Quote:
Original Posted By daryanto1975►Semua sistem kenegaraan ada baik dan buruknya masing masing, karena hal tersebut tergantung dari sejarah dan kondisi dari negara yang menerapkannya. Demokrasi lahir karena akibat ketidak puasan dari sistem pemerintahan sebelumnya. Namun demokrasi hanyalah sebuah sistem, hal itu perlu didukung oleh semua pihak untuk menjalannya. Saya bukanlah pro demokrasi, tapi hanya mencoba objectif bahwa sebuah sistem itu dibangun untuk mendapatkan sesuatu yang lebih bermanfaat.
tidak semua negara demokrasi itu buruk.
Secara etimologis istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata demos yang artinya rakyat, dan kratos (kratein) yang berarti pemerintahan. Dengan demikian, secara sederhana demokrasi dapat diartikan pemerintahan yang dipegang oleh rakyat, atau dapat juga diartikan sebagai kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Pengertian demokrasi berdasarkan istilahnya dapat dilihat dari pendapat yang dikemukan oleh para ahli sebagai berikut:
a. Menurut Giddens demokrasi pada dasarnya mengandung makna suatu system politik dimana rakyat memegang kekuasaan tertinggi bukan raja atau kaum bangsawan. (giddens,1994,hlm: 330)
b. Demokrasi dapat mengembalikan legitimasi untuk tertib social yang ada dan dapat menyediakan system pengambilan kepeutusan yang teratur dan terbuka yang dapat menghasilkan lingkungan yang lebih baik untuk menjalankan usaha. (Sorensen,2003,hlm: 50)
Sebagian besar negara-negara di dunia menamakan dirinya negara demokrasi. Bahkan negara yang tidak menjalankan prinsip-prinsip demokrasi pun tidak mau apabila negaranya disebut sebagai negara yang tidak demokratis. Hal ini membuktikan bahwa paham demokrasi sudah menjadi paham yang dianut oleh negara-negara di dunia. Kehidupan yang demokratis seakan-akan menjadi sosok idola dalam masyarakat. Demokrasi menjadi idola dan dianut oleh banyak negara karena didalamnya terdapat banyak sisi baik (positive), diantaranya:
1. Hukum Publik yang demokratis
Biasanya diterima bahwa demokrasi memerlukan potensi-potensi substantive tertentu dalam bentuk hak-hak sipil dan politik yang pokok. Dengan hak-hak sipil dan politik ini dimaksudkan secara khas semua hak-dari kebebasan berbica, kebebasan pers dan kebebasan berkumpul sampai hak untuk memberikan suara dalam suatu pemilihan yang bebas dan jujur serta membentuk partai-partai politik oposisi yang diperlukan agar warganegara bisa memerintah diri mereka sendiri. Hak-hak tersebut merupakan paket hak-hak yang berasal dari hak untuk pemerintahan yang demokratis. Tanpa hak untuk berbicara secara bebas, mengkritik yang lain, memobilisasi oposisi dan berpartisipasi dalam proses politik dimana pemberian suara disediakan secara sama dikalangan warganegara, maka tidak mungkin ada proses politik yang demokratis. (Held, 2004, hlm. 238)
2. Demokrasi dapat melindungi kebebasan individual
Kebebasan merupakan sifat dasar untuk perkembangan personalitas umum. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang menjamin kebebasan individual. Didalam Negara demokrasi kebebasan berpikir, berasosiasi dan kebebasan pers terjamin. Demokrasi menjamin setiap keinginan seseorang didalam komunitas, bahkan akan menjadi pertimbangan. Begitu pula dengan keputusan atau ketetapan pemerintah tidak luput dari sokongan bersama
3. Demokrasi dapat membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum.
Golongangolongan minoritas, yang sedikit banyak akan terkena paksaan, akan lebih menerima bila diberi kesempatan untuk turut serta dalam diskusi-diskusi yang terbuka dan kreatif. Mereka dapat lebih terdorong untuk memberikan dukungan sekalipun bersyarat.
4. Demokrasi menjamin persamaan hak
Demokrasi memperjuangkan persamaan hak. Demokrasi mendalilkan pertimbangan persamaan hak untuk setiap individu dan golongan masyarakat. Ia juga memberikan persamaan hak atas segala jenis, dimana terlepas dari kasta, keyakinan, ras, agama, sek dan lain lain. Demokrasi tidak mengakui hak istimewa khusus. Negara demokrasi rakyat miskin dan konglomerat memiliki persamaan hak dalam mengusulkan pendapat mereka. Didalam Negara demokrasi semua sama didepan mata hukum, dan semuanya memiliki persamaan hak didalam berpolitik. didalam
5. Demokrasi mampu menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga.
Dalam setiap masyarakat terdapat perselisihan pendapat serta kepentingan dianggap wajar untuk diperjuangkan dalam alam demokrasi. Perselisihan-persilihan itu harus dapat diselesaikan melalui perundingan serta dialog yang terbuka dalam usaha untuk mencapai kompromi, konsensus atau mufakat.
6. Demokrasi Menciptakan ketepatgunaan yang baik
Beberapa penulis menegaskan bahwa demokrasi lebih efisien daripada bentuk pemerintahan lainnya. Bisa dikatakan seperti pemilihan, pengontrolan, tanggung jawab yang besar, dimana memungkinkan untuk menjamin ketepatgunaan yang lebih efisien daripada bentuk pemerintahan lainnya. Jika didalam demokrasi ditemukan ketidaktepat gunaan pemerintah, maka hal ini bisa dibersihkan oleh rakyat. Akan tetapi hal diatas tidak berlaku bagi pemerintahan diktatur, kecuali menggunakan cara kekerasan.
7. Demokrasi mampu menjamin tegaknya keadilan.
Dalam masyarakat demokrasi umumnya pelanggaran terhadap keadilan tidak akan terlalu sering terjadi, oleh karena itu golongan-golongan terbesar diwakili dalam lembaga perwakilan, tetapi tidak dapat dihindarkan bahwa beberapa golongan akan merasa diperlakukan tidak adil.
Sumber:
Anthony Giddens, Beyond left and right: the Future of Radical Politics, Cambridge: Politiy Press, 1994.
David held.2004.Demokrasi dan Tatanan global Dari Negara Modern hingga Pemerintahan Kosmopolitan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Georg Sorensen.2003.Demokrasi dan Demokratisasi (Prospek dan Prospek dalam Sebuah Dunia Yang Sedang berubah). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Quote:
Original Posted By dimensionof►Dari awal ane udah bilang secara teori demokrasi memang terdengar indah

