bluefox13Avatar border
TS
bluefox13
Papper Memory
Papper Memory


PAPPER MEMORY

Papper Memory

Papper Memory

cerita ini kepersembahkan untuk kalian semua


Papper Memory

Spoiler for Part 01 - 10:


Spoiler for Part 11 - 20:


Spoiler for Part 21 - 30:


Quote:
Diubah oleh bluefox13 03-08-2015 13:09
0
2.2K
40
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buat Latihan Posting
Buat Latihan Posting
KASKUS Official
35.7KThread1.9KAnggota
Tampilkan semua post
bluefox13Avatar border
TS
bluefox13
#18
Part 18
Sepulang dari Panti gw bener - bener ngerasa cape banget, dan sampai ke kostan ternyata semua penghuni kostan sudah pada tidur. Dan gw pun langsung menuju kamar gw. Gw berjalan menjauhi kasur dan mendekati jendela, gw buka daun jendela selebar-lebarnya untuk mengizinkan udara malam masuk kedalam kamar gw, berharap angin dapat menyejukkannya.

"Gini baru sejuk...." ucap gw ketika angin berhembus

Tengah malam ini begitu tenang. hanya sesekali suara anjing tetangga terdengar dikejauhan sana, selebihnya tidak ada lagi suara yang berarti.

Gw lalu mencari-cari makanan yang sebelumnya gw pikir ada dikulkas tapi gw langsung kecewa bahwa sepersekian detik kemudian gw menyadari stok makanan dikulkas telah habis dan gw tau pasti si kamvret Erik yang ngabisin nya.

Karena makanan gw habis gw memutuskan untuk keluar membelinya.

Setelah mengenakan jaket adidas hijau bergaris-garis gw pun keluar rumah, Gw juga membawa motor, berjaga-jaga jika warung didepan komplek gw ternyata tutup gw masih bisa mencarinya ditempat lain.dan benar saja, warung itu tutup.

Gw mencari-cari warung, ketemu!
tapi... makanan yang gw cari ga ada... Gw pun mencari lagi.di setiap-setiap warung yang masih buka

Gw semakin jauh dari rumah,
Meskipun malam begitu dingin tapi gw menikmatinya, gw menikmati berjalan-jalan di tengah malam dikota ini.

Dan setelah jauh dari rumah akhirnya gw menemukannya.

"Ada angkringan" gumam gw

Gw pun menuju angkringan yang berada di seberang warung ini, Angkringan ini ditutup oleh tenda warna kuning, tidak begitu lebar hanya hampir dua meter, ada tempat duduk yang berada didalam tenda dan bangku-meja plastik khusus diluar tenda. Angkringan ini juga tidak terlalu ramai, hanya beberapa pemuda yang ngopi dan mungkin tukang-tukang ojek pasar yang menunggu panggilan.

"Pak, susu jahe siji yo" pesan gw ketika sampai dan duduk di kursi panjang dekat dengan gunungan nasi kucing yang bertuliskan sambal teri.

Bapak itu tersenyum mengiyakan dan langsung mengambil gelas untuk membuat susu jahe, sambil membuat minuman Bapak itu bertanya ke gw memakai bahasa jawa.
Daan.. otomatis gw ga ngerti, karena gw bukan orang jawa.

"Waaaahhh maaf pak, bukan wong jowo saya ee pak.." kata gw malu

"hahaha rapopo.. habis mas e tadi pesan nya begitu si"

"Hehe.. iya pak, reflek aja tadi"

"Ini.. susu jahe nya, lekas diminum mumpung masih panas..." kata Bapak itu sambil menyerahkan gelas

"Matur nuwun pak" jawab gw berterimakasih memakai bahasa jawa lagi

Bapak itu tersenyum lagi.
Meskipun sudah tua, namun Bapak itu masih terlihat kuat dan berenergi. Tapi satu yang membuat gw suka kepada Bapak ini, dia begitu ramah kepada siapapun yang datang ke warungnya. Bahkan tak jarang karena saking ramahnya uang 100-500 perak direlakannya karena pembeli tidak ada uang kecil saat membayarnya.

"Kalo ga ada gapapa mas, besok-besok aja mampir lagi" begitu katanya

Salut gw.
200 rupiah kan terhitung lumayan buat harga gorengan kaya gini.

Di tengah kesalutan gw, mata gw langsung melotot kaget, langsung tertuju kepada seorang perempuan yang masuk membawa jaket kulit hitam ditangan sebelah kirinya dan sebotol Aqua yang berisi air teh ditangan sebelah kanannya

"Bapak.. jaketnya ini lhoooo ketinggalan aja" katanya pura-pura galak kepada si Bapak itu

"Vera?" panggil gw

Vera menengok.
"Cuna?"

