Kaskus

Story

gladys14Avatar border
TS
gladys14
Memori (cerita cinta yang sempat membuatku datang ke psikolog)
Cinta. Selalu ada aja ceritanya kan? Gimana cerita cinta yang paling ekstrim buat kamu? Dulu aku pernah ditigain sama cowo (dan dia cerita ke aku tiap dia mau nembak cewe), dulu aku pernah deket sama anak band yang tiba-tiba ngilang dan tau-tau dia muncul udah gendong anak. Dan yang ini, yang akan aku ceritakan, jauh lebih dahsyat dari itu. Gimana kalo orang yang kamu suka dan bilang suka sama kamu adalah... bisexual? Ini kisah nyata, untukku. Gak tau kalo untuk kamu apalagi dia. Lagipula kisah ini mulainya udah dari 2 taun lalu. Tapi, dia kok masih betah ya... di hatiku?


November 2013
November 2013 (2)
Desember 2013
Desember 2013 (2)
Desember 2013 (3)
Januari 2014
Februari 2014
Februari 2014(2)
Februari 2014(3)
Maret 2014
Maret 2014 (2)
April 2014
Mei 2014
Mei 2014 (2)
Mei 2014 (3)
Juni 2014
Juni 2014 (2)
Juni 2014 (3)
Juni 2014 (4)
Juli 2014
Juli 2014 (2)
Agustus 2014
Agustus 2014 (2)
Agustus 2014 (3)- September 2014
September 2014(2)