sayangnya teori2 yg agan copas itu bukan sebuah kenyataan, intinya definisi untuk membuat para anak2 terbuai dengan harapan palsu

sedangkan kenyataannya? udah ane jabarkan dalam 8 poin di thread

Quote:
Original Posted By wastedman►wah definisinya bagus sekali ya men demokrasi ini, kalo diliat2 pastinya demokrasi ini membawa kesejahteraan dan kekayaan bagi bangsa dan negara, semua rakyat makmur dan berkecukupan, gak bakal ada manusia yg kekurangan di tanah demokrasiiii..
dan faktanya ternyata benar, 17 tahun negara menerapkan demokracky kita udah menjadi negara yg paling kaya mengalahkan brunei dan kuwait, karena demokrasi negara2 kita tidak lagi ada namanya koruptor, karena demokrasi amerika akhirnya nyerah bangun freeport dan emas serta semua sda di negara ini dirasakan manfaatnya oleh rakyat, gak lagi lari ke asing, karena demokrasi yg 17 tahunnnn eknomi kita langsung menanjak lancar jaya, china akhirnya ngutang milyaran rupiah ke negara kita.. luarrr biasaaa
i lope u democrazy
Quote:
Original Posted By rollandx►Lihat disini Gan :
http://www.businessinsider.co.id/the.../#.VbtSs_mqqko
atau Googling saja "The most prosperous country in the world' atau Negara-Negara yang Paling Sejahtera di Dunia berdasarkan PDB dan Human Development Index (HDI)
Dari 30 Negara yang PALING SEJAHTERA :
1. Norwegia
2. Switzerland
3. New Zealand
4. Denmark
5. Canada
6. Swedia
7. dst..dst
Hampir SEMUANYA NEGARA DEMOKRASI jadi CASE and THREAD CLOSED....
Quote:
Original Posted By dimensionof►Agan ini tampaknya bukan orang yg cukup cerdas untuk berargumentasi
Berhubung iya ane mau curhat aja ya gan

