- Beranda
- Stories from the Heart
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
...
TS
silentanonymxxx
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
Hallo agan dan agan wati
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)
Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Spoiler for index:
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis

Diubah oleh silentanonymxxx 13-12-2015 19:24
bijan28 dan 4 lainnya memberi reputasi
3
225.9K
909
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
silentanonymxxx
#281
Bad Day
“Le bangun , udah pagi” kata ibuk ku sambil menarik selimutku
“mmm , ntar buk , kan sekarang libur” kata ku masih merem
Aku pun melanjutkan tidur entah berapa lama , tiba-tiba seperti ada air yang di semprotkan ke mukaku
“ehh...apa nih” kata ku
Disitu aku lihat yuni yang memegang semprotan untuk memandikan burung -_- dan sambil nyengir gak jelas
ini kejadian paling ngeselin yang aku masih inget sampai sekarang , harusnya kan kalau mau bangunin orang itu di elus-elus kepalanya atau gimana , lah ini malah pakai semprotan untuk mandiin burung -_-
“eh kampret ganggu orang tidur aja” kata ku sambil menarik selimut
“bangun lah , udah siang woiiii!!!” teriak dia
“ah entar lah , kamu ke dapur aja bikinin kopi item pait” kata ku
Dia pun keluar kamar dan menuju dapur , aku yang ingin melanjutkan tidur pun udah nggak bisa karena kalau udah bangun susah banget untuk tidur lagi , apalagi mentari sudah menunjukan cahaya nya
aku pun menuju teras depan untuk duduk , dan menyalakan rokok
“nih kopinya” kata ayuni
Dia pun duduk di sampingku dan meletakkan kopi di meja , aku sedikit menyeruput kopinya
tapi rasanya kok aneh ya? Mana ada kopi kok asin? Bruuuuufff aku menyemburkan kopi ke depan
Aku lihat yuni yang di sampingku cengengesan
“Buuuuukkk ini kok kopinya asiinnnn!” kata ku berteriak ke dalam rumah
“Itu kopinya yang buat yuni” kata ibuk ku juga berteriak di dalam rumah
“eh kampret , ini kamu kasih garem ya?” kata ku dengan muka kesel
“hihi , biar cepet melek” kata dia dengan manja
“ah ngrusak suasana pagi ini aja , udah ah mau kedalem” kata ku yang berdiri ingin masuk ke dalam rumah
“eh mau kemana?” kata yuni yang menarik tanganku
“mau mandi? Ikut? Ayok dah” kata ku menampakkan muka mesum hahaha
“ah sono-sono , mesum lu hahah” kata yuni yang mendorong badanku
Aku pun mandi gak pakek waktu lama sih , males juga jadi mandi ala militer , yang penting keliatan basah wkkwkw
“Le itu ada yang nyari di depan” kata ibuk ku
“siapa buk?” tanya ku
“lupa ibuk namanya , yang dulu pernah nganterin kamu pulang pakek mobil” kata ibuk ku
Mampus dah , tina kesini , sedangkan di depan ada yuni
perang dunia ke tiga ini mah , aduh gimana ini jelasin nya -_-
“eh tin , udah lama?” kata ku
“belum kok” kata tina dengan wajah jutek
“oh iya kenalin , ini yuni” kata ku
Mereka pun bersalaman dan sepertinya mereka gak saling suka , dilihat dari tatapan nya udah kayak gitu -_-
Aku pun duduk di kursi di depan mereka , mereka menatapku tajam seperti ingin mengintrogasi ku sejak tadi
Disini aku pun hanya diam pasrah , tak ada percakapan di antara kami ber tiga
5 menit
10 menit
15 menit
“eh ndi aku pulang dulu” kata yuni jutek
