- Beranda
- Stories from the Heart
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
...
TS
silentanonymxxx
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
Hallo agan dan agan wati
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)
Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Spoiler for index:
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis

Diubah oleh silentanonymxxx 13-12-2015 19:24
bijan28 dan 4 lainnya memberi reputasi
3
226K
909
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
silentanonymxxx
#200
Masuk Sekolah Baru -1
Hari berikutnya kami pun berangkat menuju sebuah sungai yang tidak jauh dari daerah saya , sungai nya sangat bersih dan bening , ikan nya banyak dan bisa dilihat dengan mata telanjang
“Ini tempat apa mas?” tanya ku
“ini tempat saya dulu menenangkan pikiran” kata mas danang
Lalu saya diminta mas danang untuk melepas baju dan mengikutinya kemudian kami menuju grojogan air yang ada di sungai tersebut , aliran nya lumayan deras lali kami bertapa di bawah grojogan tersebut dan bersila , aneh nya pikiran aku bisa tenang dan damai seperti ini dan tidak terasa dingin sama sekali , rasanya segar sekali
“Sekarang tahan fokus kan pikiran dan tutup mata kamu” kata mas danang yang sambil berdiri membelakangiku
Aku pun hanya mengangguk dan seperti nya mas danang di belakang tubuhku mengusap bagian punggungku
“uggghhh” kata ku seperti merasakan panas yang sangat hebat dan kemudian aku agak meringis seperti punggungku terbakar tak lama kemudian mas danang berhenti mengusap punggungku
Aku pun masih dalam keadaan bertapa , sekali lagi mas danang mengusapkan tapi sekarang beda rasanya , rasanya dingin dan sangat damai , lalu seperti aku masuk ke dalam alam lain
“Assalamualaikum” sapa orang yang mendatangiku , dan aku baru sadar kalau aku hanya berdua disini dan tidak ada sama sekali bunyi gemericik air , tempat ini seperti padang rumput yang sangat luas , orang tersebut memakai baju batik jawa warna coklat dan memakai blangkon
“Waalaikumsallam , maaf anda siapa?” jawabku
“Saya yang menjaga sungai yang kamu buat bertapa , saya melihat hati kamu baru berkecamuk” kata dia yang tersenyum
“Saya memang akhir-akhir ini sedang mengalami cobaan” jawabku
“jika boleh , saya bisa membantu” kata dia
“bagaimana caranya?” kata ku
“di dalam tubuh kamu , masih ada yang mengikuti , saya akan coba melawannya asal anda mengizinkan” jawabnya
“baiklah” jawabku
Lalu orang tersebut membelakangiku dan mengusap punggungku sama seperti yang mas danang lakukan , rasanya sangat sakit dan panas aku hanya bisa berteriak tetapi badanku terasa tidak bisa di gerakkan lalu kemudian punggungku di hentakkan oleh tangannya , dan kemudian aku langsung tersadar
“bagaimana ndi , kamu bertemu dengan orang memakai pakaian jawa dan memaki blangkon?” tanya mas danang
“iya mas saya bertemu” jawabku
“sekarang coba kamu lihat apa yang kamu genggam di tangan kiri kamu” kata mas danang
Sontak aku kaget karena aku menggengam seperti keris kecil seukuran jempol berwarna keemasan
“ini apa mas?” tanya ku
“itu yang dari kemarin membuat kamu melakukan hal yang tidak wajar , itu sudah lama di dalam kamar kamu , dia merespon ketika kamu sedang melamun dan keadaan lampu kamar kamu matikan sehingga suasana nya pas dia bisa langsung masuk ke dalam tubuh kamu” kata mas danang