jadi waktu kuliah dosen ane pernah ngomong kurang lebih begini "Indonesia itu sebenarnya negara yg paling sejahtera, karena tiap ditanya, dikasih, dimintai sesuatu cuma bisa senyum macam orang bloon. Intinya, masyarakat Indonesia tetap sejahtera dalam kebodohan dan kemiskinannya, sehingga tidak ada niat untuk berubah, lha wong udah merasa sejahtera"
Bagaimana udah dapat poinnya?

kesejahteraan itu tidak menentukan kekayaan dan kemakmuran negara, negara yg keadaan masyarakatnya banyak dijangkiti aids dan ebola pun bisa jadi negara yg sejahtera, karena mereka gak peduli dengan penyakit2 itu

sedangkan bagaimana dengan Indonesia? Yg pasti dengan demokrasi faktanya Indonesia tidak sejahtera

. Jika ditanya bagaimana Indonesia bisa sejahtera, logisnya jika masyarakat mendapatkan perekonomian yg makmur dan kaya, bagaimana mendapatkan itu? ya dengan mengikuti negara2 kaya dan makmur yg udah ane list dalam thread. Sekian

Quote:
Original Posted By aryasena21►Kalo menurut gua demokrasi di Indonesia emang masih jauh dari baik, tapi menurut gua di Indonesia saat ini yang paling cocok masih demokrasi, ga bakal bisa dan lancar kalo jadi negara monarki entah gimana negara Indonesia yang bermacem macem suku dipimpin salah satu orang dari suku entah sampe kapan, belom pasti juga keturunannya bakal cakap memerintah. Cara Indonesia lebih maju ya bikin demokrasi di Indonesia jadi bener gimana caranya tapi udah bobrok sih harus mulai benerin dari rakyatnya sendiri sih.
Quote:
Original Posted By sanggarx2►yang salah bukan demokrasinya tapi orang2 dibaliknya.kalau demokrasinya isinya orang2 bagus ya hasilnya bagus,contoh Perancis,Cina,Amerika dan Russia.Kalau isinya orang2 jelek ya hasilnya jelek,contoh negara2 di Afrika yang mayoritas pakai demokrasi.
Negara monarki aja sekarang gak 100 % monarki,mereka masih ada unsur demokrasinya dalam konstitusinya (monarki konstitusional),contoh aja Inggris,Jepang,Malaysia.
Quote:
Original Posted By dimensionof►seperti yg dijelaskan dalam thread, permasalahannya memang dari geografis dan keadaan sosial suatu negara, salahnya Indonesia mengadopsi sistem pemerintahan yg gak sesuai dengan geografis dan keadaan sosialnya, bahkan juga kultur kebudayaannya. Mau sampai kapan menunggu orang2 di Indonesia bagus dalam hal berdemokrasi? Sampai SDA negara habis dan hutang semakin menumpuk ke negara demokrasi lain?
Kalo mayoritas masyarakat mau menunggu, maka sebaiknya menyerah saja karena sampai bertelur pun juga gak bakal ada hasilnya

, 8 poin yg ane utarakan itu tidak terbantahkan sebagai fenomena yg banyak terjadi, adakah kemungkinan 1 poin saja dari 8 poin merugikan itu bisa hilang dengan tetap mempertahankan demokrasi di negeri ini?

