- Beranda
- Gosip Nyok!
Forum - Pertanyaan Klasik di Kasir Minimarket | Apa Jawaban Agan?
...
TS
Dorchi.
Forum - Pertanyaan Klasik di Kasir Minimarket | Apa Jawaban Agan?
Hal sepele yang mungkin jadi tanda tanya bagi setiap orang.
Pertanyaan yang bikin hati bergetar saat di depan kasir:
Dalam waktu sepersekian detik otak lo berpikir buat nentuin YA atau GAK, tapi anehnya 98% jawaban yang keluar dari mulut lo adalah YA. Padahal otak lo belom berpikir apa jawabannya.
Pernah?
Pertanyaan ini menentukan sosok lo dimata orang lain. Katanya.
Karena ada antrian dibelakang akhirnya lo bilang "YA" dan karena si kasir lumayan cantik lo juga bilang "YA". Atau bisa lagi karena "Ah buat amal cuy.." dan lo bilang "YA"
Sayangnya gue orang yang kritis. Jadi hal sepele kaya gini gue mau bahas aja. Biar plong, gue ataupun lo semua.
Indumaret, Alfumaret. Mereka berdua ini biasanya yang lo temuin di deket rumah lo. Nah biasanya kasir mereka yang suka nanya pertanyaan diatas tadi.
Gue suka lari pagi di alun-alun lapangan di deket rumah gue. Kebetulan 30 meter dari alun-alun ada Indumaret. Jadi gue gak pernah bawa minuman dari rumah, tinggal jajan deket ini, pikir gue.
Abis lari pagi beres, sebelum pulang beli-lah gue air mineral botol + susu kotakan di Indumaret tadi.
Waktu bayar? kena deh!
Iya gue jawab "YA" waktu itu, Rp 400 perak kembaliannya.
Ikhlas, ridho, rhoma...bang haji! apapun itu bentuknya, ikhlas gue intinya.
Minggu depan lari lagi dong dan jajan lagi sama.
Waktu bayar? kena lagi deh!
Jawab "YA" lagi dong, kan belakang ada antrian. ikhlas, ridho, rhoma...bang haji? ikhlas deh pokoknya.
Beberapa hari kemudian gue lari lagi, ya jajan lagi dong.
Waktu bayar? gue nuggu pertanyaan itu keluar dari si kasir.
Eh tapi kok gak nanya....tumben.
Waktu dikasih tau total harga nya berapa, dengan matematika singkat otak gue mikir berapa kembaliannya. Rp 600 perak yang kali ini kembaliannya.
waktu dikasih struk pembelian dan dapet kembalian uang koin di dalem struk yang kelipet gue duduk sejenak sama temen gue di kursi yang ada meja bunder ala 7-11 (sevel) yang tersedia di depan Indumaret itu.
Waktu duduk kembalian dan struk yang masih gue genggam itu gue taroh meja. eh kok cuma Rp 200 perak ya kembaliannya.
Suatu hari ke Indumaret lain dan dapet pertanyaan sumbangan lagi, tapi kali ini gue iseng balik nanya.
"Emang buat disumbangin kemana, mbak?"
Si mbak jawab agak lama sambil mikir....
"emmm....emmmm....ada kak, kita udah kerjasama sama panti asuhan."
"iya, nama panti asuhan nya apa mbak?"
"aduh...hehe gak tau kak..."
Gue lalu membiarkan kembalian gue "disumbangkan" ke Panti Asuhan Gak Tau (PAGT).
Ikhlas, ridho, rhoma...bang haji? ikhlas deh pokoknya
Pernah lagi kejadian, aneh gak sih kalo kita gak dikasih kembalian lantas malah ditanya mau disumbangin atau enggak lalu antrian dibelakang kita dikasih kembalian recehan nya? jadi semacam random aja gitu yang dapet kembalian. pahal gue bayar sebelum orang itu bayar.
Lantas gue mulai berpikir agak gak jernih, gue mulai bertanya-tanya kemana sumbangan para orang-orang itu pergi. Kemudian gue berpikir lagi, itu bukan urusan gue tapi urusan dia, perusahaannya dan Tuhan.
Gue lalu membuat asumsi pribadi.
1. Mungkin karena mereka gak punya uang recehan lalu mereka mengatasi nya dengan cara "disumbangkan".
2. Mungkin karena mereka harus menutup kerugian toko akibat barang yang hilang/dicuri. Karena kerugian toko akan dipotong dari gaji mereka yang bekerja disana. Dan sebagian lagi uang nya memang akan disumbangkan.
