- Beranda
- Stories from the Heart
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
...
TS
silentanonymxxx
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan(indigo)
Hallo agan dan agan wati
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita /:p/)
Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang SUPRANATURAL yang sampai saya menulis thread ini masih saya alami
Oiya , belum sempat perkenalkan diri , nama Saya Andi , umur 20 tahun dan saya lahir dari keluarga perpaduan antara orang Jawa-Sulawesi tinggi sekitar 170 berat badan 90(bisa di bilang subur) , kulit bisa di bilang sawo gelap hehe , kelahiran tahun 23-10-1994
Oke tanpa basa - basi langsung aja
Kejadian Janggal
Waktu itu kalau gak salah umur saya sekitar 4 tahun dan saya tinggal bersama Pakdhe dan Budhe saya karena kedua orang tua saya banyak dinas luar daerah karena memang tugasnya sebagai abdi negara
"Le kesini sebentar , tak kasih tau" budhe saya manggil saya pada malam hari sekitar jam 12 malam
"Ada apa budhe? Kok manggil tengah malam gini" saya mengucek mata karena saya sudah tidur , FYI saya emang memiliki kebiasaan aneh yaitu susah tidur pada malam hari dan untuk kebanyakan anak seumuran saya pada waktu itu memang tidak wajar kalau balita umur 4 tahun masih bisa terjaga pada jam itu
"Ini le , lihat baik2" kata budhe saya memberikan sebuah bunga warna putih dam harum
"Bunga apa ini budhe?" sambil lihat bunga apa itu dan saya kaget
"Budhe ini kok bunganya ada warna pelangi di dalamnya???" teriak saya yang kaget
"Itu kelebihanmu le" budhe hanya senyum
Saya masih bingung dengan perkataan budhe saya , dan lebih kagetnya lagi saya lihat itu sebentar lalu bunga itu layu dan mingkup dan hilang
Untuk informasi ternyata bunga itu adalah bunga "Wijayakusuma" yang konon mempunyai hal mistik yang tidak bisa di remehkan karena hanya orang tertentu yang bisa melihat warna pelangi yang ada di dalam bunga itu
Bekas luka
Selang satu hari pada sekitar jam 18.30 saya menangis di luar rumah
"Kenapa le??" tanya budhe yang langsung menemui saya di luar rumah
Waktu itu saya cuma bisa menangis gak bisa berkata apa2 dan yang saya ingat budhe saya seperti berbicara tapi saya nggak lihat ada seorang pun
"Matur suwun sampun njagani ponakan kulo"(terima kasih sudah menjaga ponakan saya)
Saya bingung kenapa budhe saya ngomong sendiri , dan kami pun kembali ke dalam rumah
Yang tidak bisa di tolak dan tidak bisa di paksakan
Waktu itu budhe saya dan pakdhe saya mengajak saya untuk bertemu seorang kiayi yang terkenal di daerah rumah budhe dan pakdhe saya tinggali
"Mriki le kalih kulo , wah bagus tenan niki ponakan e panjenengan"(kesini le sama saya , wah ganteng ya ponakannya)
Saya cuman diam lalu entah mengapa lalu saya seperti manja dan di pangku oleh kiyai tersebut , hal itu memang aneh karena saya dulu gak mau namanya dekat2 dengan orang asing tetapi ini saya langsung mau di pangku olehnya
"Iki ponakan e sampun di kekki tameng ten dada ne , kalih separo awakke roso banget"(ini ponakan nta sudah dinberi tameng , dan separuh badannya sangat kuat) kata kiyai tersebut
"Niki nopo mboten nggangu ponakan kulo nggih?"(apa ini tidak akan mengganggu ponakan saya?) kata pakdhe saya kepada kiyai tersebut
"Mboten niki eyang buyute njagani ponakana e njenengan , nek misale ajeng di resikki mangkih malah "Surung ngluntung Dudut Katut" ( tidak , ini kakek buyutnya yang menjaga ponakan anda , kalau misal mau di hilangkan nanti bisa terjadi yang tidak di inginkan) kata kiyai tersebut
FYI arti dari"Surung ngluntung Dudut katut" artinya adalah jika ini di hilangkan maka bukan cuma kelebihan ini yang hilang tetapi bisa ikut menarik nyawanya
Spoiler for index:
Barang koleksi(bukan bagian dari cerita /:p/)
Big thx buat agan newbiecampaign Yang udah mau bantu nulis

Diubah oleh silentanonymxxx 13-12-2015 19:24
