- Beranda
- Stories from the Heart
Gw butuh teman ! Broken Home Story.
...
TS
akaaoriginal
Gw butuh teman ! Broken Home Story.

Halo semua reader kaskus yang senang nangkring di forum 'story from the heart'.
Di thread ini gw akan membagikan kisah masa kecil gw hingga sekarang yang dipenuhi dengan lika-liku kehidupan.
Gw adalah seorang anak tunggal yang lahir dari keluarga sederhana, keluarga yang memutuskan untuk memilih jalannya masing-masing.
Senang, sedih, kesal, bahagia, pahit dan manis sudah gw rasakan sejak kecil. Tapi gw masih bersyukur, karena masih banyak orang diluar sana yang lebih kurang beruntung dibanding kehidupan yang gw jalani ini.
Teman, Sahabat, Cinta dan Kasih Sayang akan menjadi bumbu penyedap dari kisah yang gw alami ini.
Jika kalian bertanya ini kisah nyata atau bukan. Bacalah, dan nikmati.
Gw gak selalu mengingat kejadian yang sudah lalu, akan tetapi kenangan ini menjadi kenangan pahit yang selalu terukir di memori otak dan hati gw.
Dan untuk kalian yang sudah bersiap menjadi calon ayah dan ibu, belajarlah dari kisah seorang Raka di thread ini.
Main Story
Quote:
1. Nama gw Raka
1A. Welcome to SMP!
2. Cyber World
3. Teman Senasib
4. Teman Baru
5. Wanita?
6. Semakin Dekat
7. Junior Cantik
8. Dua Wanita
9. [Flashback] Sahabat
10. Basketball !
11. Ekskul
12. Layup
13. Friendster
14. Penjara
15. OSIS[UPDATE 30 DES '16]
1A. Welcome to SMP!
2. Cyber World
3. Teman Senasib
4. Teman Baru
5. Wanita?
6. Semakin Dekat
7. Junior Cantik
8. Dua Wanita
9. [Flashback] Sahabat
10. Basketball !
11. Ekskul
12. Layup
13. Friendster
14. Penjara
15. OSIS[UPDATE 30 DES '16]
Cerita Selingan [Update disaat ingat kenangan lama]
Quote:
Part 1. Berenang
PART FLORES
Pada part ini menceritakan perjalanan gw untuk menyusul sahabat gw ke Indonesia tengah, dengan backpacker seorang diri menuju Flores.
Dikarenakan latar waktu pada cerita ini masih belum lama, tapi gw takut lupa sama kejadian-kajadiannya, jadi gw putuskan untuk ceritakan sekarang selagi gw melanjutkan cerita inti dari thread ini.
1a. Janji
1b. Janji
2. Rencana ke Flores
3. Solo Traveling
PART FLORES
Pada part ini menceritakan perjalanan gw untuk menyusul sahabat gw ke Indonesia tengah, dengan backpacker seorang diri menuju Flores.
Dikarenakan latar waktu pada cerita ini masih belum lama, tapi gw takut lupa sama kejadian-kajadiannya, jadi gw putuskan untuk ceritakan sekarang selagi gw melanjutkan cerita inti dari thread ini.
1a. Janji
1b. Janji
2. Rencana ke Flores
3. Solo Traveling
Spoiler for About this story:
Sedikit info, nama-nama yang ada di cerita ini ada sebagian yang gw samarkan, sebagian lagi nama asli atau nama panggilan. Alur cerita yang gw tulis ini akan sedikit maju mundur, karena ane berusaha mengingat-ingat kejadian yang ane alami selama ini, kadang ada yang terlewat, kadang ada yang lupa kejadiannya seperti apa, jadi gw tuliskan secara garis besarnya aja tanpa melebihkan atau mengurangi keaslian dari cerita yang diambil dari kehidupan masa lampau gw.
Cerita ini bukan cuma sekedar tentang kehidupan di keluarga gw aja, tapi juga tentang sekolah, teman, sahabat, pacar (mantan sih sekarang.. hiks) dan lain-lain haha

So... HOPE YOU ENJOY IT !!!
