bluefox13Avatar border
TS
bluefox13
Papper Memory
Papper Memory


PAPPER MEMORY

Papper Memory

Papper Memory

cerita ini kepersembahkan untuk kalian semua


Papper Memory

Spoiler for Part 01 - 10:


Spoiler for Part 11 - 20:


Spoiler for Part 21 - 30:


Quote:
Diubah oleh bluefox13 03-08-2015 13:09
0
2.2K
40
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buat Latihan Posting
Buat Latihan Posting
KASKUS Official
35.7KThread1.9KAnggota
Tampilkan semua post
bluefox13Avatar border
TS
bluefox13
#38
Part 36
malem hari nya entah kenapa gw kepikiran kejadian tadi siang pas Erik bilang "Beri gw ruang Cun.." ama kata - kata Riska "Fani suka sama Lu Cun"

2 buah pernyataan itu bener - bener bikin pusing kepala gw, akhirnya gw mutusin buat jalan - jalan dan seperti biasa mampir ke angkringan nya bapak nya Vera.

==== >> Skip

"Jadi begitu ceritanya ya, ribet juga"

Vera sudah berkali-kali mengucapkan kata itu ketika melewati gw sambil mengambil gelas dan piring plastik yang ada di meja-meja warungnya.

"gw liat lo nambah ribet Ver"

"ahahaha maap sih, lagian dateng pas lagi rame gini" ucapnya sambil mengelap meja yang ada disamping gw

"yaaa elo, gw kan cuma mau minum susu jahe aja sambil makan gorengan tempe, elo malah nyamperin, pas gw cerita malah pergi-pergi"

"hahaha, okee nanti dulu ya" katanya sambil tertawa genit

Karena besok adalah hari libur gw malam ini ke angkringannya Vera agak lama, niatnya sih cuma mau santai, minum susu jahe sampe mabok dan makan gorengan sampe perut buncit tapi ke angkringan dimalam minggu ini yang ada malah ramai sedangkan gw ga suka keramaian.

Vera malam ini mengenakan sweater abu-abu rajutan dengan celana pendek jeans selutut yang warnanya dan sendal jepit biru. Dia tampak cuek dengan penampilannya yang seperti ini, ditambah rambutnya yang sekarang dikuncir kuda berayun-ayun liar mengukuti gerakan kepalanya yang lincah melayani panggilan pelanggannya.

"Bentaaaaar yaaaaa..." katanya lagi meminta gw bersabar menunggunya

Gorengan tempe 5, sate telor puyuh 2, sate usus bakar 1, segelas susu jahe habis sudah gw makan.

"Kaya kereta aja asepnya..." katanya lagi ketika melewati tempat gw

entah apa yang gw pikirkan gw makan gorengan yang masih ngebul panas, tapi gw gak kerasa.

"Hehehe.. bawel, udah sante aja"

HUPPP
Gorengan ketujuh diambil oleh tangannya ketika gw akan memakan nya lagi

"Udah cukup" ambilnya cepat dan berlalu

Rasanya ini baru pertama kalinya gw dilarang makan makanan yang gw suka oleh temen gw sendiri.

"Mending minum ini aja" katanya setelah kembali ke gw lagi meletakkan segelas susu jahe yang ga gw pinta

"Gw ga pesen"

"Gratis... daripada makan yang masih panas nanti lidah lu sakit Cun" jawabnya dan tersenyum

Lama gw perhatikan Vera yang sibuk membantu orangtuanya bekerja. Kadang gw heran dengan staminanya yang luar biasa. Dia sedari pagi sekolah lalu kursus dan malamnya membantu orangtuanya hingga dini hari.

Menit demi menit pun berlalu dan berubah menjadi jam. Gw sama sekali ga keberatan menunggunya, bahkan gw cenderung menikmatinya. Udara malam yang dingin namun gw merasa hangat berkat susu jahe membuat gw nyaman.

