawa ane kesini siapa? Ga sampai banyak orang yang lihat?” tanyaku cemas.

“Izal sama Fashalin kang. Gaada satupun yang lihat selain Izal sama Fashalin.” Syukur ku ucap kembali dalam hati. Alhamdulillah, tak ada yang melihat aku pingsan.

“Izal sama Fashalin jangan sampe yang lain tahu kalo ane pingsan. “ ujarku.

Mereka berdua mengangguk.

Tiba tiba diluar terdengar suara langkah kaki yang begitu cepat.

“Zal buka zal pintunya ada yang pingsan, buruan Zal!!!”

Rizal membukakan pintu ruang UKS, lalu masuklah 4 orang anggota pmr yang membawa pasien dengan bantuan tandu. Dua orang memindahkan pasien itu keatas kasur. Dua orang yang lainya langsung memberikan pertolongan pertama kepada pasien itu. Aku mencoba mendekat untuk mengenali siapa passien itu. Astagfirullah, Octa.

“Fashalin anak ini kenapa?” Tanyaku cemas.

“Anak ini tadi pingsan pas materi PBB Kang.” jawabnya
Jujur aku panik, aku tak ingin terjadi apapun kepada anak ini. Apalagi anak ini harus dirawat dirumah sakit.

“Fashalin ambilin minyak kayu putih. Biar ane sendiri yang nanganin anak ini.” Ujarku, lalu Fashalin memberiku minyak kayu putih ukuran sedang. Tangan kiriku mencoba untuk mencek denyut nadi Octa, sedangkan tangan kananku memegang minyak kayu putih agar ia bisa menghirupnya.

Lima menit berlalu, akhirnya Octa sadar. Perlahan – lahan matanya terbuka.

“Aku dimana ini.” Suaranya parau.

“Kamu di UKS, ini akang Ta.” Ujarku.

Ia mencoba untuk bangun tapi aku menghentikannya.

“Ta jangan dulu bangun, tiduran dulu aja Ta. Kamu masih lemes.” Pintaku.

Wajanya sangat pias, dahinya penuh dengan keringat dingin, aku mencoba mengelap keringat di dahinya dengan tangan kiriku. Ia tersenyum manis, jujur saja ia kecantikannya bertambah 100% saat ia tersenyum.

“Fashalin, ambilin tas ane di loker OSIS kalo gatau Tanya anak OSIS aja ya.” Ujarku.

Fashalin menggangguk lalu ia keluar meninggalkan kami berdua di ruangan UKS.

Hening, tak ada pembicaraan diantara kami. Octa memilih menutup matanya kembali sedangkan aku memilih melihat langit hari ini. Masih tetap mendung.

“Ini kang.” Fashalin menyerahkan tasku.

Aku membuka resleting tasku paling depan, lalu ku rogoh sepotong roti didalam tupperware.

"Bangun Ta, makan dulu ini terus minum teh ya.” Ku berikan sepotong roti beserta segelas teh.

Ia langsung melahap sepotong roti tersebut, lalu meneguk teh.

“Dah mendingan, Ta?” tanyaku.

“Udah lumayan mendingan Kang.” Ujarnya.

“Mau lagi rotinya Ta?” sambil ku buka kembali tupperware.

“Boleh kang.”

Kuberikan dua potong rotiku. Octa melahap satu potong roti. Lalu setelah habis ia melahap roti satu roti lainnya. Aku memperhatikan cara ia memakan roti tersebut, tenang tak terburu buru meski aku tau ia butuh banyak makanan untuk memulihkan energinya.

“Makasih ya kang.” Ia tersenyum matanya menyipit jujur ini membuatnya terlihat lebih cantik.

“Sama sama ya Ta, jaga kondisi kamu. Jangan sampe besok masih sakit. Bisa bisa MOS kamu diulang tahun depan.” Ujarku.

“Siap kang.” Ia mengacungkan jempolnya dan aku membalas jempol itu dengan anggukan
delet3
junti27
JabLai cOY
JabLai cOY dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.