Thanks buat yg udah subscribe, komeng, ngerate, nyendol, dll

Diubah oleh akaaoriginal 30-12-2016 09:37
0
22.7K
Kutip
115
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
akaaoriginal
#41
Part 4
Lanjut gaaan, monggo dibaca
Ane mau tidur dulu gan, besok pasti jalanan macet, harus bangun pagi2 banget. Ditunggu komengnya ya gan. Jangan lupa rate juga ya
Spoiler for Part 4:
Setelah kejadian itu, gw jarang nunda-nunda solat Isya, emang sih kata pak ustad gaboleh takut sama setan.. tapi itu kan kata pak ustad, orang yang hapal banyak ayat al-Quran, ilmu agamanya tinggi, dan ga pernah main pes sampe larut malem 
Skip gan, lagi malem gini gw agak merinding juga ngomongin begituan..
Hari-hari berikutnya terasa aman-aman saja, kehidupan gw kembali seperti biasa, sekolah warnet sekolah warnet, gw bener-bener kecanduan game online pada saat itu. Wajar saja, dirumah gw kesepian, tanpa saudara dan tanpa orang tua, sedangkan di warnet gw punya banyak teman.
Suatu hari mus datang kerumah gw, dia ngajak gw ke bioskop buat nonton suatu film (gw lupa film apa).
"Ka, lu ga kemana-mana?" Tanya mus
"Ngga, kenapa emang?" Gw tanya balik
"Nonton nyok" Ucap mus ngajak gw
"Ini gw lagi nonton" Jawab gw biasa aja
"Nonton bioskop maksud gw bro, bukan nonton tv" Balas mus
Gw mikir sebentar, jalan ke arah meja belajar dan liat isi dompet gw..
"Nonton berapa harganya?" Tanya gw
"Paling 15rban" Jawab mus (dulu harga tiket bioskop masih murah)
"Kalo kurang, tambahin ya" Pinta gw ke mus
"Slow" Balas dia
Akhirnya setelah gw selesai mandi, kita berangkat ke mall di daerah gw naik angkot. Kebetulan di angkot ada anak dari smp sebelah, mus berbincang sedikit dengan nada agak menuakan dirinya. Gw belajar sedikit dari situ, ternyata kehidupan gw beda sama mus, karena dia sering nongkrong sama temen-temennya mungkin hal ini udah biasa, sedangkan gw ga peduli sedikitpun dengan hal seperti itu karena yang ada dipikiran gw cuma rasa rindu dengan suasana keluarga gw yang dulu.
Sesampainya disana, gw dan mus beli tiket, disela-sela antrian dia sempat genit dengan cewek-cewek sebaya kita yang lewat, sambil ngajarin gw tentang cewek. Pada saat itu emang gw ga terpikirkan sedikitpun soal cewek, gw cuma pengen punya teman. Setelah selesai nonton, kami menghabiskan sisa uang dengan bermain di ti** zo**, sedikit beban gw teringankan dengan aktifitas seperti ini. Setelah selesai kami jalan keluar dengan niatan untuk menunggu angkot pulang.
"Ka, lo pernah ngerokok ga?" Tanya mus, gw terkejut saat dia tanya gitu, gw punya firasat ga enak. Sebenarnya waktu gw masih kecil, saat orang tua gw belum bercerai, tapi sering bertengkar dirumah, gw pernah ambil rokok bokap gw, dan gw hisap saat mereka ga dirumah (dalam keadaan nyala ya gan
)
"Ngga" Jawab gw bohong
"Cobain ka" Ucap mus mengajak gw merokok. Saat ini gw bener-bener bingung, gw takut kecanduan rokok, tapi gw penasaran gimana cara biar bisa jadi orang-orang semacam mus yang suka nongkrong-nongkrong. Akhirnya gw putuskan untuk mencoba sebatang rokok, Mus beli 2 batang rokok buat dia 1 dan buat gw 1. Gw diajarin caranya nyalahin rokok yang sebenarnya gw udah tau dengan melihat bokap gw yang sering ngerokok.
Gw dan dia duduk di bangku panjang milik warung tempat kami beli rokok.
Hisap sekali.. Buang asapnya..
Hisap sekali lagi.. Buang asapnya..
