- Beranda
- Stories from the Heart
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
...
TS
silentanonymxxx
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
Hallo agan dan agan wati
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)
Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Spoiler for index:
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis

Diubah oleh silentanonymxxx 13-12-2015 19:24
bijan28 dan 4 lainnya memberi reputasi
3
226.1K
909
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
silentanonymxxx
#214
Hari kedua langsung bonyok
“Buk , pak , aku berangkat dulu” kata ku yang sudah di depan rumah
“iyo le , hati-hati jangan ngebut” kata ibuk ku
“Le , ini uang saku nya” kata ayah ku yang mengampiri
Lalu aku pun berpamitan dengan orang tua ku , dan kemudian berangkat menuju ke sekolah
Hari ini adalah hari ke dua aku bersekolah , aku sengaja berangkat jam setengah 5 sehabis shubuh biar tidak telat dan aku bisa menggunakan jaket tanpa atribut mos yang memalukan
Setengah jam kemudian aku sampai di sekolah , biasanya perjalanan bisa 45 menit kadang bisa 1 jam karena pagi hari yang macet
Aku pun tidak langsung menuju ke sekolah , biasa lah nongkrong di warung kopi hahaha
“Buk , kopi satu sama rokoknya 1 bungkus ya” kata ku memesan minuman
“iya mas , kok berangkat nya pagi bener?” tanya ibuk yang punya warung
“ini murid baru saya buk , mampir dulu biar nggak ngantuk hehe” kata ku
“murid baru udah nakal ya mas hehe” kata ibuk tersebut
“biasa buk , kayak nggak tau anak STM aja hahaha” kata ku
Lalu pesanan pun datang , aku menyeruput kopi sedikit dan huaaaah sedap sekali rasanya pagi-pagi
Minum kopi gini sekalian ngrokok , aku melirik jam yang di tangan kiriku masih jam 5.15 , masih ada waktu 15 menit lagi buat nongkrong sebelum masuk
Dari kejauhan aku mendengar suara motor , sekilas aku melihat dua orang laki-laki menggunakan seragam sma dan memakai masker dan membawa sebuah balok kayu
Buaaaaaaaaag kepala ku di hantam nya menggunakan kayu dari samping , lalu aku pun tersungkur cairan segar keluar dari pelipis kanan ku
“MAMPUS KAU BANGS*T !!!” kata orang yang membawa balok kayu tersebut
Buaggggg kedua kalinya di hantam perutku menggunakan balok kayu tersebut , aku hanya bisa menahan sakit sambil memegangi perut ku yang tadi di hantam balok kayu
“Mas kenapa mas?!!!” kata seorang tukang parkir yang ada di sekitar situ
Lalu pandangan ku buyar , sontak aku langsung tak sadarkan diri
Lalu aku pun terbangun di ruangan berwarna putih , ada gorden di samping kanan dan kiri
Aku meraba kepalaku yang sudah di balut perban
“Ndi , udah sadar kamu?” tanya doni
“eh don , ini dimana?” kata ku
“Di uks ndi , tadi yang bawa kesini tukang parkir di samping sekolah” kata doni
Lalu kemudian masuk tukang parkir tersebut bersama penjaga sekolahku
“Mas , tadi kenal nggak yang mukul sampean?” tanya nya
“saya nggak tau mas , saya cuman inget mereka pakai seragam sma dan memakai masker” jawabku
“oke , ntar saya kordinasi kan sama temen-temen saya” jawabnya
“makasih mas udah nolongin” kata ku