3. Mungkin memang benar adanya disumbangkan ke panti asuhan yang mereka belum tau akan disumbangkan ke panti asuhan apa.
4. Menekan jumlah penggunaan recehan karena recehan sangat berguna di waktu-waktu tertentu.
5. Apa karena malu harus bilang "maaf kita gak punya recehan" lantas diganti dengan bilang "boleh disumbangkan?"
Who knows??? Bodoamat.
Gue akhirnya lari pagi lagi, kali ini sendirian. Jajan lagi bayar lagi sembari menunggu pertanyaan itu muncul lagi.
Bener aja, seketika pertanyaan itu muncul.
"Kembaliannya boleh disumbangkan?"
Gue jawab dengan pertanyaan kembali.
"Kembaliannya boleh saya sumbangin sendiri aja?"
Denger pertanyaan itu si kasir gak jawab, mukanya kaya agak cemberut lalu membuka cash register dan ngasih gue recehan kembalian.
Tapi sebelum itu kembalian nya gue hitung. Dan gak kurang. Lebih malah. Lebih Rp 200. Kembalian gue jadi Rp 500.
Gue senyum. pantesan si mbak cemberut. Ternyata doi rugi Rp 200 perak cuy! haha...
ikhlas mbak, ridho mbak, rhoma mbak...bang haji mbak? ikhlas deh pokoknya.
P.S: Jadi sebenernya gue masih bingung kemanakah kembalian itu pergi? Gue buat thread ini sebagai forum diskusi bukan untuk menuduh pihak A atau B.
Sebelumnya udah pernah ada thread nya, tapi keliatannya kurang dimonitor jadi sepi.
Pertanyaan yang bikin hati bergetar saat di depan kasir:
Quote:
Quote:
"" JRRRREEENGGG!!! JRRRREEENGGG!!! ""
Dalam waktu sepersekian detik otak lo berpikir buat nentuin YA atau GAK, tapi anehnya 98% jawaban yang keluar dari mulut lo adalah YA. Padahal otak lo belom berpikir apa jawabannya.
Pernah?
Pertanyaan ini menentukan sosok lo dimata orang lain. Katanya.
Karena ada antrian dibelakang akhirnya lo bilang "YA" dan karena si kasir lumayan cantik lo juga bilang "YA". Atau bisa lagi karena "Ah buat amal cuy.." dan lo bilang "YA"
Sayangnya gue orang yang kritis. Jadi hal sepele kaya gini gue mau bahas aja. Biar plong, gue ataupun lo semua.
Indumaret, Alfumaret. Mereka berdua ini biasanya yang lo temuin di deket rumah lo. Nah biasanya kasir mereka yang suka nanya pertanyaan diatas tadi.
Gue suka lari pagi di alun-alun lapangan di deket rumah gue. Kebetulan 30 meter dari alun-alun ada Indumaret. Jadi gue gak pernah bawa minuman dari rumah, tinggal jajan deket ini, pikir gue.
Abis lari pagi beres, sebelum pulang beli-lah gue air mineral botol + susu kotakan di Indumaret tadi.
Waktu bayar? kena deh!
Iya gue jawab "YA" waktu itu, Rp 400 perak kembaliannya.
Ikhlas, ridho, rhoma...bang haji! apapun itu bentuknya, ikhlas gue intinya.
Minggu depan lari lagi dong dan jajan lagi sama.
Waktu bayar? kena lagi deh!
Jawab "YA" lagi dong, kan belakang ada antrian. ikhlas, ridho, rhoma...bang haji? ikhlas deh pokoknya.
Beberapa hari kemudian gue lari lagi, ya jajan lagi dong.
Waktu bayar? gue nuggu pertanyaan itu keluar dari si kasir.
Eh tapi kok gak nanya....tumben.
Waktu dikasih tau total harga nya berapa, dengan matematika singkat otak gue mikir berapa kembaliannya. Rp 600 perak yang kali ini kembaliannya.
waktu dikasih struk pembelian dan dapet kembalian uang koin di dalem struk yang kelipet gue duduk sejenak sama temen gue di kursi yang ada meja bunder ala 7-11 (sevel) yang tersedia di depan Indumaret itu.
Waktu duduk kembalian dan struk yang masih gue genggam itu gue taroh meja. eh kok cuma Rp 200 perak ya kembaliannya.