“aku juga mau pulang” kata tina juga jutek
Lalu mereka berdua pun langsung beranjak dari tempat duduknya lalu masuk kedalam untuk berpamitan dengan ibuk ku
Tak lama mereka keluar lagi dan menatapku dengan pandangan membunuh , serem coy
Tanpa menyalamiku mereka pun langsung pergi dari rumah ku , aku pun hanya tersenyum kecut
Lalu aku memilih kembali ke kamar , aku lihat jam udah jam 11 siang , mau ngapain juga bingung
Kemudian ada telpon dari Roy
“Halo ndi , dimana kamu?” tanya roy
“Dirumah bang , gimana emang?” jawabku
“Lu kesini dah ke sekolah , tadi anak-anak di serang di warung” kata roy
“oke bang , otw” kata ku
Aku pun mengambil jaket , tak lupa aku membawa Pipa besi untuk berjaga-jaga
Aku pun menuju ke sekolah , disana ternyata udah lumayan banyak yang kumpul , lalu aku menghampiri roy
“Siapa yang nyerang bang?” tanya ku
“itu anak SMK ****” kata roy
“Terus mau gimana kita sekarang bang” kata ku
“Lu bawa perlengkapan apa?” yanya roy
“aku cuman bawa ini bang” kata ku sambil menunjukkan pipa besi
“Yaudah , ayok kita pancing aja mereka buat keluar dari kandangnya , kita cegat aja” kata roy
Lalu roy mengumpulkan anak-anak untuk mengatur strategi , jadi startegi nya aku dan roy memancing mereka keluar dan kalau sudah di daerah yang di tentukan , kita menghadang mereka , lalu dari arah belakang , anak-anak di suruh backup dari belakang biar mereka terkepung
disini aku lihat kita berjumlah 20-an orang , lalu di bagi dengan dua grup
grup satu buat menghadang dari depan , grup dua untuk menghadang supaya mereka gak kabur
Lalu kami pun berangkat , dan semua sudah di posisi nya
“Yuk ndi , kita pancing Bajing*n-Bajing*an itu buat keluar dari kandangnya” kata roy
“ok , siap aku bang” jawabku
“Kamu yang nyetir aja , biar aku yang turun
Aku pun mengangguk lalu menuju ke tongkrongan mereka , setelah melihat keadaan aman dan tidak ada warga Roy pun turun dari motor , sedangkan aku di suruh standby untuk di atas motor
“WOI BANG*AT , KELUAR LO BAB*!!!” Teriak roy sambil melemparkan batu ke arah mereka
Mereka pun keluar , satu , dua , tiga , bangke mereka lebih dari 40 orang -_-
Apes dah ini bisa mati konyol ini , lalu roy pun berlari , merak pun ada yang berlari dan ada yang sudah siap untuk naik motor
“Ndi ayo berangkat sekarang!!!” kata roy yang panik
Aku pun langsung gas motor , lalu sampai di lokasi yang di tentukan
Anak-anak juga udah bersiap semua sambil mengeluarkan perlatan nya , tugas ku hanya standby di atas motor untuk sesuatu yang tidak di inginkan
Mereka pun terlihat , semua yang di warung tadi datang semua dengan berboncengan
“Majuuuuu woi !! abisini mereka!!!” kata roy yang berteriak dan berlari maju
Anak-anak pun maju , karena dirasa kalah jumlah , aku pun memberikan isyarat melepas slayer yang ada di tanganku dan mengibas-ngibas kan nya , lalu dari arah belakang anak-anak grup dua pun merangsek maju dan memukuli mereka semua
Disini aku melihat roy melawan 3 orang , pertama nya memang menang , tapi kemudian dia jatuh di tendang oleh salah satu orang , tanpa pikir panjang aku pun langsung maju dengan tangan kosong
Tendangan telak terkena ulu hati lawan lalu dia pun tersungkur , tinggal dua orang lagi
