- Beranda
- Stories from the Heart
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT
...
TS
bukanpemainbaru
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT

Oke, sebelum gue mulai, gue mau minta izin kepada Moderator dan para pembaca setia forum SFTH untuk menceritakan kisah gue
Berbekal pengalaman dari membaca banyak novel novel terkenal dan kisah kisah yang sangat inspiratif dari para kaskuser seperti "Have I Told You Lately That I Love You" karya bang Nanda, "Sepasang Kaos Kaki Hitam" milik om Ari, "You Are My Happiness" cerita mas Baskoro, serta cerita lainya yang melecut nyali gue untuk membagi kisah gue.
Gue ingin mengutarakan sebuah kisah yang ada di ingatan gue, sebuah cerita cinta masa lalu gue yang membuat gue bisa berada disini dan selalu membuat gue bersyukur karena Tuhan telah memilih gue untuk mengalaminya
Nama tokoh disini gue samarkan dengan alasan menjaga privasi masing masing. Jika ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, dan tempat gue minta maaf. Selamat membaca 

Quote:
Diubah oleh bukanpemainbaru 11-08-2015 21:00
junti27 dan anasabila memberi reputasi
3
86.5K
488
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bukanpemainbaru
#205
PART 20 - MOS or MemOrieS (3)
Gue yang saat itu udah sangat penasaran, (Dan mumpung dapet bonusan pulsa) tanpa pikir panjang lagi gue langsung telpon nomer itu, Ara yang disamping gue jadi bingung dengan tingkah gue.
Hanya beberapa detik, telepon gue diangkat
Tapi telpon gue langsung ditutup. Gue makin kesel. Tapi tiba tiba ada suara dari samping gue dan Ara
Gue melihat orang yang kali ini gue bener bener sudah khatam. Salah satu anggota geng rumpi, dan penyandang status “mantan”. Tika, cewek putih berambut pendek dan berbadan kutilang, kurus tinggi langsing. Bahkan tingginya hampir sama dengan gue.
Tika ini sebenernya cantik, walaupun dia bilang dan merendah kalo Ara jauh lebih cantik dari dia, jujur menurut gue mereka berdua sama-sama cantik, tapi untuk membandingakan keduanya terus terang gue gak bisa. Masing masing punya kelebihan dan kekurangan. Tapi dibagian itu mereka lumayan berlebih kok (?)
Tika cewek kelahiran Solo, bahkan dia masih ada sedikit keturunan keraton. Kepindahanya ke Semarang dikarenakan dia ikut orang tuanya yang memang pasangan pebisnis di kota gue. Gue bahkan sudah mengenal baik orang tua Tika
Ara yang daritadi bengong ngeliatin kita berdua, akhirnya pun angkat bicara
.
.
.
.
.
Ara ngomong gitu dengan polosnya...
Di depan gue dan Tika....
Tika mantan gue...
Padahal gue berharap Ara ngebelain gue biar dikira sukses move on...
Bilang lagi deket atau apa kek, biar gue keliatan keren di mata mantan gue kek
Ini udah agak kelewatan, sebagai cewek baik harusnya Ara ngebela gue
Senyum kecut aja deh.
Entah sengaja atau enggak, gue dihina habis habisan. Mereka berdua ketawa puas dan kelihatan kompak sekali.
Setelah beberapa bullyan yang gue lupa, Tika meninggalkan gue dan Ara lagi untuk kumpul dengan ibu ibu arisan lainya. Dia sempet nitip salam buat nyokap bokap gue dan ngasih warning ke Ara untuk hati hati sama gue. Saat itu gue bener bener sakit ati.
Tapi jujur gue seneng gue akur lagi sama Tika setelah kejadian ini. Sudah lama gue gak pernah kontak dengan dia setelah putus, bisa dibilang perang dingin. Memang gue dan Tika putus dengan cara dan alesan yang siapapun gak pernah inginkan, tapi syukurnya gue dan Tika tidak bermusuhan. Hanya main diem-dieman, cara berantem khas anak muda
Gue kembali menikmati masa masa istirahat MOS, setelah teriak teriakan senior dan panas panasan di lapangan, sebenernya istirahat 15 menit ini kurang cukup untuk mengobati lelah. Tapi selama gue istirahat dengan Ara dan menikmati 1 detik senyumnya saja, itu cukup membuat gue kembali bugar lagi
Yah sepertinya emang dia berniat balas dendam ke gue garagara hal kemarin. Walau gue masih agak bete, entah kenapa gue susah bete sama Ara
Seketika pikiran gue langsung kemana-mana, apa yang dimaksud oleh Ara ini. Apa dia bercanda tentang gak pantesnya dia sama gue?
Dia berlari menjauhi gue sambil tertawa. Gue gak tau apa yang dia maksud tadi, yang jelas,gue gak mau berekspektasi terlalu tinggi.
Bel berbunyi lagi, artinya gue dan murid baru yang lain harus melanjutkan kegiatan lain, menonton promo dari ekstrakulikuler. Gue dan Ara berpisah, karena Ara pergi ke arah stand milik PMR dan promosi, dia emang udah dikontrak PMR SMA gue, meskipun baru kelas 1
Gue sendiri lebih memilih bersama 3 sahabat gue yang lain, yang sedang ngiler di depan stand milik modern “sexy” dance (MSD) dan cheerleader. Tau lah ngeliat cewek cantik dengan rok pendek dikit diumbar aja langsung dikerubung. Gue lebih memilih untuk mengajak 3 cecenguk ini menuju stand futsal
Tapi gak ada salahnya ngeliat cewek cewek MSD goyang bentar. (tangan pasif kok, gak megang si dedek, santai)
Saat gue asik menonton anak MSD, hp gue bergetar, diikuti nada “lonceng” dua kali. Gue buka hp gue, berisi sms
Dari Tika
Hanya beberapa detik, telepon gue diangkat
Quote:
Tapi telpon gue langsung ditutup. Gue makin kesel. Tapi tiba tiba ada suara dari samping gue dan Ara
Quote:
Gue melihat orang yang kali ini gue bener bener sudah khatam. Salah satu anggota geng rumpi, dan penyandang status “mantan”. Tika, cewek putih berambut pendek dan berbadan kutilang, kurus tinggi langsing. Bahkan tingginya hampir sama dengan gue.
Quote:
Tika ini sebenernya cantik, walaupun dia bilang dan merendah kalo Ara jauh lebih cantik dari dia, jujur menurut gue mereka berdua sama-sama cantik, tapi untuk membandingakan keduanya terus terang gue gak bisa. Masing masing punya kelebihan dan kekurangan. Tapi dibagian itu mereka lumayan berlebih kok (?)
Tika cewek kelahiran Solo, bahkan dia masih ada sedikit keturunan keraton. Kepindahanya ke Semarang dikarenakan dia ikut orang tuanya yang memang pasangan pebisnis di kota gue. Gue bahkan sudah mengenal baik orang tua Tika
Quote:
Ara yang daritadi bengong ngeliatin kita berdua, akhirnya pun angkat bicara
Quote:
.
.
.
.
.
Quote:
Ara ngomong gitu dengan polosnya...
Di depan gue dan Tika....
Tika mantan gue...
Padahal gue berharap Ara ngebelain gue biar dikira sukses move on...
Bilang lagi deket atau apa kek, biar gue keliatan keren di mata mantan gue kek

