- Beranda
- Buat Latihan Posting
Papper Memory
...
TS
bluefox13
Papper Memory

PAPPER MEMORY


cerita ini kepersembahkan untuk kalian semua

Spoiler for Part 01 - 10:
Spoiler for Part 11 - 20:
Spoiler for Part 21 - 30:
Quote:
Diubah oleh bluefox13 03-08-2015 13:09
0
2.2K
40
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buat Latihan Posting
35.7KThread•1.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bluefox13
#20
Part 20
malem nya seperti biasa gue nyempetin buat singgah ke warung nya bapak nya Vera.
"Ini Cun susu jahenya" kata Vera sambil meletakkan gelas yang berisi minuman sus jahe di meja depan gw
Malam ini gw kembali datang ke angkringannya bapak nya Vera. Gw datang disambut dengan senyum anehnya Vera yang ga menyangka bahwa gw ternyata datang lagi kesini.
"datengnya kok ga bilang?" tanyanya dan ikut duduk disamping gw
"Lho bukannya udah dipanggil tadi?"
"kapan manggilnya?" tanya Vera heran
"Lo kan udah sebut nama gw 3x? hehe"
"Huuuuuu Ge-Er dehhh..." katanya dengan lembut
Gw sebenarnya datang kesini bukan tanpa alasan,
alasan pertama adalah gw gabisa tidur kalau gak nyemil dulu. Dan alasan yang kedua adalah gw masih ingin ngobrol dengan Vera karena menurut gue Vera orang nya menarik. Meskipun baru kenal sebentar baru kemaren dan beberapa kali bertemu gw menganggap Vera adalah pendengar yang baik bagi gw.
"Terus gimana Cun?"
"apanya yang gimana?"
"itu lhooo..yang tadi siang pas kursus lanjutin donk ceritanya?"
Gw tersipu malu,
teringat pembicaraan gw kepadanya tadi siang ketika kami bertemu di tempat kursus.
...........
.......
...
..
Mundur beberapa jam, Masih hari yang sama, Siang hari menjelang Sore. Tempat kursus pas gue mau masuk ke kelas.
"Fani ini Never, Never ini Fani temen sekelas gw" kata gw memperkenalkan keduanya.
Gw dan Fani bertemu dengan Vera ketika baru mau masuk ke kelas. Karena sudah bertemu maka sekalian aja gw perkenalkan mereka berdua.
"Fani..." kata Fani memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan ke Vera.
"Aku Never.." ucap Vera bersalaman
"Never? unik ya nama kamu"
"Iya, Bapakku ga tau artinya kali ya, taunya pas udah punya anak, anaknya belajar bahasa inggris, baru deh ketauan artinya"
"Hahahaha kok lucu ya" Fani tertawa
Gw melongo,
Jadi begitu ceritanya,
Simpel banget kasih nama anak.
"nama panjang kamu?" tanya Fani lagi
"ARIANE VERA panggil aja Vera kalau susah mah...." jawab Vera
"Waaaaaahhh kaya nama orang mesir ya, namanya mirip-mirip kaya di jaman firaun hahahaha"
Vera cuma nyengir, sambil ngeliat gw yang ikutan nyengir gara-gara dia juga nyengir.
"Yaaa.. gitu deh Bapaku..hahaha" katanya menanggapinya dengan santai
Gw melihat Vera lagi,
hari ini dia merubah gaya rambutnya, dia menambahkan poni didepannya. Dan Meskipun masih memakai baju sekolah tapi yang membuatnya terlihat cantik adalah paduan warna cardigannya dengan poninya (*komen Gw: ga nyambung sih penilaiannya si Cuna, tapi Cuna merasa cewe berponi dengan cardigan itu cocok banget, whatever lah CUnnnn..)