"Huufff rame banggeeet Cun" ucap Vera dan duduk disebelah gw

"Hahaha udah selesai gitu"

"Kata Bapak, aku disuruh istirahat dulu, lagi goreng tempe lagi, panaaaasss"

"kalo udah bawa sini ya?"

"Huuuu... emang udah abis berapa?"

"abis berapa ya, gw lupa hahaha"

"waddduuuhhh awas ya kalo kuraaaaang bayarnya"

Disela-sela menggoreng tempe, gw sempat berbincang-bincang dengannya, sempat juga gw mengeluarkan sebuah cerita lucu yang membuat dia tertawa.

"Aku balik dulu ya tempenya"

"Oke"

Vera lalu menuju belakang gerobaknya lagi, didepan kompor dia berulang kali mengelap dahinya yang basah oleh keringat.
Lalu..
Gw melihatnya..
wajahnya yang berkeringat terkena cahaya dari api yang menyala-nyala.
Meskipun terlihat lelah,
Meskipun terlihat kepanasan
tapi
ada perasaan kagum saat gw melihatnya.

Saat itu tanpa sadar gw membanding-banding kan dengan cewe yang gw sukai sekarang
Vera berbeda dengan Fani dan Hana
Jika Fani tidak mungkin sepertinya, dan meskipun Hana juga hobi memasak tapi yang Vera lakukan berbeda dengan Hana, dia.. tidak sekedar menggoreng tempe, tapi dia membantu orangtuanya.

Sadar diperhatikan Vera tersenyum kepada gw.
Senyumnya yang khas membuat gw ikut tersenyum dibuatnya. dan sekali lagi dia mengelap keringatnya.

"Mau berapa?" katanya dengan isyarat tangannya menunjuk tempe yang sudang matang

"2" gw menjawabnya dengan jari yang membentuk huruf V

Dengan lincah Vera mengambil piring kecil dan menghidangkan dua tempe hangat di meja gw.

"Hmm.. jadi 7 sama ini" ucap gw

"Hahaha kamu laper ya?"
"tambah minumnya lagi?"

"kalo elo kasih gw lagi, gw beneran mabok susu"

"wahahahaha mana ada mabok susu, yang ada kamu mencret Cun"

"Gw ganggu elo ga Ver?" tanya gw

"Engga, aku malah seneng ada temen Cun"

"Loh.. emang temen lo yang lain ga pernah kesini?"

Vera langsung berhenti tertawa lalu dia menggeleng
"Kamu temen pertamaku yang kesini"

"yang lain ga tau? parah banget ga dikasih tau lo punya angkringan enaak gini Ver"

Vera kembali menggeleng
"Bukan itu Cun, mereka...."

"mereka?"

"Mereka mana mau berteman sama aku yang cuma kaya gini" katanya lebih pelan dari sebelumnya

Seketika..
Gw merasa iba padanya, dan gw kaget karena sepertinya apa yang gw lihat selama ini ternyata berbeda. Dengan melihat Vera yang ceria ditempat kursus gw yakin kalo Vera pastinya punya banyak temen disekelilingnya.
Tapi..
tidak ada yang benar-benar dekat, bahkan sahabat tempat dia berbagi cerita pun tidak punya.

"Lo bukannya kalo cerita sering bilang sama temen-temen lo dikelas?"

"ya cuma dikelas, diluar kelas aku ga pernah diajak-ajak main, kaya nonton, nongkrong bareng, belanja dan lain-lain"

"terus?"

"ya ga terus-terus, mungkin mereka tau aku anak yang ga punya kali ya Cun" jawabnya sambil tersenyum tipis

Gw ga tau harus ngomong apa
Gw ga tau karena gw ga berada di posisinya
Gw selalu punya temen yang bisa gw ajak susah senang
Gw punya sahabat dekat
dan Gw punya orangtua yang berada..

"Ver.." panggil gw
"Elo suka nonton di bioskop?" tanya gw

"Engga juga sih"

"Elo suka nongkrong di cafe?" tanya gw lagi

"Engga terlalu sih, buang-buang waktu"

"dan elo suka belanja-belanja gitu?"

