- Beranda
- Stories from the Heart
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
...
TS
silentanonymxxx
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
Hallo agan dan agan wati
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)
Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Spoiler for index:
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita
)Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis

Diubah oleh silentanonymxxx 13-12-2015 19:24
bijan28 dan 4 lainnya memberi reputasi
3
225.9K
909
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
silentanonymxxx
#183
Dunia Hitam
Lalu hari kelulusan pun datang , yup semua siswa di smp ku lulus 100% , dan akan ada acara perpisahan di sekolah
Yang paling aku ingat hari itu adalah pada saat siswa diminta untuk tampil , dan sebuah band dari siswa yang akan tampil
mataku tak henti-henti nya menatap siapa vokalis cewek yang akan manggung , siapa lagi kalau bukan ririn
wanita spesial yang ada di hatiku tapi sudah mengahncurkan semua perasaanku kepada nya
"Lagu ini saya persembahkan untuk teman sebangku saya yang sangat spesial , andi.." kata ririn
deeg aku pun hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa
lalu mereka pun memulai lagunya , NETRAL - SORY
aku pun hanya terdiam , setelah mereka tampil , langsung saja aku berjalan ke arah lapangan basket yang ada di belakang sekolah
lalu aku pun menyalakan rokok
"ndi" kata seorang cewek
aku pun membalikkan badanku , ternyata ririn
"iya rin , kenapa?" jawabku sambil memandang ke arah sebaliknya
lalu dia pun langsung berjalan dan sekarang dia sudah mengahdapku
"suara kamu bagus rin , lagunya juga cocok untuk perasaanku saat ini" kata ku
"maafin aku ndi" kata dia yang matanya sudah berkaca-kaca
aku pun berdiri , dan mendekat ke arahnya lalu mengelus kepalanya
"santai aja rin" kata ku sambil tersenyum
dan langsung saja CUP ririn menciumku , tapi bukan di pipi melainkan di bibir kami pun berciuman agak lama
"biar kamu gak lupain aku , kamu first kiss aku" kata ririn yang mukanya memerah
"...." aku hanya diam gak bisa bicara apa-apa
"ndi" kata ririn
".." aku masih diam
"ANDI !!!
" kata ririn yang berteriak , yang sontak ingin mencubit perutku
sebelum dia mencubit perutku lalu aku memeluknya dan mencium bibirnya
"Satu sama" jawabku yang cengengesan haha
"eh , sukanya bales ya kamu huuh" kata dia yang mukanya memerah
"yuk balik kesana , bentar lagi mau selesai acaranya" kata ku
"yuk" kata ririn yang langsung menggandengku
tiba disana langsung saja ada yang mencegat , siapa lagi kalau bukan duo maho kampret sekaligus sahabat terbaik aku Adit dan Reza
"cie kayaknya ada yang seneng nih" kata adit
"iya , habis ngapain ya kok mukanya merah" timpal si reza
"diem hahah , gak ngapa-ngapain tanya aja si ririn" kata ku
"iya , dikit doang
" kata si ririn
aduh kenapa ini cewek polos banget , gak bisa sedikit nyembunyiin privasi ya
lalu setelah acara selesai , kami berempat pun duduk di depan gerbang sekolah sambil menanyakan mau lanjut ke SMA/SMK
aku jawab sih SMK , karena aku mikirnya gak mau kuliah dan ingin langsung kerja
Pendaftaran untuk masuk SMA/SMK masih lama , sekitar 1 bulan lagi
dan disini kisah ku masuk dunia hitam di mulai
"mau kemana le" tanya ibu ku
"ke rumah temen buk , mungkin nginep" kata ku