“sama-sama mas , nanti saya kordinasi sama temen-temen saya buat nyari pelaku , yaudah mas saya pamit dulu mau jaga parkir” kata nya
Aku pun hanya mengangguk
“eh kamu tau gak ndi tadi tukang parkir siapa?” kata doni
“nggak tau don , emangnya siapa?” tanyaku
“namanya bambang , dia tukang parkir sekaligus ketua preman di sini , yang bantu ngamanin daerah sini sama sekolah kita” kata doni
“oh gitu , jam berapa ini don?” tanya ku
“jam 6 ndi , kenapa emang?” kata doni
“udah kamu masuk sana ke kelas , kan masih mos” kata ku
“terus yang njaga kamu disini siapa ndi?” tanya doni
“udah gpp , tinggal aja , nanti kalau udah agak baikan aku ikut kegiatan” kata ku
“yaudah ndi , aku masuk kelas dulu ya” kata doni yang meninggalkan ruangan uks
Aku coba untuk bangun dari ranjang , kepalaku sangat pening dan perutku sangat sakit sekali karena hantaman balok kayu tadi
Tak lama kemudian panitia osis pun berdatangan untuk menanyakan keadaanku , disitu aku melihat rizal kalau dia tersenyum seperti sudah menang perang
Disitu aku beranggapan kalau pelakunya rizal , siapa lagi kalau bukan dia karena hari kemarin aku buat babak belur , lalu panitia osis pun meninggalkan ruangan karena kegiatan akan segera di mulai
“eh kak ini temen nya satu ketinggalan” teriak ku kepada fahri ketua mos
“udah , dia emang aku suruh jagain kamu
” sambil mengedipkan mata
Siapa lagi kalau bukan tina yang di ruangan ini , ngapain coba makhluk aneh ini disini , bukannya bisa sembuh yang ada makan ati -_-
Tina pun hanya memandangku dan geleng-geleng melihat keadaanku , aku pun hanya diam
Lalu kemudian dia berjalan kearahku
“udah makan?” tanya tina
“udah” jawabku datar
“makan apa?” tanya dia lagi
“makan asap” jawabku
“oh kayaknya perutnya sakit , obat nya aku tau” kata dia sambil tersenyum jahat
“eh..eh jangan kak , maaf-maaf
” kata ku yang ketakutan
Pasti mau nyubit perutku ni anak , udah keliatan dari senyumnya yang mengeluarkan aura pembunuh
Dia pun keluar ruangan , tak lama kemudian dia membawa bubur dan teh hangat
“buka mulutnya..aaaaaa” kata tina sambil menyodorkan sesendok bubur
“kan yang sakit kepala sama perut , bukan tangan nya” jawabku
“udah cepetan gak usah protes !”kata tina
Aku pun menuruti perintahnya , daripada kena cubitan di perut , yang ada malah tambah sakit
Setelah habis aku pun kembali rebahan , tina hanya duduk di samping ranjangku
“aduuhhh , arrrrrrggggh” kataku sambil memegangi kepalaku yang di balut perban
“ndi , kenapa ndi?” kata tina yang bingung
“sakit kak kepalaku” kata ku sambil meringis kesakitan
Kemudian kepalaku di pijiti oleh tina , tangan nya halus sekali , entah kenapa setelah agak lama di pijit kepalaku berangsur tidak sakit lagi
Kemudian tina melihat aku yang sudah tidak meringis kesakitan lalu mengelus-ngelus rambut ku
Rasanya nyaman sekali sampai aku ketiduran
Lalu aku pun terbangun karena suara murid-murid yang sedang melakukan baris-berbaris di lapangan
Dan aku lihat di sampingku ternyata tina tidur di samping tanganku , kepalanya di senderkan ke ranjang ku
Ini yang sakit siapa yang sehat siapa , malah yang njagain tidur kayak gini , aku hanya geleng-geleng melihatnya