Quote:
""" NAH LOH?! """
Suatu hari ke Indumaret lain dan dapet pertanyaan sumbangan lagi, tapi kali ini gue iseng balik nanya.
"Emang buat disumbangin kemana, mbak?"
Si mbak jawab agak lama sambil mikir....
"emmm....emmmm....ada kak, kita udah kerjasama sama panti asuhan."
"iya, nama panti asuhan nya apa mbak?"
"aduh...hehe gak tau kak..."
""" NAH LOH?! """
Gue lalu membiarkan kembalian gue "disumbangkan" ke Panti Asuhan Gak Tau (PAGT).
Ikhlas, ridho, rhoma...bang haji? ikhlas deh pokoknya
Pernah lagi kejadian, aneh gak sih kalo kita gak dikasih kembalian lantas malah ditanya mau disumbangin atau enggak lalu antrian dibelakang kita dikasih kembalian recehan nya? jadi semacam random aja gitu yang dapet kembalian. pahal gue bayar sebelum orang itu bayar.
Lantas gue mulai berpikir agak gak jernih, gue mulai bertanya-tanya kemana sumbangan para orang-orang itu pergi. Kemudian gue berpikir lagi, itu bukan urusan gue tapi urusan dia, perusahaannya dan Tuhan.
Quote:
Gue lalu membuat asumsi pribadi.
1. Mungkin karena mereka gak punya uang recehan lalu mereka mengatasi nya dengan cara "disumbangkan".
2. Mungkin karena mereka harus menutup kerugian toko akibat barang yang hilang/dicuri. Karena kerugian toko akan dipotong dari gaji mereka yang bekerja disana. Dan sebagian lagi uang nya memang akan disumbangkan.
3. Mungkin memang benar adanya disumbangkan ke panti asuhan yang mereka belum tau akan disumbangkan ke panti asuhan apa.
4. Menekan jumlah penggunaan recehan karena recehan sangat berguna di waktu-waktu tertentu.
5. Apa karena malu harus bilang "maaf kita gak punya recehan" lantas diganti dengan bilang "boleh disumbangkan?"
Who knows??? Bodoamat.
Gue akhirnya lari pagi lagi, kali ini sendirian. Jajan lagi bayar lagi sembari menunggu pertanyaan itu muncul lagi.
Bener aja, seketika pertanyaan itu muncul.
"Kembaliannya boleh disumbangkan?"
Gue jawab dengan pertanyaan kembali.
"Kembaliannya boleh saya sumbangin sendiri aja?"
Denger pertanyaan itu si kasir gak jawab, mukanya kaya agak cemberut lalu membuka cash register dan ngasih gue recehan kembalian.
Tapi sebelum itu kembalian nya gue hitung. Dan gak kurang. Lebih malah. Lebih Rp 200. Kembalian gue jadi Rp 500.

Gue senyum. pantesan si mbak cemberut. Ternyata doi rugi Rp 200 perak cuy! haha...
ikhlas mbak, ridho mbak, rhoma mbak...bang haji mbak? ikhlas deh pokoknya.
P.S: Jadi sebenernya gue masih bingung kemanakah kembalian itu pergi? Gue buat thread ini sebagai forum diskusi bukan untuk menuduh pihak A atau B.
Quote:
Diubah oleh Dorchi. 13-09-2015 20:31
nona212 dan anasabila memberi reputasi
2
12.9K
104
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Gosip Nyok!
38.2KThread•36.7KAnggota
Tampilkan semua post
turywann
#73
permisi gan, saya mau kasih gambaran dikit
saya pernah kerja di retail juga,
untuk masalah kembalian memang kadang susah dapetnya,
nukerin ke bank sampe ke agen agen buat kembalian koin gan,
kalo kasir nanya gitu kemungkinanya gk ada kembalian koin yang sesuai,
misal kembalian Rp.400 tapi di kasiran gk ada koin 100 / 200an, cuma ada 500an
nah dari sini kasir punya pilihan mau ngasih kembalian tapi dia nanti minus / dia minta disumbangin aja biar dia gk minus,,
kalo misal mau ngasih kembalian karna gk ada koin 100 ,200 nya berarti kasir ngasihnya 500 ,dia rugi 100 dong ?