"yaudah , kalau nginep di rumah temen yang sopan sama orang tua nya ya" kata ibu ku
"iya buk" kata ku dan tidak lupa berpamitan langsung aku menuju ke tempat tongkrongan teman-teman ku
"lama banget kamu ndi" kata wawan
wawan adalah teman ku kecil juga , tetapi terpaut satu tahun denganku
"hehe , tadi mampir dulu beli minum , nih" kata ku yang membawakan dua botol anggur
disini memang semenjak masalah dulu dengan ririn , aku sangat suka sekali dengan minuman keras entah kenapa rasanya setelah minum semua beban di kepala hilang
"Yuk cari lagi" kata wawan
"kemana nih?" tanya ku
"udah ikut aja" kata wawan
lalu kami pun menuju ke sebuah club malam yang bisa dibilang lumayan terkenal , sesampai nya disana kami pun masuk
"kenalin nih , temen gua" kata wawan
"andi" kata ku
"dina" jawab seorang cewek tersebut
lalu kami pun memesan 4 buah paket minuman , setelah menghabiskan semuanya tampak dina seperti sudah seperti kehilangan akal
"wan , tu temen kamu gimana?" kata ku kepada wawan
"anterin pulang aja" kata wawan
"gila kamu , ini udah jam 2 , nanti gimana ngomong sama orang tua nya" kata ku
" dia ngekos , udah santai aja" kata wawan
"oke dah" kata ku
lalu aku menghampiri dina , dan mengajaknya pulang , sepertinya dia sudah sangat mabuk dan meracau tidak jelas
"eh ndi bentar" kata wawan
"iya ada apa" kata ku
"nih , anggep aja imbalan lu nganterin temen gua , tapi inget di buka pas nyampe kosan nya aja" kata wawan sambil memeberikan sebuah bungkus rokok
"ok , aku anterin dina dulu" kata ku , lalu aku pun menggandeng dina menuju parkiran motor dan kami pun berangkat ke kosan dina dengan aku memegang tangannya takut kalau dia jatuh
tak berapa lama kami pun sampai , lalu dina mengambil sebuah kunci dan membuka kamar kosan nya dan langsung tidur
jujur dina ini orangnya cantik , putih , mempunyai lesung pipi dan badanya bagus , lelaki mana yang tidak tertarik kepada nya
aku pun tidak bisa tidur dan hanya meminum kopi instan yang tadi kubuat di dalam kamar kosan nya yang kebetulan ada dispenser dan kopi
lalu aku ingat kalau wawan memberikan ku sebungkus rokok , setelah kubuka ternyata bukan rokok biasa sebuah lintingan rokok kecil 6 batang dan 2 butir obat , entah ini obat apa
lalu aku pun menyulut rokok itu satu batang , rasanya aneh dan membuatku melayang dan aku sadar mungkin ini yang namanya ganja tak sadar lalu aku pun tidur
"udah bangn lu ndi" kata dina
"eh , kamu udah bangun din?" tanya ku
"iya udah dari tadi , gua minta rokoknya ya" kata dina
"eh itu bukan rokok , itu rokoknya beda" kata ku
"gua juga udah tau kali ndi , santai aja" kata dia yang tersenyum
fuuuuuh asap putih yang dia kebulkan terlihat jelas dan aku pun juga menyulut rokok lintingan tersebut
"kamu juga make ternyata ndi?" tanya dina
"baru tadi malem , aku juga gak tau kenapa mau , aku baru pusing din" jawabku sambil menikamti rokok tersebut
"mau ini gak?" kata dina yang menyodorkanku obat yang persis di dalam bungkus rokok yang di berikan wawan tadi malam
"ada kok aku , tadi malam di kasih wawan" kata ku
lalu dina pun meminum obat tersebut , begitu juga aku
rasanya melayang sekali , berkali-kali lipat rasanya dengan minuman keras
"kayaknya kamu baru belajar nakal ya" tanya dina
aku pun hanya mengangguk
"emang umur kamu berapa?" tanya nya lagi