Aku melihat jam yang ada di tangan kiriku sudah jam 10 , berarti satu jam lagi waktu istirahat
Karena nggak ada kegiatan , mending aku ganggu aja tina yang sedang tidur hahaha
“tin , tin , tinaaa” kata ku sambil mencolek colek bahu nya
“emmmmm” kata tina
“bangun , udah sore” kata ku
“hah sore???” kata dia langsung mengangkat kepala nya dengan ekspresi kaget
Sumpah disini aku lihat wajahnya manis sekali , tapi ada satu yang bikin aku geli , yup Iler nya kelihatan wkwkwkkw
“hahahha ilernya tuh
“ kata ku sambil cengengesan
“mau? Niiihh” kata tina yang mengelap ilernya dengan tangan nya
“eh anak cantik-cantik jorok hus hus” kata ku sambil menangkis tangan nya
“hehe” kata dia sambil nyengir bego
“Andiiiiiiiiiii ini masih jam jam 10!!!” teriaknya
“makanya jangan tidur hahaha” kata ku
Lalu dia pun cemberut sambil mengembungkan pipinya , lucu banget ekspresinya ingin nyubit pipinya
“kak” kata ku
“......” dia hanya diam
“kak , kakak” kata ku lagi
“.....” dia masih diam
“kak kepalaku sakit lagi , elus elus lagi dong
” pintaku manja
“NIH mau?” kata dia sambil mengepalkan tangan nya
Set dah serem banget mukanya , kayak preman pasar
Lalu aku pun memegangi kepalaku sendiri , tiba-tiba tangan nya mendekat dan mengelus-ngelus kepalaku lagi , nyaman sekali rasanya
“makasih kak , hehe” kata ku
Dia pun hanya tersenyum manis , senyumnya masih aku ingat sampai saat ini
“kak” tanya ku
“kenapa?” jawabnya sambil mengelus-ngelus kepalaku
“kakak baik banget sama aku” kata ku
“ya namanya panitia , kalau adik angkatan nya kenapa-napa ya harus tanggung jawab” jawab nya
“udah baik cantik lagi hehe” kata ku
“ahh gombal kamu
” kata dia yang memerah wajahnya
Lalu seseorang pun masuk ke dalam ruangan
“oh jadi gini , pantes gak mau aku jagain tadi” kata doni
Langsung tina melepas tangannya dari kepalaku
“eh..nggg..nganu” kata ku gugup
“ternyata mesar-mesraan ya hahah” kat doni sambil cengengesan
Aku melihat ke tina
, mukanya merah banget karena ke gap ngelus-ngelus kepalaku
“santai aja kak , rahasia aman , eh kak bisa minta waktu? Aku mau ngomong berdua sama andi” kata doni kepada tina
Tina pun hanya mengangguk dan keluar ruangan
“apa don?” tanyaku kepada doni
“aku dah tau pelakunya” kata doni serius
“siapa?” tanya ku
“rizal , tadi temenku di daerah sini bilang kalau dia yang mukul kamu” kata doni
“temen mu siapa?” kata ku
“temenku banyak ndi disini , preman juga ada , temenku tadi mbuntuti dia sebelum ngambil balok kayu” kata doni
“yaudah , kalau aku sembuh aku mau bales” kata ku
“mending gak usah ndi , biar temenku yang gerak aja” kata doni
“nggak don , ini masalah pribadi jangan sampai ada orang lain yang ikut campur” kata ku
“yaudah deh , kalau gitu , tapi kalau ada apa-apa bilang aja ke gua” kata doni
“yaudah santai , aku bisa jaga diri” jawabku
“oke ndi , aku ke kantin dulu ya mau makan belum sarapan , by the way sukses ya sama yang tadi” keluar ruangan sambil mengedipkan matanya
Aku hanya senyum kecut , kampret tuh anak batinku , lalu tina pun masuk ke ruang uks lagi
“ndi , mending gak usah kamu bales” kata tina
“loh kok kamu tau?” kata ku
