- Beranda
- Stories from the Heart
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
...
TS
silentanonymxxx
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
Hallo agan dan agan wati
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)
Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Spoiler for index:
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis

Diubah oleh silentanonymxxx 13-12-2015 19:24
bijan28 dan 4 lainnya memberi reputasi
3
226K
909
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
silentanonymxxx
#241
Kaliurang Part 2
Tit... Tit.. Tit...
Suara alarm di hp ku berbunyi , aku mengambil dan melihat sekarang sudah jam 4 pagi
Tak lama terdengar suara adzan shubuh , lalu aku beranjak dari tempat tidur untuk mengambil air wudhu dan sholat
Setelah selesai , aku pun langsung mandi dan bodohnya aku lupa kalau masih pakai perban di kepala dan bekas luka belum mengering terkena air nyessssss rasanya ada manis-manis nya gitu
MANIS NDASMU , sakit cuy hahaha
Setelah selesai mandi , aku pun memakai seragam sekaligus jaket kesayangan dan bersiap untuk ke sekolah , aku pun mengambil roti dan kopi yang sudah di siapkan oleh ibu ku
Kemudian aku duduk-duduk di teras sambil melihat jam , masih jam 04.30 pagi
“Buk , motorku mana ya?” tanya ku kepada ibuku
“Lah kemarin kan kamu di anter sama senior kamu , yang harusnya tanya itu ibuk” jawab ibu ku
“oiya lupa hehe
, kemarin aku titipin di sekolah” jawabku
“masih muda kok pikun to le” kata ibuku
Lalu aku merogoh hp yang ada di saku ku , lalu aku sms tina
“kak , aku berangkat gimana ini?” tanyaku di sms
Sms gak di bales , tapi tina langsung telpon
“Halo assalamualaikum” kata tina
“Waalaikumsallam , gimana kak?” jawabku
“ini aku udah di perjalanan , tunggu di depan rumah ya?” kata tina
“lah ngapain emang kak?” tanyaku heran
“kan kemarin udah janjian , gimana sih , lupa ya kamu
?” kata tina
“ehh , iya lupa kak wkwk yaudah aku udah di depan rumah kok” kata ku
“masih muda udah pikun aja , yaudah aku matiin telpon”
Tut..tut..tut
Setengah jam kemudian , tina pun sampai di depan rumah , aku pun pamit kepada kedua orang tuaku untuk berangkat sekolah
“udah makan ndi?” tanya tina
“udah kak” jawabku
“itu kenapa kepalanya cuman di pakein hansaplast aja? , emang udah sarapan apa kamu?” kata tina
“malu kak , masak pake perban nanti dikira mumi haha kopi sama roti doang” jawabku
“mampir dulu yuk sebelum ke sekolah , ke warung langganan aku” kata tina
“yaudah kak ayo” jawabku
Lalu kami pun mapmpir dulu ke warung yang sudah tidak jauh dari sekolah , aku lihat masih jam 5.30
Jadi belum terlambat nanti kalau sampai sekolah
“pesen apa ndi?” tanya tina
“kopi aja kak” jawabku
“gak makan?” tanya tina
“enggak , udah kenyang makan roti tadi” kata ku
Lalu tina pun memesan nasi goreng dan kopi dua gelas , aneh baru kali ini aku lihat cewek minum kopi hitam , anehnya lagi kopi tanpa gula
“eh kak , kok kopinya gak pakek gula?” tanya ku
“udah kebiasaan sih , kan aku udah manis jadi gak perlu pakek gula hihi
” jawab tina
“eh kepedeaan haha , kak aku ngrokok boleh kan?” tanya ku
“udah santai aja , ngrokok aja gpp” kata tina
Kami pun hanya ngobrol-ngobrol ringan tentang sekolah , tina pun sambil makan dan setelah selesai kami pun menuju ke sekolah karena emang sudah jam 5.30 , sesampainya di sekolah sudah banyak yang berangkat dan menuju ke kelas , lalu aku pun turun dari mobil
“ndiiiiiiiii” teriak tina masih di dalam mobil
“apaan kak?” tanya ku
“ih bukain lah , aku kan mau turun” kata tina manja
“lah kan kakak bisa sendiri ” kata ku
“pokok nya bukain” kata tina
“iya-iya -_-“ kata ku