bijan28 dan 4 lainnya memberi reputasi
3
226K
909
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
silentanonymxxx
#149
Kaliurang
Hari berikutnya seperti biasa rasanya malas sekali untuk masuk sekolah karena masalah kemarin , terlalu banyak pikiran karena soal kemarin
Canggung pasti ada karena saat bertemu ririn , takutnya sifatnya jadi beda
Bukannya aku gak sayang sama ririn , tapi aku takut mengecewakannya
Namun karena masih ada tanggungan untuk bersekolah dan tidak mau mengecewakan orang tua ya mau tidak mau aku bersiap untuk berangkat ke sekolah walaupun berat sekali rasanya
“ono opo to le” (ada apa le?) tanya ibu ku yang menyadarkan ku dari lamunan
“eh.. ora popo kok buk” jawabku
“mesti lagi seneng karo cewek ya? Hehe” (pasti lagi suka sama cewek ya? Jawab ibu ku sambil tersenyum
“opo to buk , ora yo”(apa sih buk , enggak kok) jawabku yang malu-malu
“yowis ndang sarapan , bar kui mangkat sekolah”(yaudah sarapan dulu , habis itu langsung berangkat sekolah) jawab ibu ku lagi
“nggeh buk” (iya buk) jawabku
Lalu aku pun pergi sarapan dan setelah selesai tidak lupa berpamitan langsung berangkat ke sekolah
Lalu sampai di depan kelas sekolah , aku dari kejauhan sudah melihat adit dan reza seperti menunggu ku dengan wajah seperti penjaga club malam , baju bagian bawah di keluarkan dengan lengan bagian atas agak di gulung
Pemandangan pagi-pagi bikin aneh , bingung , dan absurd banget -_- ada apa ini dua orang kok seperti memasang wajah yang serem yang di buat-buat wkwkwk
Sebelum masuk kelas , aku ingin mempraktekan ilmu yang di ajarkan mas danang yang hanya kepadaku , yaitu ilmu SAPU JAGAT ini ilmu bisa di cari di google apa guna dan manfaatnya hehehe
Dan mereka berdua tanpa menyadari langsung saja aku lewat di depan mereka
Lalu langsung duduk di bangku ku
Tak lama kemudian mereka menghampiri mejaku
“eh ndi , sejak kapan masuk? Kok aku sama adit gak tau?” tanya reza yang kebingungan
“iya ni , aku tadi liat kamu masuk sekolah tapi gak liat kamu masuk kelas? Jangan-jangan kamu lewat jendela ya?” kata adit yang juga kebingungan
Lalu aku menghampiri mereka berdua dan merangkul kepala mereka
Lalu aku berbicara pelan
“mungkin yang kalian lihat tadi saudara kembarku” sambil aku tersenyum dan ketawa jahat
Mereka seperti ketakutan dan wajahnya pucat sekali wkwkkw mereka nggak berani berkata apa-apa lagi
“wkwkwk bercanda lagi , emang kalian ngapain sih nungguin aku” jawabku sambil tertawa
“ah kampret , gua kira beneran udah takut gua” jawab si adit
“untung aja huuuuuh , tadi kita nungguin kamu untuk nanyain sesuatu”
Lalu aku duduk di bangku mereka pun langsung ambil kursi di samping kanan dan kiri ku lalu memepet aku
“apaan sih deket-deket -_-“ jawabku
“kemarin kamu sama ririn ngapain di lapangan basket” tanya reza serius
“iya kemarin kamu ngapain ndi?” tanya adit
“eh.... emm gmana ya ... gak ngapa-ngapain kok” jawabku yang gugup
“ngaku aja ndi kalian habis ngapain” kata reza yang semakin mendekat
“iya ndi ngaku aja” kata adit
“....” aku hanya diam
“kita kan cemburu ndi” kata reza yang membuat muka homo nya -_-
“iya ndi... ih sebel deh” adit juga -_-
Lalu aku diam dan memegan kepala mereka dan suara PLETAK , aku jitak mereka keras
“EH kampret lu berdua MAHO AMAT SIH KAMBING !!!” jawabku agak berteriak
Mereka lalu meringis kesakitan
“bercanda kali ndi” jawab si adit yang memegang kepala nya
“iya ndi , serius amat sih” reza juga nampak kesakitan
Lalu aku pun bercerita soal kemarin dengan ririn tentang dia mengungkapkan perasaan kepada aku dan jawaban aku setelahnya
“ah bodoh lu ndi , cewek secakep itu kamu tolak , udah cakep pinter lagi” kata si reza
“iya ndi , kok elu tolak sih , ah gua bingung dengan lu ndi” kata si adit
“ya gimana ya , sebenernya aku sayang sama dia , aku Cuma takut buat dia kecewa , aku paling gak bisa buat cewek nangis” jawabku
