Kaskus

Story

berkeringatAvatar border
TS
berkeringat
Kisah Tentang Penerus KAMI
Permisi semuanya...
Izinkan gua menceritakan sebuah kisah.

Kisah ini berada di timeline2005-2008 tahun dimana 'aku' sekolah di sebuah SMA negeri ternama di sebuah kota.
Semua melalui sudut pandang 'aku' sehingga keterbatasan informasi amat mungkin terjadi, gua harap maklum.

Alright then, let's get started

Regards,


Quote:




Diubah oleh berkeringat 24-08-2015 21:21
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
2.8K
21
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
berkeringatAvatar border
TS
berkeringat
#2
PART II
“Iya... Ibnu...”

“Siapa Ibnu itu?” tanyaku.

“Kelas tiga, yang ‘megang’ sekolah ini...”

Glek. Kali ini ludahku tertelan meski kupaksakan.

“Pantes...” spontan aku bicara.

“Kayaknya orang yang tangguh banget...” ujarku lagi.

Aku sering mendengar ‘rumor’ mengenai Ibnu di sekolah ini. Beberapa teman sekelasku pernah cerita bahwa mereka di palak oleh beberapa orang senior bertampang seram sehabis pulang sekolah. Mereka bilang bahwa mereka diperintah oleh Ibnu. Dan, mereka diancam akan ‘bertemu’ Ibnu apabila tidak memberi uang.

“Gua pernah dengar gosip ini,” ucap Ginanjar.

“Katanya, Ibnu itu pernah memecah kepala orang dengan botol. Cuma gara-gara Ibnu lupa bayar rokok...”

“Kepala siapa?” tanyaku terkaget.

“Itu... ckck... Gua lupa namanya, kalau ga salah Romlan. Itu... yang jualan di deket terminal.”

Glek.

“Dan itu kejadian pas dia kelas tiga SMP.”

Glek. Glek. Glek...

Aku seperti habis menenggak segelas air putih. Ludahku tertelan berulang kali.

Saat menoleh lagi ke lapangan itu, aku makin terkejut. Orang itu dengan santainya mematikan ‘beberapa’ puntung rokok yang sudah dihisapnya di lapangan tanpa rasa bersalah. Bahkan wajahnya nampak amat santai untuk ukuran orang yang baru saja menghisap banyak racun di cuaca yang terik.

“Tapi...” Ginanjar kembali buka suara.

“Gua gak tau pasti, belum tentu itu Ibnu...”

Mataku seperti ingin melompat keluar. Kalau dia bukan Ibnu, berarti sekolah ini menyimpan orang ‘kuat’ lain selain Ibnu?
Tiba-tiba dadaku berdegup kencang. Rasanya aku ingin pulang dan bilang pada ibuku,

“Ibu... Aku ingin pindah sekolah.”
Diubah oleh berkeringat 18-08-2015 01:03
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.