“oh , terus ini keris nya mau di apakan mas?” tanya ku
“kamu buang saja langsung ke depan” kata mas danang
Aku pun langsung membuangnya , setelah merasa cukup aku dan mas danang langsung pulang dan mengantarkan mas danang ke rumahnya dan aku pun berpamitan kepada mas danang dan pulang ke rumah
Sampai di rumah aku langsung mandi dan makan , tak lama Bapak dan ibu pulang
“Le , ini bapak sudah bawa brosur buat sekolah , kamu baca-baca dulu siapa tahu berminat” kata bapak ku yang memberikan brosur
Setelah meilih-milih dan sudah kuputuskan untuk masuk SMK karena itu memang keinginanku semenjak acara perpisahan karena aku tidak mau kuliah karena hanya menghabiskan banyak waktu dan biaya
Singkat cerita , aku dan bapak ku menuju SMK yang aku pilih untuk melakukan daftar ulang , nilaiku juga tidak juga bagus dan tidak juga jelek , aku mendapat peringkat yang lumayan ketika melihat hasil pengunguman , aku memilih jurusan Teknik Mesin karena peluang kerja nya besar dari pada jurusan lain menurutku , lalu setelah daftar ulang aku di berikan sebuah selebaran perlengkapan mos apa saja yang harus di bawa dan harus sampai sekolah jam 5.30 pagi
Pikiriku ini SEKOLAH atau Pendidikan Militer , mungkin bisa di gabung sekolah militer , mungkin itu kata pas yang ada
3 hari lagi , aku akan melaksanakan MOS dan semua perlengkapan sudah lengkap semua , Topi dari Bola plastik yang di belah dua , Tas dari karung beras , Permen yang di steples untuk di jadikan kalung , dan sebuah gelas
SKIP
Hari ini hari pertama untuk mengikuti kegiatan MOS di sekolah baru , tidak ada teman SMP ku yang masuk ke sekolah ini karena memang SMK ini favorit dan grade nilai nya lumayan tinggi sehingga teman-temanku mengurungkan niat nya untuk mendaftar di sekolah ini
Pertama kegiatan di mulai dengan acara upacara dan penyematan topi oleh kepala sekolah , aku pun tidak terlalu memperhatikan apa yang di katakan kepala sekolah karena aku masih mengantuk karena harus datang pagi sekali
“Kamu kebelakang sekarang !” kata seorang panitia mos
Lalu aku pun mengikutinya , di belakang barisan ternyata ada seorang wanita cantik yang membawa kertas dan bolpen
“Nama?” tanya cewek tersebut
“Andi ************” jawabku
“Kelas?” tanya nya lagi
“X TPA” jawabku , ini singkatan nya Teknik Pemesinan A bukan Tempat pembuangan akhir
“Turun 50 kali” kata nya
“Maksudnya kak?” tanya ku yang bingung
“KAMU NGERTI GAK???? TURUN YA PUSH UP 50 KALI !!!” kata nya yang berteriak
Lalu dengan muka ngantuk , kesel , aku pun melakukan yang di perintahkan nya
“Sekarang kembali ke barisan” kata nya datar
Setelah ceramah dari kepala sekolah selesai , tim tata tertib dari OSIS yang menjadi panitia mos mengarahkan untuk menuju ke ruangan kelas , setelah itu aku pun masuk kelas dan duduk , masuk lah guru yang akan men jadi wali kelas Namanya Pak Nuryanto dan dipanggil Pak Nur
Belum lama menjelaskan tentang sekolah , datang panitia mos dan meminta ijin untuk memangil salah satu dari kami
“Yang namanya Andi *********** , silahkan ikut saya” kata panitia tersebut
Lalu aku pun berdiri dan mengikuti panitia tersebut , aku di ajak ke ruang osis dan disana sudah menunggu beberapa panitia ada sekitar 8 orang 5 orang cowok , 3 orang perempuan dan salah satunya cewek yang menghukumku tadi di lapangan
“Kamu tau kesalahan kamu?” kata salah seorang panitia mos