Mulai neh ada perasaan gak enak , sifat manja nya keluar -_-
Lalu kami pun berjalan ke arah kelas , disini semua melihatku yang berjalan sama tina , memang sih teman-teman satu angkatan kayaknya banyak yang suka melihat tina , tapi nggak ke arahku karena tina daritadi dempet-dempet ke aku , semua orang yang melihat ku rasanya ingin sekali melahapku mentah-mentah dan mengeluarkan pandangan sinis dan iri
Lalu aku pun sampai di kelas dan kemudian duduk di bangku paling belakang , rasanya ada yang aneh hmmmm... apa ya aku pun menoleh ke sampingku , bener aja tina duduk di sampingku
“kak” kata ku
“hmmmm” jawab tina
“ngapain?” tanya ku
“ngapain gimana maksudnya?” tanya tina
“ini kakak ngapain duduk di sini -_-“ kata ku
“hehe gpp” kata tina
“kan kakak panitia , ngapain ikut masuk ke kelas” kata ku
“oiya lupa aku hahah , yaudah aku ke ruang osis dulu dadah...” kata tina sambil mengacak-ngacak rambutku
Setdah ini orang unik kelewat aneh , tapi gpp sih manis kok
Doni yang di depanku langsung pindah duduk di sampingku
“ndi” kata doni
“apa don” jawabku
“kamu ada hubungan apa sama kak tina?” tanya doni
“gak ada apa-apa , kemarin di anter pulang , terus tadi pagi jemput , tau sendiri kan kemarin kenapa” jawabku
“tuh lihat anak-anak gimana” kata doni
Aku pun meihat ke seluruh kelas , bener aja semua memandangku dengan tatapan sinis
“eh kenapa tuh anak-anak” kata ku
“biasa lah , ngeliat kamu jalan sama cewek cakep , tau sendiri di kelas batangan semua haha” kata doni sambil tertawa
“yaelah , kayak gak pernah lihat cewek aja” kata ku
“eh ntar kan pulang agak cepet , nongkrong dulu yuk ke warung kopi samping sekolah” ajak doni
“ok siap 69” kata ku
“86 coookk , mesum banget lo kampret “ kata doni
Kami pun tertawa hahaha
SKIP
Setelah selesai penyampain materi , kami di suruh berkumpul di lapangan untuk acara penutupan mos selama 3 hari ini , semua panita yang pertam-tama sudah berteriak-teriak kini semua udah lunak gak ada satu pun yang measang muka jutek , tapi beda sama rizal dan para cecunguk teman gerombolan nya , mereka melihatku seperti ingin mengajaknya berperang lagi
Aku hanya menatap nya tajam , ingin sekali ku pukul mukanya karena kejadian tempo hari
Aku pun menuju ke parkiran daripada ada kejadian yang tidak di inginkan , lalu aku mengambil motor dan menuju ke warung kopi yang ada di pinggir sekolah , disana doni sudah menunggu bersama tukang parkir yang bernama bambang
“eh mas , sini duduk sini” ajak mas bambang
“eh iya mas” jawabku
“ini doni cerita kalau udah tau pelakunya , enaknya di apain nih?” kata mas bambang
“biarin aja mas , saya gak mau mulai duluan” kataku
“udah ndi , gpp kita aja yang gerak” kata doni
“eh gak usah don , biar aku selesaiin sendiri” kataku
Aku pun memesan kopi dan rokok , kami pun ngobrol-ngobrol
Tak lama kemudian datang cecunguk-cecungku , siapa lagi kalau bukan rizal , bedanya rizal membawa 6 orang temen nya
“eh gak jadi aja , bau busuk disini” kata rizal
“ngomong apa kau mas? Sopan mas disini” kata mas bambang
“eh ngapain , tukang parkir aja belagu Nj*ng” kata rizal sambil menunjuk-nunjuk mas bambang
Aku pun hanya diam , lalu tiba-tiba mas bambang mengambil gelas dan piiiiiiiiiarrrr di hantam nya gelas itu ke kepala nya
“Ngomong yang sopan lo , bocah kemarin aja belagu !!!” kata mas bambang yang berteriak , rizal tersungkur dan kepalanya bocor
Lalu teman-teman nya pun mau maju ingin mengeroyok mas bambang , aku pun berdiri dan memasang kuda-kuda lalu melakukan gerakan yang di ajarkan mas danang pada saat latihan
Lalu mereka seperti terpental sendiri dan tidak bisa mendekat , mereka pun hanya bengong