“aku tadi denger kok , biarin aja lagi pula rizal temen nya banyak” kata tina
“santai aja , tadi cuman kurang persiapan aja hehe” kata ku
“pokoknya jangan!! Aku nggak mau kamu kenapa-napa!” kata tina
“udah santai aja kak “jawabku sambil tersenyum
“aku khawatir ndi sama kamu” kata dia
“kak sini deh” pintaku kepada tina
Lalu tina pun mendekat dan duduk di sampingku
“kenapa?” kata dia
“sini deketin kepalanya” kataku
Lalu aku pun mengusap pipinya , dia pun kaget tapi tidak menolak aku mengusap pipi nya

“makasih udah perhatian sama aku kak, aku bisa jaga diri kok” kata ku sambil tersenyum
Mukanya pun memerah lagi
, dan kemudian aku mencubit nya pelan
“aduhhh duhh” kata dia sambil menangkis tangan ku
“impas haha” kata ku sambil cengengesan
“eh main nya bales-balesan ya!” kata dia
“hehe gantian lah , emang kakak aja yang bisa haha” kata ku
“eh ndi , nanti pulangnya aku anter ya” kata dia
“nanti gimana motorku kak?” tanya ku
“titipin aja , besok aku jemput” kata dia
“tapi rumahku jauh kak” jawabku
“udah gpp , sekarang ambil perlengkapan kamu , terus kita pulang sekarang” kata tina
“loh bukan nya masih mos kak?” tanya ku
“tadi fahri udah ijinin kamu pulang , kamu juga masih sakit” kata tina
Lalu kami pun menuju parkiran , dan disana tina membukakan mobil ternyata dia berangkat pakai mobil , terus kemarin kenapa dia minta di antar pulang -_-
“ini mobil kakak?” tanya ku
“iya” jawab dia
“terus kemarin ngapain suruh anter pulang? -_-“ jawabku
“hehe gpp
” sambil nyengir bego
Aku pun hanya senyum kecut
Lalu kami pun menuju rumahku , di dalam perjalanan aku hanya diam karena masih merasakan pening di kepala
Satu jam kemudian kami pun sampai di rumahku
“ini rumahmu ndi?” tanya tina
“iya kak , jelek ya?” tanya ku
“wiiih , aku senen banget di pinggir sini ada sawah” kata dia semangat
“emang di tempatmu gak ada kak?” tanya ku
“rumahku kan di komplek ndi” jawabnya
“oiya lupa haha , yuk masuk kak” ajak ku
Lalu kami pun masuk ke dalam rumah , tak lama kedua orang tua ku pun pulang katanya hari ini pulang lebih awal
“ini kenapa le?” tanya ayahku
Lalu tina pun menjelaskan kejadian nya dan orang tua ku hanya geleng-geleng sambil menatapku
“yaudah pak , buk saya pamit ya” kata tina
“oh iya mbak , makasih ya udah nganterin andi” kata ibuk ku
“iya buk sama-sama” sambil tersenyum
Lalu tina menyalami orang tua ku dan kemudian keluar rumah , aku mengantarnya sampai depan rumah
“kak makasih ya udah nolongin aku” kata ku
“iya sama-sama ndi , yaudah aku pulang dulu ya” kata tina
“iya kak hati-hati” kata ku
Lalu tina pun masuk mobil dan pergi
“tadi pacarmu le?” tanya ayahku
“bukan pak , senior itu” jawabku
“pacar juga gak papa hihi” kata ibuk ku
“ah ibuk -_-“ kata ku
“yaudah kamu ganti baju terus istirahat , besok kamu berangkat nya gimana?” tanya ayahku
“katanya mau di jemput sama kakak senior tadi , yaudah pak aku kekamar mau ganti baju terus istirahat” kata ku
Lalu aku pun ganti baju dan rebahan di dalam kamar ,aku pun sms tina menyampaikan terima kasih
lalu kemudian aku pun tertidur , aku bermimpi bertemu kakek-kakek yang menggunakan sorban putih dan tongkat
"kalau kamu mau , saya bisa balaskan dendam mu" kata kakek tersebut