Uhukkk Hoekkk, gw batuk kenceng banget. Gw berfikir apa enaknya ya ngerokok, emang sih di batang yang kita hisap ada manis-manisnya gitu, tapi gw bingung sama asap yang masuk ke dalam tubuh, gak ada rasanya, malah bikin sesek nafas doang.
Seorang bapak-bapak menghampiri gw, mungkin karena melihat gw yang lagi batuk-batuk karena merokok.
sambil sedikit tertawa dia bertanya ke gw
"Udah berapa lama ngerokok dek?" Tanya bapak itu kepada gw, matanya tepat menatap mata gw
"Baru pertama kali" Jawab gw sambil nahan batuk
"Kamu boleh ngerokok, tapi kamu harus tau dampaknya bagi tubuh kamu. Jangan sampai karena rokok, kamu terjerumus ke yang lainnya" Sambung bapak itu menceramahi gw
"Iya om" Jawab gw singkat sambil ketawa kecil karena takut. Disini gw bener-bener sadar, apa yang gw lakuin SALAH MUTLAK, posisi gw saat ini seperti mulai menggenggam handle pintu menuju jalan yang salah dan siap membukanya. Langsung tanpa pikir panjang, rokok yang belum sempat terbakar sampai 1cm itu gw buang ke selokan. Saat gw lihat, mus udah ga ada disamping gw, dia kabur ke arah warung lain, dan pura-pura sembunyi supaya ga terlibat dengan bapak tadi. "Sial" gumam gw dalam hati.
"Dia bilang apa?" Tanya mus
"Dia nanya, itu temen kamu?" jawab gw sambil nunjuk ke arah mus
"Terus lu jawab apa?" tanya mus dengan nada kesal
"Gw bilang aja iya" Jawab gw polos
"Untung tadi gw kabur" Ucap mus
"Udah ayo bali ah udah malem" Ucap gw sambil nyari angkot
Gw bersumpah, itu adalah pengalaman rokok gw yang terakhir kalinya, gw ga akan pernah ngerokok lagi demi kabaikan dan masa depan gw sendiri. Tapi gw ga ada rasa kesal ke mus, karena memang ini kesalahan gw sendiri karena menerima ajakannya. Berkali-kali gw bilang ke mus untuk berhenti merokok, tapi dia ga mendengarkan gw, akhirnya gw biarin mus dan menjalankan aktifitas gw seperti biasanya.
Selang beberapa minggu, UAS tiba dan gw hanya bergantung pada teman gw karena gw ga pernah belajar pada saat itu. Setelah menjalani 5 hari UAS berturut-turut, gw tinggal menunggu hasil. Gak ada rasa khawatir pada saat itu, gw ga peduli dengan nilai gw karena memang sulit mendapatkan peringkat di sekolah gw karena sekolah gw termasuk sekolah favorit yang anak-anaknya mayoritas pinter-pinter, gw cuma beruntung bisa masuk situ. Gw lanjutkan aktifitas gw dengan ke warnet, semakin hari gw semakin kecanduan main game online, sudah ga ada pikiran gw untuk belajar serius pada saat itu.
Waktu berlalu tanpa ragu, hari pengambilan rapot tiba, Kebetulan yang ambil rapor pada saat itu adalah bokap gw karena sedang ga ada kerjaan, dan gw gamau ambil rapot dengan ibu tiri gw. Gw ga banyak ngomong saat itu, gw cuma terima rapot yang sudah diterima oleh bokap gw. Lembar demi lembar gw buka, sampailah pada halaman dimana terdapat keterangan berhak atau tidaknya gw menduduki bangku dikelas 8.
Syukurlah, gw naik ke kelas 8 dan ternyata gw menduduki peringkat puluhan. Hmmm, sudah kuduga
Kebetulan gw dapet kelas pagi saat itu, gw masuk ke ke kelas 8-2, dimana pada saat itu dibagi 2 kelas untuk pagi dan siang, yaitu 8-1 dan 8-2 untuk kelas pagi dan 8-3 dan 8-4 untuk kelas 4, dan cara menentukannya adalah dengan undian. Setelah pengambilan rapot, liburan pun tiba.
Seperti biasa, liburan kenaikan kelas gw manfaatin dengan bermain warnet, gak lupa seminggu sekali gw kunjungi rumah mbah gw sekedar untuk bertemu dengan nyokap gw melepas rindu.