Lalu aku memukul salah satunya lagi dengan pukulan bertubi-tubi ke arah perut dan kepalanya , sehingga aku kesetanan memukulnya kemudian terdengar
Buuuuuuuuuugggg kepalaku di hantam oleh sebuah benda keras , pandanganku sedikit kabur tapi aku tidak jatuh lalu aku balik badan dan langsung saja menyerang nya kini lebih brutal dia pun terjatuh dan aku menendang kepalanya lalu aku menghantamkan kepalanya ke aspal dan dia tidak sadarkan diri
Aku pun menghampiri roy yang tersungkur di tengah jalan , lalu aku membopong nya dan menaikan nya ke motor
“Woi udah cukup , Balik ke Markas!!!!” teriakku
Lalu anak-anak menurut dan semua naik motor dan menuju ke warung kopi di sebelah sekolah
Sempat aku melihat kalau musuh sudah banyak yang terkapar , lalu kami pun menuju warung kopi yang ada di samping sekolah , sampai disana aku bilang ke anak-anak untuk berjaga di gang masuk dan gang keluar untuk mengantisipasi serangan balasan
“Ndi makasih banget” kata roy sambil memegang pundakku
“Santai aja bang hehe” kata ku
“Ndi itu kepala lo berdarah” kata roy
“Ah santai aja , haha eh bang beliin kopi sama rokok dong bang” kata ku sambil memberi uang
“udah pakek duit gua aja , itung-itung tanda terima kasih” kata roy
Aku pun hanya mengangguk , anak-anak yang melihatku karena kepalaku berdarah lalu membelikan alkohol 70% untuk membersihkan luka dan hansaplast , disini aku kagum dengan anak-anak satu angkatan ku , Memang SMK itu SOLID sekali , kalau ada teman yang sakit , mereka juga akan merasakan sakit dan akan saling bantu
Semboyan anak SMK mungin SOLIDARITAS TANPA BATAS , karena mengingat solidnya mereka
kita bukan teman , tapi kita semua saudara
Kopi pun datang dan aku menyeruputnya sedikit , dan aku menyalakan rokok huaaaaahh lega sekali rasanya menghisap racun-racun ini
Lalu satu persatu mereka pun pulang , begitu juga dengan roy , aku pun masih berada di warung kopi ini , aku melihat jam ternyata sudah jam 4 sore , lalu karena sudah agak lama aku disini aku memutuskan untuk pulang
SKIP
Sesampainya di rumah , ada kejadian aneh sekali aku lihat Yuni dan Tina mengobrol dengan asik seperti mereka sudah kenal bertahun-tahun , aku pun menghampiri mereka
“Eh kalian , udah lama?” tanya ku
Bukan dapat sambutan yang hangat lalu Plaaaakkkk, Yuni langsung menamparku
Plaaaaaaakkk Double kill Tina juga menamparku
Aku pun hanya diam , ada apa ini , dapet sambutan yang panas , ya pipi kanan dan kiriku panas mendapat tamparan -_-
“Darimana kamu? Itu kenapa kepalanya di hansaplast?” tanya yuni
“ngggg tadi jatuh dari motor” jawabku
“Nggak usah bohong , aku tadi di Sms sama anak-anak” kata tina menambahi
“Ngapain kamu ikut tawuran?” tanya yuni
Aku pun tidak bisa menjawab , lalu mereka beranjak , yang pertama Tina plaaaaakkkk dapet lagi tamparan
“Aku gak mau kenal kamu lagi!” kata tina lalu pergi menggunaka mobilnya
Lalu aku pun melihat yuni juga mau meninggalkan ku , plaaaaaaaakkk kena lagi aku tamparan
“Aku gak mau kenal kamu lagi , kamu udah kayak berandalan!!!” kata yuni lalu pergi meninggalkan ku menggunakan motor nya
Lalu aku pun masuk kamar dan tiduran , perasan ku campur aduk , kepalaku pening
Kemudian tanpa pikir panjang aku sms Yuni dan Tina