"Veraa?" panggil gw lagi

"Cunaa??" jawabnya lagi

"Verrraaaa?"

"Cunaaaaa? Haiyaaaaaah Cunaa ngapain juga panggil-panggilan kek giniiii? " katanya dan geli sendiri

"Hahaha.. iya juga ya Ver, lagi minum ini Ver" jawab gw sambil mengangkat gelas susu jahe

Vera tertawa
"Hahaha.. apa sih manggilnya gituh banget kaya yang kaget"

"Lo ngapain disini?" tanya gw

Vera tersenyum.
Lalu masih dengan senyumannya dia memberikan jaket kulit hitam tadi kepada pria yang disebut Bapaknya.

"Ini Bapakku Cun..." katanya dan memperkenalkan Bapaknya sendiri

HA?
Gw kaget
Bapaknya juga kaget

"Loohh? kalian satu sekolahan ini ya? mas e temennya?" tanya Bapaknya

"Waaah temennya bener Pak, tapi saya bukan temen sekolahannya tapi temen kursusnya" jawab gw

Vera tertawa,
kemudian dia meminta ijin ke gw sebentar untuk membantu Bapaknya, dia mengangkat teko dari bawah kemudian meletakkannya di atas meja, dia mengelap gelas yang belum di elap dan akhirnya dia membuatkan teh panas untuk Bapaknya sendiri.

"Cun..." katanya sambil memberikan kode untuk kebelakang tenda

Gw pun menurut dan mengikutinya kebelakang tenda.
Di belakang tenda tidak ada seorang pun, hanya ada beberapa aqua galon.
Vera duduk di atas trotoar dan gw juga duduk disampingnya.

"HOOAAAAAAAMMMM" dia menguap lebar

"hahaha apaan sih nguapnya gede banget"

"Ngantuk aku Cun, agak ngantuk sih, daritadi belum istirahat" jawabnya sambil merapatkan cardigannya yang kali ini berwarna kuning tanpa motif

"OOoooo" gw ber ooo aja

"....." Vera diem

"Ver.. tiap hari?"

"Hampir Cun"

"Jam-jam segini?"

"Hmm.. ga tentu, biasanya lebih cepet, tapi tergantung. kaya sekarang tadi kan ngerjain tugas dulu baru kesini nganterin jaket Bapak. EH ya kamu ngapain jam segini masih diluar?" tanyanya menyelidik

"Waduh, gaya ngomongnya berubah nih dari eloo jadi kamuu hahaha"

Vera ikutan tertawa
"Hahaha... gapapalah ya, gitu aja di protes"
"Ehya.. kok kamu masih diluar Cun? kayanya juga kamu baru pertama kan mampir ke warung Bapak?"

"kalo lewat sering, tapi kalo mampir baru kali ini Ver" jawab gw

"Ooooo"

"......"

"......"

Kami berdua diam, tapi bukan berarti karena gw canggung, tapi gw ga tau lagi apa yang harus dibicarakan, karena kita juga belum lama kenal. Dan gw rasa Vera juga merasa seperti itu.
Jadi, akhirnya gw hanya minum susu jahe ditemani oleh Vera disamping gw yang sesekali kembali ke tenda untuk memenuhi panggilan Bapaknya.

"Vera" panggil gw pada akhirnya ketika minuman gw hampir habis

"ya?"

"Gw pulang dulu aja ya, udah malem banget, hampir jam 02 ini sih"

"hahaha..iya Cun. Aku juga bentar lagi pulang"

"bused daah Ver elo ga ngantuk besok disekolahan?"

Vera memasukkan kedua tangannya di kantong cardigannya, seperti mencoba melupakan merasakan dinginnya malam lalu kemudian dia menggeleng
"Udah biasa Cun"

Gw mengangguk, ikut-ikutan melakukan hal yang sama memasukkan kedua tangan pada kantong jaket
"Kalo gitu gw pulang duluan ya" ucap gw

"Okee.. tiati" katanya sambil melirik sedikit kearah tenda
Gw pun kembali kemotor dan gw menunggu hingga Vera kembali ke tenda nya memunggungi gw. .

Lalu gw pun menyalakan motor, suaranya membuat siapapun yang berada di dekat motor ini akan menengok, termasuk Vera.
Dia..melihat ke gw dan gw melihatnya melalui kaca helm ini, hanya beberapa detik koma sepersekian detik gw malah terus menatapnya sampai akhirnya dia melambaikan tangannya ke gw.

"Tiati...." ucapnya begitu jika gw ga salah menangkap arti gerakan bibirnya

Kemudian
Gw pun pergi

..
...
....
Ketika sampai kostan..

"ASTAGA GW BELOM BAYAR!!!"

Bersambung ke part - 19
Diubah oleh bluefox13 01-08-2015 16:27
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.