"kalo ga penting amat aku ga suka beli-beli Cun, kalo butuh aja" jawabnya yang ketiga kali

"Kalo gitu lo sebenarnya punya temen-temen yang paham dengan elo Ver, mereka tau lo ga suka nonton, ga suka nongkrong dan ga suka buang-buang duit ga jelas"

Vera terdiam
"Gitu ya?" tanyanya lagi

"kalo diajak ngerjain PR bareng pernah?" tanya gw

"Sering" jawabnya dan tersenyum lebar

"Hehehe" gw ikutan tersenyum

"Itu sih namanya ada maunyaa Cun, nyontek namanya hahaha" dia pun tertawa

"Hahaha.. " gw pun ikutan tertawa melihatnya

"makasih ya Cun"

Gw hanya mengangguk menjawabnya

"Semua aku gratisiinnnn" katanya kemudian

"beneran?"

"iya Cun"

"Wwwwooowww banget donk, gw banyak loh makannya?"

"Paling berapa sih banyaknya juga? hargnya juga paling berapa sih cuma gorengan plus sate plus minum"

"Hmmmm 5 ribuan?"

"ga ada artinya Cun dibanding kamu nyemangatin aku tadi" Katanya dan dia pun tersenyum

Gw ikut tersenyum
merasa senang dapat membuatnya tidak jadi bersedih

Malam ini semakin larut,
gw dan Vera tetap asik mengobrol, dan kebetulan Vera telah dibebastugaskan oleh Bapaknya yang baik hati itu.
..
....
Hingga waktunya gw untuk pulang..

"Hooaaaammss" gw menguap yang kesekian kalinya

"waaah udah ngantuk tuh"

"bukan, ini tandanya gw laper"

"wahahah boohoonngg"

"iyaya udah jelas ngantuk kalo nguap"

Gw mengucek-ngucek mata gw yang mungkin sudah memerah

"Cuna.."panggilnya

"ya?"

"Kamu pulang aja, udah ngantuk gitu, masih bawa motor juga"

"iya nih, gw keknya udah ga kuat udah ngantuk buaanngeetddd, gw pulang ya?"

"okee..."

Gw dan Vera sama berdiri dari kursi dan Vera menemani gw sampai di motor gw

"Makasih ya Cun"

"Makasih mulu... udah ah"

Vera nyengir lebar

"Eh ya Ver... lo kan bilang tadi temen-temen lo ga pernah ngajak jalan kan?" tanya gw tiba-tiba teringat ketika gw sudah mengenakan helm

"Iya, aku juga ga suka jalan-jalan ga jelas" jawabnya

"Hmm.."

"Kenapa Cun?"

"Ikut gw yuk?"

"Ke?"

"tapi itu juga kalau lu mau sih"

"Keeee manaaaaa?"

"yaaaaa itu juga kalo lo mau ikut?"

"kemanaaaaa Cuuuunnnnnaaaaa? berbelit-beli ah"

Sebenarnya gw bingung mau ngomongnya gimana

"Hmm.. ke bukit liat pemandangan disana ada sel dan keren banget pemandangan nya" jawab gw malu

"BENERAAAAN?"

"iya"

"BENEEEERAAAAAN NIHH?"

"IYyaaaaaaaaa apaaan sih lo hahaha"

"Aku mau.. Aku mau ikut Cun"
"janji?" katanya meyakinkan dirinya

Gw pun mengangguk mengiyakannya
"iyah gw janji, besok pagi gw jemput.."

Dan setelah itu Vera sekali lagi mengucapkan terimakasihnya

Lalu

Gw pun pergi menembus dinginnya malam.. .
tak sabar segera bermimpi indah di atas kasur gw yang empuk..
yang mimpinya.. berjalan berdua diatas pasir putih dengan......

dengan....

dengan..........


Eh?

Gw pergi dengan sebuah janji

Bersambung ke Part - 37
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.