Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#975
A Part 36
Masih ingat Reza datang ke rumah sore-sore dan saat itu mendadak jadi kayak les privat gara-gara Reza ngajarin matematika dan kata dia ada PR, tapi ternyata semua itu bohong. Maksudku gak ada PR yang seperti Reza maksudkan. Jadi, pas di kelas, ibu guru nya ngejelasin bab baru itu dan nyuruh ngerjain soalnya. Aku kan udah, jadi aku diam saja. Karena diam saja itu, ibu gurunya nanya kenapa aku gak ngerjain. Aku bilang aku udah, terus ibunya yang agak galak itu nyuruh aku buat bantu ngejelasin di depan. Dengan skill matematika yang terbatas aku gugup dan jujur saja gak ngerti. Tepat sekali, aku gagal, aku gugur, aku dibuat malu karena gak bisa ngejelasin isi dari jawabanku sendiri. Ini semua salah Reza. Ketika aku dipermalukan di depan kelas, aku gak melihat Reza di kelas.

***

“Om Iwan.. aku mau fotokopi ke luar.” Kataku ke om Iwan di gerbang belakang.
“Tunggu bel istirahat.”
“Atuhh om, istirahat 10 menit lagi. Penting nih om, keburu pinuh.”
“Gak bisa, tunggu bel istirahat.”
“Aku traktir bala-bala ama cireng om.”
“Felisha suka om nraktir somay mang Dedi atau mie ayam, atau baso.”
“Yah,,, om..”
“Tunggu bel istirahat bunyi.”
“Yauda deh om nanti pas pulang aku traktir mie ayam.”
“Oke deh neng Ani. Bntr om ambil kunci gerbangnya dulu di pos.”

Aku harus cepat fotokopi materi ini soalnya kalau nanti pas istirahat tukang fotokopinya pasti penuh dan aku males ngantri apalagi nunggu. Siapa sih orang yang suka nunggu. Aku waktu itu fotokopi sendirian karena memang inisiatif sendiri tapi pas sesampainya di tukang fotokopi ternyata ada Reza disana bersama teman-teman genk nya dari kelas sebelah.

“Kenapa kamu tadi gak masuk?” Kataku menghampiri Reza. Aku sebenarnya males berbicara dengan Reza apalagi nyapa duluan seperti ini tapi gegara aku masih menaruh kesal ingin menyalahkan dirinya atas ketidakmampuanku menjelaskan materi di depan, jadinya aku bertanya.
“Kenapa?” Jawab dia santai.
“GAK!” Balasku jutek.

Reza gak membalas lagi. Sambil nunggu fotokopianku, aku sesekali memperhatikan Reza dan teman-temannya, aku tebak pasti ini anak-anak berandalan sekolah yang sedang membolos. Tapi kok bisa sih? Maksudku kenapa mereka bisa lolos dari penjagaan om Iwan. Apakah mereka nyogok juga ke om Iwan sama sepertiku? Wah parah om Iwan nih gampang disogok.

“Ni, nanti suruh Rendi ambilin tas ya pas pulang?” Kata Reza ketika aku hendak mau kembali ke sekolah.
“Kamu gak masuk lagi?”
“Ngak.”
“Kenapa?” Tanyaku.
“Bilangin aja ke Rendi.”
“Gak mau.”
“Yaudah.”

***

Aku heran kenapa Reza sekarang berubah banget, emang Reza sih termasuk anak yang nakal di kelas tapi kenapa sekarang jadi super nakal, maksudku aku jarang sekali lihat Reza bolos pas pelajaran dan berkumpul dengan teman-temannya, apalagi teman-temannya merokok. Aku jadi bertanya-tanya kepada diri sendiri, apakah gara-gara aku yah? Tapi kenapa harus aku? Sikap dan tingkah laku Reza yang jadi berubah apakah ada kaitannya dengan aku. Ah, mungkin aku terlalu berpikir berlebihan, mungkin emang pada dasarnya Reza begini, aku saja yang tidak tahu.

***

“Ren, kata Reza tolong ambilin tasnya nanti pas udah pulang.” Kataku kepada Rendi di kelas. Rendi adalah teman sebangkunya.
“Reza tadi dimana?” Tanya Rendi
“Di tukang fotkopi Ren.”
“Oh…”

***

Pulang ke rumah aku masih dipenuhi dengan perubahan tingkah laku Reza. Aku jadi penasaran padahal sebenarnya hal ini tidak penting bagi hidupku, tapi tetap aja penasaran. Aku memutuskan untuk bertanya kepada kak Fe, karena kak Fe lah pelaku utama yang membawa Reza terakhir kali ke rumah.

“Kak…” Kataku sambil mengetuk pintu kamarnya.
“Masuk.”
..
“Ada apa Ani?” Kata dia sambil tiduran baca majalah Cosmopolitan.
“Aku ingin nanya sesuatu kak.”
“Nanya apa?”
“Kakak satu eskul dengan Reza kan ya?”
“Iya, ada apa nih?” Jawab dia yang sepertinya menaruh minat tentang topik yang aku akan bahas, dia menutup halaman majalahnya dan bangkir untuk duduk bersila di atas kasur. Aku kemudian duduk di tepi kasurnya.

“Kok Reza berubah ya?”
“Berubah gimana?” Tanya dia.
“Eh.. nggak, lupakan saja kak.” Sepertinya aku malu untuk membicarakannya jadi aku putuskan untuk segera bangkit dan pergi keluar dari kamar kak Fe.
“Eh.. Ani tunggu, ada apa?” Kata kak Fe yang terdengar terakhir kalinya sebelum aku meninggalkan kamarnya.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.