Lalu ririn pun datang menghampiri meja karena melihat aku , adit , dan reza yang duduk
“eh kalian pada ngomongin apa sih , serius amat” kata si ririn
“ini andi lagi......” reza langsung diam , dia melihat aku sudah seperti marah dan melotot ke dia
“eh gpp kok hehe , za balik ke kandang kita aja , ini pawangnya andi udah dateng kwkw” jawab adit yang tertawa dan reza langsung lari ke meja mereka
“kampret tu dua orang -_-“ jawabku yang kesel
“emang nanyain apa ndi?” kata ririn
“eh.. enggak kok hehe”kata ku
“ah kamu tuh gitu” lalu duduk di sampingku sambil memasang wajah ngambek yang di buat-buat
Wajahnya lucu + cantik banget kalau lagi ngambek
“eh ngambekan , ntar cantiknya ilang loh” jawabku sambil mencubit pipinya pelan
“ah bodo” jawab dia yang makin ngambek
“kamu cantik banget hari ini rin” sambil menatapnya , kepala aku senderkan di atas meja
“ah bodo , udah ah mau pindah aja ke meja lain” jawab ririn yang sudah mau pergi sambil membawa tas nya
“eh sampe segitunya , aku terus sendirian dong disini” jawabku yang sambil menarik tangan kanan nya
Ternyata aku lupa kalau aku nggak sendiri , ternyata dari tadi teman-teman sekelas memperhatikan
Cieeeeeeeeeeeeee hahaha kata teman-teman sekelas
Ririn gak jadi pindah dan langsung duduk lagi mukanya merah banget karena malu
“udah jadian aja” teriak adit
“iya , udah pas banget hahahah” kata reza
“diem lu duo MAHO !! -_-“ kata ku
Hahahahah semua orang di kelas tertawa
“rin masih ngambek ya” kata ku sambil memulai obrolan
“hmmm...” kata dia yang ngambek di buat-buat
“ah yaudah , nanti aku mau ke kaliurang sama temen cewek aku aja ah” kata ku menggoda ririn
Lalu tiba-tiba di menghadap kepadaku
“GAK BOLEH !” kata dia
“Kenapa cemburu ya?” jawab ku yang menggoda dia
“POKOKNYA GAK BOLEH , HARUS SAMA AKU !” kata si ririn lagi
“ah gak mau , kamu dari tadi ngambek sih” jawabku yang kemudian menyandarkan kepala ke meja
Lalu tangan ririn langsung menyubit perut ku
“aduuh sakit rin !!!!” jawabku yang agak berteriak kecil
“rasain hihi , pokoknya aku nanti sama kamu aja , gak boleh sama yang lain titik” kata dia yang mulai tersenyum
“gak ah gak jadi” jawabku
Lalu langsung saja dia melotot ke arahku , aku gak bisa apa-apa emang kalau ririn melotot aku pasti takut , tapi tetep manis sih hehehe
“iya-iya , gak usah melotot gitu -_-“ jawabku
“kamu sih , bikin kesel aja” kata si ririn yang senyum-senyum
“cemburu ya? Haha” goda aku lagi
“iya aku CEMBURU kalau kamu sama cewek lain” jawab dia yang memasang waja serius
Aku Cuma diem , niatnya nggoda si ririn eh malah aku nya yang salting
Setelah itu guru pun masuk , belajar seperti biasa
SKIP
Setelah itu pulang sekolah aku mengambil motor dan menuju ke arah gerbang depan sekolah dan menjemput ririn yang sudah menunggu
“jadi gak?” kata ku
“ya jadi lah , kamu kan udah janji tadi” kata ririn
“eh kapan aku janji , kamu yang maksa” jawabku yang heran dengan makhluk ciptaan tuhan ini
“hehe berangkat aja cepet” jawab ririn lagi
“udah ijin belum sama ortu?” kata ku
“udah tadi udah sms kok , kalau pergi sama kamu boleh kok hihi” jawab ririn sambil tersenyum
“jadi kalau gak sama aku gak boleh ya?” jawabku
Ririn langsung membonceng gak menjawab dan langsung aja mencubit perutku lagi
Ini udah dua kali dalam sehari
“aduuuuuhh , sakit -_-“ jawabku sambil memegangi perutku
“salah kamu sih hihih , ayok jalan” kata ririn
Lalu kami pun berangkat ke kaliurang , FYI tau kan Kaliurang , lerengnya Gunung Merapi yang Di JOGJA
Yup aku ini asli jogja hehe kota pelajar yang membuat aku kangen sampai saat ini karena saat ini aku sudah menjadi perantau di tanah BUGIS
Di tengah jalan , ririn seperti kedinginan karena hanya menggunakan sergam sekolah
Aku pun berhenti di depan warung kopi
“kang kopi nya satu , sama Rokok GARPIT nya satu bungkus ya , eh mau minum apa rin?” kata ku