"Tapi.. kamu emang mirip sama cleopatra deh Ver... cantiik" kata Fani memujinya
Vera tersipu malu dan sambil berbisik sambil menyenggol tangan gw
"apaaan sihh temen kamu Cun"
"Hahahha, Fan ada yang malu tuuh" kata gw dan tertawa
"Enggaaa kalii.. Ehya Fan, kamu dikelas mana?" tanya Vera mengalihkan pembicaraan
"Aku disebelah situ" jawab Fani dan menunjuk ruang kelas didalam
"Oooh.. oke de, udah mau masuk ni Fan, nanti ngobrol lagi ya" kata Vera
Fani mengangguk dan tersenyum kepada Vera dan gw.
"Yuk Cun... nanti pulangnya bareng lagi ya, kalo sempet" ajak Fani ke gue.
"eh aku gabisa, aku harus kebengkel ngambil motor Fan" jawab gw
"ohiya, oke gapapa"
Setelah Fani pergi.
Gw dan Vera liat-liatan, matanya melotot seakan mau menusuk gw.
"Napa LO liatnya gitu?" tanya gw ngeri
"Apaaaan sih tadi?" katanya sewot
"Apaaaan yang apa?"
"itu yang bilang aku malu dibilang cantik"
"Lah?? emang malu kan?" elak gw
"Iya sih..sedikit" katanya
"Yaudah gw ga salah donk Ver"
"Hmmmm..." Vera hanya bergumam
"Kenapa lagi? ayo masuk, telat nih kita ntar" ajak gw
"Emang aku cantik Cun?"
"Kaga"
"Huuuuuuuuuu....... nyebeliiin"
Gw tertawa melihat mukanya yang kembali ditekuk setelah jawaban gw yang mengatakan bahwa dia tidak cantik.
"Iya, cantik..cantik.." kata gw akhirnya ga tega
"Bodoooooo..." katanya dan berlari ke arah kelas
Gw tertawa lagi.
Tapi..
Ya gw akui memang Vera cantik, tapi masa iya gw terang-terangan bilang bahwa dia memang cantik, kaya philips donk (Philips Terang Terus *krik..krikk)
Tapi (lagi)...
Jika dibandingkan dengan Fani, mungkin Vera hanya kalah cantik diwarna kulitnya aja, kulitnya memang ga seputih Fani atau Hana. sedangkan yang lainnya gw rasa mereka bertiga sama-sama bisa dinilai 9 dari 10,
Gw masuk keruang kelas,
lalu duduk dibangku disebelahnya Hana.
Selama pelajaran, gw dan Hana tidak berbicara sama sekali, kami hanya sibuk memperhatikan instruktur didepan.
Sampai pada akhirnya...
"Fani.. pacar kamu Cun?" tanyanya tiba-tiba
Kalo gw lagi makan, gw pasti kesedak
Kalo gw lagi minum, pasti minumannya muncrat
Kalo gw lagi diatas genteng, gw pasti jatoh
Kalo gw perang tembak-tembakan, gw pasti mati
Pertanyaannya itu lhooo?
Mengapa harus pertanyaan itu yang keluar lhooo?
"emang gw kaya orang pacaran sama Fani, Han?" tanya gw serius
Akhh..
Pertanyaan bodoh yang ngarep dijawab "IYA"
"Yeeee.. aku tanya, dia malah bales tanya"
"Engga, gw ga pacaran sama Fani, kita cuma temenan aja kok" jawab gw sedikit kecewa
"Tapi kaya orang pacaran ya..." ucap Hana
"Emang iya Han?" tanya gw semangat lagi
"Ah.. engga juga"
"Yaah, serius loo?" gw drop lagi
"Emang kenapa?"
"eerr..ya..gapapa si.. tapi..ya... engga.. mirip..ya gitu" jawab gw bingung
"AAAH aku tau Cun!!"
"tau apa?"
"Kamu suka kan sama Fani?"
JLEB...
(IYAAAA GW SUKA DIAAA...)
AKHIRNYA ADA JUGA MANUSIA YANG TAU KALO GW SUKA SAMA FANI (Erik bukan manusia jadi ga masuk hitungan).
