- Beranda
- Stories from the Heart
Kelakuan Anak Kuliah
...
TS
pujangga1000
Kelakuan Anak Kuliah
Quote:
Quote:
Quote:
----------------------------------------------------------------------------------
========================================
pujangga1000
Diubah oleh pujangga1000 19-09-2016 03:37
yusrillllll dan 23 lainnya memberi reputasi
22
3.9M
7.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pujangga1000
#5566
Selamat datang kedalam keluarga 2
"Oh iya lupa
" Kata gue nyengir
"Dia itu kerja apa sih yam?
" Tanya Iren polos
"LC"
"Apa tuh?"
"Semacam pemandu karoke gitu loh" Jelas gue singkat
"Kok pakaiannya minim gitu? Dandanannya juga menor" Tanya Iren penasaran
"Ya kalau gak gitu, gak bakal dipilih tamunya dok"
"Dipilih gimana?"
"Jadi tempatnya itu karoke, tapi boleh minum alkohol, nah LC itu tugasnya semacam pemandu karoke. Misalnya tamu mau milih lagu, nah dia yang bantu pilihin. Terus kalo tamunya mau nyanyi trus mau si LC juga ikut nyanyi, dianya harus mau. Intinya nemenin gitu deh" Jelas gue panjang lebar
"Makanya dia perlu dandan agak lebih menarik perhatian supaya dipilih tamu. Sumber pendapatannya kan dari tip tamu" Lanjut gue
Iren manggut-manggut, tapi gue yakin dia belum mengerti sepenuhnya.
"Dia gak takut diapa-apain tamunya yam? Pasti kan orang gak bener yang kesini" Tanya Iren lagi
"Ya itu konsekuensi dia, pinter-pinter jaga diri aja, tapi LC juga bisa nerima permintaan dari tamunya" Kata gue sengaja memberi penekanan pada kata permintaan
"Maksudnya?
" Iren makin penasaran
"You know lah, semacam dibawa pulang tamu, dan hal-hal seperti itu" Kata gue menyirat
"Woooh
"
Iren kaget sejenak
"PSK?" tanya Iren pelan
"
"
Gue kaget dan melihat Iren sejenak.
Ya untuk orang awam sih mungkin itu istilah paling tepat. Entahlah bagaimana menjelaskannya supaya pekerjaan ini terlihat benar. Gue juga bingung.
"Gak semua kok mau dibawa pulang tamu, Rara bukan salah satunya yang pasti" Kata gue
"Kok kamu bisa yakin?" tanya Iren menyelidik
"Kan uda aku bilang, dia calonnya abang angkatku.. Yang punya mobil ini" Kata gue sambil menepuk stir
"Tapi kan bahaya kerja begituan.."
"Coba bayangin, kalau dia dikasih obat yang bikin gak sadar."
"Dikasih diminumannya misalnya.."
"
" Gue melihat Iren
"Dia gak tau.."
"terus minum.."
"terus gak sadar diri.."
"terus..."
"Keselamatan dia kan gak baik" Kata Iren cemas
Sudah bisa ditebaklah kalau Iren bakal merespon seperti ini. Kepolosannya.. Keluguannya..
Haaaaah...
"Kebanyakan nonton sinetron kamu dok
" Kata gue ngakak
"Ihh aku serius
" Kata Iren semangat
Katanya tadi dia ngantuk mau tidur. Eh malah setelah tidur beberapa puluh menit, sekarang energinya sudah kembali. Kayaknya Iren kebanyakan makan glucose, jadinya hiperaktif gini
"Ya makanya aku antar jemput gitu loh" Jawab gue
"Loh kok kamu? Abang kamu kemana?" Tanya Iren
"Lagi keluar kota, ada urusan, dia pinjemin mobil ini supaya aku bisa antar jemput Rara gitu loh dok" Jelas gue
"Ihh, abang kamu kok mau sih pacaran sama cewek kayak begitu, kayak gak ada cewek lain aja" Kata Iren
"
" Gue kaget mendengar penjelasan Iren
"Kan bener.. Ada banyak cewek, tapi abangmu malah pilih hubungan sama cewe begituan"
"Rara tuh gak kayak gitu lah dok, jangan asal nuduh, gak semua kerja malam itu gak bener" Kata gue memberi Iren pengertian
"Dia gak sayang sama dirinya sendiri, lagipula kan masih ada kerja yang lain, yang lebih baik" Kata Iren
Aduh pusing gue dikasih pertanyaan bertubi-tubi sama Iren. Gue jadi bingung mau menceritakan bagian yang mana duluan.
"Pokoknya kamu kenalin ke aku siapa abang angkat kamu itu yam" kata Iren
"Iya, nanti kalau dia uda balik" Kata gue
"Kamu ngerti sendiri lah mana yang baik mana yang ngak"
"
"
Lagi-lagi gue melihat Iren.