"baru lulus smp kemarin , ini nunggu pembukaan pendaftaran" jawabku
"gila kamu , kecil-kecil udah kayak gini" kata dina
"aku baru kena masalah , soal cewek" jawabku sambil menghembuskan asap rokok
"emangnya gimana ceritanya" tanya si dina
lalu aku pun menceritakan semuanya ke dina tentang masalahku
"yang sabar ya ndi" kata dina yang kemudian memelukku dari samping
"makasih din" jawabku
lalu kami pun mengabiskan semua rokok tersebut dan kemudian dina menciumku lama sekali dan membuat aku hampir kehilangan akal
"maaf din , aku gak bisa" kata ku
"kenapa? kamu gak mau ya sama aku?" kata dina
"aku gak mau merusak masa depan wanita din" kata ku
"aku kira kamu sama brengseknya sama cowok lain , ternyata kamu beda ndi" kata dina
"gak semua cowok itu brengsek din" kataku sambil mengusap rambutnya pelan
"yaudah aku pamit pulang dulu ya , mau pulang kerumah takut orang rumah nyariin" kata ku yang beranjak dari kosan
"oke hati-hati ya , sering-sering mampir aja" kata nya sambil tersenyum
lalu aku pun pulang dan langsung tidur karena kelelahan
di dalam mimpi , aku bertemu lagi dengan kakek-kakek yang bersorban putih dan membawa tongkat
"kamu harus berubah" kata kakek tersebut
"saya bingung , kenapa cobaan terus datang kepada saya" jawabku
lalu kakek tersebut mendekat dan memegang kepala ku
"semua pasti ada hikmahnya , jika kamu bersabar kamu akan merasakan kebahagian yang sesungguhnya" kata kakek tersebut
lalu aku pun terbangun , ternyata aku cukup lama tertidur dari siang sampai malam
aku lihat sekarang jam 12 malam
lalu aku pun keluar rumah dan menuju kali yang ada di ujung desa , entah mengapa seperti ada sesuatu yang memanggilku dan menyuruhku untuk menuju kesana
sesampai nya di kali aku kaget , ternyata disana sedang duduk di atas batu , ya kakek-kakek bersorban putih yang ada di dalam mimpiku
"kemari" kata kakek tersebut
"jadi kakek yang ada dalam mimpi saya" tanya ku
"ya , saya adalah leluhur kamu" jawabnya yang tersenyum
"kenapa anda meminta saya kemari?" tanya ku
"kamu duduk saja di samping saya , dan bersila sekaligus pejamkan mata kamu , jangan kamu hiraukan jika ada yang mengganggu" kata kakek tersebut
lalu aku pun menurutinya , tak berapa lama ada suara-suara aneh yang ada di sekitarku
"sekarang kamu buka mata kamu" kata kakek tersebut
betapa tekejutnya aku melihat pemandangan ini , ternyata di depanku ada ribuan makhluk halus yang bermacam-macam tapi itu tidak membuatku takut malah terasa tanganku kiriku sangat panas entah kenapa , mereka seperti menakut-nakutiku dengan cara mendekatkan wujudnya tapi tidak bisa mendekatiku , beberapa saat kemudian mereka semua menghilang
"aku akan selalu menjagamu" kata kakek itu tadi
"terima kasih" jawabku
kemudian aku mendengar suara adzan dan kakek tersebut langsung menghilang entah kemana , aku pun pulang kerumah lalu melaksanakan kewajibanku sebagai umat muslim
kemudian aku tidur dan sore hari aku mau mengunjungi rumah mas danang , sekaligus meminta maaf karena aku telah melanggar pantangan 5M
"masuk ndi" kata mas danang
"iya mas" kata ku lalu masuk kerumah mas danang dan duduk di kursi
"saya sudah tau kamu kenapa kesini" kata mas danang
"iya mas , saya menyesal mas , saya mau taubat" kata ku yang tertunduk malu