“Anj*ng , pake ilmu hitam lo awas lo bang*sat” kata salah satu dari mereka
“maju aja” jawabku sambil tersenyum
Lalu satu orang pun maju , disini aku melihat kalau dia emang pakai kodham , warna aura nya hitam dia ancang-ancang mau memukulku , dan aku tangkap tangannya dan kemudian aku tekuk tangannya ke belakang
Dia pun tersungkur dan aku duduki lalu memegang kepalanya
“arrrggggh , ampun-ampun” kata dia
“kalau kamu gak pergi , aku cabut ini khodam yang ada di tubuhmu” kata ku
“arrrrrgghh panas...panas , maaf aku pergi” kata dia
Lalu aku pun melepaskan kepalanya dan kemudian dia berdiri dan bergerak perlahan mundur dan bilang teman-temanya untuk menuntun si rizal yang yang kepalanya bocor
“Awas lo , tunggu pembalasan gua!” teriak rizal
Aku pun duduk lagi ke tempat tadi , dan meminum kopi sambil menyalakan rokok
“wah hebat kamu ndi , belajar dimana?” tanya doni
“ah enggak , Cuma kebetulan” jawabku
“kebetulan dari mana , dari kemarin kebetulan terus” kata doni
“guru mu siapa ndi?” tanya mas bambang
“di deket rumah mas hehe , kenapa mas?” tanya mas bambang
“namanya siapa?” tanya mas bambang lagi
“danang mas” jawabku
“owalah pantes , dia temenku dulu haha hebat juga ya danang punya murid kayak kamu” kata mas bambang
“ah enggak mas , biasa aja” jawabku
“yaudah ndi , saya balik dulu mau jaga parkir , kalau ada apa-apa bilang aja sama saya” kata mas bambang
“oke mas , kopinya saya aja yang bayar , itung-itung tanda terima kasih kemarin hehe” jawabku
“oke makasih ya” kata mas bambang sambil pergi dari warung kopi
Aku pun inisiatif untuk membersihkan pecahan gelas , gak enak sama yang punya warung karena mecahin gelas
“ndi aku balik dulu ya , udah agak sore nih” kata doni
“oke sip” kata ku
“oiya bayarin kopinya ya” kata doni
“eh kampret -_-“ jawabku
“yaelah ndi pelit amat , sekali-kali kek” jawab doni
“iya deh , hus hus sana” kata ku
“eh dikira ayam apa ya -_- , yaudah pulang dulu” kata doni
Aku pun hanya mengangguk , doni pun langsung naik motor dan pulang
Ciiitttt suara mobil berhenti di depan warung kopi tiba-tiba keluar orang , tina
Langsung saja di menghampiriku plaaaaaaaaaaak
Dia langsung saja menamparku , aku hanya diam , kenapa ni anak dateng-dateng main tampar aja
“DIBILANG JANGAN BERANTEM LAGI!!!!” Kata tina , matanya berkaca-kaca
“eh..nggg” kata ku
“GAK USAH NGELAK KAMU ,CEPET MASUK MOBIL !!!!” Kata tina
“mau kemana? Ini aku bawa motor” kata ku
“UDAH GAK USAH BANYAK PROTES , MOTOR TITIP AJA DISINI!!!”kata tina
“ya bentar , bayar dulu” kata ku
Lalu aku pun membayar kopi tadi sekaligus memberi uang lebih buat ganti gelas yang pecah
Aku pun langsung naik mobil , di dalam mobil aku pun hanya diam , takut juga kalau lihat tina marah
Aku pun memberanikan bertanya
“mau keman kak?” tanya ku
“udah diem , gak usah banyak tanya!” jawab tina
Aku pun hanya diam , ngeri coy kalau lihat cewek marah
Aku pun sepertinya gak asing ini mau kemana , yup benar aja ini jalan menuju kaliurang
Yah ngapain lagi kesini , jadi ke inget seseorang aja
Setelah masuk ke kawasan wisata , mobil pun menuju ke arah yang aku sangat kenal
Ya , Gardu Pandang
Sampi disana , kami pun parkir dan turun dari mobil , aku pun langsung menyalakan rokok
Fuuuuuuuh asap putih pun terlihat keluar dari mulutku , tina pun langsung duduk di kursi beton yang sama seperti dulu yang di duduki ririn
Rin , gimana kabarmu sekarang , janji kok aku gak lupain kamu :’)
“sini duduk” kata tina
Aku pun duduk di samping tina
“kamu tuh di bilangin keras kepala banget sih , udah di bilang jangan berantem!” kata tina
“.......”
“apa enaknya berantem terus , mau jadi jagoan kamu?!!!”
“......”