“Teh anget aja ndi” kata ririn yang kedinginan
“OK” kata penjualnya
“Nih” kata ku kepada ririn sambil memberikan jaket ku
“Terus kamu pake apa ndi?” jawab si ririn
“Udah pakek aja , aku juga gak kedinginan kok , aku gak mau kamu sakit hehe” jawabku
“Makasih ndi” kata dia sambil mengenakan jaket ku
lalu pesanan datang dan langsung aku minum sedikit kopinya dan menyalakan rokok aku hisap dalam-dalm huaaaaaahh mantap sekali rasanya , cuaca dingin+kopi dan rokok memang membuat hati ini tentram
aku lupa kalau di sampingku ada ririn , takut kalau dia batuk lalu aku ingin mematikan rokok ku
“Gpp kok ndi , santai aja , di rumah bapakku juga ngrokok” kata si ririn
“Bener nih gpp?” jawabku
“beneran gak papa” lalu ririn menggenggam tangan kiri ku , duhhh romantis banget wkwkkw
“eh..kenapa?” kata ku yang kaget karena tangan ku di genggam
“dingin hehe , gak boleh ya?” kata dia
“ehh..emm..boleh kok” jawabku yang gugup
“gak usah gugup kali ndi , santai aja hihi” kata ririn yang tertawa
“hehe , aku gugup kalau ada cewek cantik di sebelahku , apa lagi situasi kayak gini” jawabku yang malu-malu
“ah kamu bisa aja” jawab ririn yang mukanya memerah
“yuk lanjut , tehnya di abisin” kataku yang menghabiskan kopi
“yuk” kata ririn
Lalu kami pun berangkat tak lama kami pun sampai di gerbang pintu masuk wisata KALIURANG
Setelah membayar lalu kami melanjutkan perjalanan ke Gardu Pandang di tempat wisata KALIURANG
Sampai disana udara segar sekali tapi dingin hehe
Disana ada bangunan berupa taman , ada ayunan , tempat duduk dari beton dan bangunan yang di pinggir tebing , lalu aku mengajak ririn ke arah bangunan yang ada di pinggir tebing
“bagus banget ndi pemandangannya” kata ririn
“iya bagus banget rin , seger banget” jawabku
Lalu kami duduk disana , dan aku menyalakan rokok lagi dan ku hisap dalam-dalam racun ini
Fuuuuuuhhhhh nikmat sekali
“eh ndi , kamu jangan lupain aku ya” kata ririn
“gak bakalan rin” jawabku sambil memandang arah depan
“beneran , janji ya?” kata ririn lagi
“gak bakalan aku lupain kamu rin , kamu udah ada disini” jawabku sambil menunjuk dadaku bagian kiri
“ah kamu nggombal aja hihi” kata ririn yang langsung menggenggam tanganku
“hehe” jawabku yang tersenyum
Tiba tiba CUP , ririn mencium pipiku hangat sekali rasanya seperti ingi meleleh dan terbang ke atas awam #okeiniLEBAY
“....” aku diam sambil senyum-senyum
“ndi..” kata ririn
“...” aku masih diam mukaku memerah
“ANDIIII” kata ririn yang berteriak
“eh..iya gak usah pakai teriak” jawabku sambil memegangi kuping
“kamu sih malah diem” kata ririn
“hehe” jawabku senyum-senyum gak jelas
“mau lagi ya hihi” kata dia sambil menggoda lagi
Belum sampai aku menjawab lalu aku mencium pipinya CUP
“tuh satu sama wkwkw” kata ku sambil tertawa
“ihhhh , kamu gitu ya mainnya bales-balesan” kata dia yang mukan nya memerah
“hehe kan yang mulai kamu duluan” jawabku
“eh kok satu sama , kan yang di kelas itu kamu nggak inget haha” kata ririn sambil tertawa
“aduh iya” jawabku sambil memegang jidat
Kami pun tertawa bersama
Karena sudah agak sore aku mengajak ririn pulang takut kalau sampai di rumahnya sudah malam
Lalu kami pun beranjak pulang , sekitar 1 jam kami pun sampai di depan rumah ririn
“mampir dulu ya” kata ririn
“udah sore nih” jawabku
“POKOKNYA harus mampir titik !” jawab ririn sambil menarik tanganku
Wanita emang aneh , kalau ada mau pasti ngoto #bingung
“iya-iya” jawabku
Lalu saat masuk kami di sambut oleh ayahnya ririn yang sambil ngopi dan ngerokok
“eh udah pulang , habis pacaran ya” kata ayah ririn
“eh.. enggak pak hehe” jawabku yang malu-malu
“apa sih pak” jawab ririn
“hehe gak papa kok , sana masuk ganti baju dulu sambil buatin andi kopi” kata ayah ririn
“iya pak” kata ririn langsung masuk kedalam rumah
“sini ndi duduk samping saya” kata ayah ririn