"Yang gak baik itu dijauhin, yang baik itu dideketin" Lanjut Iren
"Iya iya.. bawel.." kata gue
"Ihh kok gitu sih, aku ngasih taaauuuu
"
"Iyaaaaaaah, buset kamu makan apa sih kok bawelnya awet gini" Kata gue sedikit jengah
"
"
"Sekarang malah nyengir, dasar putri kodok" Kata gue
"Ihhhhh
"
Gue dicubit lagi sama Iren
"Ohh iya, aku punya sesuatu buat kamu.." Kata Iren sambil membongkar kantong depan tasnya
"Apa?
" sahut gue penasaran
"Bentar, aku simpan dimana ya tadi" Kata Iren masih membongkar tasnya
"Apa? Apa??" Kata gue sengaja
"Sabar donk..." Kata Iren
"Mana? Mana? Mana?" Kata gue lagi supaya Iren makin hectic
"Bentar!
" Bentak Iren
"
"
"Nah ini dia" Kata Iren mengeluarkan sesuatu
"
"
"Tadaaaaaa" Kata Iren sambil memamerkan sesuatu yang menggantung dijari-jarinya
"
"
"Apaan tuh?" Kata gue
"Smileeeee
" Kata Iren sambil menarik ujung bibirnya agak melebar
"Hahahaha, apa sih" Kata gue
"Lucu kan?
" Kata Iren
"Biasa aja
" Kata gue
"Ngeselin banget sih!" Rajuk Iren
"Hahaha" Gue ngakak
"Kata temen-temen, kamu tuh gak pernah senyum, manyum melulu. Jadi aku beliin ini deh, supaya kamu bisa semaaaaail (baca: smile)
" Kata Iren girang
"Kata siapa? Hahahaha"
"Kata temen-temen angkatan ku ayaaam jelek" Sahut Iren
"Salah tuh mereka, aku kan cool dan keren" Kata gue sambil menaikkan sebelah alis
"Iya mereka tuh salah! Kamu tuh ngeselin banget aslinya.. Suer deh" Kata Iren
"Dihh, segitunya hahaha"
"Tuh kan ngeselin banget nih orang.." Kata Iren
"Hahaha, sori-sori, makasih ya" Kata gue meraih gantungan kunci yang ada ditangan Iren
Gue pandangin lagi gantungan kunci tersebut. Gue geli sendiri melihatnya..
"Jelek banget bunder-bunder gini
" Kata gue sambil ngakak
"Tau ah
" Iren manyun
"hahahaha"
" Kata gue nyengir"Dia itu kerja apa sih yam?
" Tanya Iren polos"LC"
"Apa tuh?"
"Semacam pemandu karoke gitu loh" Jelas gue singkat
"Kok pakaiannya minim gitu? Dandanannya juga menor" Tanya Iren penasaran
"Ya kalau gak gitu, gak bakal dipilih tamunya dok"
"Dipilih gimana?"
"Jadi tempatnya itu karoke, tapi boleh minum alkohol, nah LC itu tugasnya semacam pemandu karoke. Misalnya tamu mau milih lagu, nah dia yang bantu pilihin. Terus kalo tamunya mau nyanyi trus mau si LC juga ikut nyanyi, dianya harus mau. Intinya nemenin gitu deh" Jelas gue panjang lebar
"Makanya dia perlu dandan agak lebih menarik perhatian supaya dipilih tamu. Sumber pendapatannya kan dari tip tamu" Lanjut gue
Iren manggut-manggut, tapi gue yakin dia belum mengerti sepenuhnya.
"Dia gak takut diapa-apain tamunya yam? Pasti kan orang gak bener yang kesini" Tanya Iren lagi
"Ya itu konsekuensi dia, pinter-pinter jaga diri aja, tapi LC juga bisa nerima permintaan dari tamunya" Kata gue sengaja memberi penekanan pada kata permintaan
"Maksudnya?
" Iren makin penasaran"You know lah, semacam dibawa pulang tamu, dan hal-hal seperti itu" Kata gue menyirat
"Woooh
"Iren kaget sejenak
"PSK?" tanya Iren pelan
"
"Gue kaget dan melihat Iren sejenak.
Ya untuk orang awam sih mungkin itu istilah paling tepat. Entahlah bagaimana menjelaskannya supaya pekerjaan ini terlihat benar. Gue juga bingung.
"Gak semua kok mau dibawa pulang tamu, Rara bukan salah satunya yang pasti" Kata gue
"Kok kamu bisa yakin?" tanya Iren menyelidik
"Kan uda aku bilang, dia calonnya abang angkatku.. Yang punya mobil ini" Kata gue sambil menepuk stir
"Tapi kan bahaya kerja begituan.."