“iya saya tau kak” jawabku
“sekarang kamu lari 5x putaran di lapangan” kata panitia tersebut
Lalu aku pun menuju lapangan dan mulai berlari , pada saat putaran ke empat aku melihat cewek yang tadi menyuruhku push up 50x saat upacara pagi tadi
Saat putaran ke lima aku pun senyum ke arahnya , apes nya saat lari sambil melihat ke arahnya aku nggak tau kalau di depan ada tiang gawang

Duaaaang , suaranya cukup keras dan aku melihat kalau cewek tersebut cengengesan karena melihat ulahku
Setelah itu dia mengampiri ku
“sekarang kamu ke ruang osis , kamu minta maaf sama panitia yang lain” kata dia
Aku pun mengangguk , dan berjalan ke ruang osis
Disana aku melihat tinggal 3 orang laki-laki dan 1 perempuan
Disitu aku paling ingat yang namanya Rizal , tampangnya seperti preman , baju di keluarkan , baju di lengannya di lipat ke atas
“Kak , saya minta maaf kalau tadi saya mengantuk pada saat upacara” kata ku
“Maaf? Gampang sekali , sekarang kamu push up 20x” kata dia
Kemudian aku melakukan nya , badan terasa cape sekali dan pegal-pegal
“Sekarang cium sepatu saya , baru saya maafkan !!!” kata dia
“...” aku hanya diam
“Cepetan malah diem lo !!!” kata dia yang berteriak dan memegang kepalaku ke arah sepatunya
Aku pun melepaskan tangan nya dari kepal nya
“Jangan buat saya marah kak” kata ku sambil menatap tajam ke matanya
“EH LO BRANI SAMA GUA?!!! ANAK BARU NYOLOT YA !!!” kata dia sambil berjalan ke arahku
“Udah habisin aja” kata temen nya
Buuuuggg satu bogem mentah melayang ke arah perutku , tapi tidak membuatku jatuh
“OH MASIH NGELWAN YA KAMU !!!” teriak nya lagi
Buuug pukulan kedua mengenai perutku lagi , lalu pada saat rizal ingin melayangkan pukulan nya yang ke tiga aku tahan tangannya
Seperti ada hawa panas yang masuk tubuhku , aku berkata dalam hati “aku tidak memulai perkelahian , dia yang menghina harga diriku sebagi seorang laki-laki” dan kemudian tangan kiri ku langsung panas sekali tubuhku terasa panas dan bergetar
Langsung saja aku pun tersenyum , dan langsung memukulinya hingga jatuh dan rizal langsung terkapar
Melihat teman nya yang terkapar , 2 orang lagi langsung memukuliku , tapi aku tidak jatuh dan menerima setiap pukulan
“Ini saja kemampuan kalian?” kata ku sambil tersenyum
Mereka hanya bengong , dan buuuuuuag karena jarak mereka berdekatan langsung saja aku luruskan tangan kanan ku lalu menghantam kedua leher teman rizal tersebut dan mereka juga terkapar
Dalam keadaan ini aku memang masih sadar , dan aku masih bisa mengendalikan tangan kiriku
Aku takut kalau menggunakan tangan kiriku karena kejadian dulu yang berkelahi bersama adit , dan gerombolan orang yang menyerangku pada saat aku kerasukan
“Kalau mau cari aku , cari di kelas Pemesinan A” kata ku yang langsung keluar ruang osis
Dan sontak saja , terjadi kerumunan di ruang osis
Aku pun di panggil di ruang BK(Bimbingan Konseling) aku pun menceritakan kejadian nya dan guru beranggapan kalau rizal dan kawan-kawan nya memang keterlaluan dan kemudian setelah menyelesaikan masalah aku diminta untuk bersalaman kepada rizal
“Ini belum berakhir” kata rizal pelan
“Aku tunggu” jawabku sambil tersenyum
Aku pun diminta untuk ke kelas oleh guruku , sampai di kelas semua orang menatapku keheranan dan kelas yang pertama sebelum aku masuk ricuh sekarang diam
