Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
466K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#1040
A Part 39
DEG!!!

Jantungku berdegup kencang ketika mendengar omongan kak Fe barusan. Aku sungguh tidak ingin mendengarnya apalagi membahasnya. Apa gerangan kak Fe tertarik ngomongin Reza. Aku diam, bingung mau jawab apa.
“Gue tadi abis ribut ama Reza, Ni.” Kata kak Fe.
“Kenapa kak?
Ribut? Astagaaaa kenapa dengan kak Fe ini.
“Karena dia suka kamu Ni.” Jawab dia.
Ya, Tuhan apa hubungannya coba. Kak Fe ribut ama Reza gara-gara Reza suka Aku. Aku bingung. Urusan aku kok yang ribut kak Fe.
Setelah kak Fe meninggalkan kamarku, aku jadi kepikiran tentang omongan kak Fe tadi. Maksudnya apa sih.

***

Abis bangun tidur pun aku masih kepikiran, terutama kepikiran tentang ributnya kak Fe dengan Reza. Ada masalah apa kok tiba-tibanya kak Fe ribut dengan Reza. Tadinya aku mau nanya sekali ke kak Fe tapi kak Fe udah berangkat duluan ke sekolah. Pertanyaanya aku simpan saja sampai nanti sore.
Di sekolah, tepatnya dikelas X-8, yaitu kelasku. Aku berjalan melewati bangku Reza, aku lihat Reza duduk lesu dan termenung, perasaanku tidak enak. Reza yang biasanya hiperaktif di kelas kini jadi diem tak banyak gerak. Sampai kelas berakhir pun Reza gak banyak tingkah seperti biasanya. Aku jadi penasaraan, apa yang telah kak Fe perbuat sehingga Reza si anak bandel di kelas kami jadi begini.
***
Habis kelas berakhir, aku segera bergegas untuk keparkiran belakang. Aku mencari Reza. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku lihat Reza sedang berusaha mengeluarkan motornya. Aku pun menghampirinya.
“Rezaa..” Teriaku sambil berlari menghampirinya.
Reza melihat ke arahku.
“Za..” Kataku.
Dia diam saja.
“Hey..” Kataku lagi.
“Apa Ni?” Jawab dia.
“Kamu kenapa sih?”
“Kenapa apanya..”
“Kamu sama kak Fe ada apa..”
“Gak ada apa-apa.” Kata tida.
“Iihh, terus kok kamu jadi gini.”
“Gini gimana…”
“Ahhh…”
Aku bergegas balik badan dan ingin segera meninggalkannya.
“Hey.. Ani.. tunggu.”
“Apa?”
“Ikut yuk.”
“Kemana?” Tanyaku.
“Ikut aja, tar aku ceritain kenapa.”
“Yauda deh.”
Pada akhirnya aku malah ikut ama Reza naik motor. Entah mau kemana, tapi yang jelas kami berenti di tukang baso di pinggir jalan.
“Makan dulu lapar. Hehehe.” Kata dia.
“Iya.”
Reza memesan baso dan menawariku makan, tapi aku tolak karena aku lagi gak laper.
“Jadi kenapa Za?” Tanyaku kepada Reza setelah selesai ia makan bakso.
“Bentar minum dulu.” Kata dia.
“Jadi begini Ni…” Reza menghela nafas.
“Aku suka kamu..”
“………..”
“Tapi….”
“Aku tau diri…”
“Kamu itu cantik, sama kayak kakakmu. Beda dengan aku yang biasa-biasa aja ini. Terus aku orang yang tak punya, beda sama kamu yang serba ada.”
“…….”
Aku hanya bisa mendengarkannya saja, kemudian kita duduk berdua menghadap ke jalan tanpa bicara. Sepertinya dia tau apa yang ada dihatiku.
“Setidaknya aku sudah jujur sekarang Ni.” Kata dia lega.
“Iya, Za. Anterin aku pulang ya sekarang.”
“Oke.
“……”
Aku hargai perasaan Reza saat itu tapi ya apa boleh buat perasaanku tidak sama kepada Reza. Aku nganggep Reza seperti teman yang lainnya. Lagian aku belum mau pacaran, aku masih kecil, belum kepikiran tentang pacaran.
***
“Napa lu diam di depan pintu kamar gue.” Kata kak Fe sambil membawa segelas susu cokelat kesukaannya.
“Eh.. kakak, tadinya aku mau ke kamar kakak.”
“Ada apa?” Tanya dia.
“Aku nolak Reza.”
“Hah????” Dia nampak terkejut.
“Iya kak, aku tau kok maksud kakak sebelum-sebelumnya.”
“Oh yaudah.. Awas gue mau masuk kamar.”
“Oke.. kak.”
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.