- Beranda
- Stories from the Heart
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT
...
TS
bukanpemainbaru
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT

Oke, sebelum gue mulai, gue mau minta izin kepada Moderator dan para pembaca setia forum SFTH untuk menceritakan kisah gue
Berbekal pengalaman dari membaca banyak novel novel terkenal dan kisah kisah yang sangat inspiratif dari para kaskuser seperti "Have I Told You Lately That I Love You" karya bang Nanda, "Sepasang Kaos Kaki Hitam" milik om Ari, "You Are My Happiness" cerita mas Baskoro, serta cerita lainya yang melecut nyali gue untuk membagi kisah gue.
Gue ingin mengutarakan sebuah kisah yang ada di ingatan gue, sebuah cerita cinta masa lalu gue yang membuat gue bisa berada disini dan selalu membuat gue bersyukur karena Tuhan telah memilih gue untuk mengalaminya
Nama tokoh disini gue samarkan dengan alasan menjaga privasi masing masing. Jika ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, dan tempat gue minta maaf. Selamat membaca 

Quote:
Diubah oleh bukanpemainbaru 11-08-2015 21:00
junti27 dan anasabila memberi reputasi
3
86.6K
488
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bukanpemainbaru
#185
PART 19 - MOS or MemOrieS (2)
Hanya 1 hari acara utama MOS untuk SMA, semuanya berjalan lancar. Ya, berjalan lancar seperti yang diharapkan para senior senior gue. Seharian tanpa henti mereka menyuruh nyuruh dan mengerjai murid di angkatan gue.
Saat masa pembullyan, per kelas dipisah menjadi beberapa kelompok, dan gue akhirnya terpisah dengan Ara. Gue pikir cuma maut yang bisa memisahkan kita. Gue sekelompok dengan beberapa orang yang udah gue kenal di SMP, gak ada murid baru di kelompok gue.
Beberapa kali gue lihat ke kelompok Ara, dia sering kena bahan bullyan kakak kelas cewek, wajar sih kakak kelas cewek biasanya gaksuka adik kelasnya yang lebih cantik dari mereka. Heranya dia diampu oleh Mas Ditto, dan cowok ini malah diem diem aja. Kasian sih, tapi gue gak punya alesan buat ngebantu dan ngebela Ara
Banyak yang kena bullyan juga, tapi sejauh ini gue jarang kena. Karena emang gue gak pernah bikin kesalahan. Kesalahan yang lo lakuin sedikit aja bisa berarti besar buat mereka. Sasaran pembullyan juga biasanya ditujukan pada murid yang cantik dan ganteng, entah apa maksud mereka, apa dengan dibully muka mereka jadi jelek? Kan enggak. Anehnya entah kenapa gue jarang dibully ya dalam hal ini. Gue dilema antara harus seneng dan apa sedih
Walau gue jarang dibully karena kegantengan gue, di MOS ini gue sempet ribut dengan senior yang semena-mena. Name tag yang sudah gue bikin dicoret namanya dan diganti dengan “kambing”. Gue membuang name tag kambing itu dengan alesan karena nama gue bukan itu. Kakak kelas yang tadi malah gak terima dengan apa yang gue lakuin. Karena sama-sama gak terima hampir aja gue berantem dengan kakak kelas gue, tapi dilerai oleh guru yang ada disitu
Bel istirahat berbunyi, daripada ke kantin yang penuh kakak senior, gue memilih untuk mencari pohon yang rindang, spot kesukaan gue. Biasanya gue kumpul dengan 3 orang pemabuk bau-bauan spidol lainya, tapi sepertinya mereka masih sibuk dengan MOS mereka. Baru saja gue ingin merebahkan badan gue, seseorang duduk di samping gue
Gue menoleh, ternyata Ara. Dengan pernak pernik MOS dan tampilan yang acak acakan. Meski begitu dia masih cantik.
Ara hanya merespon jawaban gue dengan senyum kecil
Ara kali ini berubah wajahnya, dia jadi sedikit murung, dia menunduk, dan setelah gue perhatikan mukanya lebih dekat lagi
Ara diem sejenak. Air mata Ara langsung tumpah, dia nangis. Gue yang ada disamping dia langsung memberikan bahu gue. Dan untuk pertama kalinya, Ara memeluk gue, sambil menangis di bahu gue.
Meskipun banyak yang ngeliatin gue dengan heran, gue cuek dengan hal itu. Yang gue takutkan itu mungkin gue bakal disangka ngehamilin anak orang. Tapi gue tetap fokus menenangkan Ara. Lagipula juga lumayan empuk
Setelah Ara sedikit tenang, gue meminta Ara menjelaskan apa yang terjadi.
Ara makin menangis, dia juga bercerita kenapa dia putus karena dipermainkan mantanya. Dia terus terusan menangis dan gak peduli diliatin banyak orang, gue pun menghela nafas dan membalas curhatan dia
Ara pun kembali tertawa, gue pun ikut bahagia liat dia gak sedih lagi dengan masalah mantan serta musuh musuhnya. Gue pun menghapus sisa air mata di pipi Ara
Dengan bibir
Enggak kok enggak, gue pake slayer yang gue bawa, saat itu gue dan dia gak bawa sapu tangan. Gue minta Ara bawa slayer gue, barangkali dia mau nangis lagi.