Lalu aku duduk sendiri di barisan paling belakang
“Eh aku Doni” kata seseorang yang mengulurkan tangan nya
“Andi” jawabku sambil menjabat tangan nya
“Gila kamu ndi , 1 lawan 3 bisa aja menang” kata doni yang langsung duduk di sampingku
“Ah enggak cuman kebetulan aja” kata ku yang menaruh tas di atas meja yang niatanya menjadi bantalan untuk tidur
“beneran , jadi terkenal kamu satu angkatan , apa lagi lawan anak osis yang namanya rizal” kata doni
“hahaha bisa aja kamu don , udah aku mau tidur ngantuk” jawabku lalu menaruh kepalaku di atas tas
Kemudian aku mulai terlelap , belum lama aku terlelap plaaaaaakk kepalaku di tabok
“eh don kampret lu ya , baru kenal aja udah main geplak” jawabku yang kesel
“eh gua di depan lu ndi , tuh yang geplak kepala lo di samping” kata doni
Saat aku menoleh ternyata cewek manis yang menghukumku push up pada saat upacara
Aku pun hanya diam , karena aku beranggapan kalau semua panitia Osis semua memang brengs*k
Plaaaak dua kali di geplak kepalaku oleh nya kemudian aku bangun dan menoleh ke arahnya
“apa sih” kata ku
“makanya jangan tidur” kata dia sambil cengengesan
“Tina” kata dia sambil menjulurkan tangan nya
“bodo , aku ngantuk”
Lalu tangan nya pun menyubit pinggangku
“aduhh...aduhhh... sakit” kata ku
“orang ngajak kenalan jangan sombong” kata dia
“udah tau kan nama ku , ngapain kenalan lagi” jawabku sewot
“ye ni anak songong , mau aku cubit lagi?” kata dia
“eh jangan jangan , iya-iya ..Andi” jawabku lalu menjabat tangan nya
“nah gitu dong , oiya aku minta maaf ya tadi , rizal emang orang nya keterlaluan , wajar kalau kamu emosi” kata tina
“iya , lupain aja” kata ku
“yaudah , aku balik lagi ke ruangan osis ya , besok jangan sampai telat” kata dia yang berdiri lalu berjalan ke arah pintu kelas
Aku pun hanya mengacungkan jempol ke arahnya
Lalu kegiatan pun berjalan seperti biasa , pengenalan lingkungan sekolah dan bla bla bla yang sangat membosankan
Hari berikutnya kami pun berangkat menuju sebuah sungai yang tidak jauh dari daerah saya , sungai nya sangat bersih dan bening , ikan nya banyak dan bisa dilihat dengan mata telanjang
“Ini tempat apa mas?” tanya ku
“ini tempat saya dulu menenangkan pikiran” kata mas danang
Lalu saya diminta mas danang untuk melepas baju dan mengikutinya kemudian kami menuju grojogan air yang ada di sungai tersebut , aliran nya lumayan deras lali kami bertapa di bawah grojogan tersebut dan bersila , aneh nya pikiran aku bisa tenang dan damai seperti ini dan tidak terasa dingin sama sekali , rasanya segar sekali
“Sekarang tahan fokus kan pikiran dan tutup mata kamu” kata mas danang yang sambil berdiri membelakangiku
Aku pun hanya mengangguk dan seperti nya mas danang di belakang tubuhku mengusap bagian punggungku
“uggghhh” kata ku seperti merasakan panas yang sangat hebat dan kemudian aku agak meringis seperti punggungku terbakar tak lama kemudian mas danang berhenti mengusap punggungku
Aku pun masih dalam keadaan bertapa , sekali lagi mas danang mengusapkan tapi sekarang beda rasanya , rasanya dingin dan sangat damai , lalu seperti aku masuk ke dalam alam lain
“Assalamualaikum” sapa orang yang mendatangiku , dan aku baru sadar kalau aku hanya berdua disini dan tidak ada sama sekali bunyi gemericik air , tempat ini seperti padang rumput yang sangat luas , orang tersebut memakai baju batik jawa warna coklat dan memakai blangkon
