Kaskus

Story

201192Avatar border
TS
201192
Aku pergi sebentar, boleh?
Aku pergi sebentar, boleh?


Quote:


INDEX:

SATU : Ve !!!

DUA : Kak Tama

TIGA : Diam

EMPAT : Coklat

LIMA : Break Up Lexa !

ENAM : Boleh Aku Bertanya Sesuatu?

TUJUH : Tadaima

DELAPAN : Gadis Coklat

SEMBILAN : Api Cemburu

SEPULUH : Bad Day

SEBELAS : Terbongkar !!!

DUA BELAS : Revenge

TIGA BELAS : Flashback

EMPAT BELAS : Nyaman

LIMA BELAS : PUTUS

ENAM BELAS : Perkenalan

TUJUH BELAS : Akhirnya

DELAPAN BELAS : Jarak

SEMBILAN BELAS : Mayumi Baskara

DUA PULUH : Suci atau Shinta ?

DUA PULUH SATU : It's Final Choise

DUA PULUH DUA : Itu Nyata

DUA PULUH TIGA : Kecerobohan Mayu

DUA PULUH EMPAT : Terlalu berharap

Quote:
Polling
0 suara
LANJUT ??
Diubah oleh 201192 25-10-2017 22:54
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
89.6K
500
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
201192Avatar border
TS
201192
#20
TIGA : Diam
DING DONG . . . . .
*Suara bel pertanda istirahat sekolah berbunyi

"Lexaaaaaaaaaa......" Teriakan itu menghentikan langkah Lexa yang akan memasuki kelas.

"Apaan sih lo, repot deh mesti pake teriak segala" Lexa jengah diteriaki Shinta yang sambil berlari dari arah kantin menuju padanya.

"Lexa Lexa Lexa, I've got a bad news buat lo" masih sambil tergopoh-gopoh mengatur nafasnya Shinta bersandar ke dinding luar kelas sambil menahan Lexa.

"Hush, calm down babe, lo kenapa sih pake teriak, lari-lari pula, udah kaya dikejar tsunami, repot deh....ada apa? eh, lo tadi bilang bad news?" sambil mengernyitkan dahinya, Lexa menanyakan kabar yang dibawa Shinta.

"Gue dari kantin Lex"

"Gue tahu, penting ya? kalo cuma mau bilang lu abis dari kantin gausah pake teriak Tha"

"Dengerin gue dulu, gue belum selesai Lex"

"Okay I hear you"

"Tadi gue dikantin liat ada adik kelas yang lagi makan baso"

"SHINTA! Enough, maksud lo apa sih pake acara laporan lo baru balik dari kantin, trus liat adik kelas makan baso?!" Lexa kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas.

"Adik kelas kita makan semeja sama Ryu Lex!"

Lexa mematung, lau menoleh ke arah Shinta. Shinta tersenyum karena berita yang ia bawakan akhirnya mendapatkan perhatian dari Lexa.

"Lo ga lagi becanda kan Tha? siapa adik kelas yang berani makan semeja sama Ryu?!gue mau labrak dia".

"TAPI gue lupa namanya Lex"

"Lo tau orangnya yang mana?kita samperin nanti pulang sekolah"

"Tau Lex, dia yang anak baru itu, yang ngasih mawar ke Tama"

...

***

"Kok lu keliatan ga semangat ditu sih Ve, bukannya Kimia ini pelajaran favorite lo ya? lagian abis pelajaran ini kan kita pulang Ve,semangat dong", ujar Tiara karena melihat semangat Venus yang tiba-tiba menjelang akhir pelajaran.

"Gatau Ra, aku juga ga ngerti, tapi perasaan aku tiba-tiba ga enak" jelas Venus.

"Ah palingan cuma perasaan lo aja Ve"

"Mudah-mudahan begitu Ra, aku udah cukup badmood ngeliat Kak Tama tadi pas istirahat bareng si nenek lampir".

"Oooohh, gara-gara Kak Tama toh, lo falllin' ya Ve sama dia?"

"Apaan sih kamu Ra, aku malah kasian sama Kak Tama, dia gatau gimana wujud asli Kak Lexa selama ini"

"Cieeee segitu perhatiannya, beneran jatuh cinta nih kayaknya"

"Ga Ra, ini bukan cinta, sebatas kagum doang kok ke Kak Tama"

TOKTOKTOK
*Terdengar suara whiteboard diketuk

"Tiara, Venus..kalau kalian mau mengobrol silahkan lanjutkan di luar, jangan di dalam palajaran saya"

Tiara dan Venus pun terdiam

***

DING DONG . . . . .
*Suara bel pertanda akhir sekolah hari itu berbunyi.

"Veeeee, ayo dong, semangat, atau lo kelaperan yah?buruan beresin buku lo, kita pulang"

"Ra, feeling aku ga enak banget nih, kenapa yah?"