“Oke kalau ini mau kamu , aku juga gak bakal hubungin lagi Thx untuk hal indah bersamamu”
Aku pun langsung mengirim sms ke mereka berdua , setelah melihat semua nya terkirim aku matikan Hp ku lalu mengambil sim card ku lalu mematahkan nya
Aku pun langsung tidur karena pusing sekali kepalaku
“Le bangun , udah pagi” kata ibuk ku sambil menarik selimutku
“mmm , ntar buk , kan sekarang libur” kata ku masih merem
Aku pun melanjutkan tidur entah berapa lama , tiba-tiba seperti ada air yang di semprotkan ke mukaku
“ehh...apa nih” kata ku
Disitu aku lihat yuni yang memegang semprotan untuk memandikan burung -_- dan sambil nyengir gak jelas
ini kejadian paling ngeselin yang aku masih inget sampai sekarang , harusnya kan kalau mau bangunin orang itu di elus-elus kepalanya atau gimana , lah ini malah pakai semprotan untuk mandiin burung -_-
“eh kampret ganggu orang tidur aja” kata ku sambil menarik selimut
“bangun lah , udah siang woiiii!!!” teriak dia
“ah entar lah , kamu ke dapur aja bikinin kopi item pait” kata ku
Dia pun keluar kamar dan menuju dapur , aku yang ingin melanjutkan tidur pun udah nggak bisa karena kalau udah bangun susah banget untuk tidur lagi , apalagi mentari sudah menunjukan cahaya nya
aku pun menuju teras depan untuk duduk , dan menyalakan rokok
“nih kopinya” kata ayuni
Dia pun duduk di sampingku dan meletakkan kopi di meja , aku sedikit menyeruput kopinya
tapi rasanya kok aneh ya? Mana ada kopi kok asin? Bruuuuufff aku menyemburkan kopi ke depan
Aku lihat yuni yang di sampingku cengengesan
“Buuuuukkk ini kok kopinya asiinnnn!” kata ku berteriak ke dalam rumah
“Itu kopinya yang buat yuni” kata ibuk ku juga berteriak di dalam rumah
“eh kampret , ini kamu kasih garem ya?” kata ku dengan muka kesel
“hihi , biar cepet melek” kata dia dengan manja
“ah ngrusak suasana pagi ini aja , udah ah mau kedalem” kata ku yang berdiri ingin masuk ke dalam rumah
“eh mau kemana?” kata yuni yang menarik tanganku
“mau mandi? Ikut? Ayok dah” kata ku menampakkan muka mesum hahaha
“ah sono-sono , mesum lu hahah” kata yuni yang mendorong badanku
Aku pun mandi gak pakek waktu lama sih , males juga jadi mandi ala militer , yang penting keliatan basah wkkwkw
“Le itu ada yang nyari di depan” kata ibuk ku
“siapa buk?” tanya ku
“lupa ibuk namanya , yang dulu pernah nganterin kamu pulang pakek mobil” kata ibuk ku
Mampus dah , tina kesini , sedangkan di depan ada yuni
perang dunia ke tiga ini mah , aduh gimana ini jelasin nya -_-
“eh tin , udah lama?” kata ku
“belum kok” kata tina dengan wajah jutek
“oh iya kenalin , ini yuni” kata ku
Mereka pun bersalaman dan sepertinya mereka gak saling suka , dilihat dari tatapan nya udah kayak gitu -_-
Aku pun duduk di kursi di depan mereka , mereka menatapku tajam seperti ingin mengintrogasi ku sejak tadi
Disini aku pun hanya diam pasrah , tak ada percakapan di antara kami ber tiga
5 menit
10 menit
15 menit
“eh ndi aku pulang dulu” kata yuni jutek
“aku juga mau pulang” kata tina juga jutek
Lalu mereka berdua pun langsung beranjak dari tempat duduknya lalu masuk kedalam untuk berpamitan dengan ibuk ku
Tak lama mereka keluar lagi dan menatapku dengan pandangan membunuh , serem coy
Tanpa menyalamiku mereka pun langsung pergi dari rumah ku , aku pun hanya tersenyum kecut