"biar saya sendiri saja" kata ku
"baiklah , jika kamu mau memanggilku , ucapkan saja "la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim" " kata kakek tersebut
aku hanya mengangguk dan kemudian kakek tersebut menghilang
“Buk , pak , aku berangkat dulu” kata ku yang sudah di depan rumah
“iyo le , hati-hati jangan ngebut” kata ibuk ku
“Le , ini uang saku nya” kata ayah ku yang mengampiri
Lalu aku pun berpamitan dengan orang tua ku , dan kemudian berangkat menuju ke sekolah
Hari ini adalah hari ke dua aku bersekolah , aku sengaja berangkat jam setengah 5 sehabis shubuh biar tidak telat dan aku bisa menggunakan jaket tanpa atribut mos yang memalukan
Setengah jam kemudian aku sampai di sekolah , biasanya perjalanan bisa 45 menit kadang bisa 1 jam karena pagi hari yang macet
Aku pun tidak langsung menuju ke sekolah , biasa lah nongkrong di warung kopi hahaha
“Buk , kopi satu sama rokoknya 1 bungkus ya” kata ku memesan minuman
“iya mas , kok berangkat nya pagi bener?” tanya ibuk yang punya warung
“ini murid baru saya buk , mampir dulu biar nggak ngantuk hehe” kata ku
“murid baru udah nakal ya mas hehe” kata ibuk tersebut
“biasa buk , kayak nggak tau anak STM aja hahaha” kata ku
Lalu pesanan pun datang , aku menyeruput kopi sedikit dan huaaaah sedap sekali rasanya pagi-pagi
Minum kopi gini sekalian ngrokok , aku melirik jam yang di tangan kiriku masih jam 5.15 , masih ada waktu 15 menit lagi buat nongkrong sebelum masuk
Dari kejauhan aku mendengar suara motor , sekilas aku melihat dua orang laki-laki menggunakan seragam sma dan memakai masker dan membawa sebuah balok kayu
Buaaaaaaaaag kepala ku di hantam nya menggunakan kayu dari samping , lalu aku pun tersungkur cairan segar keluar dari pelipis kanan ku
“MAMPUS KAU BANGS*T !!!” kata orang yang membawa balok kayu tersebut
Buaggggg kedua kalinya di hantam perutku menggunakan balok kayu tersebut , aku hanya bisa menahan sakit sambil memegangi perut ku yang tadi di hantam balok kayu
“Mas kenapa mas?!!!” kata seorang tukang parkir yang ada di sekitar situ
Lalu pandangan ku buyar , sontak aku langsung tak sadarkan diri
Lalu aku pun terbangun di ruangan berwarna putih , ada gorden di samping kanan dan kiri
Aku meraba kepalaku yang sudah di balut perban
“Ndi , udah sadar kamu?” tanya doni
“eh don , ini dimana?” kata ku
“Di uks ndi , tadi yang bawa kesini tukang parkir di samping sekolah” kata doni
Lalu kemudian masuk tukang parkir tersebut bersama penjaga sekolahku
“Mas , tadi kenal nggak yang mukul sampean?” tanya nya
“saya nggak tau mas , saya cuman inget mereka pakai seragam sma dan memakai masker” jawabku
“oke , ntar saya kordinasi kan sama temen-temen saya” jawabnya
“makasih mas udah nolongin” kata ku
“sama-sama mas , nanti saya kordinasi sama temen-temen saya buat nyari pelaku , yaudah mas saya pamit dulu mau jaga parkir” kata nya
Aku pun hanya mengangguk
“eh kamu tau gak ndi tadi tukang parkir siapa?” kata doni
“nggak tau don , emangnya siapa?” tanyaku
“namanya bambang , dia tukang parkir sekaligus ketua preman di sini , yang bantu ngamanin daerah sini sama sekolah kita” kata doni
