Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465.5K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#928
A Part 34
Semenjak kejadian itu aku selalu menghindari Reza di sekolah. Aku diam, gak ngeliat ke arah dia, nyuekin, pokoknya gak mau deket-deket ama Reza walau belum tentu juga Reza mau deketin aku juga. Yang jelas semenjak kejadian itu Reza juga jadi jarang berbicara sama aku. Tapi, baguslah.

Istirahat kedua aku pergi ke kantin beli minum. Pas waktu ke kantin aku berpapasan dengan kak Bram, tapi kak Bram malah buang muka begitu dan menghindariku, entah kenapa aneh aja gak seperti biasanya. Biasanya dia kalau ketemu suka bilang “Hay” aja tapi kali ini enggak, yo wis gpp tujuanku bukan mendapatkan sapaan dari seseorang tapi aku mau beli minum karena aku haus.

Di kantin aku liat kak Fe sedang berkumpul dengan orang-orang yang tidak dikenal. 2 orang cowok dan 1 orang cewek. Ketiga orang itu memakai pakaian bebas sedangkan kak Fe masih memakai seragam. Aku tebak mungkin orang-orang itu orang dari luar sekolah, tapi siapa? Kak Fe begitu akrab dengan mereka dan ketawa-ketiwi. Kak Fe melihat ke arahku tapi dia tidak memanggilku, yah mungkin tidak perlu, karena memang aku tidak ada urusan. Tapi aku penasaran siapa mereka.

Pas pulang sekolah lagi-lagi aku berpapasan dengan kak Bram di parkiran motor, tapi dia tetep cuek aja, seolah-olah kita gak pernah kenal. Aku heran.

Pulang sekolah aku gak langsung pulang ke rumah, aku pergi ke rumah Rahmi. Kali-kali main boleh lah, masa di rumah terus. Rumah Rahmi agak jauh dari rumahku. Butuh setengah jaman mungkin untuk sampai ke rumah Rahmi dari sekolah. Rahmi itu temen deket aku, rahmi orangnya rame dan suka riweuh sendiri.

“Bi… bikin sirup 2, antar kamar yah.” Ujar Rahmi ke bi Esih, pembantu di rumah Rahmi.
“Jangan lupa bi, yang dingin ya.”
“Aku yang orange Bi ya..”
“Kamu Ni?”
“Oh.. Aku samain aja deh.” Kataku.
“Eh aku stroberi aja deh Bi.”

***

Aku main ke rumah Rahmi tidak ada niat khusus sih, gak ada PR dan gak ada tugas. Pengen main aja, kalau di rumah sudah pasti suntuk, bosen paling tidur mulu kerjaannya. Nah kalau di rumah Rahmi ada temen buat ngobrol

“Eh.. Mi aku mau nanya..”
“Nanya apa, Ni?”
“Kamu kan suka apdet gosip di sekolah. Ceritain dong tentang gosip-gosip seputar kak Fe..”
“Hahahaha.. gosip yang mana?”
“Yang mana aja deh. Apa yang kamu ketahui tentang kak Fe.”
“Hmmm.. di mulai dari mana yaaaa?”
“Oh.. yaaa.. hmm apa ya aduh, bingung.. ah pokoknya kakakmu itu banyak fans nya Ni. Pas mulai masuk juga, tapi walau begitu kakakmu itu selektif.. Selama ini yang aku tahu mantan dia ada 2 di sekolah ini.”
“Kak Bram.. dan.. ?” Aku penasaran.
“Siapa ya duh lupa namanya, pokoknya dia udah kuliah sekarang, satu tahun di atas kakakmu itu.”
“Yang tadi bukan ya yang di kantin..?”
“Di kantin?”
“Aku tadi di kantin liat kak Fe bersama orang-orang yang gak dikenal.”
“Bisa jadi!”
“Iya, bisa jadi!”
“Oh.. ya dulu ada cerita katanya kakakmu pernah di tembak ama seseorang pas lagi upacara bendera. Yang nembaknya itu yang jadi pemimpin upacaranya..”
“Terus..terus..?”
“Ya itu yang nembaknya itu mantan kak Fe.”
“Oyah? Atuh lagi upacara mah gak bisa bayangin betapa hebohnya..”
“Hahaha,,, pasti.. tanya kakakmu deh, aku kan juga baru masuk sekolah ini jadi gak tau.”
“Nggak ah. Hehehe.. Terus apa lagi yang kamu ketahui tentang kakakku?”
“Gak tauuuu Aniiii.. kan kamu adiknya, harusnya kamu tau..”
“Hehehe…” Aku hanya tertawa malu.
Aku kepo parah.. Tentang orang-orang yang di kantin tadi aku penasaran banget, soalnya ada yang ganteng menurutku. Wkwkwkw.

***

Jam setengah 6 sore aku baru pulang ke rumah. Susah angkot soalnya, sering ngetem jadinya telat pulang. Aku harap gak kena omel.

“Huuuuuuuu.. Ani jadi anak nakal. Bu, baru pulang.” Oceh kak Fe kepada ibu ketika aku baru masuk ke rumah.
“Abis main, kayak yang gak pernah pulang telat aja.” Aku sewot..
“Aehhh, nantangin nih?” Nada kak Fe sedikit meninggi dan dia memegang kedua pinggangnya.
“Ampun kak Fe, becanda..”
“Awas lo yaa. Awas..”
“Ih kak aku becanda kak, keceplosan..”
“Kecoplosan? Wah berarti selama ini lo suka ngedumel tentang gue ya.” Kak Fe mendatangiku lalu menjewer kupingku, Aw aku kesakitan dan berusaha melepaskan diri.
“Sakit kak..”
“Ampun?”
“Ampun.. ampun…”
“Baiklah kali ini gue ampuni…” Kata kak Fe tegas.

Fyuhhh, aku buru-buru masuk ke kamarku dan mandi. Jeweran kak Fe bikin kupingku merah. Gak terlalu sakit sih, tapi tadi dia serius gak yah, kok tega juga ngejewer aku. Hiks.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.