Lalu aku memilih kembali ke kamar , aku lihat jam udah jam 11 siang , mau ngapain juga bingung
Kemudian ada telpon dari Roy
“Halo ndi , dimana kamu?” tanya roy
“Dirumah bang , gimana emang?” jawabku
“Lu kesini dah ke sekolah , tadi anak-anak di serang di warung” kata roy
“oke bang , otw” kata ku
Aku pun mengambil jaket , tak lupa aku membawa Pipa besi untuk berjaga-jaga
Aku pun menuju ke sekolah , disana ternyata udah lumayan banyak yang kumpul , lalu aku menghampiri roy
“Siapa yang nyerang bang?” tanya ku
“itu anak SMK ****” kata roy
“Terus mau gimana kita sekarang bang” kata ku
“Lu bawa perlengkapan apa?” yanya roy
“aku cuman bawa ini bang” kata ku sambil menunjukkan pipa besi
“Yaudah , ayok kita pancing aja mereka buat keluar dari kandangnya , kita cegat aja” kata roy
Lalu roy mengumpulkan anak-anak untuk mengatur strategi , jadi startegi nya aku dan roy memancing mereka keluar dan kalau sudah di daerah yang di tentukan , kita menghadang mereka , lalu dari arah belakang , anak-anak di suruh backup dari belakang biar mereka terkepung
disini aku lihat kita berjumlah 20-an orang , lalu di bagi dengan dua grup
grup satu buat menghadang dari depan , grup dua untuk menghadang supaya mereka gak kabur
Lalu kami pun berangkat , dan semua sudah di posisi nya
“Yuk ndi , kita pancing Bajing*n-Bajing*an itu buat keluar dari kandangnya” kata roy
“ok , siap aku bang” jawabku
“Kamu yang nyetir aja , biar aku yang turun
Aku pun mengangguk lalu menuju ke tongkrongan mereka , setelah melihat keadaan aman dan tidak ada warga Roy pun turun dari motor , sedangkan aku di suruh standby untuk di atas motor
“WOI BANG*AT , KELUAR LO BAB*!!!” Teriak roy sambil melemparkan batu ke arah mereka
Mereka pun keluar , satu , dua , tiga , bangke mereka lebih dari 40 orang -_-
Apes dah ini bisa mati konyol ini , lalu roy pun berlari , merak pun ada yang berlari dan ada yang sudah siap untuk naik motor
“Ndi ayo berangkat sekarang!!!” kata roy yang panik
Aku pun langsung gas motor , lalu sampai di lokasi yang di tentukan
Anak-anak juga udah bersiap semua sambil mengeluarkan perlatan nya , tugas ku hanya standby di atas motor untuk sesuatu yang tidak di inginkan
Mereka pun terlihat , semua yang di warung tadi datang semua dengan berboncengan
“Majuuuuu woi !! abisini mereka!!!” kata roy yang berteriak dan berlari maju
Anak-anak pun maju , karena dirasa kalah jumlah , aku pun memberikan isyarat melepas slayer yang ada di tanganku dan mengibas-ngibas kan nya , lalu dari arah belakang anak-anak grup dua pun merangsek maju dan memukuli mereka semua
Disini aku melihat roy melawan 3 orang , pertama nya memang menang , tapi kemudian dia jatuh di tendang oleh salah satu orang , tanpa pikir panjang aku pun langsung maju dengan tangan kosong
Tendangan telak terkena ulu hati lawan lalu dia pun tersungkur , tinggal dua orang lagi
Lalu aku memukul salah satunya lagi dengan pukulan bertubi-tubi ke arah perut dan kepalanya , sehingga aku kesetanan memukulnya kemudian terdengar
Buuuuuuuuuugggg kepalaku di hantam oleh sebuah benda keras , pandanganku sedikit kabur tapi aku tidak jatuh lalu aku balik badan dan langsung saja menyerang nya kini lebih brutal dia pun terjatuh dan aku menendang kepalanya lalu aku menghantamkan kepalanya ke aspal dan dia tidak sadarkan diri