“oh gitu , jam berapa ini don?” tanya ku
“jam 6 ndi , kenapa emang?” kata doni
“udah kamu masuk sana ke kelas , kan masih mos” kata ku
“terus yang njaga kamu disini siapa ndi?” tanya doni
“udah gpp , tinggal aja , nanti kalau udah agak baikan aku ikut kegiatan” kata ku
“yaudah ndi , aku masuk kelas dulu ya” kata doni yang meninggalkan ruangan uks
Aku coba untuk bangun dari ranjang , kepalaku sangat pening dan perutku sangat sakit sekali karena hantaman balok kayu tadi
Tak lama kemudian panitia osis pun berdatangan untuk menanyakan keadaanku , disitu aku melihat rizal kalau dia tersenyum seperti sudah menang perang
Disitu aku beranggapan kalau pelakunya rizal , siapa lagi kalau bukan dia karena hari kemarin aku buat babak belur , lalu panitia osis pun meninggalkan ruangan karena kegiatan akan segera di mulai
“eh kak ini temen nya satu ketinggalan” teriak ku kepada fahri ketua mos
“udah , dia emang aku suruh jagain kamu
” sambil mengedipkan mataSiapa lagi kalau bukan tina yang di ruangan ini , ngapain coba makhluk aneh ini disini , bukannya bisa sembuh yang ada makan ati -_-
Tina pun hanya memandangku dan geleng-geleng melihat keadaanku , aku pun hanya diam
Lalu kemudian dia berjalan kearahku
“udah makan?” tanya tina
“udah” jawabku datar
“makan apa?” tanya dia lagi
“makan asap” jawabku
“oh kayaknya perutnya sakit , obat nya aku tau” kata dia sambil tersenyum jahat
“eh..eh jangan kak , maaf-maaf
” kata ku yang ketakutanPasti mau nyubit perutku ni anak , udah keliatan dari senyumnya yang mengeluarkan aura pembunuh
Dia pun keluar ruangan , tak lama kemudian dia membawa bubur dan teh hangat
“buka mulutnya..aaaaaa” kata tina sambil menyodorkan sesendok bubur
“kan yang sakit kepala sama perut , bukan tangan nya” jawabku
“udah cepetan gak usah protes !”kata tina
Aku pun menuruti perintahnya , daripada kena cubitan di perut , yang ada malah tambah sakit
Setelah habis aku pun kembali rebahan , tina hanya duduk di samping ranjangku
“aduuhhh , arrrrrrggggh” kataku sambil memegangi kepalaku yang di balut perban
“ndi , kenapa ndi?” kata tina yang bingung
“sakit kak kepalaku” kata ku sambil meringis kesakitan
Kemudian kepalaku di pijiti oleh tina , tangan nya halus sekali , entah kenapa setelah agak lama di pijit kepalaku berangsur tidak sakit lagi
Kemudian tina melihat aku yang sudah tidak meringis kesakitan lalu mengelus-ngelus rambut ku
Rasanya nyaman sekali sampai aku ketiduran
Lalu aku pun terbangun karena suara murid-murid yang sedang melakukan baris-berbaris di lapangan
Dan aku lihat di sampingku ternyata tina tidur di samping tanganku , kepalanya di senderkan ke ranjang ku
Ini yang sakit siapa yang sehat siapa , malah yang njagain tidur kayak gini , aku hanya geleng-geleng melihatnya
Aku melihat jam yang ada di tangan kiriku sudah jam 10 , berarti satu jam lagi waktu istirahat
Karena nggak ada kegiatan , mending aku ganggu aja tina yang sedang tidur hahaha
“tin , tin , tinaaa” kata ku sambil mencolek colek bahu nya
“emmmmm” kata tina
“bangun , udah sore” kata ku
“hah sore???” kata dia langsung mengangkat kepala nya dengan ekspresi kaget