Quote:
Ini udah agak kelewatan, sebagai cewek baik harusnya Ara ngebela gue
Quote:
Senyum kecut aja deh.
Entah sengaja atau enggak, gue dihina habis habisan. Mereka berdua ketawa puas dan kelihatan kompak sekali.
Setelah beberapa bullyan yang gue lupa, Tika meninggalkan gue dan Ara lagi untuk kumpul dengan ibu ibu arisan lainya. Dia sempet nitip salam buat nyokap bokap gue dan ngasih warning ke Ara untuk hati hati sama gue. Saat itu gue bener bener sakit ati.
Tapi jujur gue seneng gue akur lagi sama Tika setelah kejadian ini. Sudah lama gue gak pernah kontak dengan dia setelah putus, bisa dibilang perang dingin. Memang gue dan Tika putus dengan cara dan alesan yang siapapun gak pernah inginkan, tapi syukurnya gue dan Tika tidak bermusuhan. Hanya main diem-dieman, cara berantem khas anak muda
Gue kembali menikmati masa masa istirahat MOS, setelah teriak teriakan senior dan panas panasan di lapangan, sebenernya istirahat 15 menit ini kurang cukup untuk mengobati lelah. Tapi selama gue istirahat dengan Ara dan menikmati 1 detik senyumnya saja, itu cukup membuat gue kembali bugar lagi
Quote:
Yah sepertinya emang dia berniat balas dendam ke gue garagara hal kemarin. Walau gue masih agak bete, entah kenapa gue susah bete sama Ara
Quote:
Seketika pikiran gue langsung kemana-mana, apa yang dimaksud oleh Ara ini. Apa dia bercanda tentang gak pantesnya dia sama gue?
Quote:
Dia berlari menjauhi gue sambil tertawa. Gue gak tau apa yang dia maksud tadi, yang jelas,gue gak mau berekspektasi terlalu tinggi.
Bel berbunyi lagi, artinya gue dan murid baru yang lain harus melanjutkan kegiatan lain, menonton promo dari ekstrakulikuler. Gue dan Ara berpisah, karena Ara pergi ke arah stand milik PMR dan promosi, dia emang udah dikontrak PMR SMA gue, meskipun baru kelas 1
Gue sendiri lebih memilih bersama 3 sahabat gue yang lain, yang sedang ngiler di depan stand milik modern “sexy” dance (MSD) dan cheerleader. Tau lah ngeliat cewek cantik dengan rok pendek dikit diumbar aja langsung dikerubung. Gue lebih memilih untuk mengajak 3 cecenguk ini menuju stand futsal
Tapi gak ada salahnya ngeliat cewek cewek MSD goyang bentar. (tangan pasif kok, gak megang si dedek, santai)
Saat gue asik menonton anak MSD, hp gue bergetar, diikuti nada “lonceng” dua kali. Gue buka hp gue, berisi sms
Quote:
Dari Tika

0
: “Heh lo siapa sih? Kalo berani temuin gue langsung” kata gue marah
: “Akhirnya move on juga kamu, susah kan move on dari aku?” sambung dia
: “Ngarep banget sih lo” kata gue sewot
: “Idih sewot amat”
: “Tapi kamu curang ah, kok sekarang sama Ara, ya aku kalah jauh lahh”
: “Eh ra, kok kamu mau sih sama empedu cacing kaya gini sih, ntar nyesel lho kaya aku”
: “Kamu kenapa kok diem aja” kata dia membuyarkan lamunan gue