"kok malah diem Cun?" tanya Hana.
"Ya.. Bisa dibilang begitu" jawab gw dengan malu
Kemudian..
Kami berdua tidak mengobrol lagi sampai waktu pulang kursus.
...
.....
.........
............
"Ini Cun susu jahenya" kata Vera sambil meletakkan gelas yang berisi minuman sus jahe di meja depan gw
Malam ini gw kembali datang ke angkringannya bapak nya Vera. Gw datang disambut dengan senyum anehnya Vera yang ga menyangka bahwa gw ternyata datang lagi kesini.
"datengnya kok ga bilang?" tanyanya dan ikut duduk disamping gw
"Lho bukannya udah dipanggil tadi?"
"kapan manggilnya?" tanya Vera heran
"Lo kan udah sebut nama gw 3x? hehe"
"Huuuuuu Ge-Er dehhh..." katanya dengan lembut
Gw sebenarnya datang kesini bukan tanpa alasan,
alasan pertama adalah gw gabisa tidur kalau gak nyemil dulu. Dan alasan yang kedua adalah gw masih ingin ngobrol dengan Vera karena menurut gue Vera orang nya menarik. Meskipun baru kenal sebentar baru kemaren dan beberapa kali bertemu gw menganggap Vera adalah pendengar yang baik bagi gw.
"Terus gimana Cun?"
"apanya yang gimana?"
"itu lhooo..yang tadi siang pas kursus lanjutin donk ceritanya?"
Gw tersipu malu,
teringat pembicaraan gw kepadanya tadi siang ketika kami bertemu di tempat kursus.
...........
.......
...
..
Mundur beberapa jam, Masih hari yang sama, Siang hari menjelang Sore. Tempat kursus pas gue mau masuk ke kelas.
"Fani ini Never, Never ini Fani temen sekelas gw" kata gw memperkenalkan keduanya.
Gw dan Fani bertemu dengan Vera ketika baru mau masuk ke kelas. Karena sudah bertemu maka sekalian aja gw perkenalkan mereka berdua.
"Fani..." kata Fani memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan ke Vera.
"Aku Never.." ucap Vera bersalaman
"Never? unik ya nama kamu"
"Iya, Bapakku ga tau artinya kali ya, taunya pas udah punya anak, anaknya belajar bahasa inggris, baru deh ketauan artinya"
"Hahahaha kok lucu ya" Fani tertawa
Gw melongo,
Jadi begitu ceritanya,
Simpel banget kasih nama anak.
"nama panjang kamu?" tanya Fani lagi
"ARIANE VERA panggil aja Vera kalau susah mah...." jawab Vera
"Waaaaaahhh kaya nama orang mesir ya, namanya mirip-mirip kaya di jaman firaun hahahaha"
Vera cuma nyengir, sambil ngeliat gw yang ikutan nyengir gara-gara dia juga nyengir.
"Yaaa.. gitu deh Bapaku..hahaha" katanya menanggapinya dengan santai
Gw melihat Vera lagi,
hari ini dia merubah gaya rambutnya, dia menambahkan poni didepannya. Dan Meskipun masih memakai baju sekolah tapi yang membuatnya terlihat cantik adalah paduan warna cardigannya dengan poninya (*komen Gw: ga nyambung sih penilaiannya si Cuna, tapi Cuna merasa cewe berponi dengan cardigan itu cocok banget, whatever lah CUnnnn..)
"Tapi.. kamu emang mirip sama cleopatra deh Ver... cantiik" kata Fani memujinya
Vera tersipu malu dan sambil berbisik sambil menyenggol tangan gw
"apaaan sihh temen kamu Cun"
"Hahahha, Fan ada yang malu tuuh" kata gw dan tertawa
"Enggaaa kalii.. Ehya Fan, kamu dikelas mana?" tanya Vera mengalihkan pembicaraan
"Aku disebelah situ" jawab Fani dan menunjuk ruang kelas didalam
"Oooh.. oke de, udah mau masuk ni Fan, nanti ngobrol lagi ya" kata Vera
Fani mengangguk dan tersenyum kepada Vera dan gw.