Waktu seolah berlari, liburan panjang yang hampir 2 minggu terasa cepat berlalu. Gw kelas 8 sekarang, gw udah punya junior dan senior gw ga terlalu tua jadi gw masih berani ngelawan hahaha
Dikelas ini, gw ketemu lagi dengan teman sekelas gw waktu kelas 7 namanya Aldi. Gw pernah sebangku sama dia, jadi gw putuskan untuk sebangku lagi dengan Aldi karena gw gamau pusing-pusing kenalan dengan teman sekelas yang masih asing buat gw. Ga terlalu sulit untuk menyesuaikan diri dikelas baru ini, karena beberapa teman main warnet gw ada yang sekelas dengan gw. Beberapa kali gw perhatikan sekeliling kelas, gak berubah yang cowok ngumpul dengan yang cowok, dan yang cewek kumpul dengan cewek, gender seolah menjadi suatu pembatas disini, tapi gw ga peduli karena gw bukan tipe gw berbaur begitu saja.
Sejenak gw bengong dikelas, karena di hari pertama cuma ada kegiatan-kegiatan sepele. Tiba-tiba terdengar suara teriakan cewek.
"Kyaaaa" Ucap salah seorang teman cewek gw, gw cuma memperhatikan karena kaget tiba-tiba dia teriak kenceng banget, gw belum pernah liat wajahnya selagi gw kelas 7, mungkin karena gw jarang bergaul dengan anak kelas lain terutama ceweknya. Setelah ribut-ribut ternyata dia hanya sedang bercanda dengan temannya dan ga sengaja salah seorang teman gw yang satunya menarik bando si cewek tersebut dengan cukup kencang.
"Siapa itu, di?" tanya gw kepada Aldi yang kebetulan lagi duduk disamping gw, biasanya dia keluyuran ga jelas.
"Lah, lu ga kenal? Ipeh itu" Jawab aldi dengan sedikit bingung karena gw ga kenal dengan ipeh, ternyata dia cukup tenar diantara cewek-cewek, emang dasarnya gw yang kuper wkwk
"Ooh" Jawab gw singkat karena ga tertarik
Beberapa hari gw jalani seperti biasa, kadang gw ke kantin, dan kadang gw ngeliat anak-anak baru yang sedang menjalani MOS. Beberapa teman gw ada yang menjadi pengurus OSIS saat itu, jadi dia ikut serta sebagai panitia MOS. Gw ga sendiri, gw bareng Aldi. Kalo sendiri gw males, mending tiduran dikelas, atau ke kantin beli es semangka yang manisnya kayak nabilah jekateempatlakban (peace, hanya menyamarkan)
Setelah beberapa hari yang membosankan, akhirnya tiba waktunya untuk memulai pelajaran, gw ga mudeng apa yang dibilang sama guru gw saat itu, gw bener-bener ngantuk kecapekan ngenet terus-terusan. Tiba-tiba temen-temen gw pada berdiri dari tempat duduknya dan jalan kesana kemari, gw sempet bingung karena ga memperhatikan apa yang diperintahkan. Akhirnya gw paham, ternyata gw dan teman-teman gw disuruh membentuk kelompok buat tugas yang diberikan oleh guru gw pada saat itu. Setelah berdiskusi beberapa lama, diputuskan untuk kerja kelompok disalah satu rumah teman gw.
Hari kerja kelompok tiba, gw cuma ikut nimbrung disana, dan memang kejadian namanya anak cowok kalo kumpul buat ngerjain tugas pasti ujung-ujungnya main ps. Beberapa teman gw ada yang bertukar file bokep. Tanpa gw sadari siang udah berganti sore, hanya beberapa tugas yang sempat dikerjakan dan kami sepakat untuk kerja kelompok lagi besok, ya semoga saja benar kerja kelompok.
Malam hari..
"Drrrttttt" suara getaran hp gw tanda sms masuk, gw raih hp gw dan langsung gw buka smsnya
"Siapa nih?" Isi pesan tersebut dengan nomer tidak dikenal
"Lah lo siapa?" Balas gw dengan agak kesal, karena tiba-tiba sms nanya ini siapa. Tak lama hp gw kembali bergetar.
