Kaskus

Story

User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
[ Science Fiction ] CODING A LIFE
[ Science Fiction ] CODING A LIFE


Quote:



Spoiler for Daftar Isi - Coding A Life:



Please Kindly Enjoyemoticon-Toast
Diubah oleh User telah dihapus 25-10-2015 02:27
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
16.5K
84
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapusAvatar border
TS
User telah dihapus
#49
[ Chapter 21 ] - FIGHT! #1
kaskus-image




"Apa kau sudah memberinya nama? karena aku akan merubahnya setelah teknik itu menjadi milikku" ujar Henri keras.
"Ari,jangan lakukan terlalu sering.. cukup hancurkan baju pelindungnya saja dan untuk seterusnya gunakan saja teknik biasamu sampai kondisinya sudah tepat" komentar Akbar seraya sibuk mengakses server Angga.
"Yah,aku lihat baju bajanya sudah meleleh setengah.. berikutnya pasti akan langsung hancur" balas Ari.
{ Yang berikutnya akan aku ambil lalu aku hanya perlu keluar dari pertarungan ini } pikir Henri.
{ Bagaimana pun aku harus berada satu server dengannya untuk mencegah Henri merebut teknik itu.. aku harus cepat } pikir Akbar dalam hati.


Spoiler for Dimensi Program:


{ Pria ini berisik sekali,padahal kesan awalnya sangat cool.. lagi pula dia pasti bukan sembarang pemain ulung } komentar Ari dalam hati setelah mengamati pembicaraan Akbar dalam pertarungannya barusan.



"Aku juga akan selesai" kata Egi lantang sampai membuat Linda dan Lisa yang duduk disampingnya sedikit melompat karena kaget.
"berisik tau!" tegur Lisa mencubit pipi Egi karena kesal.
"dia kira cuma dia saja yang bisa sehebat itu? huh" kata Egi berbicara dengan dirinya sendiri.
"hei,jangan tiru orang itu.. kau lebih bagus kalau berwibawa tau" ujar Lisa lagi.
"Aku menganggap diriku biasa-biasa saja kok" sahut Akbar masih dari panggilan suara yang tersambung dengan laptop Egi.

"Kau ini lawan yang paling berisik yang pernah aku hadapi" komentar sang lawan dari Egi.
"Aku hanya menjadi diriku sendiri.. apa itu masalah buat mu?" balas Egi dengan senyum bangga.
"Hm,kau lebih mirip seperti anak jalanan saja yang tidak memakan bangku sekolahan" lanjut sang lawan bicara mengomentari cara bicar Egi yang lantang barusan.

kata-katanya tersebut membuat Egi berhenti sejenak dan menarik nafas panjang-panjang.
"Asal kau tau saja Aku tidak pernah sekolah walau hanya 1 hari saja!" balas Egi tersenym gembira tidak mau kalah dari teman barunya yang baru saja selesai cepat melawan salah satu teman dari musuhnya.
"lho? dia beneran marah hanya karena diejek seperti itu?" tanya Lisa terheran.
"tidak,dia itu justru senang kalau ada yang meremehkannya karena dia tidak sekolah.. dia yang paling senang saat dirinya lebih bisa dari anak lulusan sekolah manapun" jawab Linda atas pertanyaan teman perempuannya barusan.


Spoiler for Dimensi Program:



"Lho dia baru saja ingin memujimu.. harusnya kau buat 1.000 saja tadi" ujar Lisa.
"kalau hanya 1.000 kurang keren jadinya.. lagi pula seperti namanya saja jadi teknik ini harus terlihat sangat mengerikan" balas Egi.
"memangnya kau beri nama apa?" tanya Lisa.
"Red Queen of Death" jawab Egi penuh percaya diri.
{ aku berani bertaruh kalau dia terinspirasi dari 'Red Screen of Death' } keluh Linda dalam hati saat memperhatikan kakaknya tersebut.


setelah kemenangan kedua kini hanya tersisa Linda dan Ilham yang sedang bertarung di servernya masing-masing.
"Aku akan keluar mencari minuman segar,kau mau ku bawakan apa?" tanya Riki yang sedari tadi tidak terdengar suaranya.
"Air putih saja" jawab Doni masih duduk di meja pribadinya.
"Apa kau juga mau pesan?" tanya Riki lagi pada Guntur yang juga sedang duduk tak jauh dari keduanya.
"Susu kemasan saja" jawab Guntur.

Riki pun terlihat keluar meninggalkan ke sembilan temannya yang masih sibuk di dalam perpustakaan.
tak jauh beda dari kondisi di lantai bawah,kini Akbar pun sudah bergabung bersama Ari dalam server yang sama dengan Henri.



"Bagus! serangan keduamu berhasil mengenainya telak" ujar Akbar yang masih bersama Ari di lantai dua.
"Ini sama seperti yang dikatakan Riki.. berfikir tanggap memang menyenangkan" komentar Ari senang tentang dirinya sendiri.
{ Jadi ini bentuk Advanced Mode dari Brainware yang dimiliki White Slayer? Kecerdasan otak kanan yang menghasilkan Kecepatan luar biasa } batin Akbar setelah melihat peningkatan kecepatan sesaat milik White Slayer.
"Boleh juga,perkembanganmu benar-benar pesat semenjak hari itu.." komentar Henri memuji Ari yang telah berhasil menghantamnya untuk kedua kali.

{ Kalau dia hanya robot biasa aku bahkan tidak peduli saat pergerakannya secepat itu.. sayang sekali dia memiliki teknik yang menjadi kelemahan dari bahasa pemrogramanku.. lagi pula mungkin satu kali lagi saja baju perisai Golden Knight akan benar-benar habis terbakar } batin Henri.

{ Serangan kedua tadi hanya keberuntungan karena Henri tidak memperkirakan kecepatan White Slayer dalam mode ini. yang berikutnya Henri pasti tidak akan lengah untuk mencuri teknik milik Ari.. Lebih baik aku mengorbankan diriku saja untuk memancing pergerakan Henri } pikir Akbar yang hendak melakukan sesuatu namun seorang di sampingnya terlebih dahulu bertindak di luar rencananya.

Spoiler for Dimensi Program:

"Apa yang terjadi?" kata Ari bertanya-tanya sendiri.

#Sesuatu di luar rencana,script yang menghilang dalam sekejap mata.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.