- Beranda
- Stories from the Heart
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT
...
TS
bukanpemainbaru
I SWEAR THIS TIME I MEAN IT

Oke, sebelum gue mulai, gue mau minta izin kepada Moderator dan para pembaca setia forum SFTH untuk menceritakan kisah gue
Berbekal pengalaman dari membaca banyak novel novel terkenal dan kisah kisah yang sangat inspiratif dari para kaskuser seperti "Have I Told You Lately That I Love You" karya bang Nanda, "Sepasang Kaos Kaki Hitam" milik om Ari, "You Are My Happiness" cerita mas Baskoro, serta cerita lainya yang melecut nyali gue untuk membagi kisah gue.
Gue ingin mengutarakan sebuah kisah yang ada di ingatan gue, sebuah cerita cinta masa lalu gue yang membuat gue bisa berada disini dan selalu membuat gue bersyukur karena Tuhan telah memilih gue untuk mengalaminya
Nama tokoh disini gue samarkan dengan alasan menjaga privasi masing masing. Jika ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, dan tempat gue minta maaf. Selamat membaca 

Quote:
Diubah oleh bukanpemainbaru 11-08-2015 21:00
junti27 dan anasabila memberi reputasi
3
86.5K
488
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bukanpemainbaru
#160
PART 18 - MOS or MemOrieS?
Quote:
Gue sudah di dalam ruang kelas, semua peserta MOS terlebih dahulu dikumpulkan di ruang kelas masing masing, menunggu instruksi dari kakak senior yang akan mengampu di setiap kelas. Gue tetap dengan pendirian gue, duduk dibelakang.
Baru saja gue meletakan dua wajah gue yang tersembunyi di balik celana gue, sebuah tas slempang putih dibanting keras di samping gue
Quote:
Gue kaget, (Seharusnya disini gue latah, tapi demi menjaga nama baik seorang lelaki di depan readers, gue hilangkan bagian itu) Ara dengan rambut kepang duanya sudah berdiri di samping gue. Ia menggunakan rok putih dan kemeja putih, seragam yang ditentukan untuk MOS putri. Tentunya dengan muka yang masih kesal seperti kemarin. Jujur karena terlalu berharap menunggu Mutia gue lupa minta maaf sama Ara, padahal gue udah punya nomer hpnya
Belum sempat gue membalas pertanyaan Ara, Ara sudah mengomeli gue lagi, banyak omelanya, tapi intinya ya sama aja, dia marah kenapa gue gak minta maaf. Cewek emang suka gitu, untung cantik
Quote:
Dan ujung-ujungnya, Ara duduk disamping gue lagi. Yah kalo marah dia emang lucu, apalagi kalo meraung-raung sambil mendesah ya (?)
Ara masih dengan muka betenya sambil memegang pensilnya yang runcing, gue tau habis ini gue perlu ngestock hansaplas di rumah gue.
Bel masuk berbunyi, serentak dengan masuknya 2 kakak pengampu di kelas gue. Setiap kelas mendapat 2-3 pengampu, cewek cowok campur. Yang pertama masuk adalah cewek berambut pendek menggunakan jas OSIS, dan yang kedua, cowok yang lebih tinggi dari gue, badanya bagus, kulitnya sawo matang, punya wajah yang bener bener good looking, dan rambut yang dibuat semi mohawk yang sedang jamanya saat itu.
Anjrit.
Ganteng juga. Entah kenapa gue nyaris khilaf seketika. Hampir semua murid di kelas gue bengong dan ada pula yang histeris, termasuk gue.
Quote:
Dan seisi kelas makin gaduh karena para cewek cewek rumpi teriak teriak, gak heran sih semua cewek histeris. Apalagi dia bilang begitu sambil senyum. Tapi saat gue lihat ke Ara, Ara justru malah masih memasang muka kesel
Quote:
Mantan? Exboyfriend? Bekas? Dulu pernah pacaran? Anjir gue ngeper abis. Ara punya mantan seganteng ini dan gue dengan muka pas pasan dan kalo pipis masih ditemenin dan diarahkan ini berani-beraninya pede di depan Ara? Gue minder abis
Quote:
Gue belum sempet ngebales, Ara udah menyamber lagi, dari kalimatnya dia seakan pede, tapi dia berbicara dengan polos sekali, jadi pantes pantes aja, gak kaya gue.
Quote:
Yak daripada dia nanya macem macem lagi gue cuma mengangguk-angguk dan ketawa dengan pertanyaan aneh lainya, entah Ara menganggap gue beneran homo apa enggak terserah dia. Gue yakin Ara itu cewek yang pinter dan tau mana yang bercanda dan homo beneran.
Tapi setelah dipikir pikir lagi, gue sempet merenung sejenak, dan bergumam di dalam hati
Quote:
Spoiler for Bonus Ara:
-1

: “Kamu udah bikin aku marah kemarin, kok gak ada niatan minta maaf lewat sms atau apa kek”
: “Iya maaf deh, aku gak bakal kepedean lagii”
: “Yaudah”
: “YAUDAH? GITU DOANG?”
: “Ah enggak ra”
: “Trus kenapa muka kamu kayak nggak enak gitu?”
: “Apa jangan jangan kamu cemburu ya sama aku, kamu homo ya, kamu suka sama Mas Ditto?”
: "Iya, abis mantanmu ganteng cyiin"
: "Dasarrr"