“sekali lagi kamu berantem , jangan harap kamu kenal aku lagi!” kata tina
“mma..maaf” jawabku
Tina pun memegang tanganku dan menghadap ke arahku
“aku tuh sayang sama kamu ndi , makanya aku khawatir sama kamu” kata tina matanya berkaca-kaca
Jleeeeeb kaget rasanya , kenapa tina bisa ngomong kayak gitu , aku pun hanya mengelus kepalanya
“janji , aku gak bakal berantem lagi” kata ku
“yaudah , janji ya?” kata tina sambil mengacungkan kelingkingnya
“janji” jawabku sambil mengikatkan kelingking ku ke kelingking tina
“terus gimana? Jawaban kamu apa?” tanya tina
“eh , jawaban apa kak?” tanya ku bingung
“udah ah geli pake panggil kakak segala”kata tina
“hehe kan aku menghormati kak tina” jawabku
“jadi jawaban nya apa?” kata tina
“emm gimana ya” kata ku
“gimana?” tanya tina lagi mukanya serius
“aku juga sayang kamu... tapi”
“tapi apa???”
“tapi aku udah anggep kamu sebagai kakak aku tin , rasa sayangku gak lebih dari itu” kata ku
Matanya yang dari tadi memerah , keluar sudah air matanya
“udah ah , masak kakak aku yang galak ini nangis , cengeng ah” kata ku sambil mengusap air matanya
“jahat kamu ndi jahat!!” kata tina
“gini gini , aku kasih kamu jawabannya” kata ku
“........”
“bukan nya aku gak sayang kamu , tapi aku gak mau kalau masih ada cewek yang ada di hati ku , aku gak mau bikin kamu kecewa” jawabku
“siapa emang cewek nya?” tanya tina yang mulai gak menangis
Aku pun menceritakan kejadian waktu smp , tina hanya mengangguk dan serius mendengarkan nya
Lalu tiba-tiba dia memeluk ku , aku pun tidak membalas pelukan nya hanya mengelus-ngelus kepala nya
“aku tau ndi , kamu emang cowok yang baik” kata tina
“biar waktu yang jawab aja ya” kata ku
“iya aku bakal nunggu kok” kata tina yang mulai tersenyum
“eh aku bakar rokok ya , gpp kan” kata ku
Tina pun hanya mengangguk , lalu dia mengambil rokok yang aku bawa
“ehhhh mau ngapain kamu?” tanya ku
“aku kalau stress juga ngrokok kok” kata tina
“eh gak usah ya , aku gak suka kalau cewek ngrokok” kata ku
“ah pelit ah” jawab tina sambil menggembungkan pipinya
“ehh gemes banget , ini pipi atau bakpau” kata ku sambil mencubit pipinya pelan
“bodo” tina masih cemberut
“senyum dong” kata ku merayu
“gak mau!” kata tina
“yaudah deh , eh lihat tuh ada saudara kamu hahaha” kata ku
“mana ndi?” tanya tina kebingungan
“itu , masak gak lihat” kata ku
“mana nggak ada?” tanya tina semakin bingung
Aku lihat lagi , ternyata bukan monyet sungguhan , bentuknya sih emang monyet , tapi emang janggal , emang ada monyet matanya merah bersinar
Ah lupa kalau Cuma aku aja yang bisa ngeliat , takut kalau tina panik aku pun mengalihkan pembicaraan
“eh , laper gak tin?” tanya ku
“iya laper” jawab tina
“yaudah makan lah ahhahaa” jawabku sambil tertawa
Perutku langsung di cubit dan di pelintir sakit banget
“aduuuh duhhh sakit tin” kata ku sambil memegangi perut
“makanya jangan usil! Gak tau orang laper” kata tina
“hehe , yaudah yuk cari makan sekalian pulang , udah sore nih” kata ku
“yuk” kata tina
Kami pun kembali ke mobil dan menuju sekolah untuk mencari makan , kenapa ke sekolah? Yaiyalah motor tadi kan aku titip di warung kopi -_-
SKIP
Setelah sampai di dekat sekolah kami mampir di tempat ****** lalu memesan makan dan setelah selesai tina pun mengantarkan ku ke warung kopi untuk mengambil motor
“makasih ya tin buat hari ini” kata ku
Cupp , ciuman hangat mendarat di pipi , wajakhku langsung memerah
“hehe sama-sama” mukanya juga memerah
“yaudah aku pulang ya , udah sore” kata tina lagi
“iya hati-hati ya” jawabku
Lalu tina pun masuk mobil dan pulang
“cie cie yang habis berduaan” kata seseorang di belakangku
“eh mas hehe , temen kok mas” kata ku kepada mas bambang
“udah ngaku aja , kayak aku gak pernah muda aja hahaha” kata mas bambang
“haha , yaudah mas , mau rokok gak mas?” kata ku
Lalu aku memberikan rokok ku kepada mas bambang
“loh kok di kasih semua” kata mas bambang
“gpp mas , aku satu aja buat perjalanan pulang hehe , yaudah mas aku pamit pulang dulu ya” kata ku
“oh makasih ya ndi , oke hati-hati , kalau ada apa-apa tinggal bilang aja” kata mas bambang
Aku pun hanya mengangguk dan pulang menuju rumah
Tit... Tit.. Tit...