"jika kamu menyesal , kamu minta maaf sama yang diatas , dan kalau kamu mau taubat kamu harus bersungguh-sungguh" kata mas danang
"baik mas , saya akan coba , tapi tolong bimbing saya mas , saya gak bisa kalau sendiri" kata ku
"baik , besok kamu ikut saya ke sebuha tempat" kata mas danang
"baik mas" kata ku
lalu aku pun berpamitan dan pulang ke rumah
Lalu hari kelulusan pun datang , yup semua siswa di smp ku lulus 100% , dan akan ada acara perpisahan di sekolah
Yang paling aku ingat hari itu adalah pada saat siswa diminta untuk tampil , dan sebuah band dari siswa yang akan tampil
mataku tak henti-henti nya menatap siapa vokalis cewek yang akan manggung , siapa lagi kalau bukan ririn
wanita spesial yang ada di hatiku tapi sudah mengahncurkan semua perasaanku kepada nya
"Lagu ini saya persembahkan untuk teman sebangku saya yang sangat spesial , andi.." kata ririn
deeg aku pun hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa
lalu mereka pun memulai lagunya , NETRAL - SORY
aku pun hanya terdiam , setelah mereka tampil , langsung saja aku berjalan ke arah lapangan basket yang ada di belakang sekolah
lalu aku pun menyalakan rokok
"ndi" kata seorang cewek
aku pun membalikkan badanku , ternyata ririn
"iya rin , kenapa?" jawabku sambil memandang ke arah sebaliknya
lalu dia pun langsung berjalan dan sekarang dia sudah mengahdapku
"suara kamu bagus rin , lagunya juga cocok untuk perasaanku saat ini" kata ku
"maafin aku ndi" kata dia yang matanya sudah berkaca-kaca
aku pun berdiri , dan mendekat ke arahnya lalu mengelus kepalanya
"santai aja rin" kata ku sambil tersenyum
dan langsung saja CUP ririn menciumku , tapi bukan di pipi melainkan di bibir kami pun berciuman agak lama
"biar kamu gak lupain aku , kamu first kiss aku" kata ririn yang mukanya memerah
"...." aku hanya diam gak bisa bicara apa-apa
"ndi" kata ririn
".." aku masih diam
"ANDI !!!
" kata ririn yang berteriak , yang sontak ingin mencubit perutkusebelum dia mencubit perutku lalu aku memeluknya dan mencium bibirnya
"Satu sama" jawabku yang cengengesan haha
"eh , sukanya bales ya kamu huuh" kata dia yang mukanya memerah
"yuk balik kesana , bentar lagi mau selesai acaranya" kata ku
"yuk" kata ririn yang langsung menggandengku
tiba disana langsung saja ada yang mencegat , siapa lagi kalau bukan duo maho kampret sekaligus sahabat terbaik aku Adit dan Reza
"cie kayaknya ada yang seneng nih" kata adit
"iya , habis ngapain ya kok mukanya merah" timpal si reza
"diem hahah , gak ngapa-ngapain tanya aja si ririn" kata ku
"iya , dikit doang
" kata si ririnaduh kenapa ini cewek polos banget , gak bisa sedikit nyembunyiin privasi ya
lalu setelah acara selesai , kami berempat pun duduk di depan gerbang sekolah sambil menanyakan mau lanjut ke SMA/SMK
aku jawab sih SMK , karena aku mikirnya gak mau kuliah dan ingin langsung kerja
Pendaftaran untuk masuk SMA/SMK masih lama , sekitar 1 bulan lagi
dan disini kisah ku masuk dunia hitam di mulai
"mau kemana le" tanya ibu ku
"ke rumah temen buk , mungkin nginep" kata ku
"yaudah , kalau nginep di rumah temen yang sopan sama orang tua nya ya" kata ibu ku
"iya buk" kata ku dan tidak lupa berpamitan langsung aku menuju ke tempat tongkrongan teman-teman ku
"lama banget kamu ndi" kata wawan
wawan adalah teman ku kecil juga , tetapi terpaut satu tahun denganku