“iya pak” kataku sambil duduk di samping ayah ririn
“udah santai aja , nih rokok” kata ayah ririn sambil menawarkan rokok
“kok bapak tau ya saya ngrokok” jawabku yang bingung
“kamu kayak gak tau aja hehe” jawabnya yang tersenyum
“tadi kamu lihat banyak ya pas ke kaliurang” kata ayah ririn lagi
“kok bapak bisa tau” tanya ku sambil menyalakan rokok
“bisa , kan saya bisa nrawang kamu sama ririn lagi ngapain hehe” jawabnya sambil tersenyum
Aduh aku bingung gak bisa ngomong apa-apa mungkin saja bapak ririn tau kalau tadi aku nyium dia walaupun hanya di pipi
“udah santai aja ndi hahah” kata ayah ririn sambil tertawa
“hehe , tadi pas saya kesana banyak pak , semua seperti menunduk sambil tersenyum” kata ku
“emang ndi , mereka itu segan sama kamu , kamu emang punya keahlian tersendiri yang membuat mereka segan ke kamu” kata ayah ririn lagi
Aku pun hanya mengangguk
“tapi saya resah pak kalau mereka mengganggu saya” kata ku
“tenang aja , yang njaga kamu itu lebih besar kekuatannya” jawab ayah ririn
Ririn pun datang membawa segelas kopi
“eh pada ngomongin apa sih? , pasti lagi ngomongin aku ya hihi” kata ririn
“Geer kamu haha” jawabku
“huuuu kirain , emang ngomongin apa” tanya ririn lagi
“ini urusan bapak mertua sama besan nya hahaha” kata ayah ririn yang tertawa
Aku hanya bisa diam sambil tertawa tapi kaget juga kenapa ayah ririn bisa ngomong kayak gitu
“santai aja ndi hehe , bapak aku emang suka bercanda haha” kata ririn
Lalu kami pun mengobrol kesana kemari masalah makhluk halus tak terasa sudah hampir maghrib aku pun langsung pamit pulang karena takut sampai rumah kemaleman
Sampai dirumah orang tua langsung tanya
“dari mana le?” tanya ayahku
“maen pak ke rumah temen” jawabku
“main apa pacaran hahaha” kata ibuku yang ikut ngobrol
“ah ibuk , enggak kok” jawabku yang sambil senyum-senyum
“aku mandi dulu buk” kata ku
“iya , mandi terus makan” jawab ibu ku
Setelah mandi aku pun langsung makan dan kemudian langsung tidur karena capek sekali
Hari berikutnya seperti biasa rasanya malas sekali untuk masuk sekolah karena masalah kemarin , terlalu banyak pikiran karena soal kemarin
Canggung pasti ada karena saat bertemu ririn , takutnya sifatnya jadi beda
Bukannya aku gak sayang sama ririn , tapi aku takut mengecewakannya
Namun karena masih ada tanggungan untuk bersekolah dan tidak mau mengecewakan orang tua ya mau tidak mau aku bersiap untuk berangkat ke sekolah walaupun berat sekali rasanya
“ono opo to le” (ada apa le?) tanya ibu ku yang menyadarkan ku dari lamunan
“eh.. ora popo kok buk” jawabku
“mesti lagi seneng karo cewek ya? Hehe” (pasti lagi suka sama cewek ya? Jawab ibu ku sambil tersenyum
“opo to buk , ora yo”(apa sih buk , enggak kok) jawabku yang malu-malu
“yowis ndang sarapan , bar kui mangkat sekolah”(yaudah sarapan dulu , habis itu langsung berangkat sekolah) jawab ibu ku lagi
“nggeh buk” (iya buk) jawabku
Lalu aku pun pergi sarapan dan setelah selesai tidak lupa berpamitan langsung berangkat ke sekolah
Lalu sampai di depan kelas sekolah , aku dari kejauhan sudah melihat adit dan reza seperti menunggu ku dengan wajah seperti penjaga club malam , baju bagian bawah di keluarkan dengan lengan bagian atas agak di gulung
Pemandangan pagi-pagi bikin aneh , bingung , dan absurd banget -_- ada apa ini dua orang kok seperti memasang wajah yang serem yang di buat-buat wkwkwk
Sebelum masuk kelas , aku ingin mempraktekan ilmu yang di ajarkan mas danang yang hanya kepadaku , yaitu ilmu SAPU JAGAT ini ilmu bisa di cari di google apa guna dan manfaatnya hehehe
Dan mereka berdua tanpa menyadari langsung saja aku lewat di depan mereka
Lalu langsung duduk di bangku ku
Tak lama kemudian mereka menghampiri mejaku
“eh ndi , sejak kapan masuk? Kok aku sama adit gak tau?” tanya reza yang kebingungan
“iya ni , aku tadi liat kamu masuk sekolah tapi gak liat kamu masuk kelas? Jangan-jangan kamu lewat jendela ya?” kata adit yang juga kebingungan