Suara alarm di hp ku berbunyi , aku mengambil dan melihat sekarang sudah jam 4 pagi
Tak lama terdengar suara adzan shubuh , lalu aku beranjak dari tempat tidur untuk mengambil air wudhu dan sholat
Setelah selesai , aku pun langsung mandi dan bodohnya aku lupa kalau masih pakai perban di kepala dan bekas luka belum mengering terkena air nyessssss rasanya ada manis-manis nya gitu
MANIS NDASMU , sakit cuy hahaha

Setelah selesai mandi , aku pun memakai seragam sekaligus jaket kesayangan dan bersiap untuk ke sekolah , aku pun mengambil roti dan kopi yang sudah di siapkan oleh ibu ku
Kemudian aku duduk-duduk di teras sambil melihat jam , masih jam 04.30 pagi
“Buk , motorku mana ya?” tanya ku kepada ibuku
“Lah kemarin kan kamu di anter sama senior kamu , yang harusnya tanya itu ibuk” jawab ibu ku
“oiya lupa hehe
, kemarin aku titipin di sekolah” jawabku“masih muda kok pikun to le” kata ibuku
Lalu aku merogoh hp yang ada di saku ku , lalu aku sms tina
“kak , aku berangkat gimana ini?” tanyaku di sms
Sms gak di bales , tapi tina langsung telpon
“Halo assalamualaikum” kata tina
“Waalaikumsallam , gimana kak?” jawabku
“ini aku udah di perjalanan , tunggu di depan rumah ya?” kata tina
“lah ngapain emang kak?” tanyaku heran
“kan kemarin udah janjian , gimana sih , lupa ya kamu
?” kata tina“ehh , iya lupa kak wkwk yaudah aku udah di depan rumah kok” kata ku
“masih muda udah pikun aja , yaudah aku matiin telpon”
Tut..tut..tut
Setengah jam kemudian , tina pun sampai di depan rumah , aku pun pamit kepada kedua orang tuaku untuk berangkat sekolah
“udah makan ndi?” tanya tina
“udah kak” jawabku
“itu kenapa kepalanya cuman di pakein hansaplast aja? , emang udah sarapan apa kamu?” kata tina
“malu kak , masak pake perban nanti dikira mumi haha kopi sama roti doang” jawabku
“mampir dulu yuk sebelum ke sekolah , ke warung langganan aku” kata tina
“yaudah kak ayo” jawabku
Lalu kami pun mapmpir dulu ke warung yang sudah tidak jauh dari sekolah , aku lihat masih jam 5.30
Jadi belum terlambat nanti kalau sampai sekolah
“pesen apa ndi?” tanya tina
“kopi aja kak” jawabku
“gak makan?” tanya tina
“enggak , udah kenyang makan roti tadi” kata ku
Lalu tina pun memesan nasi goreng dan kopi dua gelas , aneh baru kali ini aku lihat cewek minum kopi hitam , anehnya lagi kopi tanpa gula
“eh kak , kok kopinya gak pakek gula?” tanya ku
“udah kebiasaan sih , kan aku udah manis jadi gak perlu pakek gula hihi
” jawab tina“eh kepedeaan haha , kak aku ngrokok boleh kan?” tanya ku
“udah santai aja , ngrokok aja gpp” kata tina
Kami pun hanya ngobrol-ngobrol ringan tentang sekolah , tina pun sambil makan dan setelah selesai kami pun menuju ke sekolah karena emang sudah jam 5.30 , sesampainya di sekolah sudah banyak yang berangkat dan menuju ke kelas , lalu aku pun turun dari mobil
“ndiiiiiiiii” teriak tina masih di dalam mobil
“apaan kak?” tanya ku
“ih bukain lah , aku kan mau turun” kata tina manja
“lah kan kakak bisa sendiri ” kata ku
“pokok nya bukain” kata tina
“iya-iya -_-“ kata ku
Mulai neh ada perasaan gak enak , sifat manja nya keluar -_-
Lalu kami pun berjalan ke arah kelas , disini semua melihatku yang berjalan sama tina , memang sih teman-teman satu angkatan kayaknya banyak yang suka melihat tina , tapi nggak ke arahku karena tina daritadi dempet-dempet ke aku , semua orang yang melihat ku rasanya ingin sekali melahapku mentah-mentah dan mengeluarkan pandangan sinis dan iri
Lalu aku pun sampai di kelas dan kemudian duduk di bangku paling belakang , rasanya ada yang aneh hmmmm... apa ya aku pun menoleh ke sampingku , bener aja tina duduk di sampingku
“kak” kata ku
“hmmmm” jawab tina
“ngapain?” tanya ku
“ngapain gimana maksudnya?” tanya tina