“Waalaikumsallam , maaf anda siapa?” jawabku
“Saya yang menjaga sungai yang kamu buat bertapa , saya melihat hati kamu baru berkecamuk” kata dia yang tersenyum
“Saya memang akhir-akhir ini sedang mengalami cobaan” jawabku
“jika boleh , saya bisa membantu” kata dia
“bagaimana caranya?” kata ku
“di dalam tubuh kamu , masih ada yang mengikuti , saya akan coba melawannya asal anda mengizinkan” jawabnya
“baiklah” jawabku
Lalu orang tersebut membelakangiku dan mengusap punggungku sama seperti yang mas danang lakukan , rasanya sangat sakit dan panas aku hanya bisa berteriak tetapi badanku terasa tidak bisa di gerakkan lalu kemudian punggungku di hentakkan oleh tangannya , dan kemudian aku langsung tersadar
“bagaimana ndi , kamu bertemu dengan orang memakai pakaian jawa dan memaki blangkon?” tanya mas danang
“iya mas saya bertemu” jawabku
“sekarang coba kamu lihat apa yang kamu genggam di tangan kiri kamu” kata mas danang
Sontak aku kaget karena aku menggengam seperti keris kecil seukuran jempol berwarna keemasan
“ini apa mas?” tanya ku
“itu yang dari kemarin membuat kamu melakukan hal yang tidak wajar , itu sudah lama di dalam kamar kamu , dia merespon ketika kamu sedang melamun dan keadaan lampu kamar kamu matikan sehingga suasana nya pas dia bisa langsung masuk ke dalam tubuh kamu” kata mas danang
“oh , terus ini keris nya mau di apakan mas?” tanya ku
“kamu buang saja langsung ke depan” kata mas danang
Aku pun langsung membuangnya , setelah merasa cukup aku dan mas danang langsung pulang dan mengantarkan mas danang ke rumahnya dan aku pun berpamitan kepada mas danang dan pulang ke rumah
Sampai di rumah aku langsung mandi dan makan , tak lama Bapak dan ibu pulang
“Le , ini bapak sudah bawa brosur buat sekolah , kamu baca-baca dulu siapa tahu berminat” kata bapak ku yang memberikan brosur
Setelah meilih-milih dan sudah kuputuskan untuk masuk SMK karena itu memang keinginanku semenjak acara perpisahan karena aku tidak mau kuliah karena hanya menghabiskan banyak waktu dan biaya
Singkat cerita , aku dan bapak ku menuju SMK yang aku pilih untuk melakukan daftar ulang , nilaiku juga tidak juga bagus dan tidak juga jelek , aku mendapat peringkat yang lumayan ketika melihat hasil pengunguman , aku memilih jurusan Teknik Mesin karena peluang kerja nya besar dari pada jurusan lain menurutku , lalu setelah daftar ulang aku di berikan sebuah selebaran perlengkapan mos apa saja yang harus di bawa dan harus sampai sekolah jam 5.30 pagi
Pikiriku ini SEKOLAH atau Pendidikan Militer , mungkin bisa di gabung sekolah militer , mungkin itu kata pas yang ada
3 hari lagi , aku akan melaksanakan MOS dan semua perlengkapan sudah lengkap semua , Topi dari Bola plastik yang di belah dua , Tas dari karung beras , Permen yang di steples untuk di jadikan kalung , dan sebuah gelas
SKIP
Hari ini hari pertama untuk mengikuti kegiatan MOS di sekolah baru , tidak ada teman SMP ku yang masuk ke sekolah ini karena memang SMK ini favorit dan grade nilai nya lumayan tinggi sehingga teman-temanku mengurungkan niat nya untuk mendaftar di sekolah ini
Pertama kegiatan di mulai dengan acara upacara dan penyematan topi oleh kepala sekolah , aku pun tidak terlalu memperhatikan apa yang di katakan kepala sekolah karena aku masih mengantuk karena harus datang pagi sekali