"Coba bayangin, kalau dia dikasih obat yang bikin gak sadar."
"Dikasih diminumannya misalnya.."
"
" Gue melihat Iren"Dia gak tau.."
"terus minum.."
"terus gak sadar diri.."
"terus..."
"Keselamatan dia kan gak baik" Kata Iren cemas
Sudah bisa ditebaklah kalau Iren bakal merespon seperti ini. Kepolosannya.. Keluguannya..
Haaaaah...
"Kebanyakan nonton sinetron kamu dok
" Kata gue ngakak"Ihh aku serius
" Kata Iren semangatKatanya tadi dia ngantuk mau tidur. Eh malah setelah tidur beberapa puluh menit, sekarang energinya sudah kembali. Kayaknya Iren kebanyakan makan glucose, jadinya hiperaktif gini

"Ya makanya aku antar jemput gitu loh" Jawab gue
"Loh kok kamu? Abang kamu kemana?" Tanya Iren
"Lagi keluar kota, ada urusan, dia pinjemin mobil ini supaya aku bisa antar jemput Rara gitu loh dok" Jelas gue
"Ihh, abang kamu kok mau sih pacaran sama cewek kayak begitu, kayak gak ada cewek lain aja" Kata Iren
"
" Gue kaget mendengar penjelasan Iren"Kan bener.. Ada banyak cewek, tapi abangmu malah pilih hubungan sama cewe begituan"
"Rara tuh gak kayak gitu lah dok, jangan asal nuduh, gak semua kerja malam itu gak bener" Kata gue memberi Iren pengertian
"Dia gak sayang sama dirinya sendiri, lagipula kan masih ada kerja yang lain, yang lebih baik" Kata Iren
Aduh pusing gue dikasih pertanyaan bertubi-tubi sama Iren. Gue jadi bingung mau menceritakan bagian yang mana duluan.
"Pokoknya kamu kenalin ke aku siapa abang angkat kamu itu yam" kata Iren
"Iya, nanti kalau dia uda balik" Kata gue
"Kamu ngerti sendiri lah mana yang baik mana yang ngak"
"
"Lagi-lagi gue melihat Iren.
"Yang gak baik itu dijauhin, yang baik itu dideketin" Lanjut Iren
"Iya iya.. bawel.." kata gue
"Ihh kok gitu sih, aku ngasih taaauuuu
" "Iyaaaaaaah, buset kamu makan apa sih kok bawelnya awet gini" Kata gue sedikit jengah
"
""Sekarang malah nyengir, dasar putri kodok" Kata gue
"Ihhhhh
"Gue dicubit lagi sama Iren

"Ohh iya, aku punya sesuatu buat kamu.." Kata Iren sambil membongkar kantong depan tasnya
"Apa?
" sahut gue penasaran"Bentar, aku simpan dimana ya tadi" Kata Iren masih membongkar tasnya
"Apa? Apa??" Kata gue sengaja
"Sabar donk..." Kata Iren
"Mana? Mana? Mana?" Kata gue lagi supaya Iren makin hectic
"Bentar!
" Bentak Iren"
" "Nah ini dia" Kata Iren mengeluarkan sesuatu
"
""Tadaaaaaa" Kata Iren sambil memamerkan sesuatu yang menggantung dijari-jarinya
"
""Apaan tuh?" Kata gue
"Smileeeee
" Kata Iren sambil menarik ujung bibirnya agak melebar"Hahahaha, apa sih" Kata gue
"Lucu kan?
" Kata Iren"Biasa aja
" Kata gue "Ngeselin banget sih!" Rajuk Iren
"Hahaha" Gue ngakak
"Kata temen-temen, kamu tuh gak pernah senyum, manyum melulu. Jadi aku beliin ini deh, supaya kamu bisa semaaaaail (baca: smile)
" Kata Iren girang"Kata siapa? Hahahaha"
"Kata temen-temen angkatan ku ayaaam jelek" Sahut Iren
"Salah tuh mereka, aku kan cool dan keren" Kata gue sambil menaikkan sebelah alis
"Iya mereka tuh salah! Kamu tuh ngeselin banget aslinya.. Suer deh" Kata Iren
"Dihh, segitunya hahaha"
"Tuh kan ngeselin banget nih orang.." Kata Iren
"Hahaha, sori-sori, makasih ya" Kata gue meraih gantungan kunci yang ada ditangan Iren
Gue pandangin lagi gantungan kunci tersebut. Gue geli sendiri melihatnya..
"Jelek banget bunder-bunder gini
" Kata gue sambil ngakak"Tau ah
" Iren manyun"hahahaha"
Spoiler for :
jenggalasunyi dan 7 lainnya memberi reputasi
6