"Gw ipeh, lo siapa?"
Lohh, gw kaget kok bisa ipeh sms gw tiba-tiba gini? apa urusannya? dan yang lebih penting, tau nomer gw dari mana?

Skip gan, lagi malem gini gw agak merinding juga ngomongin begituan..
Hari-hari berikutnya terasa aman-aman saja, kehidupan gw kembali seperti biasa, sekolah warnet sekolah warnet, gw bener-bener kecanduan game online pada saat itu. Wajar saja, dirumah gw kesepian, tanpa saudara dan tanpa orang tua, sedangkan di warnet gw punya banyak teman.
Suatu hari mus datang kerumah gw, dia ngajak gw ke bioskop buat nonton suatu film (gw lupa film apa).
"Ka, lu ga kemana-mana?" Tanya mus
"Ngga, kenapa emang?" Gw tanya balik
"Nonton nyok" Ucap mus ngajak gw
"Ini gw lagi nonton" Jawab gw biasa aja
"Nonton bioskop maksud gw bro, bukan nonton tv" Balas mus
Gw mikir sebentar, jalan ke arah meja belajar dan liat isi dompet gw..
"Nonton berapa harganya?" Tanya gw
"Paling 15rban" Jawab mus (dulu harga tiket bioskop masih murah)
"Kalo kurang, tambahin ya" Pinta gw ke mus
"Slow" Balas dia
Akhirnya setelah gw selesai mandi, kita berangkat ke mall di daerah gw naik angkot. Kebetulan di angkot ada anak dari smp sebelah, mus berbincang sedikit dengan nada agak menuakan dirinya. Gw belajar sedikit dari situ, ternyata kehidupan gw beda sama mus, karena dia sering nongkrong sama temen-temennya mungkin hal ini udah biasa, sedangkan gw ga peduli sedikitpun dengan hal seperti itu karena yang ada dipikiran gw cuma rasa rindu dengan suasana keluarga gw yang dulu.
Sesampainya disana, gw dan mus beli tiket, disela-sela antrian dia sempat genit dengan cewek-cewek sebaya kita yang lewat, sambil ngajarin gw tentang cewek. Pada saat itu emang gw ga terpikirkan sedikitpun soal cewek, gw cuma pengen punya teman. Setelah selesai nonton, kami menghabiskan sisa uang dengan bermain di ti** zo**, sedikit beban gw teringankan dengan aktifitas seperti ini. Setelah selesai kami jalan keluar dengan niatan untuk menunggu angkot pulang.
"Ka, lo pernah ngerokok ga?" Tanya mus, gw terkejut saat dia tanya gitu, gw punya firasat ga enak. Sebenarnya waktu gw masih kecil, saat orang tua gw belum bercerai, tapi sering bertengkar dirumah, gw pernah ambil rokok bokap gw, dan gw hisap saat mereka ga dirumah (dalam keadaan nyala ya gan
)"Ngga" Jawab gw bohong
"Cobain ka" Ucap mus mengajak gw merokok. Saat ini gw bener-bener bingung, gw takut kecanduan rokok, tapi gw penasaran gimana cara biar bisa jadi orang-orang semacam mus yang suka nongkrong-nongkrong. Akhirnya gw putuskan untuk mencoba sebatang rokok, Mus beli 2 batang rokok buat dia 1 dan buat gw 1. Gw diajarin caranya nyalahin rokok yang sebenarnya gw udah tau dengan melihat bokap gw yang sering ngerokok.
Gw dan dia duduk di bangku panjang milik warung tempat kami beli rokok.
Hisap sekali.. Buang asapnya..
Hisap sekali lagi.. Buang asapnya..
Uhukkk Hoekkk, gw batuk kenceng banget. Gw berfikir apa enaknya ya ngerokok, emang sih di batang yang kita hisap ada manis-manisnya gitu, tapi gw bingung sama asap yang masuk ke dalam tubuh, gak ada rasanya, malah bikin sesek nafas doang.