Sumpah disini aku lihat wajahnya manis sekali , tapi ada satu yang bikin aku geli , yup Iler nya kelihatan wkwkwkkw
“hahahha ilernya tuh
“ kata ku sambil cengengesan“mau? Niiihh” kata tina yang mengelap ilernya dengan tangan nya
“eh anak cantik-cantik jorok hus hus” kata ku sambil menangkis tangan nya
“hehe” kata dia sambil nyengir bego
“Andiiiiiiiiiii ini masih jam jam 10!!!” teriaknya
“makanya jangan tidur hahaha” kata ku
Lalu dia pun cemberut sambil mengembungkan pipinya , lucu banget ekspresinya ingin nyubit pipinya
“kak” kata ku
“......” dia hanya diam
“kak , kakak” kata ku lagi
“.....” dia masih diam
“kak kepalaku sakit lagi , elus elus lagi dong
” pintaku manja“NIH mau?” kata dia sambil mengepalkan tangan nya
Set dah serem banget mukanya , kayak preman pasar
Lalu aku pun memegangi kepalaku sendiri , tiba-tiba tangan nya mendekat dan mengelus-ngelus kepalaku lagi , nyaman sekali rasanya
“makasih kak , hehe” kata ku
Dia pun hanya tersenyum manis , senyumnya masih aku ingat sampai saat ini
“kak” tanya ku
“kenapa?” jawabnya sambil mengelus-ngelus kepalaku
“kakak baik banget sama aku” kata ku
“ya namanya panitia , kalau adik angkatan nya kenapa-napa ya harus tanggung jawab” jawab nya
“udah baik cantik lagi hehe” kata ku
“ahh gombal kamu
” kata dia yang memerah wajahnyaLalu seseorang pun masuk ke dalam ruangan
“oh jadi gini , pantes gak mau aku jagain tadi” kata doni
Langsung tina melepas tangannya dari kepalaku
“eh..nggg..nganu” kata ku gugup
“ternyata mesar-mesraan ya hahah” kat doni sambil cengengesan
Aku melihat ke tina
, mukanya merah banget karena ke gap ngelus-ngelus kepalaku“santai aja kak , rahasia aman , eh kak bisa minta waktu? Aku mau ngomong berdua sama andi” kata doni kepada tina
Tina pun hanya mengangguk dan keluar ruangan
“apa don?” tanyaku kepada doni
“aku dah tau pelakunya” kata doni serius
“siapa?” tanya ku
“rizal , tadi temenku di daerah sini bilang kalau dia yang mukul kamu” kata doni
“temen mu siapa?” kata ku
“temenku banyak ndi disini , preman juga ada , temenku tadi mbuntuti dia sebelum ngambil balok kayu” kata doni
“yaudah , kalau aku sembuh aku mau bales” kata ku
“mending gak usah ndi , biar temenku yang gerak aja” kata doni
“nggak don , ini masalah pribadi jangan sampai ada orang lain yang ikut campur” kata ku
“yaudah deh , kalau gitu , tapi kalau ada apa-apa bilang aja ke gua” kata doni
“yaudah santai , aku bisa jaga diri” jawabku
“oke ndi , aku ke kantin dulu ya mau makan belum sarapan , by the way sukses ya sama yang tadi” keluar ruangan sambil mengedipkan matanya
Aku hanya senyum kecut , kampret tuh anak batinku , lalu tina pun masuk ke ruang uks lagi
“ndi , mending gak usah kamu bales” kata tina
“loh kok kamu tau?” kata ku
“aku tadi denger kok , biarin aja lagi pula rizal temen nya banyak” kata tina
“santai aja , tadi cuman kurang persiapan aja hehe” kata ku
“pokoknya jangan!! Aku nggak mau kamu kenapa-napa!” kata tina
“udah santai aja kak “jawabku sambil tersenyum
“aku khawatir ndi sama kamu” kata dia
“kak sini deh” pintaku kepada tina
Lalu tina pun mendekat dan duduk di sampingku