“Kamu kebelakang sekarang !” kata seorang panitia mos
Lalu aku pun mengikutinya , di belakang barisan ternyata ada seorang wanita cantik yang membawa kertas dan bolpen
“Nama?” tanya cewek tersebut
“Andi ************” jawabku
“Kelas?” tanya nya lagi
“X TPA” jawabku , ini singkatan nya Teknik Pemesinan A bukan Tempat pembuangan akhir
“Turun 50 kali” kata nya
“Maksudnya kak?” tanya ku yang bingung
“KAMU NGERTI GAK???? TURUN YA PUSH UP 50 KALI !!!” kata nya yang berteriak
Lalu dengan muka ngantuk , kesel , aku pun melakukan yang di perintahkan nya
“Sekarang kembali ke barisan” kata nya datar
Setelah ceramah dari kepala sekolah selesai , tim tata tertib dari OSIS yang menjadi panitia mos mengarahkan untuk menuju ke ruangan kelas , setelah itu aku pun masuk kelas dan duduk , masuk lah guru yang akan men jadi wali kelas Namanya Pak Nuryanto dan dipanggil Pak Nur
Belum lama menjelaskan tentang sekolah , datang panitia mos dan meminta ijin untuk memangil salah satu dari kami
“Yang namanya Andi *********** , silahkan ikut saya” kata panitia tersebut
Lalu aku pun berdiri dan mengikuti panitia tersebut , aku di ajak ke ruang osis dan disana sudah menunggu beberapa panitia ada sekitar 8 orang 5 orang cowok , 3 orang perempuan dan salah satunya cewek yang menghukumku tadi di lapangan
“Kamu tau kesalahan kamu?” kata salah seorang panitia mos
“iya saya tau kak” jawabku
“sekarang kamu lari 5x putaran di lapangan” kata panitia tersebut
Lalu aku pun menuju lapangan dan mulai berlari , pada saat putaran ke empat aku melihat cewek yang tadi menyuruhku push up 50x saat upacara pagi tadi
Saat putaran ke lima aku pun senyum ke arahnya , apes nya saat lari sambil melihat ke arahnya aku nggak tau kalau di depan ada tiang gawang

Duaaaang , suaranya cukup keras dan aku melihat kalau cewek tersebut cengengesan karena melihat ulahku
Setelah itu dia mengampiri ku
“sekarang kamu ke ruang osis , kamu minta maaf sama panitia yang lain” kata dia
Aku pun mengangguk , dan berjalan ke ruang osis
Disana aku melihat tinggal 3 orang laki-laki dan 1 perempuan
Disitu aku paling ingat yang namanya Rizal , tampangnya seperti preman , baju di keluarkan , baju di lengannya di lipat ke atas
“Kak , saya minta maaf kalau tadi saya mengantuk pada saat upacara” kata ku
“Maaf? Gampang sekali , sekarang kamu push up 20x” kata dia
Kemudian aku melakukan nya , badan terasa cape sekali dan pegal-pegal
“Sekarang cium sepatu saya , baru saya maafkan !!!” kata dia
“...” aku hanya diam
“Cepetan malah diem lo !!!” kata dia yang berteriak dan memegang kepalaku ke arah sepatunya
Aku pun melepaskan tangan nya dari kepal nya
“Jangan buat saya marah kak” kata ku sambil menatap tajam ke matanya
“EH LO BRANI SAMA GUA?!!! ANAK BARU NYOLOT YA !!!” kata dia sambil berjalan ke arahku
“Udah habisin aja” kata temen nya
Buuuuggg satu bogem mentah melayang ke arah perutku , tapi tidak membuatku jatuh
“OH MASIH NGELWAN YA KAMU !!!” teriak nya lagi
Buuug pukulan kedua mengenai perutku lagi , lalu pada saat rizal ingin melayangkan pukulan nya yang ke tiga aku tahan tangannya
Seperti ada hawa panas yang masuk tubuhku , aku berkata dalam hati “aku tidak memulai perkelahian , dia yang menghina harga diriku sebagi seorang laki-laki” dan kemudian tangan kiri ku langsung panas sekali tubuhku terasa panas dan bergetar