Lalu aku menghampiri mereka berdua dan merangkul kepala mereka
Lalu aku berbicara pelan
“mungkin yang kalian lihat tadi saudara kembarku” sambil aku tersenyum dan ketawa jahat
Mereka seperti ketakutan dan wajahnya pucat sekali wkwkkw mereka nggak berani berkata apa-apa lagi
“wkwkwk bercanda lagi , emang kalian ngapain sih nungguin aku” jawabku sambil tertawa
“ah kampret , gua kira beneran udah takut gua” jawab si adit
“untung aja huuuuuh , tadi kita nungguin kamu untuk nanyain sesuatu”
Lalu aku duduk di bangku mereka pun langsung ambil kursi di samping kanan dan kiri ku lalu memepet aku
“apaan sih deket-deket -_-“ jawabku
“kemarin kamu sama ririn ngapain di lapangan basket” tanya reza serius
“iya kemarin kamu ngapain ndi?” tanya adit
“eh.... emm gmana ya ... gak ngapa-ngapain kok” jawabku yang gugup
“ngaku aja ndi kalian habis ngapain” kata reza yang semakin mendekat
“iya ndi ngaku aja” kata adit
“....” aku hanya diam
“kita kan cemburu ndi” kata reza yang membuat muka homo nya -_-
“iya ndi... ih sebel deh” adit juga -_-
Lalu aku diam dan memegan kepala mereka dan suara PLETAK , aku jitak mereka keras
“EH kampret lu berdua MAHO AMAT SIH KAMBING !!!” jawabku agak berteriak
Mereka lalu meringis kesakitan
“bercanda kali ndi” jawab si adit yang memegang kepala nya
“iya ndi , serius amat sih” reza juga nampak kesakitan
Lalu aku pun bercerita soal kemarin dengan ririn tentang dia mengungkapkan perasaan kepada aku dan jawaban aku setelahnya
“ah bodoh lu ndi , cewek secakep itu kamu tolak , udah cakep pinter lagi” kata si reza
“iya ndi , kok elu tolak sih , ah gua bingung dengan lu ndi” kata si adit
“ya gimana ya , sebenernya aku sayang sama dia , aku Cuma takut buat dia kecewa , aku paling gak bisa buat cewek nangis” jawabku
Lalu ririn pun datang menghampiri meja karena melihat aku , adit , dan reza yang duduk
“eh kalian pada ngomongin apa sih , serius amat” kata si ririn
“ini andi lagi......” reza langsung diam , dia melihat aku sudah seperti marah dan melotot ke dia
“eh gpp kok hehe , za balik ke kandang kita aja , ini pawangnya andi udah dateng kwkw” jawab adit yang tertawa dan reza langsung lari ke meja mereka
“kampret tu dua orang -_-“ jawabku yang kesel
“emang nanyain apa ndi?” kata ririn
“eh.. enggak kok hehe”kata ku
“ah kamu tuh gitu” lalu duduk di sampingku sambil memasang wajah ngambek yang di buat-buat
Wajahnya lucu + cantik banget kalau lagi ngambek
“eh ngambekan , ntar cantiknya ilang loh” jawabku sambil mencubit pipinya pelan
“ah bodo” jawab dia yang makin ngambek
“kamu cantik banget hari ini rin” sambil menatapnya , kepala aku senderkan di atas meja
“ah bodo , udah ah mau pindah aja ke meja lain” jawab ririn yang sudah mau pergi sambil membawa tas nya
“eh sampe segitunya , aku terus sendirian dong disini” jawabku yang sambil menarik tangan kanan nya
Ternyata aku lupa kalau aku nggak sendiri , ternyata dari tadi teman-teman sekelas memperhatikan
Cieeeeeeeeeeeeee hahaha kata teman-teman sekelas
Ririn gak jadi pindah dan langsung duduk lagi mukanya merah banget karena malu
“udah jadian aja” teriak adit
“iya , udah pas banget hahahah” kata reza
“diem lu duo MAHO !! -_-“ kata ku
Hahahahah semua orang di kelas tertawa
“rin masih ngambek ya” kata ku sambil memulai obrolan
“hmmm...” kata dia yang ngambek di buat-buat
“ah yaudah , nanti aku mau ke kaliurang sama temen cewek aku aja ah” kata ku menggoda ririn
Lalu tiba-tiba di menghadap kepadaku
“GAK BOLEH !” kata dia
“Kenapa cemburu ya?” jawab ku yang menggoda dia
“POKOKNYA GAK BOLEH , HARUS SAMA AKU !” kata si ririn lagi
“ah gak mau , kamu dari tadi ngambek sih” jawabku yang kemudian menyandarkan kepala ke meja
Lalu tangan ririn langsung menyubit perut ku
“aduuh sakit rin !!!!” jawabku yang agak berteriak kecil