1 poin sajalah, bisa gak ada yg menjanjikan akan hilang tahun depan atau tahun2 berikutnya?
ane tidak menyalahkan makna demokrasi secara luas, benar monarki konstitusional pun ada unsur demokratisnya. Indonesia memang harus bercermin dari negara tetangga, yg dekat saja dulu seperti Malaysia..
Quote:
Original Posted By ex.presiden►Demokrasi sendiri memang punya cacat bawaan. Tp itulah "staat ide" yg telah ditetapkan sejak kemerdekaan. Ingat gan, para founding father negara kita bukan orang2 bodoh lho! Mereka rata2 punya kualifikasi negarawan sekaligus pejuang sejati. Nah kalo politisi sekarang kan idiot tulen (kaum jahiliyah yg nyata). Demokrasi di Indonesia masih sebatas prosedural belum terlaksana demokrasi secara substantif, itulah permasalahan sebenarnya.
Quote:
Original Posted By guinness.black►TS udah pernah baca buku The J-Curve dari Ian Bremmer belom gan? buku dari prof. politik dari stanford ini menarik kok

intinya sih dalem buku tersebut, demokrasi itu sebuah proses gan. kurvanya seinget gw

masing-masing sumbunya ada proses demokratisasi dan stabilitas negara. nah negara yang baru nerima demokratisasi macem tiga negara timur tengah ama dari asia barat yang ente sebut di Original Post pasti turun gan stabilitas negaranya (ie: stabilitas ekonomi, keamanan, politik). namun seiring proses demokratisasi yang baik tentunya stabilitas negara akan meningkat. artinya pertumbuhan ekonomi dll akan terjadi. dan kurvanya akan membentuk seperti huruf "J" kalo diliat. CMIIW
edit:
tapi, jangan bener-bener kayak huruf J juga sih, soalnya kalo garisnya tegak banget itu mungkin artinya proses demokratisasi terus terjadi tanpa guna dan bikin stabilitas kagak nambah-nambah
Quote:
Original Posted By 3051881►Nice trit gan
Gw juga mau mengemukakan opini ya gan, tapi maaf bila opini ane cuma asal jepalak ga pake teori dan ada yg salah, hanya orang awam
Demoorasi dan monarki
Dalam trit agan dijelaskan kelebihan monarki dibandingkan demokrasi. Dituliskan kelebihan monarki, bahwa negara monarki lebih sejahtera, demokrasi kurang sejahtera, demokrasi hancur, monarki sejahtera. Gw menuliskan sejahtera 2 kali karena yg gw liat di trit ts baru mengemukakan ttg kesejahteraan. Tapi tujuan bernegara tidak hanya ( bukan berarti menghilangkan) kesejahteraan, tetapi tujuan bernegara adalah menciptakan kehidupan masyarakat yang madani. Istilah madani ini sendiri berasal dari kota medina di jaman nabi.
Monarki sebenarnya sangat dekan dengan kehidupan di indonesia. Bahkan masih banyak kerajaan2 yg hidup di indonesia meski hanya satu yg masih memilki kekuasaan secara penuh terhadap wilayahnya, yaitu DIY. Tanpa kata kerajaan pun demokrasi di indonesia juga menciptakan sisstem monarki ini, ini salah satu kekurangan demokrasi di indonesia seperti yg agan ts jelaskan. Kita sering mendengar politik dinasti, bukankah itu bentuk lain dari monarki. Dan apakah kehidupan bermasyarakatnya baik? Entah gw sendiri belum pernah dipimpin model seperti ini. Yg pasti banyak kasus mencuat dari politik dinasti seperti ini. Jadi apakah monarki cocok dengan indonesia? I think no
