Kaskus

Story

bukanpemainbaruAvatar border
TS
bukanpemainbaru
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT

Oke, sebelum gue mulai, gue mau minta izin kepada Moderator dan para pembaca setia forum SFTH untuk menceritakan kisah gue

Berbekal pengalaman dari membaca banyak novel novel terkenal dan kisah kisah yang sangat inspiratif dari para kaskuser seperti "Have I Told You Lately That I Love You" karya bang Nanda, "Sepasang Kaos Kaki Hitam" milik om Ari, "You Are My Happiness" cerita mas Baskoro, serta cerita lainya yang melecut nyali gue untuk membagi kisah gue.

Gue ingin mengutarakan sebuah kisah yang ada di ingatan gue, sebuah cerita cinta masa lalu gue yang membuat gue bisa berada disini dan selalu membuat gue bersyukur karena Tuhan telah memilih gue untuk mengalaminya

Nama tokoh disini gue samarkan dengan alasan menjaga privasi masing masing. Jika ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, dan tempat gue minta maaf. Selamat membaca emoticon-Smilie


Quote:
Diubah oleh bukanpemainbaru 11-08-2015 21:00
anasabilaAvatar border
junti27Avatar border
junti27 dan anasabila memberi reputasi
3
86.5K
488
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
bukanpemainbaruAvatar border
TS
bukanpemainbaru
#326
PART 28
Meja dari kayu dan kursi panjang yang kita pilih sebagai tempat. Kita berempat duduk di satu meja yang sama, gue disamping Tama, berhadapan dengan Mutia dan Tika yang duduk bersebelahan. Kami memesan makanan berbahan kambing dengan jenis masakan yang berbeda-beda.

Berkumpul di satu meja ini membuat suasana di meja menjadi sedikit awkward.

Gak ada topik yang dibahas, secara Tika dan Mutia belum saling kenal, dan Tama hanya mengajak bicara Tika. Sedangkan gue, gak tau harus ngapain. Suasana seperti ini berlangsung setengah jam. Hingga makanan kami datang...

Mangkok berisi sop itu sudah ada di depan gue. Gue meniup kuah sop kambing yang gue pesan. Kebul asap muncul dari sop yang gue pesan, menandakan sop ini masih panas dan baru saja selesai dimasak.

Satu kebiasaan gue jika makan, selalu mencicipi kuahnya dulu, dan jika terasa sudah enak, gue gak akan menambahkan kecap, sambal, atau tambahan bumbu lain

Gue cium bau dari sop yang gue pesan, sangat wangi dan menggugah selera makan gue. Gue rasa, sop ini akan enak rasanya dan gak perlu ditambah apa-apa lagi. Ketika sesendok kuah itu tepat berada di depan bibir gue, gue melihat ke depan, semua tampak dingin.
Gak ada yang berbicara sama sekali, situasi awkward benar-benar terjadi. Masakan sudah di depan masing-masing, tapi yang sudah memegang sendok hanya gue. Si Tama sudah mulai makan, seakan cuek dengan situasi hening ini. Gue pura-pura cuek dengan situasi ini dan menyicipi kuah sop ini

Hambar

Gue tambah kecap dan saos

Masih hambar

Anjir. Suasana hening ini membuat gue canggung dan susah untuk makan. Gue gak pernah terjebak di situasi 2 cewek yang belum mengenal berkumpul di satu meja.

Quote:


Gue senang adik gue menanyakan hal ini, gue ingin melihat respon Mutia. Walau begitu, gue juga merasa sedikit sedih. Ini adek gue masih kecil udah tau istilah gebetan, ngeri. Padahal waktu seusia dia gue masih percaya jika Tsubasa dan Power Rangers itu ada.

Mendengar pertanyaan itu, Mutia tersenyum sangat manis sekali. Lalu dia mengusap kepala adik gue dengan tanganya.

Quote:


Mereka kedua berjabat tangan, dan saling memberi senyum. Suasana jadi cair. Meskipun gue dihujat abis-abisan, yang penting suasana cair. Gue memanfaatkan suasana dan mulai membuka topik, membahas tentang sekolah dan membahas hal hal lain. Saat itu yang gue inget gue hanya membahas topik yang hanya basa basi saja. Tapi dengan itu, gue bisa mencairkan suasana dan membuat Mutia dan Tika mengobrol

Quote:


Karena gue rasa suasana sudah cukup membaik, gue cicipi kembali sop gue. Gue yakin suasana yang cair ini membuat sop gue terasa nikmat

1 sendok kuah, masuk ke mulut gue...

Masih hambar juga. Apa-apaan ini.
Tiba-tiba seorang pelayan mendatangi meja gue.

Quote:


*palm face*

Satu meja menertawakan gue. Mutia dan Tika sama-sama tertawa kencang mengejek gue

Pada dasarnya, Mutia dan Tika ini sama seperti cewek kebanyakan, cerewet dan supel. Jadi wajar mereka langsung nyambung satu sama lain. Kadang juga Tika membahas masa lalu gue dengan dia, lalu menjadikanya bahan topik dan lelucon.
Terlebih lagi, Mutia dan Tama juga ikut-ikutan membuat lelucon tentang gue. Gue juga ikut-ikutan membuat lelucon tentang diri gue sendiri. Gakpapalah, demi tawa mereka sore itu. Tapi yang sedikit gue bikin was-was, Tika sempat menanyakan tentang gue dengan Ara. Gue yakin Tika sengaja ngerjain dan menyudutkan gue karena ada Mutia. Dan gue hanya jawab seadanya

Tapi ternyata Mutia tampak gak peduli dengan siapa itu Ara, wajahnya datar biasa aja. Enggak seperti cemburu. Sepertinya gue makin yakin, Mutia gak ada perasaan apa-apa ke gue

Bincang-bincang sore itu berakhir seiring dengan habisnya makanan dan minuman di meja kami.

Quote:


Gue melihat toyota camry warna hitam berhenti di depan warung. Pintu mobil itu terbuka, dan keluar cowok tinggi putih, berkaos dan bercelana pendek. Cowok itu adalah Mas Edo. Pacar Tika yang sekarang,setelah putus dengan gue dulu.

Mas Edo melihat gue dengan Tika. Dan memberikan wajah seakan bertanya-tanya...

0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.