Kaskus

Story

twinrosesAvatar border
TS
twinroses
Cerita Suami Galau & Istri Kepo
Assalamualaikum Wr Wb


Penghuni forum SFTH, Sr,, Para Ts, dan tentu saja Momod tercinta, setelah beberapa bulan ikutan galau, termehek mehek, ketawa guling guling akibat baca thread SFTH, saya memutuskan untuk ikutan berbagi kisah hidup saya. Boleh kan? emm boleh donk, kalau gak di bolehin saya tetep nulis kok emoticon-Hammer

WELL,,, Ini adalah kisah nyata yang saya permak sedemikian rupa sehingga menjadi cerita fiksi (bagian saya ganteng, tetep nyata kok emoticon-Coolsaya berperan sebagai seorang suami (ganteng) yang galau karena belum tuntasnya kisah masa lalu, yang berjuang keras untuk membuktikan keputusan saya menikah bukan lah hal yang salah.

Tidak ada peraturan khusus dalam thread ini, Grand rules KASKUS dan SFTH tetep berlaku loh ya.... Kalo kalian mau kepo? kepoin sepuas kalian, karena di sini, di tempat saya tinggal hanya ada dua orang yang mengenal KASKUS ( Saya dan temen saya; orang yang mengenalkan Kaskus pada saya)

Lets Roll..... Cerita Suami Galau & Istri Kepo

Spoiler for Indeks:
Diubah oleh twinroses 21-01-2016 12:57
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan anasabila memberi reputasi
2
123K
480
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
twinrosesAvatar border
TS
twinroses
#337
Masih Hujan
"Mau jadi apa setelah kuliah?"

"...."

"Bapak sudah liat anak2 tetangga yang katanya 'kuliah' itu, tapi apa yang mereka dapat? Bukanya menimba ilmu malah pulang cuma membawa anak dan calon suami! Kamu mau seperti itu?"

"Mungkin bawa istri Pak, bukan suami"

"Terserah kamu, tapi bapak tidak akan membiayai kuliahmu"

"....."

Saya pulang dengan penuh kekecewaan, saya ingin marah, ya saya memang marah tapi kepada siapa? Bapak memang 'benar' dan saya cuma bisa pasrah menerima kenyataan itu. Kuliah tidak akan membawamu kemanapun. "Ini dan ini yang akan membawa hidupmu" dia menunjuk dada dan kepalanya.

"Carilah ilmu kemanapun kamu mau, tapi jangan kuliah" kalimatnya masih terngiang di kepalaku, seolah menjadi backsound yang sempurna, melengkapi guyuran hujan yang sedari tadi sudah membasahi saya tanpa ampun. Benar2 moment dramatis

Perlu diketahui bahwasanya bapak adalah orang yang kolot dan logis, perpaduan yang sangat menjengkelkan menurut saya. Yah, menjadi anak orang kaya yang terlanjur miskin kemudian dia kembali dari keterpurukanya, berdiri di kakinya sendiri dengan perjuangan sepanjang hidupnya, saya tidak begitu menyalahkan kalo dia kemudian mempunyai sifat yang agak kolot sekarang ini. Tapi tetap saja.. Keputusanya terasa seperti pukulan palu Thor yang dengann sukses membuat gosong cita2 saya; menjadi guru muda ganteng yang bisa ngeceng ABG2 SMA.

Saya datang ke rumahnya seminggu yang lalu untuk meminta restu (dan biaya) buat kuliah dan katanya dia akan melakukan semacam 'riset' dulu selama satu minggu baru kemudian bisa memberikan jawaban. Saya setuju dan menunggu.

Dia melakukan riset kepada sepuluh orang yang diambil secara acak dari anak2 tetangganya (saya meragukan itu sekarang) dan malangnya dari sepuluh mahasiswa yang dia jadikan 'sample' semuanya tidak lulus kuliah lebih parah lagi ternyata sembilan dari sepuluh sample ternyata hamil, hanya satu yang tidak! Yah dia cowok dan kalian benar, sample sialan ini menghamili tiga di antara sample cewek. A m a z I n g!

Dan kalian sudah tau jawabanya...

******

Saya sampai rumah sekitan jam 5 sore, basah kuyup luar dalam, mata lebam karena mewek sepanjang jalan dan tenggorokan agak kering karena sedari tadi teriak2 di tengan hujan. Saya memarkirkan motor, mengunci rumah dan melemparkan diri ke kasur tanpa ganti baju.

Tok tok tok...

Tetes air membangunkan saya. Bocor bocor! Saya menggulung kasur kemudian tidur di lantai.

"Suatu saat nanti kamu akan mengerti kenapa bapak mengambil keputusan ini" "bapak mengenalmu lebih dari kamu mengenal dirimu sendiri, tidurlah"

Bapak saya mengelus2 kepala saya, saya masih pura2 tidur, saya yakin dia mengejar saya dari rumahnya tadi, sekolot apapun dia toh pada akhirnya saya juga anaknya, tanggung jawabnya.

Kejadian akhir2 ini benar2 membuat mental saya drop, Eva yang akan pergi jauh buat kuliah kedokteran, di tinggal Pretty (siapa lagi nih?) buat nikah dan gagal kuliah, sungguh kombinasi dari ketiga hal tersebut benar2 membuat saya hancur sehancur hancurnya, membuat gelap hati dan pikiran saya. Dan tolong jelaskan kepada saya apa yang bisa saya lakukan dengan ketiga benda yang ada di sekitar saya ini; sarung, kursi dan pohon mangga?

"Cowok geblek!!!" Nayla melompat dari teras rumah begitu menyadari posisi saya; berdiri di atas kursi sambil memegang sarung gajah ngesot yang terikat pada dahan pohon mangga depan rumah.

"Aak, uhuk uhuk, aaa" dia menarik saya dari atas kursi, membanting dan kemudian mencekik leher saya emoticon-Frown

"Lu kalo mau mati silahkan! Tapi jangan di dekat rumah gueeeeeh!"

"Huek, huek" susah nafas

"Ini sarung Papi saya! Modal dikit kek!" Dia mengamati sarung yang hendak saya pakai untuk melancarkan kerjaan izrail.

"Ya salam! Iwaaan! Lu jadi cowok lembek banget sih!"

"...." Masih ngatur nafas

"Kalo lu emang segitu cintanya sama Pretty kenapa lu gak bilang ke dia hah?!" "Lu kan bisa bilang ke ortunya buat ngebatalin perjodohanya! Lu tau kalo Pretty juga cinta ke elu kan?" "Dulu Mona lu lepas gitu ajah, sekarang Pretty... Mau sampai kapan?"

"....." Masih shock

"Awas! Oh... Lain kali pake ini saja. Lebih cepat dan gak begitu menyiksa kayaknya. Dan lu bisa numpang tenar sebentar di koran2 harian" dia melemparkan botol refil baygon cair emoticon-Berduka (S)

"...." Nangis emoticon-Frown

"Pasti judulnya keren 'seorang abege labil bunuh diri setelah ditinggal pacarnya menikah dan gagal kuliah' haha... Patut lu coba"

"Sialan lu" saya menyeka airmata yang gak sadar telah netes barusan.

"Nay..."

"Hemm?"

"Beli nasgor di bang Moha yuk?"

"Nah gitu kan enak"
Diubah oleh twinroses 29-07-2015 13:25
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.