“ini kakak ngapain duduk di sini -_-“ kata ku
“hehe gpp” kata tina
“kan kakak panitia , ngapain ikut masuk ke kelas” kata ku
“oiya lupa aku hahah , yaudah aku ke ruang osis dulu dadah...” kata tina sambil mengacak-ngacak rambutku
Setdah ini orang unik kelewat aneh , tapi gpp sih manis kok
Doni yang di depanku langsung pindah duduk di sampingku
“ndi” kata doni
“apa don” jawabku
“kamu ada hubungan apa sama kak tina?” tanya doni
“gak ada apa-apa , kemarin di anter pulang , terus tadi pagi jemput , tau sendiri kan kemarin kenapa” jawabku
“tuh lihat anak-anak gimana” kata doni
Aku pun meihat ke seluruh kelas , bener aja semua memandangku dengan tatapan sinis
“eh kenapa tuh anak-anak” kata ku
“biasa lah , ngeliat kamu jalan sama cewek cakep , tau sendiri di kelas batangan semua haha” kata doni sambil tertawa
“yaelah , kayak gak pernah lihat cewek aja” kata ku
“eh ntar kan pulang agak cepet , nongkrong dulu yuk ke warung kopi samping sekolah” ajak doni
“ok siap 69” kata ku
“86 coookk , mesum banget lo kampret “ kata doni
Kami pun tertawa hahaha
SKIP
Setelah selesai penyampain materi , kami di suruh berkumpul di lapangan untuk acara penutupan mos selama 3 hari ini , semua panita yang pertam-tama sudah berteriak-teriak kini semua udah lunak gak ada satu pun yang measang muka jutek , tapi beda sama rizal dan para cecunguk teman gerombolan nya , mereka melihatku seperti ingin mengajaknya berperang lagi
Aku hanya menatap nya tajam , ingin sekali ku pukul mukanya karena kejadian tempo hari
Aku pun menuju ke parkiran daripada ada kejadian yang tidak di inginkan , lalu aku mengambil motor dan menuju ke warung kopi yang ada di pinggir sekolah , disana doni sudah menunggu bersama tukang parkir yang bernama bambang
“eh mas , sini duduk sini” ajak mas bambang
“eh iya mas” jawabku
“ini doni cerita kalau udah tau pelakunya , enaknya di apain nih?” kata mas bambang
“biarin aja mas , saya gak mau mulai duluan” kataku
“udah ndi , gpp kita aja yang gerak” kata doni
“eh gak usah don , biar aku selesaiin sendiri” kataku
Aku pun memesan kopi dan rokok , kami pun ngobrol-ngobrol
Tak lama kemudian datang cecunguk-cecungku , siapa lagi kalau bukan rizal , bedanya rizal membawa 6 orang temen nya
“eh gak jadi aja , bau busuk disini” kata rizal
“ngomong apa kau mas? Sopan mas disini” kata mas bambang
“eh ngapain , tukang parkir aja belagu Nj*ng” kata rizal sambil menunjuk-nunjuk mas bambang
Aku pun hanya diam , lalu tiba-tiba mas bambang mengambil gelas dan piiiiiiiiiarrrr di hantam nya gelas itu ke kepala nya
“Ngomong yang sopan lo , bocah kemarin aja belagu !!!” kata mas bambang yang berteriak , rizal tersungkur dan kepalanya bocor
Lalu teman-teman nya pun mau maju ingin mengeroyok mas bambang , aku pun berdiri dan memasang kuda-kuda lalu melakukan gerakan yang di ajarkan mas danang pada saat latihan
Lalu mereka seperti terpental sendiri dan tidak bisa mendekat , mereka pun hanya bengong
“Anj*ng , pake ilmu hitam lo awas lo bang*sat” kata salah satu dari mereka
“maju aja” jawabku sambil tersenyum
Lalu satu orang pun maju , disini aku melihat kalau dia emang pakai kodham , warna aura nya hitam dia ancang-ancang mau memukulku , dan aku tangkap tangannya dan kemudian aku tekuk tangannya ke belakang
Dia pun tersungkur dan aku duduki lalu memegang kepalanya
“arrrggggh , ampun-ampun” kata dia
“kalau kamu gak pergi , aku cabut ini khodam yang ada di tubuhmu” kata ku
“arrrrrgghh panas...panas , maaf aku pergi” kata dia
Lalu aku pun melepaskan kepalanya dan kemudian dia berdiri dan bergerak perlahan mundur dan bilang teman-temanya untuk menuntun si rizal yang yang kepalanya bocor
“Awas lo , tunggu pembalasan gua!” teriak rizal