Bagaimana dengan jaman kerajaan dulu? Hei pernah dengarkah kita dengan kerjaan demak, yg kemudian menjadi kerajaan pajang, kemudian mataram, kemudian surakarta yogyakarta kemudian surakarta terpecah lagi surakarta dan mangkunegara, yogya pun terpecah yogyakarta pakualaman. Bahkan saat ini yogyakarga yang mempunyai kekuasaan di diy pun terjadi ontran2 ( perpecahan), keraton surakarta bahkan lebih dulu terpecah. Monarki cocok dengan indonesia? Ithink no
Bentuk lain monarki bisa kita bayangkan pada beberapa kemungkinan berikut.Seandainya dulu pak karno tidak diturunkan dengan kejadian g30spki, pak karno dan dinastinya akan terus mencengkeram indonesia. Apakah itu bagus? No. Seandainya pak harto tidak lengser karena reformasi, kekuasaan cendana akan menggurita di seluruh indonesia. Apakah itu bagus? No
Apakah Demokrasi di indonesia saat ini sudah baik? Tidak. Gw sangat sepakat dhlg ts tentang kelemahan2 dmokrasi di indonesia. Demokrasi indonesia belum sempurna, masih sangat jauh mendekati kesempurnaan. Tapi gw optimis kemungkinan masih bisa diperbaaiki. Entah bagaimana gw pun belum tahu, gw bukan ahli politik ato demokrasi.
Sedikit cerita dulu jaman perjuangan kemerdekaan, belanda sudah memberikan demokrasi ke indonesia, meski masih terbatas. Hal tersebut akhirnya memunculkan pergerakan nasional, dan tokoh2 nasional luar biasa. Saat itu muncul dua tokoh muda luar biasa bernama sukarno dan hatta. Keduanya bertujuan sama indonesia merdeka, tapi dengan cara politik yg berbeda. Sukarno lebih agitatif, sedangkan hatta lebih menekankan pendidikan politik. Labih baik yg mana? Saat perjuangan kemerdekaan politik agitatif sukarno lebih baik. Dia mampu mengobarkan semangat juang dan nasionalisme ke seluruh rakyat. Tapi saat merdeka lebih tepat menggunakan cara siapa? Pendidikan politik ala hatta tentu lebih tepat, masyarakat diajarkan agar lebih melek politik dan lebih melek apa masalah yang sebenarnya sedang dihadapi dan bagaiman mengatasinya.
Indonesia saat ini cenderung meniru politik ala sukarno dengan gaya yg lebih modern, tidak perlu pidato, cukup media yg bekerja. Pencitraan baik atau pencitraan buruk, dibangun oleh media(semua media termasuk sosial media saat ini). Cara ini nenonjolkan emosi dan benar2 mematikan nalar manusia, pencitraan baik menjadikan manusia dewa, pencitraan buruk ( dari lawan politik pastinya) menjadikan manusia terlihat seperti iblis yg tak layak hidup. Tapi ingat manusia tidak lah hitam dan putih. Pendidikan politik yg baik tentu akan membuat masyarakat lebih melek akan apa masalah yang terjadi sebenarnya. Tapi hanya sedikit orang2 yng bekerja seperti ini di indonesia. Seperti kata ts satu orang pintar tetap akan kalah dengan seratus orang bodoh dalam demokrasi ( sori gw lupa kata2 ts, intinya seperti itu

). Tapi bagaimana seandainya orang pintarnya bertambah banyak...
Sekali lagi demokrasi di indonesia masih jauh dari sempurna, tapi bukan berarti demokrasi bukanlah sesuatu yg tidak tepat, hanya perlu diperbaiki lagi (itu menurut gw). Berbeda dengan monarki, jika terjadi kekurangan pada monarki apakah orang non kekuasaan bisa merubahnya? Tentu tidak karena tidak ada demokrasi...
Entah apa arah ts dalam membuat trit ini, apakah mungkin arahnya ke model khilafah? Sekedar menebak nebak...
Masalah kalimat yg terakhir itu boleh baca lagi komentar ane yg dibelakang2 gan