"Ah..apaan sih lo Ve, gini aja deh, gimana kalo pulang ini kita mampir di cafe belakang sekolah, gue traktir eskrim coklat deh"

Mendengar eskrim Coklat membuat Venus merangsek membereskan bukunya yang masih berserakan di meja.

"Bah, denger kata coklat aja lo, langsung semangat" Pletak *Tiara menjitak Venus.

"Hihihihi, kan lumayan pulang sekolah dapet eskrim coklat gratis"

Tiara dan Venus pun beriringan berjalan keluar sekolah.

***

"Hihihi, bener ya Ra kata kamu, itu mungkin cuma perasan aku aja kali ya tadi", Venus mulai terlihat ceria sambil menyendok ice cream coklat hasil traktiran Tiara.

"Ah lo mah dasar aja lebay, bilang aja napa kalo laper, pake acara feeling-feeling segala"

"Kalo gitu mulai besok aku bakal ga enak peraan trus ah tiap mau pulang sekolah, kan lumayan dapet eskrim gratis terus dari kamu, hihihi"

"Enak aja lo! tekor dong gue kalo gini terus caranya".

"Ya anggep aja lagi beramal Ra emoticon-Stick Out Tongue " celetuk Venus.

Tapi keceriaan mereka tak berlangsung lama, Tiara malah menutup mulut sembari mendelikkan matanya. ia terlihat shock.

"Halloo...Tiaraaaa...kamu kenapa?kesurupan?atau jangan-jangan minta aku traktir balik ya?hihihihi"

Tiara tetap terdiam...

"Ra, ngomong dong, jangan bikin aku takut gini, Ra?" sambil mengibaskan tangannya di depan muka Tiara, Venus terlihat mulai panik.

Tiara hanya menggerakkan dagunya ke arah Venus. Venus masih belum mengerti apa yang Tiara maksud, hingga akhirnya terasa dingin kepala Venus yang diringi jatuhnya cairan pekat manis dari ujung rambutnya, Venus menoleh kebelakang, dan.....

PLAKK !!!!

"Lo udah pernah gue ingetin buat ga so' kecantikan di Sekolah! abis nyari perhatian Tama, lo berani deketin Ryu?! Dasar Pecun!!" Hardik Lexa yang baru datang dengan Shinta ke Cafe dan langsung melabraknya.

"Tapi kak...." lirih Venus.

"Gausah ngejawab lo! mau gue tambahin tamparan di pipi sebelah kanan ?!".

Venus menunduk dan memegangi pipi kirinya yang mulai berdenyut.

"Atau bokap lo ngajarin lo buat jual diri ya?! buat biayain sekolah di SMA Garuda Bangsa?!"

PLAKK !!!

Entah dari mana kekuatan itu, Venus menampar balik Lexa setelah perkataanya. Lexa yang terkaget menjambak rambut Venus yang dikuncir kebelakang. Sementara Tiara dan Shinta hanya bisanya terbengong dengan sikap Venus yang berani menampar Lexa.

"Kakak boleh ledek aku, tapi ga dengan orangtua aku" sambil menahan sakit karena rambutnya dijambak, mata Venus yang memerah antara kesal dan ingin menangis.

"pramuria kaya lo berani nampar gue?! HAH!" Lexa melotot dan tangan kanannya terangkat diudara.

Venus memejamkan mata, pasrah kalau Lexa menghabisinya sekarang ini.


5..4..3..2..1....

Venus tidak merasakan apapun, malah jambakan di kuncirnya terasa melonggar, dan masih memejamkan matanya. Venus mencium wangi cologne mint lembut yang tidak asing di indra penciumannya.

"Ternyata lo belum berubah, gue kira setelah kita putus dan lo bilang janji ga akan semena-mena sama oranag lain, lo bisa pegang janji lo".

"Tapi, Ryuuuuu.......kenapa kamu bisa ada disini?" Terdengar suara Lexa yang tercekat di lehernya, tangannya yang semula melayang hendak menampar Venus pun jatuh lemas ke bawah, setelah dia mengetahui ada Ryu sekarang yang berdiri di hadapannya.

"Punggung ini, punggung yang sama yang lindungin aku dari sinar mentari pas upacara kan" Ve mulai membuka matanya, ia melihat punggung dihadapannya.

"Lo lupa rumah gue deket sini?! Jelas gue tau lo disini karena kerumunan depan cafe, dan mobil lo yang terparkir di luar, gue udah duga pasti ada yang ga beres". Balas Ryu sinis.

Lalu Ryu membuka jaket yang dipakainya untuk di sampirkan ke badan Ve, "Lo pasti kedinginan kan abis mandi pake jus jeruk, ayo ke rumah gue, ganti baju". Sambil menarik lengan Ve dengan lembut, Ryu membawa Venus keluar dari keriuhan tersebut.

Lexa, Shinta dan Tiara hanya bisa terdiam tercengang melihat kejadian barusan.
Diubah oleh 201192 15-08-2015 15:51
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.