“rasain hihi , pokoknya aku nanti sama kamu aja , gak boleh sama yang lain titik” kata dia yang mulai tersenyum
“gak ah gak jadi” jawabku
Lalu langsung saja dia melotot ke arahku , aku gak bisa apa-apa emang kalau ririn melotot aku pasti takut , tapi tetep manis sih hehehe
“iya-iya , gak usah melotot gitu -_-“ jawabku
“kamu sih , bikin kesel aja” kata si ririn yang senyum-senyum
“cemburu ya? Haha” goda aku lagi
“iya aku CEMBURU kalau kamu sama cewek lain” jawab dia yang memasang waja serius
Aku Cuma diem , niatnya nggoda si ririn eh malah aku nya yang salting
Setelah itu guru pun masuk , belajar seperti biasa
SKIP
Setelah itu pulang sekolah aku mengambil motor dan menuju ke arah gerbang depan sekolah dan menjemput ririn yang sudah menunggu
“jadi gak?” kata ku
“ya jadi lah , kamu kan udah janji tadi” kata ririn
“eh kapan aku janji , kamu yang maksa” jawabku yang heran dengan makhluk ciptaan tuhan ini
“hehe berangkat aja cepet” jawab ririn lagi
“udah ijin belum sama ortu?” kata ku
“udah tadi udah sms kok , kalau pergi sama kamu boleh kok hihi” jawab ririn sambil tersenyum
“jadi kalau gak sama aku gak boleh ya?” jawabku
Ririn langsung membonceng gak menjawab dan langsung aja mencubit perutku lagi
Ini udah dua kali dalam sehari
“aduuuuuhh , sakit -_-“ jawabku sambil memegangi perutku
“salah kamu sih hihih , ayok jalan” kata ririn
Lalu kami pun berangkat ke kaliurang , FYI tau kan Kaliurang , lerengnya Gunung Merapi yang Di JOGJA
Yup aku ini asli jogja hehe kota pelajar yang membuat aku kangen sampai saat ini karena saat ini aku sudah menjadi perantau di tanah BUGIS
Di tengah jalan , ririn seperti kedinginan karena hanya menggunakan sergam sekolah
Aku pun berhenti di depan warung kopi
“kang kopi nya satu , sama Rokok GARPIT nya satu bungkus ya , eh mau minum apa rin?” kata ku
“Teh anget aja ndi” kata ririn yang kedinginan
“OK” kata penjualnya
“Nih” kata ku kepada ririn sambil memberikan jaket ku
“Terus kamu pake apa ndi?” jawab si ririn
“Udah pakek aja , aku juga gak kedinginan kok , aku gak mau kamu sakit hehe” jawabku
“Makasih ndi” kata dia sambil mengenakan jaket ku
lalu pesanan datang dan langsung aku minum sedikit kopinya dan menyalakan rokok aku hisap dalam-dalm huaaaaaahh mantap sekali rasanya , cuaca dingin+kopi dan rokok memang membuat hati ini tentram
aku lupa kalau di sampingku ada ririn , takut kalau dia batuk lalu aku ingin mematikan rokok ku
“Gpp kok ndi , santai aja , di rumah bapakku juga ngrokok” kata si ririn
“Bener nih gpp?” jawabku
“beneran gak papa” lalu ririn menggenggam tangan kiri ku , duhhh romantis banget wkwkkw
“eh..kenapa?” kata ku yang kaget karena tangan ku di genggam
“dingin hehe , gak boleh ya?” kata dia
“ehh..emm..boleh kok” jawabku yang gugup
“gak usah gugup kali ndi , santai aja hihi” kata ririn yang tertawa
“hehe , aku gugup kalau ada cewek cantik di sebelahku , apa lagi situasi kayak gini” jawabku yang malu-malu
“ah kamu bisa aja” jawab ririn yang mukanya memerah
“yuk lanjut , tehnya di abisin” kataku yang menghabiskan kopi
“yuk” kata ririn
Lalu kami pun berangkat tak lama kami pun sampai di gerbang pintu masuk wisata KALIURANG
Setelah membayar lalu kami melanjutkan perjalanan ke Gardu Pandang di tempat wisata KALIURANG
Sampai disana udara segar sekali tapi dingin hehe
Disana ada bangunan berupa taman , ada ayunan , tempat duduk dari beton dan bangunan yang di pinggir tebing , lalu aku mengajak ririn ke arah bangunan yang ada di pinggir tebing
“bagus banget ndi pemandangannya” kata ririn
“iya bagus banget rin , seger banget” jawabku
Lalu kami duduk disana , dan aku menyalakan rokok lagi dan ku hisap dalam-dalam racun ini
Fuuuuuuhhhhh nikmat sekali
“eh ndi , kamu jangan lupain aku ya” kata ririn
“gak bakalan rin” jawabku sambil memandang arah depan
“beneran , janji ya?” kata ririn lagi