“kenapa?” kata dia
“sini deketin kepalanya” kataku
Lalu aku pun mengusap pipinya , dia pun kaget tapi tidak menolak aku mengusap pipi nya

“makasih udah perhatian sama aku kak, aku bisa jaga diri kok” kata ku sambil tersenyum
Mukanya pun memerah lagi
, dan kemudian aku mencubit nya pelan“aduhhh duhh” kata dia sambil menangkis tangan ku
“impas haha” kata ku sambil cengengesan
“eh main nya bales-balesan ya!” kata dia
“hehe gantian lah , emang kakak aja yang bisa haha” kata ku
“eh ndi , nanti pulangnya aku anter ya” kata dia
“nanti gimana motorku kak?” tanya ku
“titipin aja , besok aku jemput” kata dia
“tapi rumahku jauh kak” jawabku
“udah gpp , sekarang ambil perlengkapan kamu , terus kita pulang sekarang” kata tina
“loh bukan nya masih mos kak?” tanya ku
“tadi fahri udah ijinin kamu pulang , kamu juga masih sakit” kata tina
Lalu kami pun menuju parkiran , dan disana tina membukakan mobil ternyata dia berangkat pakai mobil , terus kemarin kenapa dia minta di antar pulang -_-
“ini mobil kakak?” tanya ku
“iya” jawab dia
“terus kemarin ngapain suruh anter pulang? -_-“ jawabku
“hehe gpp
” sambil nyengir begoAku pun hanya senyum kecut
Lalu kami pun menuju rumahku , di dalam perjalanan aku hanya diam karena masih merasakan pening di kepala
Satu jam kemudian kami pun sampai di rumahku
“ini rumahmu ndi?” tanya tina
“iya kak , jelek ya?” tanya ku
“wiiih , aku senen banget di pinggir sini ada sawah” kata dia semangat
“emang di tempatmu gak ada kak?” tanya ku
“rumahku kan di komplek ndi” jawabnya
“oiya lupa haha , yuk masuk kak” ajak ku
Lalu kami pun masuk ke dalam rumah , tak lama kedua orang tua ku pun pulang katanya hari ini pulang lebih awal
“ini kenapa le?” tanya ayahku
Lalu tina pun menjelaskan kejadian nya dan orang tua ku hanya geleng-geleng sambil menatapku
“yaudah pak , buk saya pamit ya” kata tina
“oh iya mbak , makasih ya udah nganterin andi” kata ibuk ku
“iya buk sama-sama” sambil tersenyum
Lalu tina menyalami orang tua ku dan kemudian keluar rumah , aku mengantarnya sampai depan rumah
“kak makasih ya udah nolongin aku” kata ku
“iya sama-sama ndi , yaudah aku pulang dulu ya” kata tina
“iya kak hati-hati” kata ku
Lalu tina pun masuk mobil dan pergi
“tadi pacarmu le?” tanya ayahku
“bukan pak , senior itu” jawabku
“pacar juga gak papa hihi” kata ibuk ku
“ah ibuk -_-“ kata ku
“yaudah kamu ganti baju terus istirahat , besok kamu berangkat nya gimana?” tanya ayahku
“katanya mau di jemput sama kakak senior tadi , yaudah pak aku kekamar mau ganti baju terus istirahat” kata ku
Lalu aku pun ganti baju dan rebahan di dalam kamar ,aku pun sms tina menyampaikan terima kasih
lalu kemudian aku pun tertidur , aku bermimpi bertemu kakek-kakek yang menggunakan sorban putih dan tongkat
"kalau kamu mau , saya bisa balaskan dendam mu" kata kakek tersebut
"biar saya sendiri saja" kata ku
"baiklah , jika kamu mau memanggilku , ucapkan saja "la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim" " kata kakek tersebut
aku hanya mengangguk dan kemudian kakek tersebut menghilang
Diubah oleh silentanonymxxx 09-08-2015 19:51
danjau memberi reputasi
1