Seorang bapak-bapak menghampiri gw, mungkin karena melihat gw yang lagi batuk-batuk karena merokok.
sambil sedikit tertawa dia bertanya ke gw
"Udah berapa lama ngerokok dek?" Tanya bapak itu kepada gw, matanya tepat menatap mata gw
"Baru pertama kali" Jawab gw sambil nahan batuk
"Kamu boleh ngerokok, tapi kamu harus tau dampaknya bagi tubuh kamu. Jangan sampai karena rokok, kamu terjerumus ke yang lainnya" Sambung bapak itu menceramahi gw
"Iya om" Jawab gw singkat sambil ketawa kecil karena takut. Disini gw bener-bener sadar, apa yang gw lakuin SALAH MUTLAK, posisi gw saat ini seperti mulai menggenggam handle pintu menuju jalan yang salah dan siap membukanya. Langsung tanpa pikir panjang, rokok yang belum sempat terbakar sampai 1cm itu gw buang ke selokan. Saat gw lihat, mus udah ga ada disamping gw, dia kabur ke arah warung lain, dan pura-pura sembunyi supaya ga terlibat dengan bapak tadi. "Sial" gumam gw dalam hati.
"Dia bilang apa?" Tanya mus
"Dia nanya, itu temen kamu?" jawab gw sambil nunjuk ke arah mus
"Terus lu jawab apa?" tanya mus dengan nada kesal
"Gw bilang aja iya" Jawab gw polos
"Untung tadi gw kabur" Ucap mus
"Udah ayo bali ah udah malem" Ucap gw sambil nyari angkot
Gw bersumpah, itu adalah pengalaman rokok gw yang terakhir kalinya, gw ga akan pernah ngerokok lagi demi kabaikan dan masa depan gw sendiri. Tapi gw ga ada rasa kesal ke mus, karena memang ini kesalahan gw sendiri karena menerima ajakannya. Berkali-kali gw bilang ke mus untuk berhenti merokok, tapi dia ga mendengarkan gw, akhirnya gw biarin mus dan menjalankan aktifitas gw seperti biasanya.
Selang beberapa minggu, UAS tiba dan gw hanya bergantung pada teman gw karena gw ga pernah belajar pada saat itu. Setelah menjalani 5 hari UAS berturut-turut, gw tinggal menunggu hasil. Gak ada rasa khawatir pada saat itu, gw ga peduli dengan nilai gw karena memang sulit mendapatkan peringkat di sekolah gw karena sekolah gw termasuk sekolah favorit yang anak-anaknya mayoritas pinter-pinter, gw cuma beruntung bisa masuk situ. Gw lanjutkan aktifitas gw dengan ke warnet, semakin hari gw semakin kecanduan main game online, sudah ga ada pikiran gw untuk belajar serius pada saat itu.
Waktu berlalu tanpa ragu, hari pengambilan rapot tiba, Kebetulan yang ambil rapor pada saat itu adalah bokap gw karena sedang ga ada kerjaan, dan gw gamau ambil rapot dengan ibu tiri gw. Gw ga banyak ngomong saat itu, gw cuma terima rapot yang sudah diterima oleh bokap gw. Lembar demi lembar gw buka, sampailah pada halaman dimana terdapat keterangan berhak atau tidaknya gw menduduki bangku dikelas 8.
Syukurlah, gw naik ke kelas 8 dan ternyata gw menduduki peringkat puluhan. Hmmm, sudah kuduga

Kebetulan gw dapet kelas pagi saat itu, gw masuk ke ke kelas 8-2, dimana pada saat itu dibagi 2 kelas untuk pagi dan siang, yaitu 8-1 dan 8-2 untuk kelas pagi dan 8-3 dan 8-4 untuk kelas 4, dan cara menentukannya adalah dengan undian. Setelah pengambilan rapot, liburan pun tiba.
Seperti biasa, liburan kenaikan kelas gw manfaatin dengan bermain warnet, gak lupa seminggu sekali gw kunjungi rumah mbah gw sekedar untuk bertemu dengan nyokap gw melepas rindu.