“gak bakalan aku lupain kamu rin , kamu udah ada disini” jawabku sambil menunjuk dadaku bagian kiri
“ah kamu nggombal aja hihi” kata ririn yang langsung menggenggam tanganku
“hehe” jawabku yang tersenyum
Tiba tiba CUP , ririn mencium pipiku hangat sekali rasanya seperti ingi meleleh dan terbang ke atas awam #okeiniLEBAY
“....” aku diam sambil senyum-senyum
“ndi..” kata ririn
“...” aku masih diam mukaku memerah
“ANDIIII” kata ririn yang berteriak
“eh..iya gak usah pakai teriak” jawabku sambil memegangi kuping
“kamu sih malah diem” kata ririn
“hehe” jawabku senyum-senyum gak jelas
“mau lagi ya hihi” kata dia sambil menggoda lagi
Belum sampai aku menjawab lalu aku mencium pipinya CUP
“tuh satu sama wkwkw” kata ku sambil tertawa
“ihhhh , kamu gitu ya mainnya bales-balesan” kata dia yang mukan nya memerah
“hehe kan yang mulai kamu duluan” jawabku
“eh kok satu sama , kan yang di kelas itu kamu nggak inget haha” kata ririn sambil tertawa
“aduh iya” jawabku sambil memegang jidat
Kami pun tertawa bersama
Karena sudah agak sore aku mengajak ririn pulang takut kalau sampai di rumahnya sudah malam
Lalu kami pun beranjak pulang , sekitar 1 jam kami pun sampai di depan rumah ririn
“mampir dulu ya” kata ririn
“udah sore nih” jawabku
“POKOKNYA harus mampir titik !” jawab ririn sambil menarik tanganku
Wanita emang aneh , kalau ada mau pasti ngoto #bingung
“iya-iya” jawabku
Lalu saat masuk kami di sambut oleh ayahnya ririn yang sambil ngopi dan ngerokok
“eh udah pulang , habis pacaran ya” kata ayah ririn
“eh.. enggak pak hehe” jawabku yang malu-malu
“apa sih pak” jawab ririn
“hehe gak papa kok , sana masuk ganti baju dulu sambil buatin andi kopi” kata ayah ririn
“iya pak” kata ririn langsung masuk kedalam rumah
“sini ndi duduk samping saya” kata ayah ririn
“iya pak” kataku sambil duduk di samping ayah ririn
“udah santai aja , nih rokok” kata ayah ririn sambil menawarkan rokok
“kok bapak tau ya saya ngrokok” jawabku yang bingung
“kamu kayak gak tau aja hehe” jawabnya yang tersenyum
“tadi kamu lihat banyak ya pas ke kaliurang” kata ayah ririn lagi
“kok bapak bisa tau” tanya ku sambil menyalakan rokok
“bisa , kan saya bisa nrawang kamu sama ririn lagi ngapain hehe” jawabnya sambil tersenyum
Aduh aku bingung gak bisa ngomong apa-apa mungkin saja bapak ririn tau kalau tadi aku nyium dia walaupun hanya di pipi
“udah santai aja ndi hahah” kata ayah ririn sambil tertawa
“hehe , tadi pas saya kesana banyak pak , semua seperti menunduk sambil tersenyum” kata ku
“emang ndi , mereka itu segan sama kamu , kamu emang punya keahlian tersendiri yang membuat mereka segan ke kamu” kata ayah ririn lagi
Aku pun hanya mengangguk
“tapi saya resah pak kalau mereka mengganggu saya” kata ku
“tenang aja , yang njaga kamu itu lebih besar kekuatannya” jawab ayah ririn
Ririn pun datang membawa segelas kopi
“eh pada ngomongin apa sih? , pasti lagi ngomongin aku ya hihi” kata ririn
“Geer kamu haha” jawabku
“huuuu kirain , emang ngomongin apa” tanya ririn lagi
“ini urusan bapak mertua sama besan nya hahaha” kata ayah ririn yang tertawa
Aku hanya bisa diam sambil tertawa tapi kaget juga kenapa ayah ririn bisa ngomong kayak gitu
“santai aja ndi hehe , bapak aku emang suka bercanda haha” kata ririn
Lalu kami pun mengobrol kesana kemari masalah makhluk halus tak terasa sudah hampir maghrib aku pun langsung pamit pulang karena takut sampai rumah kemaleman
Sampai dirumah orang tua langsung tanya
“dari mana le?” tanya ayahku
“maen pak ke rumah temen” jawabku
“main apa pacaran hahaha” kata ibuku yang ikut ngobrol
“ah ibuk , enggak kok” jawabku yang sambil senyum-senyum
“aku mandi dulu buk” kata ku
“iya , mandi terus makan” jawab ibu ku
Setelah mandi aku pun langsung makan dan kemudian langsung tidur karena capek sekali
Diubah oleh silentanonymxxx 07-08-2015 14:32
danjau memberi reputasi
1