P.S.: Niat terbesar membuat thread ini adalah membantu aku untuk inget-inget beberapa momen yang pernah terjadi. Karena momen-momen tersebut terlalu huwow untuk dilupain. Jadi, kalo cerita ini gak asik buat yang baca, kalo terlalu cetek, terlalu mainstream, maafin da ini ceritaku. Mana ceritamu? :')
Diubah oleh gladys14 07-09-2015 07:02
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
20K
150
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
gladys14Avatar border
TS
gladys14
#16
Desember 2013 (3)
Selesai mandi aku mengecek ponselku. Ada 1 sms dari Sam.
2011 Sammy
Hahaha sebel lah gak usah sok imut! Btw semalem aku ketiduran hehe
Aku mengkerutkan keningku. Sammy si tukang begadang ketiduran dari sore?
Aku mengirim chat pada Aldi membatalkan berangkat bareng. Saat mandi aku berpikir untuk mampir ke basecamp dulu menemui Tika, membicarakan soal Sam. Iya, Tika, tidak mungkin Arti karena Arti sedikit kaku kalo berhubungan dengan lelaki termasuk sahabatnya sendiri.
Aku mengirim sms pada Tika.
Tik, aku ke kosan ya. Mau ngomong. Ini baru cus.
***
Sesampainya di basecamp aku langsung masuk ke kamar Tika tanpa mampir ke kamar Arti dan Tiwi.
"Wiih pagi amat, Bu!" sapa Tika saat aku masuk kamarnya.
"Udah mandi belom?" Aku langsung tiduran di kasurnya.
"Belom"
Hening tercipta di ruangan kecil itu.
"Tik"
"Hm?"
"Sam,"
"Sudah kuduga mau cerita itu,"
"Kenapa sih kamu ga ngajakin Sam kemarin pas ngasih kado aku? Kamu sama yang lain juga kaya yang males kalo sekelompok sama dia. Kasian tau"
"..."
"Tiiik" ucapku sambil melihatnya yang sedang menyetrika.
"Jujur ya. Aku awalnya ga ikut-ikutan. Kamu tau kan Tiwi lagi ngejauhin Sam? Ya aku sama Arti yang serumah sama Tiwi pasti kebawa. Apalagi Arti yang rada kaku kalo deket cowo. Aku asalnya netral. Tapi, lama-lama Sam tuh mendominasi bareng sama kamunya. Deket kita dikit, kamu ditarik sama Sam. Ngobrol sama kita dikit Sam nimbrung. Males juga kan"
"Kapan?"
"You ask? Sebulan kemaren coba inget-inget."
"Ya ampun, Tik, selama proses aku ya otomatis deket sama Sam atuh. Aku anak dance, Sam koornya. Mau gimana lagi?"
"Dea sama Rianti juga anak dance. Tapi mereka gak segitunya"
Aku tidak bisa menjawab.
"Kamu suka sama Sam?" tanya Tika langsung.
"Apa sih Tik. Engga lah. You know tipe gue kaya gimana"
"You seem so."
"Tiik Sam tuh kasian...." aku lantas menceritakan semua cerita Sam dari mulai broken home versinya dan isu pertemanan kemarin. Harusnya aku tidak bilang sih, cuma aku rasa it is the only way. "Bantu aku Tiiik. Kita bersebelas. Kalo kalian ngerasa aku pegangan sama kalian sebelah, dan dipegang sama Sam sebelah, kenapa gak kalian tarik kita berdua aja? Lagian Sam kan emang udah masuk ke geng kita ga siih?"
"Geng-geng. Udah kuliah geng-gengan." Ucap Tika sambil masuk ke kamar mandi.
Aku menghembuskan napasku. Harus gimana?
***
Sehabis Tika mandi aku cuma diam memainkan selimut corak pandanya Tika.
"Udah gak usah sok-sok sedih. Iya gue bantu deeeh"
"Hah?" ucapku terkejut.
"Kamu ingin aku lebih "merangkul" Sam kan? Aku usahain sebisa aku"
"Aaaaaak!! I love youuuuuuu!!!" aku berteriak kegiangan dan memberikan cium jauh pada Tika yang langsung dibalas pandangan jijik.
"Btw Dis, bilangin Sam. Selesain dulu masalah dia sama Tiwi. Mereka tuh gantung tau. Lagian aku juga ga ngerti si Tiwi tuh kayaknya sebeeel banget sama Sam"
"Bilangin aja sama Tika ke Samnya"
"Elu laaah. Dia tuh nurutnya sama kamu"
"Ih ya..."
"Tik, pinjem kerudung item dong" ucapanku terpotong oleh kedatangan Tiwi.
"Dis, kamu dari kapan ada disini?" ucap Tiwi terkejut.
"Nginep iih kamu mah gak taueun" jawabku mencoba mencairkan suasana.
"Ngaraaang!!" jawabnya sambil mengambil kerudung dari tangan Tika.
"Udah mandi belum?" tanya Tika pada Tiwi.
"Belom haahahaha"
"Cepet kali 30menit lagi masuk!"
Tiwi langsung keluar kamar.
Aku dan Tika sama-sama diam kembali.
"Tapi Tik, Sam bilang kalo dia udah move on dari Tiwi"
"Suer? Move on ke siapa?"
"Gak tau"
"Bohong!"
"Eeeh Sam baru mau bilangnya nanti katanya kalo dia udah yakin banget. Tujuh bulan lagi."
"Bohong"
"Sumpah deh. Emang kenapa Tiwi masih suka sama Sam?"
"Enggaaa."
"Apa kamu suka sama Sam?"
"Kamu kali yang suka sama Sam!"
"Aaah menutupi kamu mah!"
"Maling teriak maling!"
Akhirnya kami berdua saling ejek pagi itu. Aku sedikit lega karena Tika kooperatif.
Di kampus pun Tika langsung mendekati Sam dan lebih "merangkulnya". Hari itu saja Tika yang duduk di sebelah Sam bukan aku. Tapi kita mengobrol bertiga sih. Eh, berempat deng, dengan Aldi yang duduk di sebelahku.
Di kelas kok ngobrol ya? Haha tapi begitulah masa kuliahku. Bercanda di kelas bahkan surat berantai saat ada dosenpun kerap kami lakukan. Kikikan yang kutahan kadang membuatku susah nafas. Bahagiaa sekali.
Apakah kebahagiaan itu akan bertahan lama? Tapi, namanya hidup, ya mana bisa bahagia terus kan?
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.