Waktu seolah berlari, liburan panjang yang hampir 2 minggu terasa cepat berlalu. Gw kelas 8 sekarang, gw udah punya junior dan senior gw ga terlalu tua jadi gw masih berani ngelawan hahaha
Dikelas ini, gw ketemu lagi dengan teman sekelas gw waktu kelas 7 namanya Aldi. Gw pernah sebangku sama dia, jadi gw putuskan untuk sebangku lagi dengan Aldi karena gw gamau pusing-pusing kenalan dengan teman sekelas yang masih asing buat gw. Ga terlalu sulit untuk menyesuaikan diri dikelas baru ini, karena beberapa teman main warnet gw ada yang sekelas dengan gw. Beberapa kali gw perhatikan sekeliling kelas, gak berubah yang cowok ngumpul dengan yang cowok, dan yang cewek kumpul dengan cewek, gender seolah menjadi suatu pembatas disini, tapi gw ga peduli karena gw bukan tipe gw berbaur begitu saja.
Sejenak gw bengong dikelas, karena di hari pertama cuma ada kegiatan-kegiatan sepele. Tiba-tiba terdengar suara teriakan cewek.
"Kyaaaa" Ucap salah seorang teman cewek gw, gw cuma memperhatikan karena kaget tiba-tiba dia teriak kenceng banget, gw belum pernah liat wajahnya selagi gw kelas 7, mungkin karena gw jarang bergaul dengan anak kelas lain terutama ceweknya. Setelah ribut-ribut ternyata dia hanya sedang bercanda dengan temannya dan ga sengaja salah seorang teman gw yang satunya menarik bando si cewek tersebut dengan cukup kencang.
"Siapa itu, di?" tanya gw kepada Aldi yang kebetulan lagi duduk disamping gw, biasanya dia keluyuran ga jelas.
"Lah, lu ga kenal? Ipeh itu" Jawab aldi dengan sedikit bingung karena gw ga kenal dengan ipeh, ternyata dia cukup tenar diantara cewek-cewek, emang dasarnya gw yang kuper wkwk
"Ooh" Jawab gw singkat karena ga tertarik
Beberapa hari gw jalani seperti biasa, kadang gw ke kantin, dan kadang gw ngeliat anak-anak baru yang sedang menjalani MOS. Beberapa teman gw ada yang menjadi pengurus OSIS saat itu, jadi dia ikut serta sebagai panitia MOS. Gw ga sendiri, gw bareng Aldi. Kalo sendiri gw males, mending tiduran dikelas, atau ke kantin beli es semangka yang manisnya kayak nabilah jekateempatlakban (peace, hanya menyamarkan)
Setelah beberapa hari yang membosankan, akhirnya tiba waktunya untuk memulai pelajaran, gw ga mudeng apa yang dibilang sama guru gw saat itu, gw bener-bener ngantuk kecapekan ngenet terus-terusan. Tiba-tiba temen-temen gw pada berdiri dari tempat duduknya dan jalan kesana kemari, gw sempet bingung karena ga memperhatikan apa yang diperintahkan. Akhirnya gw paham, ternyata gw dan teman-teman gw disuruh membentuk kelompok buat tugas yang diberikan oleh guru gw pada saat itu. Setelah berdiskusi beberapa lama, diputuskan untuk kerja kelompok disalah satu rumah teman gw.
Hari kerja kelompok tiba, gw cuma ikut nimbrung disana, dan memang kejadian namanya anak cowok kalo kumpul buat ngerjain tugas pasti ujung-ujungnya main ps. Beberapa teman gw ada yang bertukar file bokep. Tanpa gw sadari siang udah berganti sore, hanya beberapa tugas yang sempat dikerjakan dan kami sepakat untuk kerja kelompok lagi besok, ya semoga saja benar kerja kelompok.
Malam hari..
"Drrrttttt" suara getaran hp gw tanda sms masuk, gw raih hp gw dan langsung gw buka smsnya
"Siapa nih?" Isi pesan tersebut dengan nomer tidak dikenal
"Lah lo siapa?" Balas gw dengan agak kesal, karena tiba-tiba sms nanya ini siapa. Tak lama hp gw kembali bergetar.
"Gw ipeh, lo siapa?"
Lohh, gw kaget kok bisa ipeh sms gw tiba-tiba gini? apa urusannya? dan yang lebih penting, tau nomer gw dari mana?
Ane mau tidur dulu gan, besok pasti jalanan macet, harus bangun pagi2 banget. Ditunggu komengnya ya gan. Jangan lupa rate juga ya
Diubah oleh akaaoriginal 27-07-2015 22:41
0
Kutip
Balas