Aku pun duduk lagi ke tempat tadi , dan meminum kopi sambil menyalakan rokok
“wah hebat kamu ndi , belajar dimana?” tanya doni
“ah enggak , Cuma kebetulan” jawabku
“kebetulan dari mana , dari kemarin kebetulan terus” kata doni
“guru mu siapa ndi?” tanya mas bambang
“di deket rumah mas hehe , kenapa mas?” tanya mas bambang
“namanya siapa?” tanya mas bambang lagi
“danang mas” jawabku
“owalah pantes , dia temenku dulu haha hebat juga ya danang punya murid kayak kamu” kata mas bambang
“ah enggak mas , biasa aja” jawabku
“yaudah ndi , saya balik dulu mau jaga parkir , kalau ada apa-apa bilang aja sama saya” kata mas bambang
“oke mas , kopinya saya aja yang bayar , itung-itung tanda terima kasih kemarin hehe” jawabku
“oke makasih ya” kata mas bambang sambil pergi dari warung kopi
Aku pun inisiatif untuk membersihkan pecahan gelas , gak enak sama yang punya warung karena mecahin gelas
“ndi aku balik dulu ya , udah agak sore nih” kata doni
“oke sip” kata ku
“oiya bayarin kopinya ya” kata doni
“eh kampret -_-“ jawabku
“yaelah ndi pelit amat , sekali-kali kek” jawab doni
“iya deh , hus hus sana” kata ku
“eh dikira ayam apa ya -_- , yaudah pulang dulu” kata doni
Aku pun hanya mengangguk , doni pun langsung naik motor dan pulang
Ciiitttt suara mobil berhenti di depan warung kopi tiba-tiba keluar orang , tina
Langsung saja di menghampiriku plaaaaaaaaaaak
Dia langsung saja menamparku , aku hanya diam , kenapa ni anak dateng-dateng main tampar aja
“DIBILANG JANGAN BERANTEM LAGI!!!!” Kata tina , matanya berkaca-kaca
“eh..nggg” kata ku
“GAK USAH NGELAK KAMU ,CEPET MASUK MOBIL !!!!” Kata tina
“mau kemana? Ini aku bawa motor” kata ku
“UDAH GAK USAH BANYAK PROTES , MOTOR TITIP AJA DISINI!!!”kata tina
“ya bentar , bayar dulu” kata ku
Lalu aku pun membayar kopi tadi sekaligus memberi uang lebih buat ganti gelas yang pecah
Aku pun langsung naik mobil , di dalam mobil aku pun hanya diam , takut juga kalau lihat tina marah
Aku pun memberanikan bertanya
“mau keman kak?” tanya ku
“udah diem , gak usah banyak tanya!” jawab tina
Aku pun hanya diam , ngeri coy kalau lihat cewek marah
Aku pun sepertinya gak asing ini mau kemana , yup benar aja ini jalan menuju kaliurang
Yah ngapain lagi kesini , jadi ke inget seseorang aja
Setelah masuk ke kawasan wisata , mobil pun menuju ke arah yang aku sangat kenal
Ya , Gardu Pandang
Sampi disana , kami pun parkir dan turun dari mobil , aku pun langsung menyalakan rokok
Fuuuuuuuh asap putih pun terlihat keluar dari mulutku , tina pun langsung duduk di kursi beton yang sama seperti dulu yang di duduki ririn
Rin , gimana kabarmu sekarang , janji kok aku gak lupain kamu :’)
“sini duduk” kata tina
Aku pun duduk di samping tina
“kamu tuh di bilangin keras kepala banget sih , udah di bilang jangan berantem!” kata tina
“.......”
“apa enaknya berantem terus , mau jadi jagoan kamu?!!!”
“......”
“sekali lagi kamu berantem , jangan harap kamu kenal aku lagi!” kata tina
“mma..maaf” jawabku
Tina pun memegang tanganku dan menghadap ke arahku
“aku tuh sayang sama kamu ndi , makanya aku khawatir sama kamu” kata tina matanya berkaca-kaca
Jleeeeeb kaget rasanya , kenapa tina bisa ngomong kayak gitu , aku pun hanya mengelus kepalanya
“janji , aku gak bakal berantem lagi” kata ku
“yaudah , janji ya?” kata tina sambil mengacungkan kelingkingnya
“janji” jawabku sambil mengikatkan kelingking ku ke kelingking tina
“terus gimana? Jawaban kamu apa?” tanya tina
“eh , jawaban apa kak?” tanya ku bingung
“udah ah geli pake panggil kakak segala”kata tina
“hehe kan aku menghormati kak tina” jawabku
“jadi jawaban nya apa?” kata tina
“emm gimana ya” kata ku
“gimana?” tanya tina lagi mukanya serius
“aku juga sayang kamu... tapi”
“tapi apa???”