Langsung saja aku pun tersenyum , dan langsung memukulinya hingga jatuh dan rizal langsung terkapar
Melihat teman nya yang terkapar , 2 orang lagi langsung memukuliku , tapi aku tidak jatuh dan menerima setiap pukulan
“Ini saja kemampuan kalian?” kata ku sambil tersenyum
Mereka hanya bengong , dan buuuuuuag karena jarak mereka berdekatan langsung saja aku luruskan tangan kanan ku lalu menghantam kedua leher teman rizal tersebut dan mereka juga terkapar
Dalam keadaan ini aku memang masih sadar , dan aku masih bisa mengendalikan tangan kiriku
Aku takut kalau menggunakan tangan kiriku karena kejadian dulu yang berkelahi bersama adit , dan gerombolan orang yang menyerangku pada saat aku kerasukan
“Kalau mau cari aku , cari di kelas Pemesinan A” kata ku yang langsung keluar ruang osis
Dan sontak saja , terjadi kerumunan di ruang osis
Aku pun di panggil di ruang BK(Bimbingan Konseling) aku pun menceritakan kejadian nya dan guru beranggapan kalau rizal dan kawan-kawan nya memang keterlaluan dan kemudian setelah menyelesaikan masalah aku diminta untuk bersalaman kepada rizal
“Ini belum berakhir” kata rizal pelan
“Aku tunggu” jawabku sambil tersenyum
Aku pun diminta untuk ke kelas oleh guruku , sampai di kelas semua orang menatapku keheranan dan kelas yang pertama sebelum aku masuk ricuh sekarang diam
Lalu aku duduk sendiri di barisan paling belakang
“Eh aku Doni” kata seseorang yang mengulurkan tangan nya
“Andi” jawabku sambil menjabat tangan nya
“Gila kamu ndi , 1 lawan 3 bisa aja menang” kata doni yang langsung duduk di sampingku
“Ah enggak cuman kebetulan aja” kata ku yang menaruh tas di atas meja yang niatanya menjadi bantalan untuk tidur
“beneran , jadi terkenal kamu satu angkatan , apa lagi lawan anak osis yang namanya rizal” kata doni
“hahaha bisa aja kamu don , udah aku mau tidur ngantuk” jawabku lalu menaruh kepalaku di atas tas
Kemudian aku mulai terlelap , belum lama aku terlelap plaaaaaakk kepalaku di tabok
“eh don kampret lu ya , baru kenal aja udah main geplak” jawabku yang kesel
“eh gua di depan lu ndi , tuh yang geplak kepala lo di samping” kata doni
Saat aku menoleh ternyata cewek manis yang menghukumku push up pada saat upacara
Aku pun hanya diam , karena aku beranggapan kalau semua panitia Osis semua memang brengs*k
Plaaaak dua kali di geplak kepalaku oleh nya kemudian aku bangun dan menoleh ke arahnya
“apa sih” kata ku
“makanya jangan tidur” kata dia sambil cengengesan
“Tina” kata dia sambil menjulurkan tangan nya
“bodo , aku ngantuk”
Lalu tangan nya pun menyubit pinggangku
“aduhh...aduhhh... sakit” kata ku
“orang ngajak kenalan jangan sombong” kata dia
“udah tau kan nama ku , ngapain kenalan lagi” jawabku sewot
“ye ni anak songong , mau aku cubit lagi?” kata dia
“eh jangan jangan , iya-iya ..Andi” jawabku lalu menjabat tangan nya
“nah gitu dong , oiya aku minta maaf ya tadi , rizal emang orang nya keterlaluan , wajar kalau kamu emosi” kata tina
“iya , lupain aja” kata ku
“yaudah , aku balik lagi ke ruangan osis ya , besok jangan sampai telat” kata dia yang berdiri lalu berjalan ke arah pintu kelas
Aku pun hanya mengacungkan jempol ke arahnya
Lalu kegiatan pun berjalan seperti biasa , pengenalan lingkungan sekolah dan bla bla bla yang sangat membosankan
Diubah oleh silentanonymxxx 08-08-2015 22:38
danjau memberi reputasi
1