"hehe , tadi mampir dulu beli minum , nih" kata ku yang membawakan dua botol anggur
disini memang semenjak masalah dulu dengan ririn , aku sangat suka sekali dengan minuman keras entah kenapa rasanya setelah minum semua beban di kepala hilang
"Yuk cari lagi" kata wawan
"kemana nih?" tanya ku
"udah ikut aja" kata wawan
lalu kami pun menuju ke sebuah club malam yang bisa dibilang lumayan terkenal , sesampai nya disana kami pun masuk
"kenalin nih , temen gua" kata wawan
"andi" kata ku
"dina" jawab seorang cewek tersebut
lalu kami pun memesan 4 buah paket minuman , setelah menghabiskan semuanya tampak dina seperti sudah seperti kehilangan akal
"wan , tu temen kamu gimana?" kata ku kepada wawan
"anterin pulang aja" kata wawan
"gila kamu , ini udah jam 2 , nanti gimana ngomong sama orang tua nya" kata ku
" dia ngekos , udah santai aja" kata wawan
"oke dah" kata ku
lalu aku menghampiri dina , dan mengajaknya pulang , sepertinya dia sudah sangat mabuk dan meracau tidak jelas
"eh ndi bentar" kata wawan
"iya ada apa" kata ku
"nih , anggep aja imbalan lu nganterin temen gua , tapi inget di buka pas nyampe kosan nya aja" kata wawan sambil memeberikan sebuah bungkus rokok
"ok , aku anterin dina dulu" kata ku , lalu aku pun menggandeng dina menuju parkiran motor dan kami pun berangkat ke kosan dina dengan aku memegang tangannya takut kalau dia jatuh
tak berapa lama kami pun sampai , lalu dina mengambil sebuah kunci dan membuka kamar kosan nya dan langsung tidur
jujur dina ini orangnya cantik , putih , mempunyai lesung pipi dan badanya bagus , lelaki mana yang tidak tertarik kepada nya
aku pun tidak bisa tidur dan hanya meminum kopi instan yang tadi kubuat di dalam kamar kosan nya yang kebetulan ada dispenser dan kopi
lalu aku ingat kalau wawan memberikan ku sebungkus rokok , setelah kubuka ternyata bukan rokok biasa sebuah lintingan rokok kecil 6 batang dan 2 butir obat , entah ini obat apa
lalu aku pun menyulut rokok itu satu batang , rasanya aneh dan membuatku melayang dan aku sadar mungkin ini yang namanya ganja tak sadar lalu aku pun tidur
"udah bangn lu ndi" kata dina
"eh , kamu udah bangun din?" tanya ku
"iya udah dari tadi , gua minta rokoknya ya" kata dina
"eh itu bukan rokok , itu rokoknya beda" kata ku
"gua juga udah tau kali ndi , santai aja" kata dia yang tersenyum
fuuuuuh asap putih yang dia kebulkan terlihat jelas dan aku pun juga menyulut rokok lintingan tersebut
"kamu juga make ternyata ndi?" tanya dina
"baru tadi malem , aku juga gak tau kenapa mau , aku baru pusing din" jawabku sambil menikamti rokok tersebut
"mau ini gak?" kata dina yang menyodorkanku obat yang persis di dalam bungkus rokok yang di berikan wawan tadi malam
"ada kok aku , tadi malam di kasih wawan" kata ku
lalu dina pun meminum obat tersebut , begitu juga aku
rasanya melayang sekali , berkali-kali lipat rasanya dengan minuman keras
"kayaknya kamu baru belajar nakal ya" tanya dina
aku pun hanya mengangguk
"emang umur kamu berapa?" tanya nya lagi
"baru lulus smp kemarin , ini nunggu pembukaan pendaftaran" jawabku
"gila kamu , kecil-kecil udah kayak gini" kata dina
"aku baru kena masalah , soal cewek" jawabku sambil menghembuskan asap rokok
"emangnya gimana ceritanya" tanya si dina
lalu aku pun menceritakan semuanya ke dina tentang masalahku