"Yuk Cun... nanti pulangnya bareng lagi ya, kalo sempet" ajak Fani ke gue.
"eh aku gabisa, aku harus kebengkel ngambil motor Fan" jawab gw
"ohiya, oke gapapa"
Setelah Fani pergi.
Gw dan Vera liat-liatan, matanya melotot seakan mau menusuk gw.
"Napa LO liatnya gitu?" tanya gw ngeri
"Apaaaan sih tadi?" katanya sewot
"Apaaaan yang apa?"
"itu yang bilang aku malu dibilang cantik"
"Lah?? emang malu kan?" elak gw
"Iya sih..sedikit" katanya
"Yaudah gw ga salah donk Ver"
"Hmmmm..." Vera hanya bergumam
"Kenapa lagi? ayo masuk, telat nih kita ntar" ajak gw
"Emang aku cantik Cun?"
"Kaga"
"Huuuuuuuuuu....... nyebeliiin"
Gw tertawa melihat mukanya yang kembali ditekuk setelah jawaban gw yang mengatakan bahwa dia tidak cantik.
"Iya, cantik..cantik.." kata gw akhirnya ga tega
"Bodoooooo..." katanya dan berlari ke arah kelas
Gw tertawa lagi.
Tapi..
Ya gw akui memang Vera cantik, tapi masa iya gw terang-terangan bilang bahwa dia memang cantik, kaya philips donk (Philips Terang Terus *krik..krikk)
Tapi (lagi)...
Jika dibandingkan dengan Fani, mungkin Vera hanya kalah cantik diwarna kulitnya aja, kulitnya memang ga seputih Fani atau Hana. sedangkan yang lainnya gw rasa mereka bertiga sama-sama bisa dinilai 9 dari 10,
Gw masuk keruang kelas,
lalu duduk dibangku disebelahnya Hana.
Selama pelajaran, gw dan Hana tidak berbicara sama sekali, kami hanya sibuk memperhatikan instruktur didepan.
Sampai pada akhirnya...
"Fani.. pacar kamu Cun?" tanyanya tiba-tiba
Kalo gw lagi makan, gw pasti kesedak
Kalo gw lagi minum, pasti minumannya muncrat
Kalo gw lagi diatas genteng, gw pasti jatoh
Kalo gw perang tembak-tembakan, gw pasti mati
Pertanyaannya itu lhooo?
Mengapa harus pertanyaan itu yang keluar lhooo?
"emang gw kaya orang pacaran sama Fani, Han?" tanya gw serius
Akhh..
Pertanyaan bodoh yang ngarep dijawab "IYA"
"Yeeee.. aku tanya, dia malah bales tanya"
"Engga, gw ga pacaran sama Fani, kita cuma temenan aja kok" jawab gw sedikit kecewa
"Tapi kaya orang pacaran ya..." ucap Hana
"Emang iya Han?" tanya gw semangat lagi
"Ah.. engga juga"
"Yaah, serius loo?" gw drop lagi
"Emang kenapa?"
"eerr..ya..gapapa si.. tapi..ya... engga.. mirip..ya gitu" jawab gw bingung
"AAAH aku tau Cun!!"
"tau apa?"
"Kamu suka kan sama Fani?"
JLEB...
(IYAAAA GW SUKA DIAAA...)
AKHIRNYA ADA JUGA MANUSIA YANG TAU KALO GW SUKA SAMA FANI (Erik bukan manusia jadi ga masuk hitungan).
"kok malah diem Cun?" tanya Hana.
"Ya.. Bisa dibilang begitu" jawab gw dengan malu
Kemudian..
Kami berdua tidak mengobrol lagi sampai waktu pulang kursus.
...
.....
.........
............
Bersambung ke Part - 21
0