“tapi aku udah anggep kamu sebagai kakak aku tin , rasa sayangku gak lebih dari itu” kata ku
Matanya yang dari tadi memerah , keluar sudah air matanya
“udah ah , masak kakak aku yang galak ini nangis , cengeng ah” kata ku sambil mengusap air matanya
“jahat kamu ndi jahat!!” kata tina
“gini gini , aku kasih kamu jawabannya” kata ku
“........”
“bukan nya aku gak sayang kamu , tapi aku gak mau kalau masih ada cewek yang ada di hati ku , aku gak mau bikin kamu kecewa” jawabku
“siapa emang cewek nya?” tanya tina yang mulai gak menangis
Aku pun menceritakan kejadian waktu smp , tina hanya mengangguk dan serius mendengarkan nya
Lalu tiba-tiba dia memeluk ku , aku pun tidak membalas pelukan nya hanya mengelus-ngelus kepala nya
“aku tau ndi , kamu emang cowok yang baik” kata tina
“biar waktu yang jawab aja ya” kata ku
“iya aku bakal nunggu kok” kata tina yang mulai tersenyum
“eh aku bakar rokok ya , gpp kan” kata ku
Tina pun hanya mengangguk , lalu dia mengambil rokok yang aku bawa
“ehhhh mau ngapain kamu?” tanya ku
“aku kalau stress juga ngrokok kok” kata tina
“eh gak usah ya , aku gak suka kalau cewek ngrokok” kata ku
“ah pelit ah” jawab tina sambil menggembungkan pipinya
“ehh gemes banget , ini pipi atau bakpau” kata ku sambil mencubit pipinya pelan
“bodo” tina masih cemberut
“senyum dong” kata ku merayu
“gak mau!” kata tina
“yaudah deh , eh lihat tuh ada saudara kamu hahaha” kata ku
“mana ndi?” tanya tina kebingungan
“itu , masak gak lihat” kata ku
“mana nggak ada?” tanya tina semakin bingung
Aku lihat lagi , ternyata bukan monyet sungguhan , bentuknya sih emang monyet , tapi emang janggal , emang ada monyet matanya merah bersinar
Ah lupa kalau Cuma aku aja yang bisa ngeliat , takut kalau tina panik aku pun mengalihkan pembicaraan
“eh , laper gak tin?” tanya ku
“iya laper” jawab tina
“yaudah makan lah ahhahaa” jawabku sambil tertawa
Perutku langsung di cubit dan di pelintir sakit banget
“aduuuh duhhh sakit tin” kata ku sambil memegangi perut
“makanya jangan usil! Gak tau orang laper” kata tina
“hehe , yaudah yuk cari makan sekalian pulang , udah sore nih” kata ku
“yuk” kata tina
Kami pun kembali ke mobil dan menuju sekolah untuk mencari makan , kenapa ke sekolah? Yaiyalah motor tadi kan aku titip di warung kopi -_-
SKIP
Setelah sampai di dekat sekolah kami mampir di tempat ****** lalu memesan makan dan setelah selesai tina pun mengantarkan ku ke warung kopi untuk mengambil motor
“makasih ya tin buat hari ini” kata ku
Cupp , ciuman hangat mendarat di pipi , wajakhku langsung memerah
“hehe sama-sama” mukanya juga memerah
“yaudah aku pulang ya , udah sore” kata tina lagi
“iya hati-hati ya” jawabku
Lalu tina pun masuk mobil dan pulang
“cie cie yang habis berduaan” kata seseorang di belakangku
“eh mas hehe , temen kok mas” kata ku kepada mas bambang
“udah ngaku aja , kayak aku gak pernah muda aja hahaha” kata mas bambang
“haha , yaudah mas , mau rokok gak mas?” kata ku
Lalu aku memberikan rokok ku kepada mas bambang
“loh kok di kasih semua” kata mas bambang
“gpp mas , aku satu aja buat perjalanan pulang hehe , yaudah mas aku pamit pulang dulu ya” kata ku
“oh makasih ya ndi , oke hati-hati , kalau ada apa-apa tinggal bilang aja” kata mas bambang
Aku pun hanya mengangguk dan pulang menuju rumah
Diubah oleh silentanonymxxx 11-08-2015 13:16
danjau memberi reputasi
1