"yang sabar ya ndi" kata dina yang kemudian memelukku dari samping
"makasih din" jawabku
lalu kami pun mengabiskan semua rokok tersebut dan kemudian dina menciumku lama sekali dan membuat aku hampir kehilangan akal
"maaf din , aku gak bisa" kata ku
"kenapa? kamu gak mau ya sama aku?" kata dina
"aku gak mau merusak masa depan wanita din" kata ku
"aku kira kamu sama brengseknya sama cowok lain , ternyata kamu beda ndi" kata dina
"gak semua cowok itu brengsek din" kataku sambil mengusap rambutnya pelan
"yaudah aku pamit pulang dulu ya , mau pulang kerumah takut orang rumah nyariin" kata ku yang beranjak dari kosan
"oke hati-hati ya , sering-sering mampir aja" kata nya sambil tersenyum
lalu aku pun pulang dan langsung tidur karena kelelahan
di dalam mimpi , aku bertemu lagi dengan kakek-kakek yang bersorban putih dan membawa tongkat
"kamu harus berubah" kata kakek tersebut
"saya bingung , kenapa cobaan terus datang kepada saya" jawabku
lalu kakek tersebut mendekat dan memegang kepala ku
"semua pasti ada hikmahnya , jika kamu bersabar kamu akan merasakan kebahagian yang sesungguhnya" kata kakek tersebut
lalu aku pun terbangun , ternyata aku cukup lama tertidur dari siang sampai malam
aku lihat sekarang jam 12 malam
lalu aku pun keluar rumah dan menuju kali yang ada di ujung desa , entah mengapa seperti ada sesuatu yang memanggilku dan menyuruhku untuk menuju kesana
sesampai nya di kali aku kaget , ternyata disana sedang duduk di atas batu , ya kakek-kakek bersorban putih yang ada di dalam mimpiku
"kemari" kata kakek tersebut
"jadi kakek yang ada dalam mimpi saya" tanya ku
"ya , saya adalah leluhur kamu" jawabnya yang tersenyum
"kenapa anda meminta saya kemari?" tanya ku
"kamu duduk saja di samping saya , dan bersila sekaligus pejamkan mata kamu , jangan kamu hiraukan jika ada yang mengganggu" kata kakek tersebut
lalu aku pun menurutinya , tak berapa lama ada suara-suara aneh yang ada di sekitarku
"sekarang kamu buka mata kamu" kata kakek tersebut
betapa tekejutnya aku melihat pemandangan ini , ternyata di depanku ada ribuan makhluk halus yang bermacam-macam tapi itu tidak membuatku takut malah terasa tanganku kiriku sangat panas entah kenapa , mereka seperti menakut-nakutiku dengan cara mendekatkan wujudnya tapi tidak bisa mendekatiku , beberapa saat kemudian mereka semua menghilang
"aku akan selalu menjagamu" kata kakek itu tadi
"terima kasih" jawabku
kemudian aku mendengar suara adzan dan kakek tersebut langsung menghilang entah kemana , aku pun pulang kerumah lalu melaksanakan kewajibanku sebagai umat muslim
kemudian aku tidur dan sore hari aku mau mengunjungi rumah mas danang , sekaligus meminta maaf karena aku telah melanggar pantangan 5M
"masuk ndi" kata mas danang
"iya mas" kata ku lalu masuk kerumah mas danang dan duduk di kursi
"saya sudah tau kamu kenapa kesini" kata mas danang
"iya mas , saya menyesal mas , saya mau taubat" kata ku yang tertunduk malu
"jika kamu menyesal , kamu minta maaf sama yang diatas , dan kalau kamu mau taubat kamu harus bersungguh-sungguh" kata mas danang
"baik mas , saya akan coba , tapi tolong bimbing saya mas , saya gak bisa kalau sendiri" kata ku
"baik , besok kamu ikut saya ke sebuha tempat" kata mas danang
"baik mas" kata ku
lalu aku pun berpamitan dan pulang ke rumah
danjau memberi reputasi
1