Saat gue sedang asyik bercanda dengan Ara biar moodnya balik lagi, gue tiba tiba mendapat sms, dari nomer yang sama dengan dulu
Saat masa pembullyan, per kelas dipisah menjadi beberapa kelompok, dan gue akhirnya terpisah dengan Ara. Gue pikir cuma maut yang bisa memisahkan kita. Gue sekelompok dengan beberapa orang yang udah gue kenal di SMP, gak ada murid baru di kelompok gue.
Beberapa kali gue lihat ke kelompok Ara, dia sering kena bahan bullyan kakak kelas cewek, wajar sih kakak kelas cewek biasanya gaksuka adik kelasnya yang lebih cantik dari mereka. Heranya dia diampu oleh Mas Ditto, dan cowok ini malah diem diem aja. Kasian sih, tapi gue gak punya alesan buat ngebantu dan ngebela Ara
Banyak yang kena bullyan juga, tapi sejauh ini gue jarang kena. Karena emang gue gak pernah bikin kesalahan. Kesalahan yang lo lakuin sedikit aja bisa berarti besar buat mereka. Sasaran pembullyan juga biasanya ditujukan pada murid yang cantik dan ganteng, entah apa maksud mereka, apa dengan dibully muka mereka jadi jelek? Kan enggak. Anehnya entah kenapa gue jarang dibully ya dalam hal ini. Gue dilema antara harus seneng dan apa sedih
Walau gue jarang dibully karena kegantengan gue, di MOS ini gue sempet ribut dengan senior yang semena-mena. Name tag yang sudah gue bikin dicoret namanya dan diganti dengan “kambing”. Gue membuang name tag kambing itu dengan alesan karena nama gue bukan itu. Kakak kelas yang tadi malah gak terima dengan apa yang gue lakuin. Karena sama-sama gak terima hampir aja gue berantem dengan kakak kelas gue, tapi dilerai oleh guru yang ada disitu
Spoiler for huhu:
Bel istirahat berbunyi, daripada ke kantin yang penuh kakak senior, gue memilih untuk mencari pohon yang rindang, spot kesukaan gue. Biasanya gue kumpul dengan 3 orang pemabuk bau-bauan spidol lainya, tapi sepertinya mereka masih sibuk dengan MOS mereka. Baru saja gue ingin merebahkan badan gue, seseorang duduk di samping gue
Quote:
Gue menoleh, ternyata Ara. Dengan pernak pernik MOS dan tampilan yang acak acakan. Meski begitu dia masih cantik.
Quote:
Ara hanya merespon jawaban gue dengan senyum kecil
Quote:
Ara kali ini berubah wajahnya, dia jadi sedikit murung, dia menunduk, dan setelah gue perhatikan mukanya lebih dekat lagi
Quote:
Ara diem sejenak. Air mata Ara langsung tumpah, dia nangis. Gue yang ada disamping dia langsung memberikan bahu gue. Dan untuk pertama kalinya, Ara memeluk gue, sambil menangis di bahu gue.
Meskipun banyak yang ngeliatin gue dengan heran, gue cuek dengan hal itu. Yang gue takutkan itu mungkin gue bakal disangka ngehamilin anak orang. Tapi gue tetap fokus menenangkan Ara. Lagipula juga lumayan empuk
Setelah Ara sedikit tenang, gue meminta Ara menjelaskan apa yang terjadi.Quote:
Ara makin menangis, dia juga bercerita kenapa dia putus karena dipermainkan mantanya. Dia terus terusan menangis dan gak peduli diliatin banyak orang, gue pun menghela nafas dan membalas curhatan dia
Quote:
Ara pun kembali tertawa, gue pun ikut bahagia liat dia gak sedih lagi dengan masalah mantan serta musuh musuhnya. Gue pun menghapus sisa air mata di pipi Ara
Dengan bibir
Enggak kok enggak, gue pake slayer yang gue bawa, saat itu gue dan dia gak bawa sapu tangan. Gue minta Ara bawa slayer gue, barangkali dia mau nangis lagi.
Saat gue sedang asyik bercanda dengan Ara biar moodnya balik lagi, gue tiba tiba mendapat sms, dari nomer yang sama dengan dulu
Quote:
Diubah oleh bukanpemainbaru 22-07-2015 21:44
0
: : “Kamu tadi diapain aja?”
: “Dia bener bener bajingan Tim, mantan aku, dengan pedenya dia bilang kalo aku cewek yang gak tau bersyukur punya cowok kayak dia, dan temen temen ceweknya ngebully aku karena aku dulu mutusin dia, aku dikatain cewek bodoh lah, dungu lah, sok kecantikan lah. Tadi aku dibully habis habisan, aku gak kuat Tim” tangis Ara
: “Kalo kamu masih gak kuat sama gonggonganya, kamu panggil pawang anjing aja” canda gue