100x berapa kali transaksi kan lumayan gan,
soalnya nanti selesai shift hasil setoranya di itung, duit yang didapat dari transaksi di sesuaikan dengan komputer,
karna tadi kasir ngasih kembalianya lebih otomatis uang setoranya gk sesuai / kurang,,
nah kekuranganya itu jadi tanggungan kasir,kasirnya nambahin pake duit dia sendiri
harusnya kasir juga nanyain ke customernya
misal "ada uang 200 nya ?"
tujuanya buat ngegampangin dia ngasih kembalian kalo ada
kalo dia nanya disumbangin apa enggak itu tergantung orangnya gan disumbangin bner apa gk nya
di komputer kasirnya udah ada menu donasinya gan,
kalo bener di donasikan itu gk ada uang lebih atau masuk ke kantong sendiri gan,
dia gk dapet apa apa
kalo bener, mereka punya website dan disitu pasti ada alamat tempat kemana aja uang kembalian disumbangkan,
nah kalo yg gk bener tuh uangnya gk di donasikan tapi uangnya buat nutupin minus nya nanti kalo setoran selesai shift,
jadi kasir harus pinter" ngatur uang kembalian,
karna kadang ada yg pake duit gede tp belanja dikit
(biasanya yg seperti ini cuma buat mecahin duitnya,karna kalo nuker duit langsung rada susah)
nah kalo orang yg kaya gitu banyak ,kasir stres juga gan kehabisan uang kembalian
selama saya kerja di retail mengamati temen" kasir mereka cuma cari aman aja biar setoranya gk minus,
udah gitu aja,
gk ada yang sengaja buat masukin ke kantong sendiri, mereka juga pake itung itungan biar gk minus atau ngeplus,
karna mau minus ataupun ngeplus kasir tetep gantiin pake duit sendiri gan
tp kurang tau deh kalo di tempat lain ya,
yang "nilep" mungkin aja ada
saya pernah kerja di retail juga,
untuk masalah kembalian memang kadang susah dapetnya,
nukerin ke bank sampe ke agen agen buat kembalian koin gan,
kalo kasir nanya gitu kemungkinanya gk ada kembalian koin yang sesuai,
misal kembalian Rp.400 tapi di kasiran gk ada koin 100 / 200an, cuma ada 500an
nah dari sini kasir punya pilihan mau ngasih kembalian tapi dia nanti minus / dia minta disumbangin aja biar dia gk minus,,
kalo misal mau ngasih kembalian karna gk ada koin 100 ,200 nya berarti kasir ngasihnya 500 ,dia rugi 100 dong ?
100x berapa kali transaksi kan lumayan gan,
soalnya nanti selesai shift hasil setoranya di itung, duit yang didapat dari transaksi di sesuaikan dengan komputer,
karna tadi kasir ngasih kembalianya lebih otomatis uang setoranya gk sesuai / kurang,,
nah kekuranganya itu jadi tanggungan kasir,kasirnya nambahin pake duit dia sendiri
harusnya kasir juga nanyain ke customernya
misal "ada uang 200 nya ?"
tujuanya buat ngegampangin dia ngasih kembalian kalo ada
kalo dia nanya disumbangin apa enggak itu tergantung orangnya gan disumbangin bner apa gk nya
di komputer kasirnya udah ada menu donasinya gan,
kalo bener di donasikan itu gk ada uang lebih atau masuk ke kantong sendiri gan,
dia gk dapet apa apa
kalo bener, mereka punya website dan disitu pasti ada alamat tempat kemana aja uang kembalian disumbangkan,
nah kalo yg gk bener tuh uangnya gk di donasikan tapi uangnya buat nutupin minus nya nanti kalo setoran selesai shift,
jadi kasir harus pinter" ngatur uang kembalian,
karna kadang ada yg pake duit gede tp belanja dikit
(biasanya yg seperti ini cuma buat mecahin duitnya,karna kalo nuker duit langsung rada susah)
nah kalo orang yg kaya gitu banyak ,kasir stres juga gan kehabisan uang kembalian
selama saya kerja di retail mengamati temen" kasir mereka cuma cari aman aja biar setoranya gk minus,
udah gitu aja,
gk ada yang sengaja buat masukin ke kantong sendiri, mereka juga pake itung itungan biar gk minus atau ngeplus,
karna mau minus ataupun ngeplus kasir tetep gantiin pake duit sendiri gan
tp kurang tau deh kalo di tempat lain ya,
yang "nilep" mungkin aja ada
Diubah oleh turywann 22-07-2015 22:17
0