Aku pun menghampiri roy yang tersungkur di tengah jalan , lalu aku membopong nya dan menaikan nya ke motor
“Woi udah cukup , Balik ke Markas!!!!” teriakku
Lalu anak-anak menurut dan semua naik motor dan menuju ke warung kopi di sebelah sekolah
Sempat aku melihat kalau musuh sudah banyak yang terkapar , lalu kami pun menuju warung kopi yang ada di samping sekolah , sampai disana aku bilang ke anak-anak untuk berjaga di gang masuk dan gang keluar untuk mengantisipasi serangan balasan
“Ndi makasih banget” kata roy sambil memegang pundakku
“Santai aja bang hehe” kata ku
“Ndi itu kepala lo berdarah” kata roy
“Ah santai aja , haha eh bang beliin kopi sama rokok dong bang” kata ku sambil memberi uang
“udah pakek duit gua aja , itung-itung tanda terima kasih” kata roy
Aku pun hanya mengangguk , anak-anak yang melihatku karena kepalaku berdarah lalu membelikan alkohol 70% untuk membersihkan luka dan hansaplast , disini aku kagum dengan anak-anak satu angkatan ku , Memang SMK itu SOLID sekali , kalau ada teman yang sakit , mereka juga akan merasakan sakit dan akan saling bantu
Semboyan anak SMK mungin SOLIDARITAS TANPA BATAS , karena mengingat solidnya mereka
kita bukan teman , tapi kita semua saudara
Kopi pun datang dan aku menyeruputnya sedikit , dan aku menyalakan rokok huaaaaahh lega sekali rasanya menghisap racun-racun ini
Lalu satu persatu mereka pun pulang , begitu juga dengan roy , aku pun masih berada di warung kopi ini , aku melihat jam ternyata sudah jam 4 sore , lalu karena sudah agak lama aku disini aku memutuskan untuk pulang
SKIP
Sesampainya di rumah , ada kejadian aneh sekali aku lihat Yuni dan Tina mengobrol dengan asik seperti mereka sudah kenal bertahun-tahun , aku pun menghampiri mereka
“Eh kalian , udah lama?” tanya ku
Bukan dapat sambutan yang hangat lalu Plaaaakkkk, Yuni langsung menamparku
Plaaaaaaakkk Double kill Tina juga menamparku
Aku pun hanya diam , ada apa ini , dapet sambutan yang panas , ya pipi kanan dan kiriku panas mendapat tamparan -_-
“Darimana kamu? Itu kenapa kepalanya di hansaplast?” tanya yuni
“ngggg tadi jatuh dari motor” jawabku
“Nggak usah bohong , aku tadi di Sms sama anak-anak” kata tina menambahi
“Ngapain kamu ikut tawuran?” tanya yuni
Aku pun tidak bisa menjawab , lalu mereka beranjak , yang pertama Tina plaaaaakkkk dapet lagi tamparan
“Aku gak mau kenal kamu lagi!” kata tina lalu pergi menggunaka mobilnya
Lalu aku pun melihat yuni juga mau meninggalkan ku , plaaaaaaaakkk kena lagi aku tamparan
“Aku gak mau kenal kamu lagi , kamu udah kayak berandalan!!!” kata yuni lalu pergi meninggalkan ku menggunakan motor nya
Lalu aku pun masuk kamar dan tiduran , perasan ku campur aduk , kepalaku pening
Kemudian tanpa pikir panjang aku sms Yuni dan Tina
“Oke kalau ini mau kamu , aku juga gak bakal hubungin lagi Thx untuk hal indah bersamamu”
Aku pun langsung mengirim sms ke mereka berdua , setelah melihat semua nya terkirim aku matikan Hp ku lalu mengambil sim card ku lalu mematahkan nya
Aku pun langsung tidur karena pusing sekali kepalaku
danjau memberi reputasi
1